
FLASH BACK
Hari itu merupakan hari yang spesial dan paling membahagiakan di hidup Daniel dan Luna. Pada hari itu Daniel's Company memenangkan sebuah tender besar. Danie's Company merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti, didirikan dengan penuh perjuangan dan kerja keras oleh Daniel, di support sepenuhnya oleh Luna sang istri tercinta.
Awal mulanya pasangan suami istri itu hidupnya sederhana, tidak kekurangan dan tidak berkecukupan juga. Kehidupan rumah tangganya sangat harmonis, dua tahun menikah barulah di karunia seorang malaikat kecil yang sangat cantik di beri nama Kalista Bunga Pratiwi.
Adanya malaikat kecil yang hadir melengkapi kehidupan rumah tangganya, membuat Daniel semakin giat dalam bekerja. Daniel ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga ke bangku perkuliahan. Namun jika di lihat dari segi materinya pada saat itu, tentu saja itu akan sangat sulit. Biaya kuliah lumayan cukup tinggi.
Rajin, giat, tekun, dan ulet. Itulah yang ada dalam diri Daniel. Menabung sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Merintis usaha dari nol dengan support system dari Luna membuatnya semakin semangat 45 dengan api yang berkobar. Hingga mencapai titik itu dalam hidupnya, berhasil mendirikan sebuah perusahaan atas hasil jerih payahnya yang di beri nama Danie's Company.
Rasa haru dan suka cita melekat dalam dirinya, karena perusahaannya berdiri di tengah ibu kota, maka dari itu ia segera memboyong istri dan anaknya untuk berpindah ke rumah barunya, rumah barunya itu berjarak sekitar 50KM dari kantornya. Mereka pun berpindah dan meninggalkan kota B, kota di mana Kalista tumbuh kembang hingga mencapai usia 10 tahun. Kalista sempat menangis ketika akan meninggalkan kediamannya di kota B, dia tidak sanggup meninggalkan taman bermainya, lebih tidak sanggupnya lagi karena dia belum sempat bertemu lagi dengan teman masa kecilnya di taman itu.
Hari terus berganti, tidak terasa Daniel dan keluarga sudah menetap di ibu kota selama 7 tahun. Usahanya semakin berkembang, bahkan Daniel pun mempunyai tabungan khusus untuk biaya pendidikan putri cantiknya.
Hari itu merupakan hari yang paling bersejarah, tender besar berhasil Daniel dapatkan. Tender itu kemungkinan memberikan keuntungan yang sangat besar. Tidak mudah juga untuk memenangkan tender itu, karena banyak sekali saingannya dari perusahaan lain.
Karirnya sedang mencapai puncak, keuangannya sudah stabil bahkan diatas rata-rata. Mempunyai istri yang cantik jelita dan di karuniai anak yang sangat mirip juga dengan istrinya. Kehidupannya terasa sangat sempurna, bahkan beberapa rekan bisnisnya pun mengatakan hal itu.
Namun, kehidupannya yang sedang mencapai puncak itu membuat salah satu rekan bisnisnya merasa geram. Rekan bisnis itu merasa tidak terima tender besar itu di menangkan oleh Daniel, terlebih lagi rekan bisnisnya itu juga sangat iri kepada Daniel karena mempunyai istri yang cantik.
Pernah suatu ketika rekan bisnisnya itu berkunjung ke rumah Daniel, menggunakan alibi ada yang harus di bahas dan di bicarakan. Datang pada siang hari, tentu saja Daniel tidak ada di rumah karena jam-jam segitu masih sedang sibuk di kantor. Rekan bisnisnya itu sangat ganjen dan tidak sopan, Luna sudah bilang suaminya tidak ada di rumah, masih berada di kantor. Dengan tidak tahu malunya dia malah masuk ke rumah Luna, tanpa permisi dan tanpa di persilahkan. Bahkan mata elangnya selalu melirik Luna dengan tatapan menggoda atau mungkin tatapan penuh nafsu.
Dengan sangat terpaksa, dan karena takut juga akhirnya Luna menelpon suaminya. Daniel segera pulang, setibanya di rumah rekan bisnisnya itu malah langsung pulang. Loh? Katanya tadi ada yang harus di bicarakan? Dari kejadian itu Daniel paham, bahwa rekan bisnisnya itu selalu mengincar Luna. Sepertinya dia menginginkan Luna, atau bahkan terobsesi terhadap Luna.
Pernah suatu ketika Luna sedang berbelanja di supermarket, entah kenapa di supermarket itu Luna ketemu rekan bisnis suaminya. Luna tidak tahu siapa namanya, karena Luna juga tidak pernah berkenalan dengannya.
"Susah ngambilnya?"
Ada tangan yang mengambilkan salah satu produk yang harus Luna beli, Luna memang kesulitan karena produk itu berada di rak atas. Ternyata yang mengambilkan itu adalah rekan bisnis suaminya yang pernah datang ke rumah tempo hari.
"Marcelino." Katanya seraya mengulurkan tangannya.
"Terimakasih." Luna mengucapkan terimakasih, lalu pergi ke kasir. Luna enggan untuk menyambut uluran tangannya karena Luna mengetahui Arka dari tatapan yang Marcelino berikan.
Usaha Marcelino tidak sampai di situ saja, sudah di tolak jabat tangan. Ternyata Marcelino pun masih menunggu Luna di luar supermarket, dan malah dia juga memaksa Luna untuk naik ke mobilnya. Luna masih kekeuh dengan pertahannya, dia langsung menyuruh Daniel untuk menjemputnya.
Setalah berlalu dua Minggu ketika Daniel memenangkan tender, semuanya masih terlihat norma dan sama sekali tidak ada kejanggalan. Tetapi, hari itu Daniel dan Luna rencananya akan mengajak putrinya makan di salah satu restoran ternama. Daniel dan Luna akan menjemput Kalista ke sekolahnya, namun tiba-tiba di tengah perjalan terjadi kecelakaan hingga merenggut nyawa Daniel, sedangkan Luna berhasil di selamatkan. Namun, kondisinya koma dan harus menjalani perawatan intensif. Namun sayang, perawatan intensif juga tidak membuahkan hasil, setelah 5 bulan di rawat Luna pun menghembuskan napas terakhirnya.
Kecelakaan itu tidak murni kecelakaan. Sebuah kecelakaan yang sudah di rencanakan oleh rekan bisnis yang bernama Marcelino. Dia sengaja menyewa beberapa orang bayaran. Dia memerintah satu mobil untuk menabrak mobil Daniel dari arah kiri, mobil oleng dan dan berbelok ke kanan, dari arah kanan mobil juga sengaja di tabrak mobil kembali oleng dan menabrak pembatas jalan dan langsung terbakar.
Marcelino juga rela merogoh kocek lebih dalam, dia menggunakan segala cara agar kecelakaan itu terlihat murni kecelakaan. Bahkan cctv pun di setting dengan sangat sempurna.
*****
Awak media dan beberapa wartawan tidak henti-hentinya mengambil potret Marcelino dan Arka. Ketika melihat Marcelino di borgol dan di giring ke kantor polisi beberapa wartawan langsung mengikutinya, dan ada beberapa wartawan juga yang masih stay di tempat. Mereka menunggu Arka karena ingin mengajukan beberapa pertanyaan.
"5 tahun berlalu, mengapa kini semuanya baru terungkap? Bagaimana bapak Arka menemukan bukti-buktinya?" Salah satu wartawan dengan sangat berani mengajukan pertanyaan itu.
__ADS_1
"Karena waktunya sudah tepat! Bagaimana caranya mencari bukti? Dengan niat, usaha dan kerja keras! Saya melakukan semua ini demi istri saya tercinta! Terungkapnya kecelakaan Daniel dan Luna merupakan salah satu kejutan besar yang saya berikan kepada istri saya. Beberapa waktu lalu istri saya berulang tahun yang ke-23 tahun, dan saya berjanji akan memberikan sebuah kejutan yang besar, dan ini lah kejutannya. Lagi pula keadilan kan harus di tegakkan dengan seadil-adilnya!" Ucap Arka dengan sangat tenang, kacamata hitam bertengger di hidungnya. Membuat penampilannya semakin macho dan dan terlihat cool.
"Apakah ibu Kalista mengetahui semua ini?" Tanya wartawan yang menerobos kerumunan dan langsung mengajukan pertanyaan pada Arka.
"Tidak! Saya bilang pada orang-orang di rumah, jangan ada yang menyalakan televisi sebelum saya pulang. Saya tidak ingin istri saya melihat berita hari ini sebelum saya sendiri yang memberitahukannya."
"Mengapa seperti itu?" Tanya wartawan yang lain.
"Usia kandungan istri saya telah mencapai angka 9 bulan, saya takut sesuatu terjadi pada istri saya. Istri saya boleh menyaksikan berita hari ini, tetapi harus di temani oleh saya."
"Bagaimana jika ibu Kalista sudah menontonnya tanpa sepengetahuan bapak?" Ada yang memberikan pertanyaan, dan ada pula yang sibuk merekam dan menulis semua jawaban yang Arka lontarkan.
"Sayang, kamu yang tabah ya. Aku tahu kamu adalah wanita yang kuat dan tangguh." Ucap Arka seraya tersenyum.
"Harusnya sih istri saya tidak menontonnya, karena saya telah mewanti-wanti semua pelayan di rumah. Tapi saya lupa, istri saya juga memegang ponsel. Mungkin sekarang juga sudah membaca beritanya melalui ponsel." Jawab Arka lagi.
"Apa ada yang ingin bapak sampaikan untuk istri bapak di rumah?"
"Teruntuk istriku, sayang ini kejutan besar yang mampu aku berikan kepadamu. Maaf, sedikit terlambat. Sehat-sehat ya sayang, tunggu aku pulang. I love you."
Semua mata wartawan membelalak sempurna, sangat wow sekali. Kejadian yang sangat langka, seorang CEO yang terkenal dingin dan jutek, kini berbicara sangat manis sekali. Seperti bukan Arka yang biasanya.
Mereka pun tidak mau melewatkan moment ini, ada yang mengabadikannya dalam bentuk foto maupun video. Wajah Arka yang tersenyum sumringah, pasti akan jadi topik utama.
Arka langsung berangkat ke kantor polisi. Dia mengendari mobilnya sendiri. Para wartawan pun masih setia mengikutinya. Arka berharap bahagia menyaksikan semua ini, menyaksikan orang yang penuh dosa kepadanya mendekam di balik jeruji besi.
*****
"Sudah saya bilang! Saya tidak bersalah! Bahkan saya tidak tahu menahu mengenai hal ini." Teriak Marcelino.
"Jangan berbohong! Kami mempunyai semua buktinya." Gertak detektif suruhan Arka sambil menggebrak meja.
Andy dan detektif suruhan Arka masih berada di kantor polisi, menyaksikan polisi mengintrogasi dan memberikan beberapa pertanyaan. Sudah banyak pertanyaan yang diajukan, namun Marcelino selalu mengelak dan berkilah.
"Anda mencintai Luna?" Sarkas Arka degan memberikan tatapan intimidasi.
"Siapa Luna? Saya tidak kenal." Marcelino berkilah tidak mengenali Luna.
"Tidak mengenalinya, tetapi anda diam-diam menaksirnya. Bahkan anda memaksa Luna untuk menaiki mobil anda ketika Luna selesai berbelanja di supermarket." Arka memperlihatkan potongan cctv di supermarket.
"Ini fitnah." Teriak Marcelino.
"Masih banyak bukti-bukti lainnya, bahkan saya sampai memerintahkan seorang detektif yang sangat profesional untuk menyelidiki kasus ini. Tidak mudah untuk mendapatkan semua bukti, karena anda bermain dengan orang-orang yang berlatar belakang hitam."
Pihak kepolisan sudah menanyakan semuanya dengan baik-baik, tetapi Marcelino tidak memberikan jawaban yang sebenarnya, dengan sangat terpaksa akhirnya pihak kepolisian menggunakan cara kekerasan.
Bukan hanya Marcelino yang mendekam di penjara, namun Arka juga menemukan beberapa orang yang terlibat dengan kecelakaan itu. Marcelino tidak tanggung-tanggung menyewa orang-orang yang di suruhnya mencelakai Luna dan Daniel.
__ADS_1
Rekaman cctv juga menunjukan ada Marcelino di jalan itu, berada tidak jauh dari tempat terjadinya kecelakaan. Namun wajahnya terlihat sangat jelas, setelah kecelakaan itu terjadi dirinya langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Detektif suruhan Arka benar-benar sangat hebat, selain mendapatkan rekaman cctv di supermarket, dia juga mendapatkan cctv di RS Mawar, tempat di mana Luna di rawat. Ketika Luna sedang menjalani perawatan intensif, Marcelino diam-diam masuk ke ruangannya, menatapnya lekat dan menggenggam tangannya.
Marcelino terjerat dalam beberapa pasal, selain pembunuhan berencana, ia juga di jerat pasal penggelapan uang yang bernilai milyaran rupiah bahkan triliunan. Dan masih banyak lagi catatan kelamnya di Dunia hitam. Bahkan dia juga terlibat dengan geng mafia, dan yang lebih mengejutkannya lagi dia terlibat dalam suap yang merugikan negara. Tentu saja hal itu sangat-sangat merugikan banyak pihak.
Semua asetnya di sita oleh pihak kepolisian, yang tersisa hanya perusahaan yang telah jatuh ke tangan Arka, dan rumah yang di tempati oleh mama Lisa dan Dino. Perusahaan yang jatuh ke tangan Arka ada dua, perusahaan yang Marcelino dirikan dengan hasil penggelapan uang, dan satu lagi perusahaan yang Marcelino rebut dari Daniel. Danie's Company telah berganti naman jadi Marcelino's company. Namun, tidak lama lagi perusahaan itu akan kembali lagi ke nama seperti semula.
Berita hari ini benar-benar menggemparkan Indonesia, semua masyarakat tercengang menyaksikan semua itu. Bahkan di kantor Anggara juga, suasana menjadi ramai. Para karyawan sibuk menonton berita tersebut, bahkan sampai ada yang lupa dengan rutinitasnya.
*****
Di kediaman Anggara.
Pak Anggara dan oma telah melihat berita tersebut melalui ponselnya. Pak Anggara langsung menyuruh Oma untuk mengambil ponsel Kalista. Benar saja, Oma mengambil ponsel itu, lalu ponselnya di taruh di tempat yang aman oleh Oma.
"Oma lihat ponsel aku nggak?" Tanya Kalista, matanya celingak-celinguk.
"Tidak." Jawab Oma pelan, Oma merasa tidak enak karena berbohong.
"Dimana ya? Lupa naro aku." Jawab Kalista, tapi matanya masih celingak-celinguk mencari benda pipih yang sekarang akan di gunakannya.
Oma berusaha mengalihkan Kalista, Oma dan pak Anggara langsung menyuruh Kalista untuk makan. Jarum jam juga sudah menunjukan pukul 10:00 WIB, dan memang Kalista juga belum makan.
Makan dengan sangat lahap, bahkan pak Anggara tanpa sadar menatap Kalista dengan lekat. Bukan karena Kalista makannya banyak, namun pak Anggara membayangkan bagaimana reaksi Kalista ketika melihat berita tersebut.
"Aku makannya banyak ya, sampai-sampai ayah tidak berkedip melihat aku makan." Kalista tersenyum kaku sembari menunjukan barisan gigi putihnya.
"Iya ayah sampai tidak berkedip, makannya lahap banget. Enak di lihatin." Pak Anggara berkilah.
Mereka pun melanjutkan makan sampai selesai. Pelayan langsung membereskan meja makan, pak Anggara pergi ke kamarnya. Sedangkan Oma mengikuti pelayan pergi ke dapur.
Biasanya setelah makan Kalista akan berjalan-jalan sebentar, setelah di rasa cape. Kalista pun duduk di sofa, lalu menyalakan televisi.
Kalista mengambil jus dari kulkas, menuangkan ke dalam gelas. Kemudian kembali lagi duduk di sofa. Acara di televisi sedang menampilkan Upin Ipin, Kalista segera mengganti channel.
Manik matanya membulat sempurna ketika melihat berita tersebut, hampir semua channel menampilkan berita yang sama. Di layar televisi itu....
"Praaaaaang." Gelas terjatuh dan pecah tepat di sebelah kaki Kalista.
----------------------------------π»π»
Jangan lupa like dan coment yang banyak!
Berikan ratting βββββ ya!! Klik β€ tambahkan favorit ππ€
Selamat menjalankan ibadah puasa teman-temanππ€
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13β€