SUN FLOWER

SUN FLOWER
Episode 6


__ADS_3

Siang ini matahari bersinar terang seperti biasanya. waktu sebentatr lagi menunjukkan jam makan siang. Lantana sedang asik membuat es jeruk di pantri dengan seorang temannya dari divisi yang sama. tiba-tiba, makhluk imut berwarna coklat melata dengan keenam kakinya menyapa mereka di atas meja. Sontak saja dengan hitungan detik teman Lantana yang sedang membuat minuman bersamanya menjerit histeris sambil berlari keluar pantry dengan berteriak memanggil makhluk imut tadi


"Kecowaaaaa... kecowaaaa...." dia berlari tanpa menghiraukan apapun


Lantana hanya melihat wanita itu lari dengan tatapan maklum. semua wanita emang takut kan dengan mahkluk tuhan yang satu ini? Lantana dengan pembawaan wajah yang santai, mengambil pelastik bekas kopi kemasan kemudian menangkap kecowa itu dan memasukkannya kedalam tong sampah di dalam pantri.


Aksi Lantana ternyata mengundang orang lain di ruangan itu untuk menontonnya. semua orang terkesiap menyaksikan aksi Lantana. sebagian bahkan lupa kalo rahangnya sudah tergeletak di lantai -gak gitu juga sih-


Lantana lantas mencuci tangannya di washtafel kemudian dengan santai membawa jus jeruk yang tadi dia buat ke meja kerjanya.


"adududu eee... ini si cantik imut lucu ko anteng banget ya maen sama kecowa?? gak geli lu??" tanya Viska seraya mendekati Lantana


"biasa aja.. kenapa harus geli?" jawab lantana polos


"Ana cantik! kecowa itu binatang yang menggelikan gimana gitu.. gegera ponakan gue bilang kecowa mirip kurma, lo tau? ramadhan kemarin gue gak makan kurma sama sekali" kata Viska seraya menggeliat geli sendiri


"ko? elo berani gitu sih? iyuwww" Arini mendekati Ana juga


"paan sih lebay deh" Ana menyender di sandaran kursi seraya menyeruput jus jeruknya


"emang lo gak gak punya binatang yang lo takutin?" tanya Arini lagi


"ada" jawab Ana singkat dengan mulut menggigit biji kuaci


"apa apa apa??" Viska antusias "cicak? tikus? kodok?" lanjutnya

__ADS_1


"ya ampun.. mereka itu binatang imut kali" Lantana tersenyum "contohnya tikus, kan banyak kartun dari binatang tikus. kalo tikus got aku bukan jijik sama tikusnya tapi jijik sama gotnya" jawab Lantana santai


"terus? binatang apa dong?" Arini penasaran


"ya gak bakalan aku kasih tau dong. entar kalian malah nge bully aku lagi" jawab Lantana bersiap pergi ke kantin


"eh eh eh.. penasaran nih gue. waktu lo ke ruangan tuan es, lo kenapa ngejerit??" tanya Viska seraya mencondongkan badannya


seketika Lantana dikerumuni orang-orang kepo di seklilingnya. Lantana menegakkan posisi duduknya dan menatap satu satu orang yang sudah berkerumun di hadapannya. tatapannya bingung sekaligus takut


"hmmm.. itu..." tangan kanan Lantana meremas erat tangan kirinya


"kenapa?? lo di isengin sama tuan es? soalnya pas miss Steva masuk, kami dengar tuan es tertawa" desak Arini kali ini


"i... itu..." Lantana berusaha keras memeras otaknya agar bisa kabur dari pertanyaan mereka. matanya berlari ke sana kemari sampai terhenti pada jam digital di atas mejanya "itu.. sekarang waktunya makan siang..!! saya pergi dulu bye.." Lantana bergegas lari meninggalkan ruangan beserta orang-orang yang kepo kepadanya


setelah memesan makan siangnya, dia mencari tempat duduk yang tidak terlihat oleh orang dari luar. setelah beberapa saat baru lah ia menghembuskan nafas lega.


♡♡♡


Matahari sudah mulai teduh, divisi administrasi masih di sibukkan dengan kerjaan yang sangat numpuk. Lantana bergerak ke sana kemari mengerjakan tugasnya. ke mesin printer lalu ke meja manager terus balik lagi ke kursinya, ke kursi temannya dan ke kursinya lagi.


tiba-tiba kerkjaan jadi numpuk setelah makan siang. tiba-tiba Ayu sang manager keluar dari ruangan bos dengan wajah kusut campur tegang sambil mengepal beberapa lembar kertas di tangannya.


"kerjakan dengan benar lagi laporan kalian jangan di serahkan kepada saya sebelum kalian benar-benar memeriksanya dengan benar" kata Ayu dengan wajah prustasi

__ADS_1


ya.. di perusahaan Lantana berkeeja saat ini, ada kesalahan pelaporan. antara keuangan dengan penjualan tidak singkron. tentu saja bagian administrasi jadi yang paling sibuk mencocokkan data.


sekitar jam 8 malam. akhirnya divisi administrasi berhasil menemukan sumber masalahnya, ternyata tim produksi salah memasukan data. setelah di cek berulang-ulang oleh tim admin, akhirnya Ayu sang manager kembali menyerahkan hardcopy laporannya. 20 menit berselang, tim admin berkumpul di depan ruangan CEO memastikan mereka tidak melakukan kesalahan lagi.


Ayu keluar dengan gontai. seketika udara jadi hening. mr. Didi dan Miss. Steva memang dari tadi bekerja di ruangan CEO memastikan laporan dari divisi lain juga.


seketika waktu terasa melambat. semua tatapan menuju ke Ayu. jantung berdetak secara slowmotion sampai pada akhirnya


"Laporannya di terima" wajah cerah Ayu tiba-tiba terbit


seketika riuh sorak terdengar. dan beberapa dari mereka segera menyusun softcopy dan beberapa bahkan ada yang selonjoran di lantai meregangkan ototnya yang tegang selama tadi siang.


Lantana menghembuskan nafas dan menghempaskan bokongnya di kursi kerjanya.


"thanks tim produksi.. kalian the best.. akhirnya kan mereka lupa mengintrogasi aku" Lantana tertawa sendiri


Beberapa menit kemudian, tim admin keluar dari ruangannya. berpencar ke sana ke mari sesuai dengan kesibukannya masing-masing.


tbc


♡♡♡


**sorry guys.. aku yakin part ini gaje banget.. 🙏🙏


Lupa mau nulis, sibuk sama ponakan yang keseringan rewel daripada anteng.. alhasil gak kebagian kesempatan buat nulis.. so, ide ide yang dulu bermekaran di kepala pada kabur entah kemana..

__ADS_1


belum dapat feel nya juga nih, gimana ya agar Vino sama Ana sering bertemu?? 😳 pengennya langsung ke konflik, tapi takutnya ntar ceritanya malah jadi pendek..


semoga segini cukup yaa.. dukung author biar idenya gak hilang oke?? siyu babay... 🙌🙌**


__ADS_2