SUN FLOWER

SUN FLOWER
SESUATU YANG BELUM SELESAI!


__ADS_3

Arka POV


Kata orang kalau berada dekat dengan wanita dan jantung kita memompa lebih cepat itu artinya kita sedang jatuh cinta? Apa bener gue jatuh cinta? Gue nggak pernah tau rasanya jatuh cinta itu seperti apa? Pernah gue berpikir nggak akan jatuh cinta seumur hidup! Tapi apapun bisa terjadi apabila sang Pemberi Cinta menghendaki.


Akhir-akhir ini gue memang merasa ada yang beda dengan sikap gue, terutama ketika dekat dengan Kalista. Berada di dekatnya membuat hati gue nyaman dan tenang. Kalista tidak seperti wanita kebanyakan, point plus nya dia sama sekali nggak pernah ngegoda gue! Yang ada malah gue yang tergoda. Dia seperti berkepribadian ganda, kadang ramah kadang jutek. Entah gue jatuh cinta padanya atau apalah gue pun nggak paham dengan situasi ini.


*****


Hari ini dikantor terasa sangat tenang, tidak ada satupun karyawan yang bergosip. Mungkin mereka bergosip tapi tidak terang-terangan seperti kemarin. Tapi sebenarnya walaupun tidak ada gosip terang-terangan yang dilontarkan di hadapan Kalista, yang ada mereka bergosip makin tidak senonoh, lebih parahnya Kalista dikatain simpanan.


"Selamat pagi." Sapa Rangga sangat ramah dengan senyum yang mengembang.


"Ah hii, pagi." Balas Kalista tak kalah ramah dengan sudut bibir yang terangkat.


"Lagi bahagia nih kayanya." Ujar Rangga yang memperhatikan muka Kalista.


"Mood membaik nih, soalnya nggak ada gosip yang terang-terangan hehe." Kalista terkekeh.


"Selamat pagi anak tiri gue." Ucap Tiara yang entah sejak kapan datangnya tiba-tiba langsung meluk Kalista.


"Pagi emak gue." Balas Kalista memeluk Tiara.


"2 kucrut mana? Datang belum?" Tanya Tiara.


"Nggak tau deh! Belum sih kayanya belum keatas kan gue." Kata Kalista yang memang masih berada di lobby lantai dasar.


"Siapa 2 kucrut?" Tanya Rangga penasaran.

__ADS_1


"Itu si kembar beda rahim." Celetuk Kalista.


"Bima Bimo?" Tanya Rangga lagi.


"Iya Bima Bimo." Jawab Tiara.


"Kerja! Kerja! Jangan ngerumpi! Kalian tuh punya motivasi kerja nggak sih? Jaman sekarang cowo juga rumpi ya? Pantesan aja Indonesia nggak maju-maju, generasi cowoknya aja lembek tukang rumpi." Cerocos Arka, sebenarnya Arka tidak suka melihat Kalista bercakap-cakap dengan Rangga.


"Oke guys semangat untuk aktivitas hari ini ya." Seru Kalista mendorong Tiara dan Rangga agar segera masuk lift dan memulai rutinitas kerjanya. Kalista sangat paham bahwa Arka sedang menyindir Rangga.


"Selamat pagi pak. Mari kita ke atas." Ajak Kalista kepada Arka, lalu berjalan menuju lift khusus CEO.


"Ngapain pake lift ini? Ini lift khusus CEO! Emang kamu CEO?" Sarkas Arka tajam dan menatap Kalista.


"Ah iya kadang saya suka lupa kalau berada dekat dengan orang penting di kantor ini." Sindir Kalista dan berjalan keluar dari lift khusus CEO dan berganti ke lift karyawan.


*****


"Pagi-pagi muka udah kecut gitu! Masam banget." Sindir Arka yang melihat Kalista cemberut terus.


Kalista tidak ingin merespon dan tidak ingin bercakap-cakap dengan Arka. Kalista terus saja mengerjakan pekerjaannya. Berkutat dengan komputer setiap harinya dan mengatur segalanya tugas CEO yang perlu di handle oleh nya.


"Mampus lu nggak di respon!" Ledek Asisten Andy sambil berbisik ditelinga Arka.


"Oh oke! Gue mau pake cara cepat!" Balas Arka ditelinga Asisten Andy.


"Ekhemmmm... Noda merah di bawah bibir ko menghilang? Di tutup pake make up?" Tanya Arka santai yang membuat Kalista membelalakan matanya dan mentap tajam kearahnya.

__ADS_1


"Kalista, mana salinan berkas yang tadi pagi? Saya mau cek!" Perintah Arka, dan Arka langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu berdiri di samping meja kerjanya. Asisten Andy hanya mengernyitkan dahinya, karena merasa bingung cara cepat apa yang akan di lakukan Arka.


"Ini pak." Kalista memberikan salinan berkas tersebut, tetapi Arka bukan mengambil salinan berkas tersebut melainkan menarik tangan Kalista.


Mereka terjatuh dengan posisi Arka di bawah dan Kalista berada di atas tubuh Arka. Mereka berdua kaget dan bengong untuk beberapa saat.


"Kalista, sampai kapan akan berada di atas tubuh saya? Apakah kamu tahu? sesuatu di balik celana saya tengah berontak dan terasa sesak?" Ujar Arka dengan nafas ngos-ngosan karena menahan berat badan Kalista dan menahan gejolak sesuatu miliknya. Jantungnya berdetak lebih cepat dan sorot matanya menatap mata bulat Kalista.


"Dasar mesum!" Kalista tersadar dan langsung bangkit dari tubuh Arka. Dengan muka merah menahan malu karena sedari tadi asisten Andy menyaksikan kejadian tersebut.


"Modus lu! Cara cepat macam apa itu?" Cerocos asisten Andy yang sama sekali tidak di gubris oleh Arka, malahan Arka hanya terkekeh.


"Mau kemana lu?" Tanya asisten Andy yang melihat Arka bangkit dan berjalan.


"Nuntasin sesuatu yang belum selesai." Jawab Arka santai lalu masuk ke kamar mandi.


"Parah lu!" Asisten Andy masih saja mencibir.


Sedangkan Kalista terus bergumam di hatinya " Sesuatu yang belum selesai? Arrrrghh nggak mungkin itu kan? Gue kan nggak punya daya tarik lebih."


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


Berteman dengan author yu di Instagram, follow ig : @halloimas13❤

__ADS_1


__ADS_2