SUN FLOWER

SUN FLOWER
MINTA TOLONG


__ADS_3

Semua staff dan karyawan sudah berada diruangan rapat. Kalista berjalan bersama pak CEO dan asisten Andy menuju ruang rapat. Kalista sebenarnya bingung, ini rapat apa yang akan dibahas? Karena tadi ia menyiapkan sedikit materi dan itu pun materinya Arka tinggalkan dimeja kerjanya.


"Tuan, dalam rapat ini apa yang akan dibahas?" Tanya asisten Andy sopan.


"Geli nih gue dipanggil tuan sama lu! Gatau bahas apaan, ini rapat perintah ayah." Ujar Arka.


"Wah ada apaan nih sampe tuan besar mengadakan rapat." Asisten Andy penasaran.


"Selamat siang." Seru Arka memasuki ruangan diikuti asisten Andy dan Kalista.


"Siang pak." Jawab seluruh karyawan sopan.


Tidak berselang lama, datanglah tuan Anggara yang langsung menduduki kursi kebesarannya disamping Arka.


"Selamat siang semuanya." Sapa pak Anggara.


"Selamat siang." Jawab semua karyawan serempak.


"Ini bukan rapat penting, jadi gausah tegang. Disini saya hanya menyampaikan bahwa seperti yang telah kalian ketahui devisi keuangan melakukan penggelapan uang, beliau dihukum sesuai dengan tindak pidana korupsi. Maka dari itu, seminggu yang lalu saya merekrut karyawan untuk mengisi kekosongan di bagian devisi keuangan. Mulai besok karyawan baru tersebut akan mulai bekerja. Jadi mohon kerja samanya." Jelas pak Anggara panjang lebar.


"Baik pa." Jawab seluruh karyawan bersamaan.


"Dan saya sangat sangat berterimakasih kepada Kalista, saya sangat menghargai kinerja dan kerja kerasnya. Maka dari itu, saya memberikan apresiasi kepada Kalista yaitu memfasilitasi sebuah apartment layak huni disebelah apartment Arka."


Semua karyawan bertepuk tangan untuk Kalista, semuanya tampak bahagia. Hanya ada satu orang sinis dan membelalakan matanya tajam. Ya, siapa lagi kalau bukan Intan yang selalu merasa bahwa Kalista adalah rival.


"Tapi pak..." Seru Kalista kaget, tapi belum selesai ia berbicara, pak Anggara langsung memotong perkataannya.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian, terimalah! Ini hasil dari kerja kerasmu." Ucap pak Anggara.


"Sebenarnya Kalista nyaman di kostan pak, tapi kalau misalkan apartment nya ga ditempati sekarang-sekarang nggak apa-apa kan pak?" Aku Kalista dan memberanikan diri untuk bertanya.


"Nggak apa-apa, tapi secepatnya diisi ya apartment nya!" Jawab pak Anggara singkat.


*****


"Nak, ayah pinjam Kalista dulu ya 20menit." Seru pak Anggara yang tiba-tiba muncul membuka pintu.


"Boleh!" Jawab Arka datar.


"Kalista ikut saya!" Perintah pak Anggara.


Pak Anggara berjalan menuju lift, Kalista mengikuti dari belakang. Suasana didalam lift hening. Kalista tak berani bersuara, ia hanya menundukkan kepalanya saja. Ting... Pintu lift terbuka, pak Anggara dan Kalista langsung menuju parkiran, disana supir pribadi pak Anggara sudah menunggu. Pak Anggara dan Kalista masuk ke mobil, mobil langsung melaju menuju sebuah rumah makan.


"Maaf pak, tadi saya dikantin kantor sudah makan." Jawab Kalista sopan.


"Yaudah mau minum apa?" Tanya pak Anggara sekali lagi.


"Jus durian pak." Jawab Kalista sopan.


Tidak berselang lama pelayan rumah makan tersebut membawakan minuman yang telah di pesan pak Anggara.


"Gimana jadi sekretaris pribadi Arka, enak nggak?" Tanya pak Anggara serius.


"Enak ko pa." Kalista gugup.

__ADS_1


"Ditindas ga kamu? Atau dibentak atau apa gitu?" Pak Anggara penasaran.


"Hmmm kadang-kadang doang sih pa." Seru Kalista.


"Kalista, saya mau minta tolong sama kamu. Tolong buat Arka percaya bahwa tidak semua perempuan itu sama!" Pak Anggara memohon.


"Maksud bapak?" Kalista penasaran.


"Arka punya pengalaman buruk di masa kecil, istri saya mama nya Arka meninggalkan saya dengan pria mapan. Ya, mama Arka sangat materialistis semua yang dia mau harus di turutin. Dia rela meninggalkan saya dan Arka pada saat itu, karena ekonomi saya biasa aja. Arka selalu menganggap semua wanita itu matre, rendahan, dan kadang suka bicara kasar sama wanita. Semenjak di tinggalkan mamanya, Arka tidak pernah pacaran, tidak pernah punya pacar, dan bahkan tidak punya niat untuk menikah. Selama ini arka hanya main-main saja dengan wanita, dan itu pun hanya satu wanita. Wanita itu teman semasa kuliah Arka, sekarang dia model terkenal di Korea." Penjelasan pak Anggara panjang lebar.


"Ah maaf saya tidak tahu kalau bapak dan pak Arka punya masa lalu yang kurang menyenangkan. Tapi sepertinya agak sulit untuk meyakinkan pak Arka." Seru Kalista tidak enak hati dengan pak Anggara.


"Saya yakin kamu bisa." Pak Anggara berusaha meyakinkan Kalista.


"Mungkin wanita itu kekasihnya pak Arka, itu artinya pak Arka sudah punya pacar."


"Bukan, saya sudah pernah tanya sama Arka. Katanya wanita itu hanya teman, mereka berhubungan sejauh ini cuma sampai kiss doang dan gaakan pernah sampe diranjang. Begitu kata Arka!" Seru pak Anggara.


"Ah baiklah, saya akan mencoba berusaha sejauh yang saya bisa." Tutur Kalista.


"Terimakasih ya Kalista, malahan saya jauh lebih bahagia seandainya kamu yang jadi jodoh Arka." Pak Anggara tersenyum ramah kepada Kalista.


Kalista kaget dan membelalakan matanya.


--------------------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!

__ADS_1


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


__ADS_2