SUN FLOWER

SUN FLOWER
SURAT PERINGATAN


__ADS_3

"Cantik banget nih baju, emang iya sih baju mahal tidak perlu diragukan. Ah pas banget di badan gue." Kalista bicara sendiri sambil memutar-mutar badannya didepan cermin kamar mandi. Baju yang dibelikan asisten Andy oke banget, rok span 20cm diatas lutut warna mocca, baju putih yang dadanya rendah, dipadukan lagi dengan blazzer yang senada dengan rok span tadi. Stelan kantor banget pokonya. "Apa ga terlalu vulgar ya? Bagian dadanya agak rendah? Ah bodoamat deh, gue mah cantik ini kan? Tinggal percaya dirinya aja ditingkatin!"


Kalista keluar dari kamar mandi, tapi tidak menemukan Arka dan asisten Andy. Lalu kalista menghampiri meja kerjanya, dan mengambil tas. Kalista mengeluarkan beberapa make up dari tasnya. "Gue harus bisa nutupin mata sembap, nanti gue malah dicecar banyak pertanyaan sama sahabat gue si Tiara itu." Kalista mulai memakai bb cream, bedak, blush on tipis ia baurkan dipipi agar terlihat sedikit merona, eyeshadow nude, dan lipstik nude. Walaupun tidak bermake-up tebal tetap saja Kalista cantik, karena pada dasarnya Kalista memang cantik dari lahir.


"Kalista.." Arka melihat penampilan Kalista yang sangat cantik dan elegan dengan memakai baju yang dibeli asisten Andy. Leher, tulang selangka, dan bagian dada atasnya terlihat sempurna dan menggoda


"Iya pak?" Jawab Kalista melihat Arka menatap dirinya tajam.


"Sakit nggak? Perlu panggil dokter?" Arka bertanya sambil memegang dahi Kalista.


"Ah saya nggak apa-apa pak, nggak perlu panggil dokter." Kalista gugup karena Arka menyentuh dahinya.


"Duduk dulu! Minum nih!" Arka sambil memberikan segelas air hangat.


Tiba-tiba asisten Andy masuk, ketika melihat Kalista ia langsung membulatkan bola matanya "Pas banget ditubuhnya, dengan bagian dada rendah, rok span sangat ketat, blazzer senada dengan rok. "Anjiiir mantap banget! Bangga dong gue sama diri gue sendiri, walaupun jomblo tapi gue bisa milihin baju yang pas buat cewe.." Ocehan Andy dalam hatinya dan senyum-senyum menatap Kalista.


"Lu natap dia sampe segitunya! Jangan-jangan lu mikir mesum.." sarkas Arka tajam dan membuat Kalista terlonjak.


"Eh.. ah ngga lah bro, masa gue gitu." Asisten Andy terbata-bata karena Arka menatap tajam kearahnya.

__ADS_1


*****


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk!"


Intan dan Riri masuk ke ruangan arka, dengan raut muka gelisah dan takut.


"Bapak, manggil kami.." kata Intan mewakili dirinya dan Riri dengan pandangan menunduk karena takut.


"Maaf." Intan dan Riri barengan.


"Kamu tuh karyawan lama! Harusnya kamu mengerti dengan sikap sopan santun, saling menghargai dan menghormati sesama karyawan kantor mau itu atasan atau pun bawahan!" Arka berbicara tajam dan menunjuk-nunjuk Intan.


"Dan kamu karyawan baru, harusnya dihari pertama kerja kamu tuh menunjukan kemampuan dan kegigihan dalam bekerja. Baru hari pertama malah buat onar, kesan buruk!" Ketus Arka kepada Riri yang dinilainya nggak punya etika.

__ADS_1


Intan dan Riri diam, sama sekali tidak berani bersuara.


"Kalista, selanjutnya mereka berdua mau di gimanain?" Tanya Arka, dan membuat Intan dan Riri menoleh kearah Kalista. Tentu saja hal itu semakin membuat Intan geram, apalagi setelah intan melihat penampilan Kalista yang menurutnya sangat terbuka.


"Ah ko nanya saya?" Kalista bingung, tetapi Arka dan asisten Andy malah semakin menatap dirinya.


"Mungkin kasih surat peringatan aja pak." Seru Kalista.


"Tapi pak...." Intan memberontak.


"Tapi apa hah? Gaada tapi-tapian!! Kalian harusnya berterimakasih kepada Kalista, dia cuma ngasih sp aja, masih untung kalian ga hengkang dari kantor saya." Tegas Arka.


"Baik pa." Riri menjawab, sementara intan masih belum terima keadaan.


"Dan.. ingat sekali lagi kalian buat onar, kalian langsung saya pecat!" Arka berbicara sangat keras.


Mengerti pak, Riri langsung menarik Intan untuk keluar dari ruangan Arka.


--------------------------------------🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


__ADS_2