
Pagi hari di kantor Anggara.
Ini hari ke-3 Kalista tidak masuk kerja, sahabat dan teman-temannya pun tidak ada yang berani menjenguknya, itu karena dilarang oleh Arka.
Arka sedang sibuk berkutat dengan komputer di meja kerjanya itu, akhir-akhir ini ia tidak semangat bekerja, karena Kalista tidak ada diruangannya itu.
"Biasanya si bocil duduk disitu." Gumam Arka dalam batinnya, sambil memperhatikan meja kerja tepat di depannya.
Akhir-akhir ini pula ia merasa hatinya hidup kembali, selama ini ia tidak bisa membuka hati untuk wanita. Dinding pertahan yang tebal dan kokoh itu seakan runtuh berkeping-keping tiada tersisa, sehingga hatinya itu kembali terbuka dan sedikit berbunga.
"Ini hasil penyelidikan tentang kehidupan Kalista. Gue udah susah payah menyelidiki ini, dan gue mau bonus gue bulan ini naik lima kali lipat!!!!" Andy melemparkan sebuah map yang berisi sejumlah dokumen ke meja Arka.
"Thanks bro! Mata duitan ya lu sekarang!" Arka meledek Andy, lalu mengambil map tersebut, menatapnya perlahan namun terlihat enggan membukanya.
"Gue pontang-panting kesana kemari cuma untuk menyelidiki kehidupan Kalista. Lu bayangin aja gue lagi tidur terpaksa harus menunda jam istirahat mata gue, hanya untuk memenuhi permintaan lu! Istilahnya gue udah banting tulang untuk tugas ini." Andy berkata dengan sungguh-sungguh sambil merebahkan dirinya di sofa. Dilihat dari penampilannya sepertinya ia sangat lelah.
"Sedramatis itu kah?" Ledek Arka dengan tawanya. "Iya-iya gue transfer tujuh kali lipat deh untuk hasil kerja keras sahabat gue ini, emang lu itu paling bisa diandalkan!" Kata Arka dengan senyum sumringahnya.
"Emang nggak sia-sia kan gue sahabatan sama holang kaya!" Andy menatap Arka dengan mata penuh binar karena mendapatkan bonus jauh lebih besar dari perkiraannya.
"Sekarang baru bangga sahabatan sama gue? Selama ini lu kemana aja? Nutup mata?" Tanya Arka dengan gaya tengilnya.
"Selama ini gue berada di belakang lu! Jadi orang kepercayaan lu! Tapi jarang di kasih bonus." Andy berkata blak-blakkan.
"Mungkin gue khilaf bro!" Arka nyengir kuda karena tersinggung dengan ucapan Andy.
"Lu mau terus-terusan berada di belakang gue?" Arka masih sibuk dengan komputer di depannya, lalu memandang Andy sekilas.
"Mau lah! Gue nggak akan ninggalin lu! Gue bisa sampai seperti ini juga berkat lu! Kalau bukan karena lu, gue nggak akan ada di titik ini." Andy berkata dengan sangat sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Lu nggak bisa terus-terusan ada di belakang gue! Lu harus bergerak maju! Lu harus sukses dengan usaha lu sendiri, jangan mau jadi bayangan terus! Dan gue yang akan mendorong lu agar tetap maju, gue support lu!" Arka berkata sambil terus memandang Andy.
"Bukannya gue nggak mau diikutin terus sama lu, gue cuma mau lihat sahabat gue berkembang! Setiap waktu gue selalu menyadarkan ke diri gue sendiri, ini perusahaan ayah, yang mendirikan juga ayah, gue hanya sebagai penerus! Maka dari itu gue pun ingin sukses dengan usaha gue sendiri! Walaupun setiap hari gue berkutat dengan berkas dan dokumen-dokumen kantor, tetapi otak gue juga berpikir, gue mau buka usaha yang baru!" Kata Arka serius sekali dengan ucapannya itu.
Awalnya Andy memang berasal dari keluarga yang kasta nya biasa-biasa aja, kenal Arka menjadikan dirinya luar biasa. Ekonominya jauh lebih meningkat ketika ia mulai bekerja di kantor Anggara. Awal mula mereka sahabatan itu dikampus, Andy bisa kuliah dikampus yang sama dengan Arka itu karena mendapat beasiswa.
"Gue bersyukur karena di pertemukan sama orang sebaik diri lu!" Andy merangkul Arka dengan rasa harunya itu.
"Jangan terlalu percaya sama orang ndy, bisa jadi baiknya itu hanya sebagai topeng." Ujar Arka.
"Gue tau lu apa adanya! Lu nggak pernah memakai topeng dengan kebaikan lu itu!" Sahut Andy yang masih merangkul Arka.
"Bro! Gue masih normal loh! Gue nggak mau yang jantan!" Perkataan Arka membuat Andy sadar bahwa ia masih merangkul Arka.
"Brengsek! Gue juga mau betina lah!" Andy menjauhkan dirinya dari Arka.
"Lu buka tuh map! Gue nggak tau gadis kecil lu itu seperti apa? Gue hanya tau garis besarnya saja." Kata Andy.
"Nanti gue baca! Coffee shop kuy!" Arka ingin bersantai dan menikmati waktu sejenak di coffee shop.
*****
"Lu kesini mau santai atau kerja bro?" Tanya Riko yang melihat map ditangan Arka.
"Santai! Sekalian baca laporan penyelidikan!" Arka mengacungkan map ditangannya.
"Penyelidikan apa?" Tanya Riko bingung.
"Upaya pencarian si gadis kecil! Dan dia mengira Kalista gadis kecilnya itu." Celetuk Andy.
__ADS_1
"Haelah bilang aja lu mulai jatuh cinta kan pada Kalista?" Riko memperlihatkan senyuman menyeringai miliknya.
"Kalau iya, kenapa?" Tanya Arka santai, yang membuat Riko dan Andy langsung menatapnya.
"Akhirnya gunung es mencair." Riko berteriak sehingga menjadi pusat perhatian di coffee shop itu.
"Mengejutkan! Tapi gue senang dengarnya bro!" Andy tersenyum sumringah.
"Nggak tau deh bingung gue! Jatuh cinta seperti apa sih? Lagian gue masih trauma! Gue takut semua wanita berkelakuan kaya nyokap gue!" Arka menghembuskan nafasnya pasrah, kemudian menyesap moccacino miliknya.
"Jatuh cinta itu gimana ya? Bingung gue juga jelasinnya. Yang pasti lu ngerasa happy kalau dekat dia, bawaannya suasana hati lu tuh ceria aja gitu lah! Dan lu merasa semangat kalau udah lihat dia." Riko coba menjelaskan tetapi agak sulit dalam mendeskripsikan lewat kata-kata.
"Nggak semua wanita berkelakuan kaya nyokap lu! Contoh dekatnya aja tuh Kalista! Gue nggak bakalan jelasin, yang pasti lu paham lah gerak-gerik Kalista." Ujar Andy.
"Hmmm." Begitu doang respon dari Arka.
"Ko, lu mau tau nggak! Semenjak pulang dari Surabaya Kalista nggak masuk kerja udah 3 hari, jetlag nggak mungkin sampai selama itu kan?" Andy berkata serius, dan merasa curiga.
"Wah parah lu! Diapain ya kira-kira si Kalista?" Tanya Riko yang sengaja menyenggol lengan Arka.
"Waktu itu gue khilaf..." Ucap Arka yang sengaja membuat teman-temannya menatap terkaget-kaget dan penasaran.
Riko dan Andy sudah melayangkan pertanyaaan bertubi-tubi pada Arka tapi tidak ada jawaban. Arka membuka map tersebut, mengeluarkan dokumen nya dan tiba-tiba matanya terpaku pada selembaran foto itu, tangannya bergetar sehingga semua dokumennya terjatuh..
Andy dan Riko menatap Arka bingung.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
__ADS_1
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤