
PERLAHAN MEMBAIK
"Arka sialan!" Ashila sedang mengamuk di rumahnya, membanting semua barang-barang dan Perabotan. Rumahnya sudah seperti kapal pecah.
Para wartawan sudah berkumpul di halaman depan rumahnya. Berusaha menggali informasi tentang Ashila bersama siapa tadi malam. Bahkan para tetangga pun ikutan berkerumun di depan rumah Ashila, mereka sangat ingin melihat kondisi Ashila sekarang.
Sebenarnya tabiat Ashila pada tetangganya terkesan sombong dan kurang ajar, tidak ada kesan baik sedikitpun. Maka dari itu para tetangganya sangat ingin melihatnya jatuh seperti sekarang ini.
Menonjok dinding, menendang berbagai macam perabot di rumahnya. Membanting ponselnya, dan bahkan menghancurkan semua peralatan make up nya. Semuanya hancur lembur, rumah yang awalnya terlihat rapi, namun sekarang sudah sangat kotor dan berantakan.
Duduk di pojokan, mengacak-acak rambutnya, menjambak nya seperti orang gila. Ashila sekarang merasa tertekan dan frustasi. Semua media sedang memperbincangkannya. Berbagi macam komentar negatif datang begitu saja. Tidak ada satu orang pun di sampingnya, tidak ada support dari sahabat dekatnya, bahkan satu orangpun tidak ada yang mau mendekatinya, kecuali bibi pembantu di rumahnya.
Namanya mulai hancur, bahkan Hilda sebagai teman terdekatnya saja langsung menjauhinya ketika melihat jumpa pers Klarifikasi dari Arka, Hilda takut terkena imbasnya. Masyarakat Indonesia menghujatnya, dan ada beberapa pula warga negara asing yang kenal dengannya ikutan menghujatnya.
Grup WhatsApp SMA yang biasanya selalu sepi bagikan kuburan tidak berpenghuni, kini mendadak sangat ramai. Ada yang menghujat Ashila, dan beberapa orang juga ada yang mengucapkan kata maaf pada Arka. Karena sebelumnya mereka telah menghujat Arka seiring dengan pemberitaan yang Ashila keluarkan.
Bibi pembantu gemetaran melihat Ashila yang seperti itu, di rumah ini hanya di tempati oleh Ashila dan bibi pembantu. Ashila sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tuanya, apalagi sekarang orang tua pasti tidak ingin bertemu dengannya. Entahlah bungungan orang tua dan anak itu bagaimana? Selalu terpisah jarak dan waktu, seperti ada tembok tebal yang menghalangi mereka untuk bersatu.
Bibi berusaha menenangkan Ashila, tetapi tidak bisa. Ashila kini sudah berubah, bukan Ashila yang biasanya. Menangis, lalu meratapi nasibnya dengan tatapan kosong. Kadang-kadang teriak sambil menjambak rambutnya, bahkan telapak tangannya tidak henti-hentinya memukul tembok.
Bibi itu juga mengetahui perihal hubungan Ashila tadi malam, pria itu bahkan sudah pergi begitu saja ketika Ashila telah membayarnya. Sebelumnya bibi sudah melarang dan memperingatkan Ashila, tetapi Ashila tidak mendengarkannya malahan bibi yang kena marah.
Seandainya dia tidak membuat berita aneh-aneh, dan tidak menyebarkan berita fitnah tentang tindak pemerkosaan. Semua ini tidak akan terjadi pada dirinya. Bukannya Arka dan Kalista tidak berperikemanusiaan dengan menghancurkan namanya, namun mau bagaimana lagi? Semua dunia Arka berkaitan dengan dunia bisnis, jika tidak menyerang balik maka Arka lah yang akan rusak. Dan Arka tidak ingin mempunyai masa depan yang suram bersama dengan istrinya tercinta.
__ADS_1
"Maaf hiks hiks hiks." Berulang kalimat itu keluar dari mulut Ashila, matanya terus saja mengeluarkan cairan penyesalan.
Namun kata maaf itu sudah terlambat, seandainya hari kemarin dia langsung meminta maaf kepada Arka, dan mengklarifikasi masalah foto di media, tentu saja dirinya tidak akan seterpuruk sekarang.
Sekarang Ashila hanya mempunyai dua pilihan, mau menerima kesalahan dan memulai kehidupannya kembali dari awal, atau mau merasa terhina dan ingin balas dendam dengan apa yang telah Arka lakukan.
Semoga Ashila memilih untuk memperbaiki hidupnya. Memulai segalanya dari awal, hingga menciptakan kesan baik untuk dirinya.
*****
"Panggil dokter!" Arka berteriak, pikirannya cemas dan sama sekali tidak bisa tenang.
Kalista sedang di obati oleh oma, sama sekali tidak ada ringisan yang keluar dari mulut Kalista. Karena Kalista lebih memilih menahan sakit dengan menggigit bibir bawahnya. Matanya terpejam dan terus mengeluarkan cairan bening kristal itu.
"Aku nggak apa-apa, bentar lagi juga sembuh." Kalista melepaskan gigitan di bibir bawahnya. Matanya telah terbuka, senyum itu telah muncul kembali.
"Jangan panggil dokter, Maslaah baru aja kelar, masa iya mau nambahin masalah lagi." Imbuhnya.
Arka langsung mendekap badan Kalista, mencium keningnya, dan menatapnya dengan tatapan sendu. Pilihan Arka untuk menikahi Kalista adalah pilihan yang sangat tepat. Perempuan seperti Kalista lah yang selalu Arka cari, cerdas, berpikiran luas, dan tentunya mempunyai segudang multitalenta. Tetap tenang walaupun sedang berada di ambang masalah.
"Lekas sembuh ya." Oma yang baru selesai mengobati kaki Kalista, langsung mengecup kening Kalista.
"Terimakasih nak, untuk segala hal, terutama untuk bisa bertahan dan mendampingi hidup Arka. Tetaplah bersama untill jannah." Pak Anggara mengusap pelan rambut Kalista.
__ADS_1
"Semuanya ayo sarapan dulu, Arka bawain kalista sarapan." Ujar Oma.
Mereka semua langsung pergi ke meja makan, memulai sarapan dengan hati yang bahagia. Masalah telah clear secepat kilat, dan semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Terlebih lagi semuanya berjalan dengan apa yang Kalista pikirkan.
Arka membawakan roti panggang selai cokelat, dan segelas susu bumil dan susu untuk dirinya. Menyuapi Kalista sarapan dengan sangat telaten, bahkan sampai membersihkan sisa-sisa makanan di bibir Kalista.
Setelah selesai sarapan, semuanya berkumpul di ruang tamu. Arka mendorong Kalista di kursi roda, Kalista juga sudah berganti pakaian dengan dress rumahan yang panjangnya hanya sebatas lutut. Tadi Kalista sengaja memakai dress yang panjangnya semata kaki, karena untuk menutupi kakinya yang luka.
Andy begitu serius menatap layar laptopnya, memantau saham perusahaan Anggara yang perlahan kembali normal. Dan memantau beberapa kerjasama yang sebelumnya dibatalkan, kini mereka meminta izin untuk kembali bekerjasama.
Walaupun dengan kondisi yang agak rumit seperti ini, karyawan di kantor Anggara tetap masih bekerja dengan normal. Arka sengaja tidak meliburkan kantornya.
Dan siang ini pula Arka dan Andy akan berangkat ke kantor, mengurus beberapa dokumen dan beberapa masalah lainnya. Setelah jumpa pers yang Arka lakukan, perlahan semuanya kembali membaik. Bahkan banyak kerja sama baru, mereka ingin menjadi rekan bisnis Arka.
Sang Pencipta dan semesta itu maha baik, setelah masalah kemarin yang datang hampir memporak porandakan keaadan kantor Anggara, kini Tuhan menggantinya dengan sangat cepat. Tawaran kerja sama bisnis mendadak membludak, hingga Arka dan Andy merasa kewalahan.
----------------------------------π»π»
Karena jaringan jelek, tadi yang jumpa pers ke up 2kali, di tengah kesibukan ini langsung ku edit saja, agar kalian tidak protes dan enak bacanya juga. Maaf tulisan yang ini pendek bangetπ
Jangan lupa like dan coment yang banyak!
Berikan ratting βββββ ya!! Klik β€ tambahkan favorit ππ€
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13β€