SUN FLOWER

SUN FLOWER
RED VELVET 1


__ADS_3

Kini pagi-pagi sekali Arka berada di bandara, Yoora akan pulang hari ini. Tadi malam Yoora mengajak Arka ke hotel memberinya minum lalu Arka tidak sadar, disitu lah Yoora beraksi, Yoora mengira bahwa semua rencananya telah berhasil, namun ia keliru bahwa Arka lah yang berhasil, karena Arka telah menukar semua berkas itu.


"Aku takut." Yoora memeluk erat Arka.


"Takut kenapa?"


"Takut nggak bisa ketemu kamu lagi." Ujarnya dengan mimik wajah sendu, namun Arka tahu bahwa itu hanya kepalsuan.


"Yakin deh nanti kamu pasti bakalan datang cari aku." Kata Arka santai, Yoora tersenyum seperti sedang meledek Arka.


"Iya." Jawab Yoora singkat.


*****


"Kalista ikut gue bentar!" Rangga menarik tangan Kalista menuju lorong sepi perusahaan.


"Ada apaan ga?" Kalista bingung.


"Ta sebenarnya gue udah lama suka sama elu, entah lu suka sama gue atau ngga? Yang pasti gue berharap banget lu bisa balas perasaan gue." Tiba-tiba Rangga berlutut, ditangannya terdapat satu buket bunga matahari berukuran besar.


"Ga gue nggak bisa! Dihati gue sudah ada seseorang yang gue suka, dan itu bukan elu ga. Terus gue mau kasih tahu lu satu hal, Tiara suka sama lu ga!" Kalista mencoba menolak Rangga secara halus.


"Tapi gue nggak punya perasaan apa-apa terhadap Tiara." Pandangan mata Rangga menyipit, sendu. Seolah-olah hatinya hancur mendapat penolakan dari Kalista.


"Coba deh lu pedekate dulu sama Tiara! Tiara gadis yang baik, jauh lebih baik daripada gue."


"Maaf banget ga, gue nggak bisa terima perasaan lu. Kalau pun gue ada rasa gue nggak mungkin bisa terima lu, gue nggak bisa nyakitin hati sahabat gue." Kalista lalu pergi meninggalkan Rangga.


Tanpa sepengetahuan Kalista, ternyata Andy mengikuti Kalista sejak tadi Rangga menarik tangan Kalista, dan Andy menguping semua pembicaraan Rangga dan Kalista. Karena Andy di perintahkan oleh Arka untuk mengawasi Kalista ketika Arka tidak ada di kantor.


Kalista kembali lagi ke ruangannya, mengerjakan berbagai macam tugas kantor yang memang sudah menumpuk di mejanya.


"Pak saya izin setengah hari ya." Begitu melihat Arka muncul dibalik pintu, Kalista langsung meminta izin.


"Mau kemana?" Tanya Arka.


"Urusan pribadi, bapak nggak harus tahu." Ketus Kalista. Arka sudah tidak bisa membantah lagi.


"Yakin lu dari bandara? Ko lama?" Andy kini berada di sebelah Arka.


"Tadi gue nemuin seseorang dulu, penting." Arka lalu merebahkan dirinya diatas sopa.


"Dalam beberapa hari kedepan gue sedang merencanakan sesuatu, intinya gue mau lamar Kalista." Arka berbisik di telinga Andy.

__ADS_1


"Good job bro! Lebih cepat lebih baik." Andy menepuk-nepuk bahu punggung Arka.


*****


Kalista kini sedang berada di depan kantor, matanya terus menerus melihat laju kendaraan. Ya, sekarang Kalista sedang menunggu nenek yang pernah Kalista tolong sewaktu di jalan dan di mall.


Berkali-kali Kalista melirik arloji yang melingkar di tangannya, sudah lima belas menit berlalu namun nenek itu tidak kunjung datang. "Macet kali ya." Gumam Kalista.


Ketika Kalista sedang asyik menyaksikan laju kendaraan yang berlalu lalang di depannya, tiba-tiba ada salah satu mobil yang berhenti tepat di dekat Kalista.


"Kalista, boleh minta tolong! Pak dokter ini sedang mencari referensi cincin untuk lamaran dan nikah. Kamu pasti punya cincin impian kan? Nah coba tolong gambar cincin impian kamu seperti apa? Nanti foto terus send by WhatsApp ya! Bikinnya 2, untuk lamaran dan nikah." Ternyata mobil yang berhenti di dekat Kalista adalah mobil dokter Rian.


"Harusnya ditanyakan langsung kepada dokter Fany." Ucap Kalista.


"Waktunya udah mepet, tolong banget ya. Nanti malam harus udah ada gambarnya." Dokter Rian mengusak puncak kepala Kalista, lalu masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja.


"Aneh banget, yakali cincin impian gue mau di pake dokter Fany." Gumam Kalista.


"Cah ayu, lama nunggu?" Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Kalista.


"Eh nenek, nggak ko nek. Jalanan macet ya?" Kalista tersenyum ramah dan menyalami tangan nenek.


"Yaudah nak ayo masuk." Kalista bersama nenek lalu masuk ke mobil.


"Siap nek, bahannya sudah ada?" Tanya Kalista.


"Panggilnya Oma aja ya sayang, eh lupa oma belum beli."


"Yaudah berarti sekarang ke supermarket dulu ya oma." Ujar Kalista.


Mamang supir langsung tancap gas menuju supermarket. Di supermarket tangan Kalista sangat lihay dalam mengambil bahan-bahan untuk red velvet.


"Oma, lilinnya angka berapa?"


"27 sayang."


"Wah sudah waktunya menikah nih diusia segitu." Kalista tersenyum simpul.


"Oma maunya juga begitu, siapa tahu nanti dia pas ketemu kamu jadi jatuh cinta, Oma senang deh kalau punya menantu yang baik dan cantik kaya kamu." Oma menatap Kalista lalu tersenyum.


"Waduh Oma ini bisa aja deh."


"Eh Oma lupa loh belum sempat tanya nama kamu."

__ADS_1


"Nama aku Kalista."


"Kalista, nama yang cantik." Oma tersenyum dan Kalista pun tersenyum.


Ketika dirasa sudah selesai mencari semua bahan-bahan yang diperlukan, dan ditambah lagi Oma membeli sayur-sayuran dan buah-buahan, karena rencananya kalau sudah tiup lilin di lanjutkan dengan acara makan-makan.


Setelah antrian di kasir cukup panjang, akhirnya sekarang Kalista dan Oma sudah berada di mobil lagi. Sekarang otw mall untuk mencari kado.


Kalista menyarankan kepada Oma untuk membeli jam tangan saja untuk di jadikan kado, karena kalau jam tangan kan biasa di pakai sehari-hari dan itu cukup bermanfaat. Oma pun menuruti saran dari Kalista, Kalista pula yang memilihkan jam tangannya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, kini mobil telah sampai di depan gerbang kediaman Anggara. Diam-diam Kalista menatap kagum bangunan yang ada di hadapannya itu, cukup mewah dan megah bak istana.


"Ayo turun sayang!" Tiba-tiba suara Oma membuyarkan lamunan Kalista.


"Ah iya Oma."


Kalista mengikuti langkah kaki Oma, memasuki rumah megah itu, mata Kalista celingak-celinguk memperhatikan setiap ruangan rumah itu, Kalista melihat pigura sekilas, disana terdapat Oma dan dua laki-laki yang entah siapa karena Kalista hanya melihat sekilas.


Oma dan Kalista mulai bertempur di dapur untuk misi membuat Red Velvet. Kalista yang sudah terbiasa dengan suasana dapur, tangannya sangat cekatan sekali dalam hal masak memasak.


Red Velvet telah jadi, sekarang sudah di amankan kedalam lemari es. Lanjut memasak untuk acara makan-makan setelah tiup lilin.


Tidak terasa 3 jam sudah Kalista bertempur di dapur, kini jarum jam menunjukan angka 07:00 malam. Red Velvet sudah jadi, semua makanan pun telah tertata rapi dimeja makan. Tidak lupa Kalista pun membuat pudding untuk dessert nanti.


"Bentar lagi cucu Oma pulang, karena kita masak banyak jadi Oma suruh dia ajak sahabat-sahabatnya, soalnya mereka juga lagi pada kumpul di Indonesia."


"Wah ramai dong Oma."


"Pastinya, karena Oma memang membutuhkan kehangatan untuk rumah ini."


"Oma, boleh numpang ke kamar mandi?"


"Silahkan sayang, mandi saja dulu. Nanti Oma siapkan baju ganti." Oma mengusap pelipis Kalista yang memang di basahi oleh keringat.


"Ah nggak usah Oma, Kalista cukup cuci muka aja."


Ketika Kalista masuk ke kamar mandi, diluar terdengar suara klakson mobil. Lalu setelah 10 menit Kalista berada di kamar mandi, terdengar suara marah-marah karena tidak suka Red Velvet.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2