SUN FLOWER

SUN FLOWER
NENEK LAGI?


__ADS_3

Tiara duduk berhadapan dengan Rangga, sedangkan Kalista duduk di tengah-tengah Bima dan Bimo.


" Ta serius kan ini di tlaktir?" Bimo memastikan.


"Terusin makan napa!! Ngomongnya belakangan." Kalista masih menikmati ayam goreng pedas + nasi lemak kesukaannya.


"Malam-malam makan nasi nggak takut gemuk?" Tanya Rangga tiba-tiba.


"Ngapain takut gemuk? Cowo juga suka nya cewe yang berisi kan?" Tanya balik Kalista yang masih tetap menikmati makan nya tanpa menoleh ke Rangga.


"Haha iya sih." Jawab Rangga.


"Orang cantik mah beda bro" sahut Bima.


"Tuh ra, dengerin Kalista! Gausah diet-diet lah menyiksa diri aja, cowo sukanya yang berisi ko." Kata Bimo pada Tiara.


"Gue diet karena gue sadar diri level kecantikan diri gue 48 tingkat lebih rendah daripada Kalista. Dia sih enak cantik teruuuuuuuuuuus." Sengit Tiara karena merasa tersinggung dengan perkataan Bimo, juga merasa kesal karena selalu saja Kalista Kalista Kalista teruuuuus, begini begitu selalu Kalista.


"Uhuk uhuk." Kalista jadi tersedak karena mendengar ucapan Tiara.


"Nih minum!" Perintah Rangga dan Bima secara bersamaan.


"Ayo minum cantik." Ledek Tiara, padahal Tiara sangat penasaran Kalista bakal mengambil air yang ditawarkan oleh Rangga atau Bima?


"Thanks Bim" Kalista mengambil minum dari Bima.


"Ra, mau lu berpikiran kaya gimana pun! Lu tetap sahabat gue, lu cantik! Jadi please ya jangan pernah ngerendahin diri lu sendiri." Kalista menasehati Tiara.


"Sebenarnya gue juga kadang-kadang diet ko, pola makan malam aja sampe di jaga ketat. Tapi.. kalau malam ini gue emang lagi nggak mau diet aja, soalnya pengen makan normal hehe." Seru Kalista.

__ADS_1


"Ta.." ucap Bimo pelan.


"Ya?" Jawab Kalista singkat.


"Lu masih setia nunggu Kaka Willi teman masa kecil lu?" Tanya Bimo lagi.


"Masih lah." Kalista.


"Sampe kapan?" Bima penasaran.


"Gue berharap suatu saat nanti dia lamar gue, tapi waktu tunggu nya cuma sampe usia gue 25 tahun aja." Jelas Kalista.


"Kenapa?" Tanya Tiara.


"Soalnya 25 tahun adalah target nikah gue. Jadi kalau usia gue 25 tahun trus dia belum ada kabar juga, yaudah gue terima aja nikah sama cowok lain. Bahaya kan kalau gue nikah lewat dari usia 25 tahun ya ketuaan dong gue!" Kalista terkekeh.


"Ayo bang lamar dedek! Tapi maharnya harus uang 10m, rumah mewah 10.000 hektar, 50 mobil sport, 5 perusahaan.." ucapan Kalista langsung dipotong oleh Bima.


"Stop neng! Abang nggak mampu." Ucap Bima.


"Neng nya sih matre keterluan." Timpal Bimo.


"Harus gue siram pake air comberan nih bocah, kasian halu mulu." Sarkas Tiara yang disambut gelak tawa oleh mereka semua.


*****


Tiara, Rangga, Bima dan Bimo sudah pulang sekitar 15 menit yang lalu. Kalista bilang ada janji sama dokter Rian, padahal itu hanya akal-akalan Kalista aja. Soalnya, Kalista yakin pasti Rangga menawarkan diri untuk mengantar Kalista pulang, nggak mungkin kan Kalista menggunakan alasan yang sama dengan tadi sore.


Kalista berjalan akan keluar dari mall, tiba-tiba ia menoleh ke arah samping.

__ADS_1


"Hati-hati nek!" Kalista menarik tangan nenek tersebut, kaki Kalista mendadak kesemutan dan brukkkk.. nenek jatuh diatas tubuh Kalista.


"Maaf.." seru si nenek langsung bangun, dan membangunkan Kalista.


"Nenek lagi." Ucap Kalista sambil tersenyum.


"Nenek nggak apa-apa kan?" Kalista memastikan nenek tersebut baik-baik aja.


"Nenek nggak apa-apa sayang, kamu adalah malaikat penolong nenek." Nenek berkata sambil memeluk Kalista.


"Karena kamu udah 2 kali nolongin nenek, maka nanti kapan-kapan nenek harus tlaktir kamu makan." Kata nenek.


"Ah gausah, sesama manusia kan memang harus tolong menolong nek." Kalista tersenyum ramah.


"Memang luar biasa, gadis yang baik. Catat nomor ponsel kamu sayang, suatu saat nenek harus ngasih sesuatu." Nenek antusias dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya.


"Udah nek, aku pamit pulang dulu ya. Udah larut malam trus besok juga harus ngantor, takut kesiangan." Seru Kalista.


"Diantar saja ya sama sopir nenek." Nenek menawarkan Kalista.


"Ah tidak usah nek, aku pamit ya." Kalista mencium punggung tangan nenek.


"Aduh lupa nanya nama nya? Gapapa deh yang penting udah ada nomor nya." Nenek bergumam.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


__ADS_2