
"Nggak pesan makan?" Bima menghampiri Tiara dan Bimo yang sedang duduk di bangku kantin, tetapi tidak ada makanan di meja mereka.
"Nggak ada duit gue!" Sahut Tiara.
"Apalagi gue, anak kost uang pas-pasan!" Celetuk Bima dengan muka yang sengaja dibuat melas.
"Gue tlaktir deh!" Seru Bima, seketika Tiara dan Bimo menjadi sumringah.
"Beneran ya! Awas aja kalau lu bohong!" Bimo sangat antusias.
"Mana Kalista?" Rangga tiba-tiba datang dan langsung duduk.
"Nggak tau, padahal gue udah laper banget." Gerutu Tiara dengan wajah kesalnya.
"Jadi kalian belum pesan makan nunggu Kalista, dan akan di tlaktir oleh Rangga! Benar begitu bukan!" Sahut Bimo.
"Seratus buat lu!" Bima mengacungkan jempolnya.
"Ditlaktir Rangga kan? Nggak jadi dong gue tlaktir kalian nya!" Kata Bimo santai.
"Koreksi woy!! Gue tlaktir Kalista doang!" Sarkas Rangga.
"Nomornya nggak aktif." Kata Tiara sambil menatap layar ponselnya.
"Tuh pak Andy mau lewat kesini! Nanti tanyain kalau udah dekat." Ucap Bimo yang memperhatikan langkah pak Andy menuju kantin.
"Permisi pak, Kalista kerjaannya banyak ya? Ko belum ke kantin." Tiara mencoba bertanya seramah mungkin pada atasannya itu.
"Kalista lagi di Surabaya bersama pak Arka." Ucap Andy datar sambil berlalu.
"Pantes aja tuh bocah nggak nongol-nongol dari tadi, huuuu kasian cacing diperut gue pada demo." Bima mengusap perutnya.
Lalu mereka semua memesan makan.
*****
"Bangun! Ayo siap-siap ke acara pesta nya om Bayu." Arka menarik selimut yang menutupi tubuh Kalista.
Kalista menggeliat, perlahan matanya terbuka. Kemudian melirik Arka, Kalista mengernyitkan dahinya ketika melihat Arka telah rapih dengan jas pesta yang dipilih olehnya kemarin. Padahal ini masih jam 5 sore, sedangkan acaranya nanti jam 8 malam.
"Mandi, trus siap-siap! Gue turun dulu ke lobby!" Arka kemudian meninggalkan Kalista dikamar sendirian.
Kalista mandi, kemudian memakai gaun hitam yang dipilih olehnya. Merias wajahnya dengan sentuhan make up, ombre lips pink dan merah, blush on peach, eyeshadow peach. Wajah nya tampak sangat cantik meskipun dengan make up yang sederhana. Rambutnya disanggul klasik, sederhana tetapi cukup membuat bahu putih nya terlihat sempurna.
Tiba-tiba Arka masuk, kemudian terdiam karena melihat Kalista sangat cantik dan elegan memakai gaun hitam itu. "Hadeuh jadi pusat perhatian dong nanti, pasti si Alvin makin terpesona! Bahaya nih, nggak boleh jauh-jauh dari gue! dan harus gue lindungi!" Batin Arka.
"Yuk turun!" Ajak Arka pada Kalista.
"Baru juga jam segini pak." Kata Kalista sambil melirik jam dinding.
"Tamu udah banyak yang datang kok!" Kata Arka.
"Nanti lu nggak boleh jauh-jauh dari gue! Dan harus gandengan terus sama gue!" Perintah Arka tidak boleh di ganggu gugat!
"Nggak masalah! Bapak kan ganteng jadi nggak bakal malu-maluin saya!" Celetuk Kalista santai. Tidak tahu kah Kalista? Diam-diam Arka tersenyum karena merasa senang di bilang ganteng.
"Oke gue tahu ko gue ganteng! Dan lu juga cantik!" Arka berkata dengan senyum menyeringai, hal itu membuat Kalista menatap curiga.
Arka dan Kalista menuruni anak tangga menuju tempat pesta di gelar, semua tamu undangan yang datang memfokuskan pandangannya pada sepasang wanita dan pria yang sedang menuruni anak tangga, wanita cantik dengan gaun hitam yang menampilakan bahu nya terlihat anggun dan elegan, dan pria ganteng dengan pakaian senada dengan wanita tersebut, tampak tampan dan sangat cool. Mereka bergandengan tangan, Arka tersenyum ramah pada orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Saya takut pak." Kalista tiba-tiba berbisik ditelinga Arka.
"Takut?" Arka menatap Kalista bingung.
__ADS_1
"Takut jatuh, soalnya orang-orang ngeliatin terus." Kalista gelisah sambil menggandeng erat tangan Arka.
"Wajar diliatin, gue ganteng!" Arka menyombongkan dirinya.
"Saya cantik!" Kalista pun tak mau kalah.
"Cantik dan ganteng! Kita serasi! Prince and princess." Kini Arka memegang bahu Kalista, mereka berhadapan, lalu Arka menatap tajam manik mata Kalista.
Bluuuussshhh! Seketika muka Kalista merah merona.
"Muka lu merona! Malah makin cantik, gue suka." Kata Arka, lalu menggandeng kembali tangan Kalista dan berjalan.
"Kalista." Sapa Alvin tiba-tiba.
"Ya?" Kalista tersenyum ramah.
"Temani dansa, bisa?" Alvin mengajak Kalista dansa. Dari Kalista berjalan menuruni tangga sebenarnya Alvin sudah memperhatikan dan sangat terpesona oleh Kalista.
"Kalista tidak begitu bisa berdansa, dan saya yang akan mengajarinya." Ucap Arka ramah pada Alvin.
"Baiklah! Have fun ya!" Alvin menatap Kalista lalu tersenyum, dan memandang Arka dengan wajah yang penuh emosi.
Suasana pesta sangat ramai sekali di penuhi oleh tamu-tamu undangan Om Bayu.
"Saya ke toilet dulu ya pak."
"Saya antar!" Arka berkata tegas.
"Tidak usah!" Bantah Kalista.
"Bahaya! Disini banyak orang-orang yang mengincar kamu!" Kata Arka.
"Sebentar doang." Kalista langsung menjauhi Arka, berjalan menuju toilet.
"Katanya masih dijalan, kejebak macet, 10 menit lagi sampai."
"Terus siapa yang akan bernyanyi?"
"Artis macam apa sih dia? Tidak komitmen dengan waktu!"
Sementara MC dipanggung yang tidak tau keadaan backstage, memanggil-manggil artis yang sedang kejebak macet tersebut. Kalista berinisiatif untuk naik ke atas panggung dan menyanyikan sebuah lagu.
🎶Brisia Jodie - Menjamu🎶
Tiap waktu ingat kamu
Jantungku berdebar hebat
Tak sengaja melihatmu
Ku ingin menyapa kamu🎶
Semua tamu undangan langsung mengarahkan pandangannya ke panggung, untuk melihat siapa pemilik suara merdu itu. Gadis cantik bergaun hitam sedang bernyanyi diatas panggung.
"Artis ya?"
"Cakep banget, suaranya merdu lagi!"
"Punya doi nggak ya?"
"Gila sih, ini pasti artis internasional!"
Banyak sekali komentar-komentar positif dan pujian yang dilontarkan untuk Kalista.
__ADS_1
"Pantes aja ke toilet lama, taunya nyangkut dipanggung." Kata Arka sambil memperhatikan Kalista yang sedang bernyanyi.
Begitu pun dengan Alvin, dia memperhatikan Kalista yang semakin terlihat mempesona, dan tentunya Alvin semakin berambisi untuk mendapatkan Kalista.
Tidak jauh dari panggung, ada seorang pria yang memakai jas berwarna gold, sedang memperhatikan Kalista. Matanya berbinar cerah dengan senyum sumringah mengembang di pipinya. Pria tersebut terus menerus tersenyum kearah panggung, seolah-olah dia sangat bahagia melihat Kalista bernyanyi.
🎶Tapi malu rasanya diriku
Ku akan tetap menunggu
Sampai kau cintaiku
Meskipun banyak wanita yang kagumi dirimu
Ku menunggu tuk jadi pacarmu
Tak sengaja melihatmu
Ku ingin menyapa kamu
Tapi malu rasanya diriku
Ku akan tetap menunggu
Sampai kau cintaiku
Meskipun banyak wanita yang kagumi dirimu
Ku menunggu tuk jadi pacarmu
I breathe for you, my love
To be with you, my love
Sampai kau cinta
Ku akan tetap menunggu
Sampai kau cintaiku
Meskipun banyak wanita yang kagumi dirimu
Ku menunggu tuk jadi pacarmu🎶
Kalista sedang menyanyikan bait terakhir dari lagu tersebut, Arka berjalan ke arah backstage, Alvin sudah ada di backstage.
"Angkat gaunnya, trus jangan nunduk! Ingat baju lu cuma sebatas dada!" Arka memperingatkan Kalista yang akan turun dari tangga panggung.
"Pegangan erat!" Arka mengulurkan tangannya pada Kalista, kemudian Kalista turun dengan memegang telapak tangan Arka, seperti di film romantis. Arka benar-benar tidak memberikan kesempatan untuk Alvin mendekati Kalista.
"Ista." Tiba-tiba seorang pria berjas gold, memanggil dan menghampiri Kalista.
"Kak Gerry." Kalista langsung menghambur ke pelukannya.
Arka menatap Kalista dengan perasaan kesal "Kak Gerry? Who is he?"
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤
__ADS_1