
Jam weker diatas nakas berbunyi nyaring sekali, tetapi mata Kalista enggan untuk terbuka. Kalista masih asyik terpejam dan memeluk gulingnya. Sehingga tanpa dia sadari dia sudah tertidur 1 jam setelah jam weker berdering.
Kalista mengerjapkan matanya dan duduk di tepi ranjang, dia sibuk meregangkan otot-ototnya yang kaku. Lalu mata Kalista tertuju pada jam weker tersebut.
"Astagfirullah, jam 07.00? Gue kesiangan? Ko bisa? Iiiiih beg* banget sih gue?" Kalista terus memaki dirinya dan pergi ke kamar mandi. Tetapi sebelum pergi ke kamar mandi Kalista terlebih dahulu memesan taksi online.
Setelah keluar dari kamar mandi, Kalista langsung mengenakan pakaiannya. Karena sudah kesiangan, Kalista seperti tidak mempunyai waktu untuk memilih dan mempadupadankan pakaian kerjanya. Touch up make-up seperlunya, dan menjepit setengah rambutnya. Dengan secepat kilat Kalista memakai sepatu, dan langsung menyambar tas yang biasa dipakainya untuk bekerja.
Kalista meminum susu putih yang ia buat tadi dengan terburu-buru, sebelum masuk kamar mandi, dan mengambil roti tawar yang ada di meja makannya. Kalista berlari keluar apart sambil menjejalkan roti tawar tersebut kedalam mulutnya yang mungil.
Taksi telah sampai di depan kantor, Kalista segera turun dan membayar taksi tersebut. Berlari masuk ke kantor, dan langsung masuk lift. Keluar dari dalam lift Kalisat langsung berlari menuju ruangannya. Banyak sekali karyawan yang memperhatikan dan berbisik-bisik tentangnya, perihal jam segini baru datang.
"Hot news, sekretaris pribadi kesiangan." Ujar salah satu karyawan menatap nanar Kalista.
"Nggak usah bahas Kalista, dia urusannya pak Arka. Kita kerja aja sesuai job desk kita, jangan cari masalah! Dia sekretaris pribadi pak Arka, jabatannya lebih tinggi dari kita." Ucap karyawan di sebelahnya memperingati karyawan tersebut.
"Salah gue juga sih pake kesiangan segala! Wajar deh karyawan tersebut berbisik-bisik." Gumam Kalista dalam hatinya sambil terus berjalan menuju ruangannya.
Begitu sampai di depan ruangan ya, Kalista bingung harus berbicara dengan alasan apa? Dan sebenarnya takut kena amukan CEO itu. Kalista masih mematung di depan ruangan ya.
"Arrrrghh sial, malah kebelet pipis gue." Kalista mengumpat dan merutuki kebodohannya sendiri, sambil berjalan ke toilet karyawan.
*****
"Kalista belum datang? Aneh banget rasanya." Ucap asisten Andy yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Mungkin kesiangan." Ucap Arka datar.
Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu.
"Selamat pagi, maaf terlambat 10 menit." Ucap Kalista yang berusaha menormalkan rasa gugupnya, dan berjalan menuju meja kerjanya.
"Pagi." Jawab asisten Andy, sedangkan Arka sama sekali tidak menjawab.
"Mau kemana?" Tanya Arka, karena melihat Kalista bangkit dari tempat duduknya.
"Ngambil minum pak." Jawab kalista santai. Kalista merasa tenggorokannya sangat kering, karena setelah makan roti sambil jalan Kalista sama sekali tidak minum.
Kring.. kring.. kring..
"Angel direktur perusahaan Arta Wijaya, menghubungi ayah dan meminta waktu agar kamu mau bertemu dan makan siang dengannya." Suara pak Anggara di sebrang telpon.
__ADS_1
"Apa Kalista belum mengecek schedule hari ini?" Ujar pak Anggara lagi.
"Baik ayah, nanti Arka makan siang sama dia. Kalista agak sedikit sibuk hari ini, mungkin ia lupa memberitahu pada Arka." Jawab Arka santai.
"Temui angel! Jangan di tolak terus ajakannya." Pak Anggara mengingatkan pada Arka.
"Cerewet!" Ketus Arka dan memutuskan panggilannya secara sepihak.
"Nyalakan komputernya, dan beritahu saya schedule hari ini!" Perintah Arka tegas.
"Baik." Kalista duduk, dan menyalakan komputer.
"Schedule bapak hari ini, Jam 10:00 WIB ibu Angel direktur perusahaan Arta Wijaya meminta waktu untuk makan siang bersama. Dan jam 14.30 WIB ada janji temu dengan klien di kafe mawar." Kalista memberitahukan schedule hari ini pada Arka.
"Dari kapan angel ngajak saya makan siang bareng?" Tanya Arka.
"Udah sering, tapi saya tolak." Jawab Kalista sambil fokus mengerjakan tugasnya.
"Kenapa di tolak?" Tanya Arka penuh selidik, asisten Andy telah siap dengan telinganya untuk mendengarkan.
"Kan bapak sendiri yang nyuruh, dulu kata bapak kalau ibu Angel ngajak bertemu tolak saja!" Kata Kalista mengarahkan pandangan nya pada Arka. Dan tidak ada respon lagi dari Arka.
"Nggak apa-apa Kalista, kamu nggak salah! Boss ini sebal sama ibu Angel karena genit, suka nempel-nempel." Ujar asisten Andy.
"Andy, nanti jam 8 siapkan mobil! Saya dan Kalista akan pergi ke mall." Perintah Arka tegas.
"Mall? Kan ibu Angel mengajak makan siang ditempat yang sudah ibu Angel tentukan?" Tanya Asisten Andy bingung.
"Itu kan jam 10:00, ini saya minta jam 09:00. Jangan membantah!" Sarkas Arka.
"Baik pak boss."
*****
Mobil melaju telah sampai di parkiran mall. Arka, Kalista dan asisten Andy langsung masuk kedalam mall tersebut. Ini salah satu mall terbesar di kota ini, dengan fasilitas yang super duper wah. Toko baju berjejer rapih, terdapat wahana bermain, kafe, salon, dan lain-lain.
"Hallo pak boss ganteng, ada apa ye mencari ay?" Tanya desainer itu dengan gaya bicara khasnya yang terlihat lebih nyentrik.
Desainer itu bernama Ilvan, dia seorang desainer terkenal dan karya nya pun banyak. Dia maunya dipanggil Tante il, padahal dia cowo tapi maunya dipanggil tante. Hari ini dia diminta Arka untuk memilihkan baju untuk Kalista.
"Pilihkan baju kerja yang sangat mewah dan cantik untuk gadis ini." Ujar Arka sambil mendorong Kalista pada tante il sang desainer. Kalista bengong aja, karena bingung untuk apa dirinya dibawa ke mall? Dan untuk apa pula dirinya disuruh memakai pakaian kerja yang mewah? Pikiran tersebut menari-nari dibenak Kalista.
__ADS_1
Desainer itu langsung mengangkat ibu jarinya. Desainer yang akrab di sapa Tante il langsung membawa Kalista memasuki salah satu toko. Arka dan asisten Andy mengikuti tante il dari belakang. Tante itu terus menerus berbicara seperti layaknya desainer pada umunya, bahkan maaf bahasanya terkesan seperti banci.
"Cobain yang ini!" Tante il memilihkan baju dan menyuruh Kalista masuk ke ruang ganti. Setelah beberapa menit kemudian Kalista keluar.
"Nggak suka!" Ucap Kalista sambil tangannya menutupi bagian dadanya, asisten Andy dan Arka langsung menatapnya tajam.
"Masa saya kerja dengan pakaian seperti ini? Terkesan seksi dan murahan!" Gerutu Kalista, wajar saja Kalista tidak suka! Rok pendek yang super ketat dan memperlihatkan paha mulusnya, dipadukan dengan atasan yang sangat menonjolkan belahan dadanya.
"Iwh norak sekali, seharusnya you tuh mengerti fashion. Percuma cantik tapi kampungan sekali." Bentak tante il.
"Jangan bentak gadis ini! Atau kamu akan kehilangan pekerjaan kamu!" Ucap Arka sarkatis dan tidak bisa dibantah.
"Maafin ay pak boss." Ucap tante il.
"Gue izin ke toilet dulu." Asisten Andy menepuk pundak Arka.
Setelah sekian lama tante il memilihkan dan mempadupadankan pakaian untuk Kalista, akhirnya Kalista keluar dari ruang ganti dengan setelan yang sangat cocok membalut tubuhnya. Rok span ketat, tetapi tidak seseksi tadi. Rok ini berwarna hitam, panjangnya selutut dan terdapat belahan seperti garis di bagian sisi kanan rok tersebut, sehingga ketika Kalista berjalan rok tersebut sedikit terangkat. Karena warnanya yang hitam semakin memperjelas warna kulit Kalista yang sangat putih. Di padukan dengan kemeja berwarna mocca dan terdapat rupple-rupple di pinggiran kancing dibagian dadanya. Sederhana tetapi terlihat mewah dan sangat elegan.
"Wow cucok sekali cyin, you terlihat lebih cantik." Tante il merasa bangga dengan pilihannya.
"Gue udah transfer ya!" Arka langsung berjalan menggandeng tangan Kalista, dan menuju ke salah satu salon.
"Make over dia secantik mungkin." Ucap Arka yang memasuki salon dan menyerahkan Kalista pada wanita berusia 35 tahunan.
Wanita itu bernama Desy, dia merupakan seorang make up artis yang jam terbang nya tinggi dan banyak digemari. Sebenarnya Desy sibuk banget untuk hari ini, tetapi bukan Arka namanya kalau tidak bisa menghubungi orang dan menyuruh nya sesuai kehendaknya.
"Ini sih gampang pak, emang gadis ini dasarnya aja udah cakep begini. Touch up dikit langsung jadi princess." Ujar Desy, dan menyuruh duduk Kalista di depan meja rias.
"Cepat! Jangan banyak omong!" Lagi-lagi Arka memerintah tegas dan sesukanya.
Setelah 30 menit menunggu Kalista di make over, akhirnya Kalista keluar juga.
"Cakep kan? Selera pak boss keren sekali! Hebat loh pak boss mendapatkan gadis ini. Selain cantik dan berkulit putih, gadis ini juga mempunyai bentuk tubuh yang sangat bagus. Jarang-jarang wanita berpaket komplit seperti ini!" Cerocos Desy setelah me-make over kalista.
"Udah saya transfer!" Arka berkata datar, dan berjalan memegang erat jemari Kalista.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13❤