SUN FLOWER

SUN FLOWER
Episode 14


__ADS_3

Nindi semakin merasa gugup ketika melihat bunda Lantana dipeluk oleh Vino. Dalam sekali lihat, semua orang akan menganggap bahwa mereka adalah menantu dan mertua. Nindi datang ke sini hanya untuk meminta maaf, dia tidak berharap aksinya akan menjadi drama yang sangat besar.


Nindi masih merasa beruntung, karena ayah Lantana sangat ramah dan memaafkan kesalahnnya. Darinya dia bisa menyimpulkan, dari mana sikap manja Lantana berasal. Nindi berpamitan setelah ayah menyarankan untuk pulang dan istirahat. Vino tidak mengatakan apapun, ia hanya berdiri diam menatap pintu UGD dengan tangan yang memeluk bunda Lantana.


Selang beberapa puluh menit kemudian, dokter keluar dari ruangan. Vino yang sudah duduk di kursi segera bangkit menyerbu dokter dengan rangkaian pertanyaan.


Dokter menghela nafas dan membuka masker serta kacamatanya. "Kondisi pasien baik-baik saja.. Hanya karena syoknya cukup berat, kemungkinan ia tidak akan sadarkan diri untuk beberapa hari ke depan. Dia mengalami rasa takut yang berlebihan, jantungnya melemah beruntung kita menyelamatkannya tepat pada waktunya, jadi ia berhasil melewati masa kritisnya" jelas dokter


"Melihat dari reaksi pasien, sepertinya kejadian ini bukan pertama kali untuk pasien" tebak sang dokter.


"Benar dokter.. Putri kami sering mengalami hal ini.. Terutama saat masih kecil.." jelas Ayah


"berapa lama kemungkinan Ana tidak akan sadar??" tanya Vino khawatir


"paling cepat minggu depan pasien akan sadarkan diri.. kita tidak pernah tau kapan waktu terlamanya.. karena pasien mengalami ketakutan yang sangat besar.." jelas dokter


"dokter.. tolong lakukan yang terbaik untuk anak kami.." rengek bunda


Dokter mengangguk paham dan berpesan "kedepannya tolong hindari kejadian ini sejauh mungkin.. Karena pasien tidak memiliki jantung yang kuat.. Saya khawatir, pasien bisa mengalami gagal jantung atau serangan jantung di usia muda" dokter berlalu kemudian

__ADS_1


Tak lama para medis mendorong ranjang Lantana yang dipenuhi dengan peralatan medis lengkap. Para medis membawa Lantana ke ruang rawat inap VIP yang sudah dipesan Vino. Setelah mendapat persetujuan dokter, Vino dan orang tua Lantana masuk ke bangsal Lantana.


Gadis itu terkulai lemas di atas tempat tidur dengan seragam rumah sakit dan seperangkat alat medis melekat di tubuhnya. Bunda tak kuasa mehan tangisnya tatkala menyaksikan putri semata wayangnya dalam kondisi seperti ini lagi.


Ayah mendekap tubuh bunda yang sudah mulai gemetar.


"Memangnya bagaimana awalnya Ana bisa phobia pada larva ayah.." tanya Vino memecah keheningan


Ayah mulai menceritakan awal mula Lantana miliki phobia


Flashback on


Anak perempuan bertugas membawa lantana ke tempat yang mereka sediakan. Hamparan bunga memenuhi kolam renang yang dangkal dan tempat anak kecil bermain. Mereka sengaja menyewa satu kolam renang hanya untuk merayakan ulang tahun Lantana.


Lantana berjalan dengan mata tertutup dituntun oleh teman-temannya. Dan tiba-tiba tubuhnya di dorong ke kolam renang yang hanya selutut namun dipenuhi oleh bunga-bunga beraneka ragam. Lantana berusaha bangun dan mendapatkan oksigen lebih banyak. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya dalam kubangan bunga. Awalnya ia sangat senang. Berbagai foto diambil untuk mengabadikan momen menyenangkan ini.


Siapa yang tau. Seseorang dari temannya telah memasukkan beberapa ekor ulat ke dalam kolam bunga. Sebagian ulat tidak beracun namun banyak yang beracun juga. Di tambah ulat yang hinggap di bunga liar. Lantana mulai merasa gatal-gatal pada kulitnya. Lantana berdiri dari duduknya, namun ia mendapati puluhan binatang kecil berbulu dan lunak mengerybuti tangannya. Lantana menjerit ketakutan dan berusaha keluar dari air. Beberpa ulat hias menempel di bajunya, mereka bergerak-gerak menggeliat membuat Lantana merinding setengah mati. Lantana terus menepis semua makhluk yang menempel pada tubuhnya, nahas mahkluk-mahkluk itu telah menginfeksi tubuhnya.


Tubuhnya yang basah menambah parah rasa gatal di kulitnya. Lantana mengerang kesakitan dan berguling-guling di lantai. Belum lagi benda lunak itu terus menggeliat di depan matanya. Awalnya teman-temannya menertawakannya. Namun tak lama ekspresi semua orang jadi panik dan petugas kolam renang segera menolong Lantana dan memanggil ambulance.

__ADS_1


Setelah memasuki UGD, dokter langsung membawanya ke ruang operasi untuk menghentikan iritasi dan memompa jantunga yang mulai tidak berdetak. Syok yang sangat besar menjadikan kesadarannya menghilang dan tidak ada tanda-tanda akan sadar. Lantana koma selama lebih dari setengah tahun. Bunda dan ayah sangat khawatir dan kecewa, karena mereka gagal mengawasi putri semata wayangnya.


Setelah tidur panjang selama setengah bulan lebih, Lantana sadar. Namun ia mengalami paranoid berlebihan dan depresi berat. Sehingga ia masih harus terus dirawat di rumah sakit selama setengah tahun lagi. Lantana sembuh, namun ia memiliki ketakutan tidak wajar pada Larva kupu-kupu gimanapun bentuknya. Baik gambar, miniatur, maupun hanya boneka


Lantana memiliki banyak sekali bekas luka di seluruh tubuhnya. Jadi ia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghilangkan mereka sepenuhnya. srlama itu pula Lantana kehilangan rasa percaya dirinya. Ayah berusaha mengembalikan semangat Lantana dengan cara mema jakan Lantana dan menuruti keinginan Lantana.


lama kelamaan tindakan ayah menjadi kebiasaan. hal itu menjadikan bunda cemburu. apalagi semakin hari Lantana tumbuh semakin besar.


Flashback off


Vino mengangguk mengerti. Tak heran Lantana meminta tangannya dilepas saat hewan berbulu menempel pada tanganya waktu ia membereskan bunga di ruangannya.


Vino duduk di sofa di dalam ruangan. hari sudah sore dan matahari sudah terbenam sepenuhnya saat mereka memasuki bangsal Vip Lantana. Bunda terus memandangi putrinya dengan perasaan bersalah. lagi-lagi ia hampir kehilangan putrinya.


"ayah.. bunda.. Vino akan keluar dulu untuk memcsri makanan.. ayah dan bunda pasti belum makan kan??" Vino bertanya walau sebenarnya ia memastikan.


"kau makan lah.. kau pasfi belum makan siang juga kan.. tidak usah hirau kan kami.. kami bisa makan makanan rumah sakit" tolak ayah ramah


Vino mengangguk. ia pergi keluar rumah sakit, tapi ia tidak mendengarkan perkataan ayah. ia tetap membeli makanan untuk makan malam dan beberapa kudapan dan cemilan untuk di simpan di bangsal Lantana. rakut-takut mereka pada lapar suatu saat nanti.

__ADS_1


Vino kembali ke bangsal Lantana dan meminta orang tua lantana untuk makan makan malamnya. bunda agak sedikit susah di bunuk.. namun dengan usaha Vino, akhirnya bunda mau menuruti permintaan Vino dan memakan makanannya. mereka akhirnya makan malam bersama di bangsal Lantana. Vino merasa senang, karena orang tua Lantana terbuka padanya.


__ADS_2