SUN FLOWER

SUN FLOWER
ITU KECEPLOSAN


__ADS_3

"Cobain nih cupcake blackforest bikinan tangan gue." Seru Kalista yang langsung duduk dihadapan sahabat dan kedua temannya itu.


"Bisa bikin cupcake?" Tanya Rangga yang ternyata duduk bergabung dengan Tiara, Bima dan Bimo.


"Bisa.." kata Kalista yang baru menyadari bahwa di meja tersebut ada laki-laki yang disukai oleh Tiara.


" Ta, dalam rangka apa lu sampai buat cupcake kaya gini?" Tanya Tiara yang mulai mencomot cupcake dihadapannya itu.


"Gue bikin cupcake buat Oma nya pak Arka." Jawab Kalista.


"Ciyeeee ciyee ada apaan nih?" Goda Bima.


"Bau bau jatuh cinta nih." Bimo meledek.


"Pacaran ya lu sama pak Arka?" Tanya Tiara, diam-diam Rangga menantikan jawaban Kalista.


"Nggak lah, yakali gue pacaran sama pak Arka. Kemarin pulang ngantor gue temenin dia nyari kado, trus gue di tlaktir makan bakso yang di perempatan lampu merah eh dia nya juga ikutan makan disana. Trus gue inisiatif aja bikin cupcake buat omanya, ini kan hari ibu." Jelas Kalista.


"Oh gitu." Tiara, Bima dan Bimo menjawab barengan.


"Sesuai janji gue, besok pulang ngantor kita ngemall sekalian gue tlaktir makan." Kata Kalista yang memang punya janji buat ngemall.


"Aseeeeeek, makan gratisan." Seru Bima.


"Sesuai selera kita kan ta makanan nya?" Tanya Bimo.


"Iya lah, tapi ngemall bayar masing-masing ya. Takut jebol dompet gue!" Kalista terkekeh.


"Btw, gue boleh ikut ga? Nanti makan nya gue bayar sendiri ko, nggak minta tlaktir." Celetuk Rangga.


"Boleh!" Tiara menjawab spontan.


"Eh boleh kan ya?" Tanya Tiara pada Kalista, Bima dan Bimo.


"Gue sih boleh aja, tanya Kalista! dia kan yang punya acara." Bima mengalihkan pandangan pada Kalista.


"Boleh! Apapun keputusan lu, gue akan selalu support." Kata Kalista menatap Tiara hangat. Rangga sebenarnya bingung dengan jawaban Kalista, seperti ada sesuatu yang janggal.

__ADS_1


" 1.. 2.. 3.. Enak cupcake nya!" Ucap Tiara, Rangga, Bima dan Bimo barengan karena diberi aba-aba oleh Tiara. Kalista tidak menanggapi, hanya tersenyum saja.


"Selamat hari ibu ya, mama tiri gue." Kalista dengan sengaja mencium pipi Tiara, lalu memeluk Tiara erat.


"Sosweet, peluk gue juga ta." Pinta Bimo.


"Angsa cantik meluk itik." Ledek Bima yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tiara.


"Anak baik, bunda pasti bahagia disana." Tiara mengusap-usap punggung Kalista.


"Gue tau, gue ke toilet dulu ya." Kalista matanya betkaca-kaca, ingin menangis.


"Baik-baik ya sayang." Tiara berkata lembut.


"Lu berdua tuh ya ih kesel banget gue, lain kali lihat dong mana tatapan Kalista yang bahagia sama sedih, orang lagi sedih malah becanda." Tiara menjewer kuping Bima dan Bimo.


"Sedih apaan sih? Iya gue juga terharu lihat lu dipeluk Kalista."


"Kalista anak yatim piatu." Tiara menjawab datar.


"Ya ampun beg* banget gue! Lupa sumpah. Aduh my queen pasti lagi sedih." Seru Bima.


Tin tin tin (Suara klakson mobil Arka) pak Samin langsung berlari membukakan pintu gerbang.


"Selamat sore tuan muda." Sapa pak samin ramah.


"Oma ada pak?" Arka bertanya.


"Ada tuan." Jawab pak Samin.


Pak Anggara dan Oma berada di ruang makan. Diatas meja ada cake dan buket bunga tulip pemberian pak Anggara.


"Selamat hari ibu, Oma tersayang." Arka langsung memeluk Oma.


"Terimakasih cucu Oma." Oma pun tak mau kalah dengan langsung mengecup pipi Arka.


"Ini untuk Oma." Arka tersenyum, dan memberikan buket, kado, dan cupcake.

__ADS_1


"Wah banyak banget." Oma antusias.


"Tumben anak ayah jadi romantis." Ledek pak Anggara.


"Nak?" Oma menatap Arka heran.


"Ayo cobain dulu cupcake nya." Perintah Arka.


"Enak, enak banget malah melebihi cake yang dikasih ayah mu." Oma memasukan potongan cupcake kedalam mulutnya.


"Iya ini enak." Seru pak Anggara.


"Arka juga mau nyobain dong." Arka langsung mengambil cupcake, lalu "Ah iya, enak banget cupcake bikinan Kalista."


"Kalista?" Tanya pak Anggara dan Oma barengan.


"Ah iya, Kalista yang nemenin Arka cari kado, buket, dan Kalista ngasih cupcake buat Oma. Katanya selamat hari ibu buat Oma." Seru Arka.


"Pantesan cucu Oma, agak beda. Ternyata dibantu seorang gadis." Goda Oma.


"Ekhem.. pacaran ya sama Kalista?" Pak Anggara tersenyum menggoda.


"Nggak!" Jawab Arka singkat.


"Tapi kata Maria, kamu punya hubungan pribadi dengan sekretaris mu itu. Dan katanya sampai dipeluk dicium di mall, di depan umum loh itu." Pak Anggara menyeringai dan tersenyum menggoda Arka.


"Acting itu! Kepepet Maria kecentilan main peluk-pelukan aja, menjijikan." Arka masih menjawab dingin.


"Sampe di cium gitu?" Pak Anggara Menaik turunkan alisnya.


"Itu keceplosan." Kikuk Arka.


"Keceplosan ya sayang?" Oma tersenyum geli, "Oma pengen kenal dong sama sekretarismu itu" pinta Oma.


"Apaan sih kalian." Arka langsung berlalu meninggalkan ruang makan.


----------------------------------🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


__ADS_2