SUN FLOWER

SUN FLOWER
OBROLAN PANAS


__ADS_3

"Muka lu kenapa? Jelek banget!" Bimo memperhatikan raut muka Kalista, tapi tidak ada respon dan tanggapan.


"Makan nya biasa aja kali mba! Nggak akan ada yang nyomot ko, kalau masih laper kan gampang tambah lagi." Ujar Bima menimpali, karena melihat Kalista makannya rakus banget.


"Tau tuh kaya nggak makan seminggu." Tiara pun ikut menimpali.


"Gue cantik nggak sih?" Kalista bertanya sangat serius.


"Lu mah bukan cantik lagi tapi bidadari." Jawab Bima antusias.


"Bukan main cantiknya, lu mah cakep banget deh artis-artis doang mah lewat!" Bimo tak kalah antusias menjawab.


"Menurut pandangan lu sebagai sesama wanita ra?" Tanya Kalista pada Tiara.


"Cantik! Cantik! Cantik! Cantik banget malah! Gue aja kalah cantik sama lu, kalau gue boleh ngeluh nih ya, gue mau ngeluh (Kenapa sih gue di ciptakan tidak secantik elu? Kadang gue mikir semesta tidak adil sama gue)" Jawab Tiara sambil memandang Kalista.


"Kadang-kadang gue merasa minder aja gitu kalau jalan berdua sama lu ta, gue merasa tertekan! Lu nya cantik gue nya biasa aja, kebanting banget nggak sih gue? Merasa terhempas dari dunia ini!!" Jawab Tiara lagi sambil membandingkan dirinya dengan Kalista.


"Nggak segitunya juga kali! Lu harus tau bahwa semua manusia di ciptakan berbeda-berbeda. Oke lu ngerasa kalah cantik sama gue, tapi lu pernah berpikir nggak? Hidup lu tuh jauh lebih baik daripada gue! Lu punya orang tua, walau pun mereka jauh dari lu tapi mereka sayang banget sama lu! Lu punya rumah, lu punya mobil, lu punya ini, punya itu, bahkan kalau pun lu nggak kerja hidup lu tetap nggak akan kekukarangan kan? Beda jauh sama gue, kalau gue ngga kerja mungkin gue udah jadi gembel dijalanan." Ucap Kalista panjang lebar.


"Walaupun hidup gue nggak seberuntung lu, tapi yang namanya hidup itu tetap harus di syukuri! Bahkan gue sangat bersyukur, disaat gue merasa gue hanya sebatang kara di dunia ini, Allah kirimkan ibu kost, dokter Rian, elu ra, dan 2 cunguk macam kalian yang selalu meramaikan hari-hari gue. Jadi, please ya kalian stay with me!" Ucap Kalista pada Tiara Bima dan Bimo.


"Sialan! Kita di katain cunguk." Protes Bimo sambil menyikut lengan Bima.


"Iya nih parah." Jawab Bima.


"Yaudah gue ganti deh jadi kecoa!" Kata Kalista sambil nyengir kuda.


"Sama aja dodol!" Ketus Bimo.


"Elu kenapa diam aja ra? Nggak mau stay terus sama Kalista?" Tanya Bima yang menyadari perubahan sikap Tiara.


"Lagi mikir aja gue! Kalau misalkan gue stay terus sama Kalista nanti pacar-pacar gue yang selanjutnya bakalan ninggalin gue karena Kalista nggak? Kaya Adit ninggalin gue itu kan karena Kalista!" Tanya Tiara dengan nada bicara judes nya.


"Lu ko ngomong nya gitu ra?" Bimo merasa tidak terima dengan ucapan Tiara.


"Seharusnya lu bersyukur ra! Dengan begitu, berarti selama ini Adit memang nggak sayang sama lu! Lu juga jadi tahu kelakuan busuk Adit!" Bima menjelaskan kepada Tiara.


"Tetap aja kan karena Kalista!" Tiara merasa kesal dan merasa semuanya salah Kalista.


"Kenapa lu jadi egois?" Sengit Bimo.


"Udah-udah nggak usah ribut! Mungkin emang benar kata Tiara, barangkali selama ini merasa risih sama gue, dan barangkali selama ini gue ngerepotin Tiara terus. Gue minta maaf ra, tapi gue harap lu masih mau jadi sahabat gue?" Kalista merasa tidak enak dengan ucapan Tiara, dan tidak enak dengan ucapan 2 cunguk yang seperti memojokkan Tiara. Dan Kalista berharap Tiara masih mau jadi sahabatnya.

__ADS_1


"Iya." Jawab Tiara singkat, sebenarnya Tiara masih kesal mengingat kejadian Adit itu.


"Terimakasih." Kalista langsung memeluk Tiara dengan mata berkaca-kaca.


"Akhirnya anak ayam berpelukan." Seru Bima meledek Kalista dan Tiara.


"Hey ada apa nih peluk-pelukan? Mau dong di peluk!" Tanya Rangga yang tiba-tiba bergabung.


"Gue peluk mau nggak?" Celetuk Bimo.


"Ih ogah! Yakali gue suka jantan!" Rangga bergidik ngeri.


"Peluk ra peluk! Kasian si Rangga minta di peluk!" Seru Bima.


Bluuuuuuuuuuush muka Tiara langsung merah.


"Makanan nya pedas ya sist? Minum dong! Kasian mukanya sampe merah cabe!" Kalista terkekeh dan meledek Tiara, karena Kalista menyadari perubahan pada muka Tiara.


"Sialan!" Tiara melotot kepada Kalista, yang hanya disambut kekehan.


"Gue mau nanya serius nih!" Kata Tiara, Kalista, Rangga, Bima dan Bimo langsung memfokuskan pandangannya pada Tiara.


"Hal apa sih yang kalian lihat dari wanita?" Tanya Tiara.


"Mesum juga ya lu!" Seru Kalista dan menjitak kepala Bimo.


"Setuju sih gue sama ban bemo!" Ujar Bima.


"Kalau lu ga?" Tanya Tiara pada Rangga, sebenarnya pertanyaan Tiara ini di tujukan untuk Rangga.


"Kalau gue sebenarnya sih yang penting punya etika sopan santun, punya sifat keibuan, baik, rajin, mandiri, tekun dan rajin menabung." Jawab Rangga sesekali diselingi tawa kecilnya.


"Kalau misalkan cantik dan body bagus itu sih point plus nya aja kalau menurut gue sih itu mah." Kata Rangga lagi.


"Sayangnya gue nggak cantik!" Seru Tiara tanpa sadar.


"Kata siapa lu nggak cantik? Lu cantik ko!" Ucap Rangga dan menatap Tiara. Seketika Tiara terdiam dan merasa bahagia dikatakan cantik oleh Rangga yang diam-diam di sukainya.


"Mantap sluuuur! Lanjutkan!" Bimo mengangkat kedua ibu jarinya untuk Rangga.


"Pepet terus bro! Gue dukung." Bima memberi dukungan.


"Kita sudah menyalakan lampu hijau buat lu! Semoga lancar!" Bisik Kalista ditelinga Tiara.

__ADS_1


"Ekhemmmm.. apa sih yang kalian lihat dari wanita sampai-sampai kalian harus pergi ke kamar mandi?" Tanya Kalista dengan sedikit malu.


"Anjiiiiiiir nggak nyangka gue, ternyata lu bisa bertanya hal yang ambigu kaya gitu ya?" Ucap Bima kaget karena pertanyaan Kalista.


"Kalau lihat wanita tanpa busana! Kadang hal seperti itu bisa membuat gue pergi ke kamar mandi!" Jawab Bimo dengan cengir unjuk gigi.


"Berarti lu kalau nonton juga langsung pergi ke kamar mandi dong? Lemah!" Ledek Bima pada Bimo.


"Bodoamat! Yang penting tuntas!" Jawab Bimo.


"Misalkan bersentuhan! Bersentuhan yang tidak sengaja saja kadang bisa membuat seseorang on. Contohnya, lagi jalan nih berdua, tidak sengaja kesenggol dadanya. Hal seperti itu saja bisa membuat laki-laki pergi ke kamar mandi loh." Jawab Rangga.


"Apalagi kalau sesuatu miliknya tersentuh! Auto langsung mode on! Kalau nggak di tuntasin rasanya sesak." Jawab Bima tanpa rasa malu.


"Eh bro siapa wanita yang sering lu jadiin fantasi?" Tanya Bimo pada Rangga.


"Wanita yang gue suka lah!" Jawab Rangga datar.


"Nggak malu apa ya kalian tuh?" Akhirnya Tiara buka suara, setelah beberapa menit yang lalu hanya jadi pendengar.


"Nggak sih! Hal kaya gitu wajar buat pria! Yang penting kita nggak melecehkan wanita!" Jawab Rangga santai.


"Kadang gue bosan main solo!" Celetuk Bimo.


"Makanya nikah lu!" Jawab Bima dan Rangga barengan.


"Wooooy ah udah dong! Kenapa jadi obrolan panas sih?" Tanya Kalista tiba-tiba.


"Lah kan obrolan panas bermula dari pertanyaan elu ta!" Ujar Bima.


"Hayo loh ngaku!" Kata Bimo.


"Udah-udah bubar!! Jam istirahat sudah habis." Kata Kalista langsung meninggalkan mereka.


"Salting dia haha." Kata Tiara yang langsung disambut oleh tawa Rangga Bima dan Bimo.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


Find Me On Instagram : @halloimas13❤

__ADS_1


__ADS_2