SUN FLOWER

SUN FLOWER
MATERNITY SHOOT


__ADS_3

"Selamat Pagi."


Begitu Kalista membuka mata, Arka langsung menghampirinya dan mengecup keningnya.


Kalista menatap Arka bingung, Arka sudah mandi dan rambutnya juga masih basah. Tapi menggunakan piyama?


"Mandi mandi mandi jangan bengong!" Ucap Arka sambil menyisir rambutnya.


"Ngapain sih mandi pagi-pagi? Apaan lagi tuh udah mandi kok malah pakai piyama?" Kalista menguap, rasa kantuknya masih belum hilang.


"Foto maternity mbak, lupa ya?" Arka menjawil hidung Kalista.


Dengan langkah gontai akhirnya Kalista masuk ke kamar mandi, air hangat yang keluar dari shower cukup menyegarkan tubuhnya. Keramas menggunakan shampo yang di belikan oleh Arka, dan menggunakan sabun yang wanginya sangat istimewa dan tahan lama.


Begitu selesai Kalista langsung keluar dari kamar mandi, tubuhnya hanya di liliti handuk. Rambut basahnya terlihat sangat berantakan, aroma sabun mandi langsung menyeruak di dalam kamar.


Kalista membelalakan matanya hingga membulat sempurna, kamarnya telah berubah sangat cantik. Banyak orang yang sedang mendekornya, kebanyakan orang-orang itu adalah pria.


"Semuanya keluar!" Bentak Arka dengan nada tingginya. Sorot matanya melotot tajam seperti tatapan menusuk. Semua orang yang sedang mendekor kamar pun langsung keluar tanpa membantah sedikit pun.


Kalista menatap Arka heran, dahinya berkerut. Dirinya masih belum menyadari perihal kemarahan Arka.


"Pakai piyama ini." Arka memberikan dress piyama berwarna merah marun, senada dengan piyama yang di kenakannya. Dan membantu memakaikannya.


Kalista duduk di depan cermin hias, Arka mengeringkan rambutnya.


"Nggak make up sayang?" Tanya Arka, tangannya masih sibuk memegang hairdryer dan rambut Kalista.


Kalista memandang Arka melalui pantulan cermin, kepalanya mendongak sedikit. "Tema maternity nya kan kaya bangun tidur gitu kan? Berarti nggak usah make up dong sayang, kan kalau bangun tidur wajah kitanya alami. Masa iya pakai sentuhan make up."


Arka hanya mengangguk saja.


"Tadi kenapa marah?" Kalista bertanya dengan santainya.


"Istriku baru selesai mandi, wajahnya cantik alami, rambutnya basah dan berantakan, dan tubuhnya hanya di liliti handuk yang sangat minim. Menurutmu suami mana yang rela tubuh cantik istrinya di lihat orang lain?" Arka menyimpan hairdryer, mengeringkan rambut telah selesai. Tangannya merangkul bahu Kalista dan menatap Kalista melalui cermin di hadapannya.


"Duh lupa!" Kalista menepuk jidatnya.


"Maaf sayang, aku nggak ngeh! Ceroboh ya aku?" Sambungnya lagi dengan senyum kaku memperlihatkan barisan giginya.


"Di maafin nggak ya?" Arka sosoan bingung mau maafin apa nggak.


Kalista cemberut, mukanya di tekuk.


"Iya di maafin, lagian kamu nggak tahu kan kamar lagi di dekor, lagian aku juga ceroboh. Aku nggak sempat mikir kalau kamu masih ada di kamar mandi hehe." Arka mengusak pelan rambut Kalista, kemudian mengecup pun akan kepalanya.


Kalista masih duduk di kursi depan meja rias. Arka memanggil semua orang yang tugasnya mendekor. Mereka semua kembali masuk, jari jemarinya sangat lincah menyulap kamar ini. Sprei putih, bantal guling pun semuanya berwarna putih.


Photographer masuk, Arka dan Kalista langsung berbaring diatas ranjang. Untuk tema piyama ini, Kalista tidak mau posenya di tentukan oleh photographer, Kalista mau semua posenya alami seperti bangun tidur pada umumnya.


Photographer sama sekali tidak kesulitan untuk memotret pasangan suami istri ini, kemistrinya dapat dan semua posenya nampak natural dan alami. Dari mulai Kalista merentangkan tangannya dan menguap pose khas bangun tidur. Arka yang memberikan morning kiss padanya, lalu pelukan hangat yang di berikannya pada saat bangun tidur. Mereka memang mempunyai angle yang bagus.


"Ibu silahkan ganti pakaian dengan yang ini!" Desainer wanita yang tadi malam mengukur tubuhnya itu menunjukan satu dress putih.


"Laper." Kalista menatap Arka dengan tatapan mengiba. Wajar saja jika Kalista laper karena ini memang jam nya sarapan.


"Pending dulu 20 menit."


Semuanya mengangguk dan mematuhi apa yang Arka ucapkan. Memang siapa yang nggak setuju atau memberontak? Tidak akan ada yang berani melawan perintah Arka. Karena mereka semua tahu bagaimana Arka memperlakukan mereka, cuek tegas dan lumayan kejam, sama sekali tidak akan ada basa-basi! Bahkan mereka semua sampai kaget dan terlonjak ketika melihat Arka memperlakukan istrinya, tatapannya selalu hangat dan penuh cinta. Istrinya sangat di manjakan dari segi apapun.


Hari ini sarapannya nasi goreng, udah beberapa hari sarapannya roti terus. Kalista merasa bosan, dan akhirnya kemarin request sama bibi agar di buatkan sarapan nasi goreng untuk pagi ini. Nasi goreng kecap manis dan ceplok telur + sosis goreng itu telah tersedia di atas meja makan.


"Tiara mana?" Kalista tidak mendapati sahabatnya itu di meja makan.


"Masih di kamar kayanya." Ucap Evan datar.


Tadi malam Kalista menyadari ada sesuatu hal yang berbeda dengan sikap sahabatnya itu, dan pagi ini sikap Evan yang agak sedikit gelisah itu cukup memperkuat instingnya. Lagi pula Tiara kan sering menemani Kalista kemana-mana, aneh juga lagi ini dia tidak menyaksikan pemotretan yang Kalista dan Arka lakukan.


"Biar saya panggilan." Bibi pelayan.


"Bilangin di suruh saya ya bi." Ujar Kalista.


Bibi pelayan langsung saja memanggil Tiara di kamarnya. Tidak berselang lama Tiara pun menghampiri ke meja makan.


"Manja amat sih harus di panggil?" Celetuk Kalista yang sedang sibuk mengunyah nasi goreng kecap manis.


"Laparnya sih dari tadi, tapi ya gimana masa iya sarapan duluan? Nggak enak sama tuan dan nyonya yang punya villa." Jawab Tiara, tangannya mengambil nasi goreng kedalam piringnya, mengambil ceplok telur dan sosis. Suaranya berusaha senormal mungkin, tetapi masih tetap enggan untuk melirik Evan.


"Sungkan amat mbak, sarapan duluan aja kali nggak apa-apa." Sahut Arka.


"Nggak mau! Nggak sopan sarapan mendahului pak boss." Tiara cengir kuda, kemudian menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Hmmmmm." Hanya itu yang keluar dari mulut Arka.

__ADS_1


"Btw tadi malam gimana dinnernya? Lancar? Romantis? Apa gimana nih?" Imbuhnya lagi, namun Arka masih tetap menikmati sarapannya.


"Ah itu tadi malam...." Ucapan Tiara terhenti karena Evan pun ikutan menjawab.


"Seru, mau lagi malah. Tadi malam..," Evan menimpali perkataan Tiara, namun kalimat terakhirnya menggantung.


Kalista dan Arka tersenyum menyeringai, kemudian menatap Tiara dan Evan bergantian. Kalista semakin yakin bahwa tadi malam memang telah terjadi sesuatu pada mereka. Sedangkan Arka hanya senyum menyeringai saja, soalnya Arka sudah tahu. Karena Evan memberitahukannya dan meminta saran dari Arka sebelum mengajak Tiara dinner.


Wajah Tiara sudah semakin merah merekah seperti tomat over cook. Tidak ada jawaban lagi yang keluar dari mulutnya, kepalanya menunduk dan terus saja menikmati sarapannya, tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya dari Kalista.


"Gimana bro?" Tanya Arka penasaran.


"Ya begitu lah wanita, selalu bersikap biasa saja, tapi sebenarnya sangat menikmati. Istilahnya sih malu-malu tapi mau." Jawab Evan sambil melirik Tiara sekilas.


"Awwwwww." Evan meringis dan memekik kesakitan, Tiara sengaja menginjak kaki Evan sangat keras. "Sakit ra." Evan masih meringis dan menatap Tiara.


Arka terkekeh melihat dua manusia di hadapannya ini. "Gengsinya gede! Sosoan menjaga harga diri, atau lebih tepatnya jaga imege! Wanita kan gitu sukanya di kejar, nggak mau ngakuin perasaan sendiri. Emang agak ribet tuh makhluk yang namanya wanita."


Kalista melotot, bahkan bola matanya seperti akan keluar dari kelopak matanya, Arka sampai merasa seram melihatnya.


"Iya lah gengsi! Cowo kan gitu so'soan cool, padahal kan di hidupnya tetap butuh wanita! Coba aja kalau di tinggalin pasti bakalan uring-uringan, seru juga ya kayanya kalau gue selingkuh atau jadi simpanan om om kaya raya tajir melintir bak miliarder." Kalista telah menghabiskan sarapannya, tangannya menopang dagu, tersenyum sumringah seperti sedang membayangkan apa yang telah di ucapkannya. Tapi di hatinya Kalista berucap amit-amit, karena ini hanya mempermainkan Arka saja.


"Boleh saja silahkan! Aku nggak keberatan, karena aku punya banyak wanita simpanan. Mulai dari yang cantik tinggi putih body aduhai bagaikan seorang model profesional internasional, atau mau yang imut-imut loly berusia 17 tahun yang di hidupnya selalu butuh iPhone, kan segar banget loly masih muda belia, bahkan masih SMA. Atau nyari janda juga nggak buruk, janda kan lebih berpengalaman. Atau ke club malam aja cari yang seksi-seksi." Bukannya marah, Arka malah mengisengi balik Kalista.


Hati Kalista merasa panas, bahkan kepalanya seperti sedang mendidih. Kalista ingin marah, namun kalau marah saat ini nanti malah ketauan kalau dia jealous, Kalista kan gengsinya Seluas samudera.


"Pak Evan, ingat nggak sih pertemuan awal kita? Waktu itu lucu aja gitu kita bisa ketemu begitu saja. Takdir Tuhan memang indah ya pak, bahkan pak Evan sampai jatuh cinta pada pandangan pertama. Wajar pak saya kan cantik." Kalista mengedipkan sebelah matanya, tatakannya sangat genit dan menggoda.


"Mari mulai suatu hubungan dari awal." Kalista semakin menunjukan ekspresi wajah menggairahkan.


Lama kelamaan Arka semakin tidak tahan dengan sikap dan ekspresi istrinya ketika sedang berusaha menggoda Evan. "Udah deh! Iya aku lebih cinta kamu, sangat-sangat cinta! Ingat ya tubuhmu, dan ekspresi genit manjamu barusan itu hanya untukku, jangan pernah di berikan pada pria lain." Arka merangkul bahu Kalista. Akhirnya Arka pun mengakuinya.


"Duh dasar ya bapak ini punya gengsi segede gunung." Kalista terkekeh geli mentertawakan sikap Arka. "Punya istri cantik dengan paket komplit tuh harus bangga! Jangan cari selingkuhan! Di dunia ini hanya ada satu Kalista dengan sejuta kelebihannya, aku jamin kamu nggak bakalan menemukan wanita sekeren Kalista." Imbuhnya lagi menyombongkan dirinya sendiri.


"Iya nggak bakalan lah! Aku kan setia! Kamu satu aja nggak bakalan habis, ngapain mesti nambah?" Kata Arka sambil mencium pipi Kalista.


"Ih nanti pipi aku berminyak!" Keluh Kalista.


"Btw, jadi gimana tadi malam? Ada apa?" Kalista kembali lagi mempertanyakan topik utama obrolan ini.


"Penasaran kan? Jadi gini...,"


"Jadi tadi malam kita makan di kafe, kafe nya bagus banget. Lain kali lu harus coba ta." Tiara langsung memotong ucapan Evan, bangun dari duduknya lalu masuk ke kamarnya.


Setelah selesai makan, Kalista langsung di pakaikan dress berwarna putih oleh desainer. Dress itu sangat pas di tubuh Kalista, dress berwarna putih memiliki ekor yang sangat panjang. Mutiara-mutiara putih bertaburan di dalam dress itu di sandingkan dengan kupu-kupu kecil berwarna putih.


MUA langsung saja memoles wajah Kalista. Make up natural dan sentuhan lipstik merah muda di bibir Kalista semakin menambah aura kecantikan Kalista.


Untuk rambutnya saja Arka bahkan sampai memanggil penata rambut kelas tinggi. Rambut Kalista di gelung kecil, rambut bagian pinggirannya di disisihkan sedikit lalu di curly, jepit rambut ala-ala pengantin menempel sangat indah, sehingga penampilan Kalista semakin terlihat sempurna.


Arka mengenakan jas putih. Mungkin pria pada umumnya akan menolak memakai jas putih karena terkesan kurang cocok dan akan membuat wajah terlihat kusam. Namun berbeda dengan Arka, jas putih itu sangat cocok melekat di tubuhnya. Rambutnya pun sama di tata oleh sang penata rambut.


Beberapa orang mengangkat ekor dress, Kalista berjalan di gandeng oleh Arka menuju taman halaman villa. Begitu sampai di depan villa Kalista menatap takjub, taman telah berubah menjadi sangat cantik, seperti dekoran untuk acara tunangan.


"Keren banget." Ucap Kalista matanya masih belum berkedip menatap taman itu.


"Harusnya aku pakai high hells nih pasti makin keren." Ucapnya dengan lirih.


"Nggak boleh! Karena high hells bisa membahayakan ibu hamil, terutama janin di perut kamu." Ucap Arka smabil menggenggam tangan Kalista.


Untuk tema pakaian putih ini semua posenya diatur oleh photographer, Kalista juga tidak keberatan. Karena sejujurnya sekarang dirinya merasa sedikit susah bergerak, karena ekor dress nya terlalu panjang.


Kalista berdiri menyamping sambil memegang perutnya, beberapa desainer sibuk menata ekor dress ini agar terlihat mengembang. Arka berjongkok di hadapan Kalista, memegang perut Kalista sambil mendongakkan kepalanya seraya tersenyum bahagia.


"Satu, dua, tiga." Photographer memberikan aba-aba.


"Oke cakep!" Ujarnya sambil mengacungkan ibu jarinya. Kalista dan Arka terus menerus berganti gaya, hingga pemotretan dengan tema putih pun selesai.


Selanjutnya Kalista memakai dress berwarna pink, dress ini juga tak kalah cantiknya dari dress putih. Dress pink ini sedikit lebih berat karena mengusung tema taman bunga, aksen kelopak-kelopak mawar bertaburan di dress itu. Beberapa desainer membantu memakaikannya, karena Kalista cukup kesulitan dengan perut gendutnya.


Kalista merasa lelah, ternyata maternity dengan berbagai macam tema cukup membuat energinya terkuras. Padahal baru selesai pemotretan dua tema, belum lagi nanti yang mengambil latar tempat di luar villa.


Ganti tema ganti make up. Kali ini Kalista di make up menyesuaikan tema. Make up peach lebih cocok dengan dress pink yang kini melekat di tubuhnya.


Rambutnya kini terurai, namun bagian bawahnya di curly biar kelihatan lebih bervolume dan lebih segar. Tidak lupa penata rambut memasangkan mahkota bunga berwarna campuran antara pink dan ungu. Pink menyesuaikan dressnya, sedangkan ungu menyesuaikan warna rambut Kalista. Pemakaian mahkota bunga ini justru semakin membuat dirinya semakin mempesona.


Semua dressnya nampak cantik, begitulah dengan makeup dan hairdo nya. Namun yang membuat Kalista bete adalah setiap ganti tema Kalista hanya menggunakan flatshoes saja, walaupun berganti-ganti model dan warnanya.


"Sangat di sayangkan dress secantik ini harusnya di sandingkan dengan high hells yang cantik, biar penampilan gue semakin ciamik." Gumam Kalista dalam hatinya smabil menatap dirinya sendiri melalui pantulan cermin.


Arka?


Penampilannya kali ini tidak terlalu formal, hanya mengenakan kemeja berwarna senada dengan dress Kalista. Rambutnya juga tidak terlalu rapi, namun kesan cool dan tampan memang selalu melekat di dirinya.

__ADS_1


"Cantik banget istriku." Arka mencium puncak kepala Kalista. Arka tidak mau memgabaikan momen ini, Arka terus menerus mengabadikan setiap tema melalui insta story di akun instagramnya.


Kali ini Tiara pun ikut membantunya, Tiara berusaha mengangkat dress pink tema taman bunga yang beratnya ternyata lumayan membuat tangan pegal.


"Ini dress atau apa sih? Berat amat." Keluhnya sambil terus mengangkat dress itu menuju taman belakang yang ada ayunannya.


"Ini timbangan!" Jawab Arka sambil terkekeh.


"Ini yang namanya sederhana? Gila sih ini mah keren banget atuh, pasti biayanya juga mencapai langit." Tiara menatap kagum dengan dekorasi taman bunga ini.


Arka bilangnya sih dekorasi yang sederhana, tapi ya begitu sederhananya seorang miliarder mah mencekik dompet orang biasa hingga terkuras habis, bahkan mungkin sampai ngutang.


Memang tidak banyak menggunakan properti, pegangan ayunan hanya di liliti oleh bunga-bunga liar. Namun dekoran untuk rumput di sekitaran ayunan menggunakan berbagai macam bunga dengan kualitas terbaik, tahu lah ya harga bunga dengan kualitas terbaik. Jangan lupa! Untuk Arka semuanya tidak ada apa-apanya, mungkin baginya untuk mendesain taman ayunan ini hanya menggunakan uang recehan.


Awalnya Kalista berpose seorang diri, menatap langit cerah sambil tertawa bahagia. Tangannya memegang perut buncitnya. Para photographer sibuk memotret, bahkan desainer pun ikutan sibuk memberikan efek angin agar dress itu terlihat berkibar.


Kalista duduk di ayunan, Arka sangat bawel sekali, komen begini lah begitu lah, maklum bentar lagi mau jadi bapak, jadi rasa paniknya luar biasa. Arka mendorong pelayan ayunan tersebut, Kalista masih tetap memegang perutnya, tatapannya di arahkan pada Arka. Sesuai keinginan Kalista, mereka pun berpose tatapap-tatapan bahagia.


Tiara ikut senang dan sangat antuasias melihat maternity shoot ini, dia bahkan ikut membantu Kalista, terkadang juga memberikan arahan gaya yang sesuai untuk di lakukan Arka dan Kalista.


Evan juga ikut menyaksikan pemotretan itu, namun dia lebih memilih memperhatikan dari jauh. Mau lihat lebih dekat namun takut Tiara malah kabur dan semakin menjauhinya. Keadaan ini memang sangat tidak menyenangkan, tapi Evan berjanji akan meminta maaf pada Tiara secepatnya.


Sekarang Kalista berangkat menuju suatu tempat yang telah Arka booking. Para desainer, photographer, penata rambut, dan MUA pun semuanya ikut pergi ke lokasi yang telah Arka tentukan.


Sebuah lokasi yang keberadaannya lumayan jauh dari keramaian, terdapat bangunan kecil yang telah di sulap menjadi seperti negeri dongeng dengan nuansa putih dan gold, perpaduan warna yang sangat sempurna.


Kalista bahkan sampai memeluk Arka dan berkali-kali mengucapkan kata "Terimakasih" Kalista benar-benar sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat mengertian dan selalu memanjakannya. Terlebih lagi ini kemauan maternity nya terpenuhi semua.


Untuk maternity tema princess ini Kalista sangat-sangat antusias, dress berwarna gold dengan aksen manik-manik cantik bertaburan di seluruh dress, Payet bunga-bunga kecil menjalar dari pinggang hingga memenuhi perutnya. Bahkan para desainer pun memakaikan petikot agar dress terlihat mengembang dan terlihat lebih hidup. Rambutnya di sanggul indah ala-ala princess, kini Kalista tampil sangat anggun dan elegan dengan Mahkota di kepalanya.


Make up kali ini benar-benar di buat seperti princess di negeri dongeng, Kalista bahkan sampai kaget ketika bercermin, wajahnya sudah berubah menjadi seperti Barbie.


Arka memakai jas berwarna gold, rambutnya tertata sangat rapi. Menggunakan sepatu pantofel yang sangat mengkilat indah.


Pose-posenya yang mereka buat pun sangat cantik, bergaya sama persis dengan princess di negeri dongeng. Maternity shoot dengan tema princess ini mengambil banyak gaya dan tentunya biaya juga, Arka sengaja memperbanyak foto di tema ini agar Kalista bahagia.


Bangunan kecil yang di sulap menjadi negeri dongeng ini pasti menghabiskan banyak biaya, setidaknya Arka merogoh kocek lebih dalam lagi. Namun pada kenyataannya bangunan yang telah di sulap ini memang benar-benar menjadi background yang sangat cantik, indah, menawan, elegan dan penuh pesona.


Arka mengambil jeda sejenak, karena kalista butuh istirahat. Arka membawa Kalista masuk ke mobil dan memberikan salad buah dan jus kiwi.


Pengertian!


Ternyata Arka sangat pengertian, atau mungkin siap siaga? Sampai-sampai ia membawa salad buah dan jus kiwi, benar-benar penuh dengan persiapaan.


Wajah Arka nampak cemas dan gelisah, manik matanya terus menerus menatap Kalista. Arka takut Kalista kelelahan dan berefek pada kandungannya. Namun Kalista selalu mengatakan bahwa dia tidak apa-apa dan sangat menyukai maternity shoot yang di lakukannya.


Untuk tema kantoran Arka dan Kalista mengurungkannya, setelah di pikir-pikir aneh juga maternity pakai tema kantoran? Lagi pula baju kantoran kurang cocok di gunakan oleh ibu hamil. Jadi semalam Arka langsung menghubungi para desainer untuk membatalkan tema kantoran. Dan Arka pun menghubungi kantor perusahaan yang telah di bookingnya. Dan Arka tetap membayar harga bookingnya, walaupun tempat itu tidak jadi di gunakannya.


"Gue balik duluan ya! Sorry nggak bisa nemenin, gue khawatir Tiara sendirian di villa, takut dia bosan juga." Ucap Evan dan segera pamit meninggalkan Arka dan Kalista.


"Oke!" Hanya kalimat singkat itu yang keluar dari mulut Arka.


"Udah selesai ya?" Kata Kalista yang sedang mengusap keringat di dahinya.


"Satu lagi! Dan aku yakin kamu pasti bakalan suka." Arka membantu mengusap keringat di dahi Kalista.


Kalista tidak banyak omong lagi, rasa lelah membuatnya sedikit mengantuk. Sehingga Kalista tertidur di dalam mobil. Arka membawa Kalista ke hotel Cara Cara Inn. Sebuah hotel yang berlokasi di jalan Kahyangan Suci, Lingkungan Panda Mas, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.


Hotel ini berjarak sekitar 2,6 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Kenapa Arka membawa Kalista ke hotel Cara Cara Inn? Karena hotel ini mempunyai desain yang sangat Instagramable dengan berbagai benda dan warna yang lucu. Sehingga menarik perhatian para pengunjung untuk melakukan foto maternity, bahkan turis juga banyak yang menginap di hotel ini.


Sebenarnya hotel ini telah penuh, tapi Arka si banyak uang ini mampu membooking dan mengembalikan uang ganti rugi dengan berkali-kali lipat.


Kedatangan Arka di sambut hangat oleh semua karyawan hotel, bahkan manager hotel pun menyambut kedatangan Arka. Berbagi macam jamuan makanan telah tersedia khusus untuk Arka dan Kalista.


Arka menyadari bahwa Kalista sudah lelah karena kegiatan pemotretan ini. Jadi begitu sampai, Arka langsung menyuruh Kalista untuk berganti baju dengan baju yang telah di sediakan oleh desainer.


Tema Instagramable ini juga di sukai oleh Kalista, berbagai macam outfit berwarna-warni melekat di tubuh gendutnya. Para desainer ini memang benar-benar desainer kelas tinggi, profesional, dan mempunyai banyak rancangan yang telah mendunia.


Untuk tema Instagramable sendiri mereka membuat 7 baju berwarna-warni, menyesuaikan dengan spot dan benda-benda yang terdapat di hotel ini. Nuansa yang sangat unik dan ciamik, bahkan Arka dan Kalista saja have fun melakukan pemotretan ini. Gaya nya sangat asal-asalan, natural, alami, memang sengaja tidak menampilkan pose-pose yang serius.


Maternity shoot atau pemotretan saat hamil memang sangat di tunggu-tunggu oleh para bumil, tentunya Kalista juga begitu. Kalista dan Arka hanya mempersiapkannya dalam satu malam saja, tidak banyak persiapan lainnya. Karena Arka langsung memanggil desainer, photographer, MUA, MO, dan lain-lainnya.


Ditangan photographer profesional, di tunjang dengan busana yang elegan, make up natural, flawles, bold, hingga make up seperti Barbie pun semakin mempercantik wajah Kalista, walaupun sebenarnya Kalista memang sudah cantik secara alami.


Arka bersyukur mengabadikan momen kehamilan dengan sesi pemotretan maternity nya berjalan lancar.


Dan, khusus untuk para desainer Arka memberikan bonus yang lebih tinggi (banyak), karena Arka memang sangat merepotkan para desainer, para desainer itu sampai bergadang untuk membuat busana khusus dan sesuai permintaan Kalista. Bahkan mereka malam-malam pergi membeli berbagai macam bahan.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment yang banyak!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2