
"Mas jangan memaksa anak-anak untuk menikah dengan pria penuh luka bakar itu ,apa kata orang nanti .,"
"Kenapa gak ana saja yang menikah dengan tuan Dimas ,tidak mesti harus putri kita ." ucap Sintia...
"Dia keponakan ku Sintia , tuan Dimas hanya meminta putri kita yang ingin dia nikah kan, " ucap Erik menolak perkataan Sintia
" Bukan kah waktu itu kau bilang , dia juga sudah anggap dia putri mu sendiri, kau sudah terlalu banyak mengeluarkan dana untuk anatasya , sekarang saat nya dia membalas Budi padamu mas."
Erik berpikir apa yang di katakan istri nya , mau gimana pun dia lakukan itu untuk perusahaan nya ,perusahaan yang di kelola Yudha dengan dirinya , tidak ada salah nya dirinya untuk meminta tolong pada ana.
Di sisi lain Bryan sedang menikmati secangkir kopi yang dia siap kan sambil tersenyum tipis , dia tidak menyangka Erik Pratama menerima syarat yang di berikan oleh Dimas ,tapi dia tidak menyangka juga hal yang paling terkejut dengan apa yang akan di lakukan Erland si pria batu tumpul itu.
"Apa ini akan berlanjut ke pernikahan , hal konyol apa yang akan di lakukan oleh si awan mendung itu ..."
"Apa dia akan menakuti istri nya kelak , untuk apa dia menyuruh ku untuk membeli kulit palsu itu ."gumam Bryan dengan nafas berat nya
......................
Malam pun tiba , keheningan yang ada di mansion Anggara membuat Erland berkutik dengan dentingan sendok dan garpuh
Pria itu sedang menikmati makan malam nya sendiri di meja makan besar itu .
"Bi Ani , siap kan makanan untuk kakak ku ,setelah ini aku akan ke atas,"
"Baik tuan muda."
Erlan menyelesaikan makan malam nya dengan pikiran yang akan menikahi gadis yang di pilihkan kakak nya itu .
Bagaimana pun juga dia akan menggeretak istri nya itu nanti, makan malam pun tak terasa sudah selesai , Erland berjalan dan membawa nampan makanan untuk makan Dimas, di saat dia masuk Dimas sedang di gantikan perban oleh kedua dokter ..
__ADS_1
"Apa ada perkembangan buat kakak ku , apa kalian cuman hanya bisa menggantikan perban nya saja ." ucap Erland dengan tatapan dingin nya ..
"Erland kau menakuti mereka ,mereka sudah berusaha keras untuk merawat ku ,,"
Erland menghela nafas nya berat ,dia begitu tak tega melihat keadaan kakak nya itu .
" Baiklah kalian istirahat ,"
" Ba_baik tuan ." ucap kedua dokter itu berlalu pergi
"Erland kau tak boleh seperti itu , mereka ketakutan pas kau datang ,apalagi di saat kamu berbicara ."
"Apa aku terlihat seperti Monster yang akan memakan mereka .",ucap Erland dengan tampang dingin nya
Dimas terkekeh mendengar perkataan erland..
......................
Di sisi lain ,Erik melangkah kan kaki nya untuk ke kamar ana , dia mengetuk pintu kamar ana ,yang dia lihat anak sedang mengerjakan soal kuliah nya .
"Paman ,kenapa berdiri di situ masuklah.", ucap ana
"Ana , ada yang ingin paman bicarakan sama kamu sebentar , boleh kah kamu ikut paman dulu ke ruang kerja paman ."
"Iya paman .."ucap ana mengikuti erik
Ana berpikir ,apa yang akan paman nya bicarakan itu , tidak seperti biasa nya .
Tak butuh waktu lama ,ana berdiri d depan pintu ruang kerja Erik dan mengetuk pintu itu.
__ADS_1
"Masuklah ana , ada yang ingin paman bicarakan sama kamu ." ucap Erik menghela nafas nya .
"Begini ana , perusahaan paman dalam keadaan bangkrut ,Minggu lalu paman membuat kontrak kerja sama dengan tuan Dimas Anggara ,di sisi lain paman harus mengatakan ini sama kamu ,apa kamu mau mendengar kan paman Kali ini ana ." ucap Erik menatap mata ana, yang di angguki ana
" Paman sudah membuat janji kontrak itu dengan tuan Dimas meminta syarat , agar dia bisa menerima kontrak kerja sama dengan perusahaan paman ,dia meminta syarat agar paman memberikan salah satu putri paman yang ingin di jadikan istri nya , paman sudah berusaha membujuk putri paman untuk menerima syarat tuan Dimas , tapi hasil nya nihil , putri paman semua nya menolak akan hal itu ." ucap Erik dengan menghela napas nya berat .
"Lantas , kenapa paman memanggil ku ke sini ,"..ucap ana dengan tatapan yang sulit di artikan..
"Ana , sebelum nya paman minta maaf sama kamu ,apa kau bersedia menikah dengan tuan Dimas."
"Ana ,bantu paman dan paman sudah membesar kan kamu dua puluh tahun , paman sudah berusaha sebisa mungkin apa yang paman lakukan untuk menyelamat kan perusahaan itu."
"Tapi keluarga Pratama akan bangkrut ,jika kontrak kerja sama paman dengan tuan Dimas di batal kan.
Ana tertegun dengan ucapan pria paru baya yang ada di depan nya .
Bagaimana bisa dia menikah dengan pria yang tidak tahu asal usul nya ,bahkan rumor pria itu di nyatakan sudah tidak berwujud paras nya , bahkan tubuh nya ,dia tidak bisa melakukan apapun selain menerima nya .
"Baiklah paman, aku akan menikah dengan tuan Dimas."
"Sebagai balas Budi ku padamu karna telah membesarkan aku ."ucap ana bergetar .
Erik termenung ,dia harus membawa ana dalam masalah perusahaan nya ,sebener nya dia tidak ingin menyeret ana dalam masalah ini , tanpa terasa dia menetes kan air mata nya ,dia merasa tidak bisa menjaga amanat dari sang kakak untuk menjaga anak semata wayang nya .
"Ana maaf kan paman , maaf .." lirih erik
"Tidak apa paman aku akan menerima nya ,paman gak perlu menangis ,aku akan baik-baik saja, kalau begitu ana pamit ke kamar dulu paman ," ucap ana berlalu pergi ,tanpa terasa air bening itu membasahi kedua pipi mulus nya ana .
"Ya Tuhan apa ini sudah menjadi takdir ku ,apa ini takdir ku untuk menikah dengan seorang lelaki yang cacat , tapi aku harus membantu paman, karna selama ini dia sudah banyak membantu ku. "batin ana.
__ADS_1