
Ana menghembuskan nafasnya dengan berat , dia masih mengkhawatirkan kondisi anak panti baru itu untuk biaya oprasi ,dia tidak tahu harus mencari uang kemana lagi .
"Apa aku minta bantuan sama Wirda ,tapi dia sedang kuliah ,dan kehidupan dia juga sama seperti diriku ." ucap ana dengan tatapan sendu melihat langit-langit atas kamar nya.
Kehidupan ana penuh dengan kejutan dengan hati yang tidak menyenangkan , dulu dia selalu di perlakukan seperti pelayan oleh keluarga Pratama ,kini dia tiba-tiba sudah menikah dan berstatus istri dan bersuami , bahkan dia tidak pernah bertemu dengan suami nya sendiri , kini hidup nya selalu bertentangan dan harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan setelah menjadi istri dari Dimas, bahkan yang bikin hidup nya tertekan adalah di mana dia tinggal di kediaman Anggara dia selalu berhadapan dengan pria yang sungguh ia benci , bukan benci melain kan pria itu menjengkel kan selalu membuat ana ingin marah .
"Mohon maaf tuan Erik , bisakah anda memanggil Anatasya, waktu saya tidak lama dan saya harus membawa dia untuk segera pulang , dan kakak ku menunggu nya ." ucap Erland dengan dingin nya.
"Baiklah saya akan panggil dia untuk segera ke bawah ,? Vika tolong panggil kan ana untuk kembali ke bawah ," .ucap Erik yang di angguki vika
wanita itu tentu saja senang , dengan antusias dia segera berjalan melangkah ke atas ,bagi nya ini adalah kesempatan emas untuk membujuk ana ,agar dia bisa dekat dengan Erland, tak berselang lama , Vika pun akhir nya sampai di kamar ana dan mengetuk pintu itu .
"Ana , ini aku Vika dan aku akan masuk ,"
"Masuk lah ,ada apa ."
"Ana aku tahu ,kau tinggal di keluarga Anggara tertekan Kan ,dan mungkin kamu juga tidak nyaman dengan suami kamu Dimas ,jika kamu merasa tidak nyaman di sana , aku akan menemani mu di mansion Anggara untuk beberapa hari , kau tak perlu khawatir ,nanti aku akan minta ijin terlebih dahulu pada tuan Erland , dan aku juga akan meminta ayah ,agar aku bisa menemani mu di sana." ucap Vika penuh harap.
Ana terkejut dengan perkataan Vika ,tidak menyangka wanita yang ada di depan nya ini ingin menemani nya di mansion Anggara .
"Vika apa ini tidak terlihat canggung kau ikut dengan ku hanya untuk menemani ku ." ucap ana menatap Vika .
"Ana kau tak perlu khawatir ,aku tahu kau menikah dengan tuan Dimas hanya terpaksa karna perusahaan ayah , bagaimana pun juga kau sudah menjadi istri sah dari tuan Dimas ,dan maaf kan aku ,kamu harus menggantikan posisi kami yang harus menikah dengan tuan Dimas , dan sekarang aku tahu kamu tinggal di sana tertekan , aku tahu kau kabur dari mansion itu karna tidak nyaman ,kalau bukan karna itu lalu apa lagi ana, makannya aku akan menemani mu di sana untuk beberapa hari ." ucap Vika yang penuh harap untuk mencapai keinginan nya ,
__ADS_1
"Ana aku akan kembali kebawah ,bersiap lah ." ucap Vika berlalu pergi .
Ana berpikir sejenak dari perkataan Vika ,
jika dia di temani oleh Vika ,kemungkinan Erland tidak akan berbuat senonoh lagi seperti hal nya di waktu di mana erland memegang salah tubuh nya dari ana.
"Yang di katakan Vika benar ,jika aku di temani oleh nya ,Erland tidak akan mungkin menganggu ku lagi ,bahkan berbuat semau nya, dan jika ada Vika kemungkinan dia akan menghargai aku sebagi kakak iparnya." gumam ana
"Baiklah aku akan pulang demi suami ku."
"Aku tidak boleh diam dengan kelakuan Erland ,kau tak boleh lemah ana di hadapan pria brengsek itu , kau harus bisa melawan nya jika dia memperlakukan mu dengan apa yang dia lakukan ." gumam nya lagi
Kini ana terpaksa harus kembali turun, Karna pria brengsek yang tengah di bawah telah menunggu nya, dia melihat Erland dengan senyum jahil nya , ana kesal melihat tingkah pria yang ada di hadapan nya itu .
"Tentu saja nona Vika ." ucap Erland dingin dan berlalu pergi menghampiri Erik .
"Cih ...wanita ini pura-pura polos di depan ku , trik apa yang akan dia mainkan ,? menjijikan ."Batin Erland .
"Tuan Erland bisa kah aku juga ikut mengantarkan ana ,aku bisa saja ikut satu mobil dengan mu." ucap jenika yang tak tahu malu nya .
"Mohon maaf nona jenika , mobil saya tidak bisa untuk di tumpangi dua orang ,Karana saya alergi dengan wanita yang sudah berbekas ."bisik Erland di hadapan jen
Jenika terkejut dengan apa yang di lontarkan Erland, apa maksud dari omongan pria itu ,apa dia tahu sesuatu tengtang dirinya , jenika diam tak menjawab pria itu .
__ADS_1
Erland hanya menatap sinis terhadap jenika ,dia tahu siapa jenika itu , dia adalah wanita yang selalu bermain-main dengan pria yang berduit , bahkan Jenika pernah berhubungan lebih dengan sahabat nya Erland .
Kini Erland berpamitan kepada tuan rumah ,dan akan pergi dari keluarga Pratama .
Ana dan juga Vika masih dalam perjalanan menuju mansion Anggara.,
sementara Erland mengikuti mereka berdua dari belakang ..
Vika tentu saja senang karna niat nya hampir ia lakukan .
"Aku rasa aku akan mendapat kan nya , aku pasti bisa menaklukkan pria seperti dia .", batin Vika dengan tersenyum merekah .
"Ana pasti kau sering bertemu dengan Erland setiap hari di mansion itu , lagi pula kau adalah istri dari Dimas, bahkan Dimas itu kakak nya ,bukan kah dia serumah dengan Dimas ,aku rasa aku beruntung sekali ,Ayah mengajukan kerja sama dengan perusahaan kakak nya ,karna dari itu aku bisa bertemu dengan Erland ." ucap Vika dengan tak tahu malu nya.
"Apa Vika menyukai pria brengsek seperti erland, dan apa tadi dia bilang, ?beruntung ..
Heyy Vika sadar lah , jika bukan karna aku yang menggantikan posisi kalian ,kalian tidak akan tahu gimana nasib ku menjadi kakak ipar nya si Erland sialan itu ,? apa yang di maksud beruntung dari mulut mu itu hahh, kau akan beruntung jika kau mendapat kan pria yang begitu menjengkel kan, brengsek , dan pisikopatt seperti Erland begitu maksud mu "
"Kau jangan tertipu oleh wajah nya Vika , meskipun dia tampan dia itu pria berbisa ," Batin ana
.
.
__ADS_1