
Ke esokan harinya .
Pagi-pagi sekali Dista menyiapkan keperluan suaminya ,dimas yang melihat istrinya kupat kepot dan sibuk mengurusi keperluan nya hanya geleng kepala .
"Sayang !! kamu jangan terburu-buru seperti itu........." ucap dimas terhenti saat Dista kini tengah memotong ucapannya .
"Gapapa Kak !! aku sengaja cepat-cepat menyiapkan keperluan mu !! aku pagi-pagi akan ke rumah sakit menjenguk Nabila ,?! huh . . aku akan pancing Nabila agar dia cepat bangun " ucap dista sembari menyiapkan jam tangan dimas.
Dimas mengerutkan keningnya dengan perkataan terakhir istrinya ,dia tidak paham dengan ucapan Dista dengan kata pancing.
"Maksud mu pancing gimana ." ucap Dimas penasaran .
"Kak !! kau tahu ? aku sungguh geli sekali melihat sekertaris mu yang kaya tukang pemulung ,?! huh maka dari itu aku akan memancing Nabila untuk menipu dia ." ucap Dista yang lagi-lagi tidak Dimas mengerti .
Dimas hanya menggelengkan kepalanya ,terserahlah apapun yang akan di lakukan oleh istrinya itu ,toh mau bertanya lagi juga dia tetap tidak akan mengerti .
"Ingat !! jangan lama-lama di rumah sakit ,baby Armand dan baby Arnold butuh kamu juga ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Kini Dimas pun bersiap untuk memakai pakaian kantor yang sudah di siapkan istrinya ,sementara Dista dia tengah memberikan asi pada putranya ,setelah itu dia juga akan siap-siap untuk pergi ke rumah sakit .
Setelah selesai menyusui putra-putra nya ,Dista menyuruh pengasuh untuk menjaga nya , Dimas yang sudah menunggu di luar tengah menerima telpon , dan tak butuh waktu lama ,kini Dista pun sudah berada di luar dan akan berangkat bersama suaminya ,Dimas terlebih dahulu akan mengantarkan istrinya untuk pergi ke rumah sakit .
Sesampainya di rumah sakit ,Dista pamit pada suaminya ,sebelum turun Dimas menahan tengkuk dista dan mencium keningnya .
"Ingat jangan lama-lama , setelah itu nanti hubungi pak Urip untuk menjemputmu ." ucap Dimas .
"Iya kak " ucap Dista mengecup bibir Dimas dengan cepat dan membuat Dimas terkejut saat apa yang di lakukan istrinya .
"Sayang kau sudah menggodaku ." ucap Dimas yang kini menahan tangan Dista .
Dimas menarik tangan dista ,dan tak luput juga pria itu mencium bibir istrinya itu dan akhirnya ciuman itu pun di mulai di dalam mobil ,hingga ciuman itu terhenti saat Dista mendorong dada bidang suaminya dan langsung keluar dari mobil .
Dimas tersenyum senang saat mendapatkan vitamin paginya ,diapun meninggalkan rumah sakit itu dengan masih menampilkan senyuman ,sementara Dista kini dia sudah berada di ruangan rawat Nabila .
Dista duduk di kursi dan menatap sahabatnya itu ,Dista menghela napasnya dan mengelus tangan Nabila dengan berceloteh tentang dimana dirinya bermain ke rumah nya untuk melihat baby Anjani .
Bahkan Dista tertawa mengingat dimana wajah putri sahabatnya itu begitu lucu dan kini sudah sangat begitu gembul ,Dista bercerita tentang dimana tempo hari ikut mengurusi baby Anjani bersama omah ,
"Nabila ?! dia begitu sangat lucu dan gemes ? dan bahkan dia adalah bayi cantik yang akan mengalahkan kecantikan mu saat dia dewasa nanti ,?! dan kau tahu ,aku kemarin sempat di kotorin oleh kotoran anakmu itu beberapa kali saat menggendongnya ." ucap dista .
Dista menghela napasnya ,sedari tadi dia berbicara sendiri dan hal itu pun tidak ada respon dari Nabila ,itu sudah hal biasa setiap orang yang mengunjunginya hanya bisa bicara sendiri tanpa di jawab oleh Nabila .
Mengingat akan hal Bryan Dista jadi ingat sesuatu untuk memancing sahabatnya itu untuk bangun ,Dengan tersenyum jahil ,Dista kini berdiri dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Nabila .
"Kau tahu tidak Nabila ?! sekarang suamimu semakin tampan ?! huh bahkan aku dan omah kemarin melihat suamimu di gerumuti oleh wanita-wanita cantik ,bahkan anak SMA pun ikut tergoda oleh ketampanan suamimu itu "
."Nabila aku sungguh takut ?! jika kamu tidak bangun-bangun juga Bryan pasti akan mencari ibu sambung untuk baby Anjani ,secara kebetulan suami mu itu tampan dan banyak wanita-wanita yang tergila-gila pada nya ,tapi tenang saja ?! aku sudah membasmi wanita-wanita cap pelakor itu ,?! Nabila ,aku dan omah serta yang lainnya berharap kamu itu bangun ,"
"Maka dari itu Nabila !! kamu cepetan bangun sebelum suamimu itu di rebut oleh wanita lain dan menjadikan ibu sambung untuk Baby Anjani ." ucap Dista .
Sudah stengah jam Dista berada di ruangan Nabila dan berceletoh sedari tadi ,kini dirinya harus pergi meninggalkan sahabatnya untuk pulang ,dan tak lupa Dista menaruh bunga lili kesukaan sahabatnya itu yang dia bawa tadi dan di letakan di samping nya Nabila .
Setelah satu jam kepergian Dista ,kini Bryan yang datang dengan membawakan makanan kesukaan Nabila ,dia tidak pernah lupa setiap harinya selalu membawa kesukaan makanan Nabila di restorannya itu ,meski akhirnya dia sendiri yang memakannya .
"Sayang ?! kali ini aku membawa lobster dan juga pizza kesukaan kamu ," ucap Bryan dengan membuka kotak makanan itu .
Dan hal itu pun sudah menjadi biasa ,tidak ada jawaban dari Nabila dan itu hanya membuat Bryan lagi-lagi berbicara sendiri dengan menatap istrinya dengan sendu .
"Sayang cepatlah bangun ?! baby Anjani merindukan mu ,dia sekarang sudah mempunyai mainan baru sayang ?! kau tahu?! dia begitu cantik seperti mu ," ucap Bryan yang tak berhentinya mengajak Nabila berbicara .
Dari ucapan Bryan ,lontaran Bryan ,sebenarnya Nabila mendengarnya ,cuman hanya air mata yang bisa Nabila keluarkan ,Bryan yang melihat itu tersenyum tipis ,Bryan sudah mendapati perubahan istrinya itu setelah satu bulan ini .
__ADS_1
"Aku tahu kamu mendengarkan ku sayang !! ayo Nabila kamu bangun ,aku disini setia menunggumu " ucap Bryan sembari menggenggam tangan istrinya lembut .
Sedangkan Nabila dia sudah mendengar perkataan suaminya itu ,tapi dia tidak bisa untuk menjawab ucapan Bryan ,dan hal itu seluruh tubuhnya benar-benar tidak bisa dia gerakan ,untuk berbicara pun tidak bisa apalagi untuk membuka mata.
"Mas ?! aku mendengar mu , aku merindukan mu ,merindukan anak kita ,ini sangat sulit bagiku mas ?! aku benar-benar tidak bisa membuka mataku ,dan aku juga tidak bisa membuka mulutku ."
"Nabila ?! kau tahu , aku sungguh kesepian tiga bulan ini ,aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mu Nabila ,aku merindukan mu ,aku merindukan manja mu ,aku merindukan kamu memeluk ku dengan tingkah aneh mu yang selalu membuka kancing kemeja ku ,sayang aku bosan di rumah jika tanpa kamu ." lirih Bryan .
Sekuat tenaga Nabila berusaha untuk membuka kedua matanya dan sampai akhirnya dia berhasil menggerakkan jemarinya ,Bryan yang melihat itu langsung memanggil dokter untuk periksa istrinya yang sekarang mulai ada perubahan lebih pada istrinya .
Bulan lalu saat pertama kalinya Bryan melihat Nabila mengeluarkan air mata ,dia langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi istrinya ,dan dokter pun mengatakan Nabila sudah tidak koma lagi ,hanya saja dia menolak untuk bangun karna masih trauma akan hal ketakutannya .
Dokter pun kini akan memeriksa Nabila dan Bryan berdiri di sampingnya dengan perasaan bahagia ,Bryan sudah tidak sabar ingin mendengar suara istrinya itu ,tapi di saat akan di periksa kedua mata Nabila terbuka dan dia melihat ketiga orang yang tak lain adalah dokter dan perawat serta pria yang tidak ia kenali .
"Tuan !! istri anda sudah siuman " ucap dokter .
Nabila melihat ke sekeliling ruangan itu ,dia mencari seseorang sosok pria yang tak lain adalah suaminya ,tapi tiba-tiba dia teringat ucapan Dista di saat dia belum sadar ,bahwa suaminya begitu populer di kalangan para kaum hawa .
"Tidak ?! mas Bryan jangan sampai nikah lagi Karna aku tidak bangun-bangun ,aku tidak mau nanti putriku punya ibu tiri ,tidak ?! suamiku tidak boleh di miliki oleh siapapun "
Dengan was-wasnya Nabila masih celingak celinguk yang membuat ketiga orang itu saling pandang .
"Saya...."ucap Bryan terhenti saat Nabila membuka suaranya .
"Dokter !! dimana suami saya ," ucap Nabila pelan ,
"Aku ingat tadi mas Bryan masih menggenggam tangan ku dan setelah itu dia melepaskan aku dan keluar untuk menemui dokter ,tapi kenapa sekarang tidak ada ."
Yang pertama dia cari adalah suaminya ,bukan anak atau pun orang lain ,Bryan terkejut dengan perkataan istrinya dan melihat ke arah dokter ,dalam pikirannya dia menjadi traveling ,ada apa dengan istrinya bahkan dia kini berada di sampingnya ,dan hal itu membuat dia menjadi diam mematung dan takut akan hal istrinya yang tiba-tiba menjadi hilang ingatan .
Dokter itu tidak menjawab dia langsung memeriksa Nabila ,setelah itu dokter dan perawat langsung pergi meninggalkan kedua suami istri itu ,Nabila melihat kepergian dokter ,tapi dia saat ini dia mengerutkan keningnya saat pria di ruangan itu tengah berdiri dan melihatnya.
"Kamu siapa" ucap Nabila melihat pria itu dari bawah hingga atas ,yang dimana pria itu berkumis dan rambut gondrong ,tentunya badannya terasa terlihat kurus .
Nabila melihat tatapan itu dan mengenal suara suaminya ,dia juga mengenal tatapan penuh cinta itu ,dan dia mengenal nya sekarang ,betapa terkejutnya dia melihat penampilan suaminya saat ini .
"M_mas " ucap Nabila tak percaya .
"Iya ini aku ?! aku suamimu ?! aku merindukan mu sayang ." ucap Bryan tersenyum dan langsung mencium pipi Nabila .
"Mas ?! kenapa kamu seperti ini ,aku merasa risih melihat mu seperti itu ,biasa nya kamu selalu merawat wajah mu ,dan rambut mu ,dan rambut mu kenapa memajang seperti itu , kenapa kamu tidak terurus seperti ini ." ucap Nabila membelai wajah suaminya .
"Kenapa ?! apa aku jelek ." ucap Bryan dengan ekspresi kecewa .
"Iya ?! kamu sangat jelek mas , kamu berasa tukang jual mas keliling di kota D ,Dista bilang kamu semakin tampan ,tapi apa ini ,dan aku tidak menikahi pria gondrong plus brewokan ." ucap Nabila menahan Bryan yang akan mencium bibir istrinya .
Bryan terkejut dengan perkataan istrinya itu ,dia yang tadinya senang istrinya sudah bangun kini di buat kesal karna ucapan istrinya ,Bryan memberikan senyuman tipis pada istrinya itu dengan lembut .
"Aku akan merubah nya sayang ." ucap Bryan mendekat ke arah istrinya .
"Mas jangan mendekat ?! aku akan mencium mu kalau kumis dan jenggot mu hilang ." ucap Nabila dengan menahan Bryan .
Bryan menghindar dan duduk kembali dia menghela napasnya dan melihat ke arah istrinya ,Nabila yang melihat suaminya jemberut hanya bisa menahan tawanya, pria itu benar-benar seperti tukang penjual mas keliling yang berwajah brewokan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu pun berlalu begitu cepat ,dan satu Minggu pun telah berlalu ,Nabila kini di rumah sakit hanya sendiri ,dan kondisi Nabila pun kian membaik ,dan hari ini Nabila sudah mulai bisa pulang dan akan di jemput oleh suaminya .
Satu Minggu ini Nabila hanya melihat putrinya lewat video call , dan tentunya Nabila begitu tidak sabarnya ingin cepat menemui putri nya yang kini kian bertumbuh, Karna rasa bosen menunggu Bryan Nabila kini turun dari ranjang nya ,di saat dia sudah turun dan melangkah ,pintu ruangannya terbuka dan dia melihat seseorang ,Nabila terdiam mematung melihat pria itu ,dia terpana melihat ketampanan suaminya yang sekarang sudah berubah .
"Mau kemana " ucap Bryan .
__ADS_1
"E_enggak .. gak akan kemana-mana ." ucap nabila dengan gelagapan .
Matanya tidak bisa berkedip saat melihat wajah suaminya itu ,seketika Nabila tersenyum tipis ke arah suaminya yang dimana kini Bryan tengah menangkup wajah istrinya .
"Kenapa" tanya Bryan .
"Suami tampan ku kembali ." jawab Nabila .
Bryan tersenyum tipis pada istrinya ,dia sebelum ke rumah sakit menyempatkan mampir dulu dan memperbaiki dirinya dan membuang kumis dan jenggot yang tak di sukai oleh istrinya .
"Ayo pulang ?! putri kita menunggu mu pulang ." ucap Bryan
Nabila menganggukkan kepalanya ,dia berjalan dengan Bryan yang dimana pria itu menggenggam tangan istrinya menuju ke luar .
Sementara di sisi lain ,tepatnya di kediaman Bryan dan Nabila ,semua orang tengah menunggu kepulangan Nabila , bahkan ana dan Dista kini tengah menyiapkan kejutan untuk kepulangan sahabatnya itu .
Tania dan Niken pun ikut membantu mereka ,dan kini di rumah kediaman pasutri itu tengah di penuhi dengan dekorasi dan hiasan-hiasan .
Kenzie yang tengah berada di samping sang omah berceletoh dan menunjuk ke arah baby Anjani yang kini tengah di gendong oleh pengasuh ,Ana yang mendengar celetohan putranya langsung mengalihkan pandangannya ke arah putranya yang tengah melihat ke arah baby Anjani .
Tania menghampiri Kenzie yang kini berjalan dengan pelan ke arah pengasuh itu ,bukan Tania jika dia tidak asal ceplos bicara .
"Wow boy ... kau kaya nya menyukai baby Anjani yahh ...?! ana lihat , anak mu begitu antusias sekali ingin kenalan dengan baby Anjani ." celetuk Tania .
Ana saling pandang dengan dista ,tak hanya itu Dista pun tersenyum ,dia pun ikut menimpali perkataan Tania .
"Kenapa gak jodohin aja Kenzie dan Anjani ." ucap Dista menimpali .
Kenzie yang sekarang sudah sangat lancar berjalan sudah pastinya anak itu suka bergerak cepat ,sementara baby Anjani dia masih bayi dan akan menginjak bulan ke tiga ,ana mengahmpiri sang putra nya dengan merentangkan tangannya .
"Kenzie anak mommy ,sini peluk mommy ?!
"Mimi ...Mimi ..." ucap Kenzie menunjuk ke arah baby Anjani yang berada di pangkuan pengasuh .
"Kenapa !! apa Kenzie ingin berkenalan dengan baby Anjani .hmm ." ucap ana yang dimana membuat putra nya tersenyum ke arah sang mommy dan langsung melihat ke arah baby Anjani .
Semua orang tertawa melihat tingkah Kenzie yang kini berjalan ke arah pengasuh itu dan menarik baju baby siter dan mengajaknya untuk duduk di sofa ,dan hal itu membuat ana terkejut dengan apa yang di lakukan putra nya yang telah mencium pipi bayi mungil itu .
Tawa di rumah Bryan dan Nabila itu seketika terhenti saat suara bel rumah berbunyi ,dan siapa lagi kalau bukan pemilik rumah yang datang ,tentunya mereka kini tengah bersiap untuk menyambut Nabila .
Mereka benar-benar menyambut Nabila dengan melangkah ke arah Nabila yang kini melangkah masuk ,tentu saja ana dan Dista lah yang langsung memeluk Nabila sahabatnya itu ..
"Aaaaa .... Nabila akhirnya kau bangun dan kembali ." ucap ana memeluk Nabila .
"Kalian ... menyambut ku dengan semewah ini ." ucap Nabila melihat ke adaan rumahnya seperti akan mengadakan ulang tahun .
Bryan melihat senyuman istrinya ,dia begitu senang, akhirnya yang di tunggu-tunggu dia untuk membawa kembali istrinya tak sia-sia sudah melewati tiga bulan ini ,dan hal itu pun Bryan syukuri .
"Dista ,kau menipuku ?! kamu bilang Bryan akan menikah lagi dan mengganti mami untuk Anjani ,kau menakutiku ?! suami ku itu setia tau ." ucap Nabila dengan melepaskan pelukan Dista .
Dista terkekeh ,tak hanya Dista tapi pria yang ada di samping Nabila pun ikut menahan tawanya ,Bryan mengerti dengan apa yang di lakukan Dista ,agar istrinya itu cepat segara bangun dari koma nya .
"Bagus lah kalau dia setia ,padahal waktu itu ada dua wanita cantik kesini ?! dan kau tahu Nabila ?! wanita itu ingin menjadi ibu sambung Anjani ,tapi itu semua omah atasi ,mereka omah usir ,dan omah menolak kehadiran wanita-wanita itu ,dan omah mengatakan pada wanita-wanita itu wanita Bryan hanyalah kamu seorang ." ucap omah ikut menimpali dan berjalan menghampiri Nabila dan memeluknya
Dan Nabila menganggukkan kepalanya percaya ,dia membalas pelukan wanita paruh baya itu ,Bryan hanya geleng kepala melihat tingkah wanita paruh baya itu ,dia sudah hapal dengan wanita yang merawatnya di waktu kecil itu ,wanita itu memang selalu berakting dan selalu menjadi ratu drama .
Pandangan Nabila melihat ke arah pengasuh yang tengah menggendong bayi ,Nabila tahu pasti itu adalah putri nya ,tentu saja Nabila tahu ,dan kini pun dia melepaskan pelukan omah dan menghampiri Baby Anjani .
"Sayang nya mami ." ucap Nabila menahan tangisnya.
"Sayang ?! mami pulang nak ?! mami merindukan mu ." ucap Nabila lagi sambil membelai wajah putrinya .
__ADS_1
Semua yang melihat itu ikut tersenyum bahagia dan terharu ,Bryan bahagia stelah melewati kesedihan yang sudah berlalu itu kini tergantikan dengan kebahagian yang melengkapi keluarga kecil barunya ,dan itu pun adanya baby Anjani yang menjadi sumber kebahagian dari pernikahannya .