Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Fitting baju dan frewedding.


__ADS_3

Dista pun pergi dari mansion bersama supir tanpa pamit ke wanita paruh baya itu ,Dimas menghela napasnya panjang saat Dista sudah pergi , dia tidak perduli Di saat Dista tidak di antar olehnya ,karna dia terlalu lelah ,jadi dia menyuruh pak Urip untuk mengantarkannya ,Di saat Dimas akan masuk ,omah kini tengah berjalan ke arahnya .


"Dimas ... dimana Dista ." ucap omah .


"Sial ."


"Dista sudah pulang omah ,uhh aku tidak bisa mengantarkan Dista ,aku sakit perut omah ... makannya aku hanya mengantar Dista ke depan ,dan ... dan... aku ... ahh omah aku ke kamar dulu ..." ucap Dimas yang kini memegang perutnya .


"Hais ... anak itu ,, pasti sudah memakan makanan tidak baik ." gumam omah .


Wanita paruh baya itu hanya menghela napasnya berat ,kini dia duduk di sofa ruang tamu ,mansion itu serasa sepi baginya ,Karna seharian ini dia tidak main dengan cucunya ,di Karana kan ana dan Erland tengah main ke keluarga Pratama .


Sementara di kamar sana ,Dimas berdecak kesal dengan membuka dasi yang ada di lehernya , dia tidak habis pikir dengan apa yang terjadi di hari ini , kenyataan dimana dia mendengar ,bahwa yang di jodohkannya adalah Dista pacar kontrak nya sendiri ,bahkan dirinya sudah berjanji pada sang omah ,untuk membawa Dista besok .


"Sial ... kenapa aku tidak berfikir dulu ."


Dimas mengambil ponsel di yang dia lempar ke ranjang tadi olehnya ,kini dia mengirimkan pesan pada Bryan ,Dimas berdecak kesal , sebenarnya dia masih marah akan hal Bryan soal rekaman cctv itu .


Kini dirinya melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,dimas masih saja memikirkan tentang kata menikah dari pembicaraan para orang tua itu , tapi dia tidak ingin membuat omahnya kecewa ,jadi dengan terpaksa dia mengatakan akan menikah dengan gadis itu .


20 puluh menit kemudian,Dimas pun selesai dengan ritual mandinya ,kini dirinya melangkah ke arah ruang ganti , setelah selesai Dimas melangkah keluar untuk pergi ke arah ruang kerjanya .


Di saat dia akan masuk , tiba-tiba matanya melihat ke arah Bryan di ambang pintu yang tengah berdiri dengan menyilangkan tangannya ,Dimas tidak menghiraukan Bryan dia saat masuk ke ruang kerjanya tanpa menutup pintu ,Bryan pun dengan cepat melangkah ke arah ruang kerja Dimas .


Sesampainya di sana, Bryan lagi-lagi berdiri di ambang pintu ,dan melihat Dimas tengah sibuk berada di meja kerjanya , Bryan hanya menengok saja dari arah pintu .


"Cepat masuk !! jangan hanya mengintip " ucap Dimas tanpa melihat ke arah Bryan .


Bryan pun kini melangkah masuk dan berdehem menghampiri Dimas .


"Ada apa kau memanggilku ke sini ." ucap Bryan ..


"Aku memanggilmu kesini untuk memberi hukuman ." jawab Dimas.


Bryan mengerutkan keningnya ,dia tidak mengerti dengan apa yang di maksud Dimas ,kini Dimas melihat ke arah Bryan yang berdiri di depannya .


"Beberapa hari ini aku sungguh lupa akan hal video dimana aku dan gadis itu berciuman di perusahaan ..ah maksud ku ciuman tak sengaja ." ucap Dimas .


"Dan kenapa kau mengirimkannya pada omah , kau tahu ... semenjak omah tahu video itu ,dia meminta aneh- aneh sama diriku dan juga gadis itu ,dan sekarang kau tahu ,permintaan yang di minta oleh omah lebih berat dalam hidupku ." ucap Dimas menatap Bryan .


Bryan terkejut saat Dimas mengatakan video rekaman itu ,Bryan hanya menghela napasnya .


" Ahh ...?! Dimas jangan marah ... aku kasihan pada omah , jadi terpaksa aku mengirim rekaman cctv itu padanya , kau mau memukul ku atau pun menghukum ku ,akan aku terima , tapi Dimas kumohon jangan pecat aku .." ucap Bryan dengan memberikan ekspresi menyedihkan .


"Benarkah begitu ." ucap Dimas .


"E' u'umm..." jawab Bryan.


"Begini saja !! jika kau tidak ingin di pecat ,gaji bulan ini tidak akan aku gaji ..." ucap Dimas .


"Bulan ini ..!! .. la...la..la... jangan dong ... aku ini Lagi ngumpulin uang banyak untuk melamar seseorang gadis ...kenapa kau jadi jahat begitu ." ucap Bryan lemas .


"Baiklah ... !! jika kau masih mengelak juga ,kau harus bersedia pergi menggantikan ku besok ke kota B ... dan ini berkas yang harus kau bawa ke sana ?! ingat ... jangan membantah ,itu hukuman sekertaris pengkhianat yang sudah mengirimkan video itu ." ucap Dimas .


Bryan hanya menghela napasnya berat dan langsung menerima berkas tersebut, dia benar-benar harus pergi ke kota B.. kini dia melangkah duduk di arah kursi ,tepat di hadapan Dimas dan membuka berkas-berkas itu .


"Baiklah ... kalau gitu aku pergi .. ?! salam ke omah dariku ... aku harus pergi cepat-cepat sekarang ,karna aku juga butuh menyiapkan baju untuk berangkat besok ."ucap Bryan yang kini berdiri dari kursinya .


"Kau tidak ikut makan malam disini , temani lah aku dan omah , karna Erland dan ana tidak ada ." ucap Dimas .


"Aku tidak bisa !! soalnya aku mau ke restoran sekalian makan di sana , habis itu akan pergi pulang dan bersiap , maaf aku tidak bisa ,aku pamit ... sampai kan pada omah ." ucap Bryan dengan di angguki Dimas .


Dimas menghela napasnya melihat kepergian Bryan ,mengingat akan hal dimana dirinya berciuman dengan gadis itu di kantor membuatnya berdecak kesal ,dia tahu ,mungkin memang sudah takdirnya untuk bertemu dengan gadis itu .


.


.


.


Di tempat lain .


Dista kini berada di tempat Nabila ,bukannya pulang Dista memilih pergi ke tempat sahabatnya ,bahkan dia pun sebelum pergi ke Nabila dia menyempatkan telpon terlebih dahulu pada maminya .


Dista kini tengah berjalan lunglai ke arah pintu dan mengetuknya , Nabila yang akan melangkah ke dapur mendengar ketukan itu ,Nabila kini melihat jam yang ada dinding menunjukan pukul 19:45 .


Dista yang sudah kesal di depan sana langsung mengirimkan pesan pada Nabila , Nabila yang mendapatkan pesan langsung berjalan mengahmpiri pintu dengan perasaan was-was dan melihat ke arah kaca untuk melihat , Dista yang melihat Nabila hanya nengok saja berdecak kesal.


"Kau ini kenapa hanya melihatku saja , gak bakal bukain ni pintu ." ucap Dista .


"Kau bukan hantu kan ,tidak biasanya kau kirim pesan padaku setelah kau datang ." jawab Nabila .


"Lihat kaki ku ... apa aku ini hantu ." ucap Dista dengan kesal .


"Hehe ... iya-iya aku buka ." jawab Nabila dengan membuka kunci pintu itu .


Nabila mengerutkan keningnya saat melihat Dista hanya masuk begitu saja dengan wajah di tekuk .


" Kenapa ." tanya Nabila .


Dista menghela napasnya berat dan langsung menceritakan semua ,bahkan Dista pun membicarakan soal perjodohan itu ,dari kontrak pacar dan sampai ke pernikahan , Nabila langsung terkejut dengan apa yang di katakan Dista .


"Apa ?! kau mentanda tangani kontrak itu dengan kak Dimas ,dengan begitu omah merencanakan pernikahan kalian ,dan Bahkan kau di suruh pindah ke mansion itu ,." ucap Nabila tak percaya .


"Nabila ... pelankan suaramu ,gimana jika orang lain mendengarnya ." jawab Dista .


"Dista aku tidak menyangka ,ternyata omah menjodohkan mu dengan kak Dimas ,bahkan kau pernah menghina kak Dimas pria tua dan juga pria perut buncit ,CK...CK...CK... aku takut nanti kak dimas akan membalas dendam padamu ,Karna telah mengatainya seperti itu ." ucap Nabila .


"Jika kamu pindah ke mansion ,pria dan wanita berduaan di dalam satu kamar ,itu tidak baik dista ." ucap Nabila lagi .


"Aku tidak tahu ,,, aku harus gimana Nabila ,,, bahkan pria itu mengancam ku." lirih Dista .


"Saran aku mending kamu tolak aja dulu ,dia tidak mungkin bilang sama om Abian ,secara kan dia dan kamu sudah tahu kalau yang mau di jodohkan kakek sama omah itu kalian berdua ,dengan begitu kak Dimas tidak akan mengancam lagi ." ucap Dista .


" Aaaa.. Nabila ... bahkan aku tidak kepikiran itu ,,haaahh ... kenapa aku jadi bodoh begini ." ucap Dista .


Nabila hanya memutar bola matanya jengah ,dia hanya menggelengkan kepalanya melihat Dista yang sekarang ini langsung membaringkan tubuhnya di kasur kecil Nabila .


"Kau mau nginap .. " tanya Nabila .


"Kenapa ?! gak boleh ." jawab Dista .


"Bukan seperti itu ,jika kau mau nginap sana bersihkan dulu tubuhmu ,aku akan beberes untuk kita tidur berdua .?! dan udah sana jangan memikirkan tentang pernikahan itu lagi ,tadi aku udah kasih saran kan ,dengan begitu kau hanya bilang belum siap untuk menikah saja pada omah dan kakek .. kemungkinan mereka mengerti juga , ahh ... dan mungkin mereka akan memintamu tunangan terlebih dahulu .." ujar Nabila ...


"Sudah sanah mandi , aku yakin saran dariku kak Dimas akan mengerti ." ucap nabila ..


Dengan berdiri malas .. Dista melangkah ke arah kamar mandi dan membersihkan diri , nabila hanya menggeleng kan kepalanya melihat Dista begitu lembek saat ini , dalam pikiran nabila justru kebalikannya ,dia menilai Dista lebih beruntung di jodohkan dengan pria tampan dan juga kaya ,pria baik seperti Dimas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun tiba , nabila menggeliatkan tubuh dan membuka matanya ,dia melihat Dista yang masih tidur di sampingnya ,kini Nabila bangun dari tidurnya ,Nabila melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 05.00 pagi .


Nabila melangkah ke arah kamar mandi untuk segera mandi ,dia berniat setelah mandi nanti akan membangunkan dista ,


15 menit pun berlalu ,Nabila telah menyelesaikan mandinya , kini dia berjalan ke arah dista untuk membangunkannya .


"Dis.... Dista ... bangun .. nih udah pagi ." ujar Nabila .


"Dista bangun ." ucap Nabila lagi .


"Emmm ... sebentar lagi mahh ... Dista masih ngantuk ." jawab Dista dalam tidurnya .


Nabila hanya geleng kepala saat Dista menepis tangannya, kini Nabila pun melangkah ke arah lemari untuk ambil baju kerja , Nabila pun menyiapkan baju ganti untuk Dista .


Kini Nabila pun tengah siap dengan bajunya ,setelah siap dia berniat untuk bersantai terlebih dahulu di ruang tamu , di saat Nabila akan keluar ,getar ponselnya berbunyi di karnakan ada pesan , dengan cepat Nabila melihat pesan itu .


"Pagi kelenci kecil ,sudah bangun belum ." Bryan.

__ADS_1


"Pagi ?! udah ." balas Nabila lewat pesan .


"Mmmmm....lagi apa ?! sudah mandi ." Bryan .


"Lagi selenjoran ?! udah dong ." jawab Nabila lewat pesan.


"Sudah cantik Dong ." Gombal Bryan.


"Bisa aja , ?! kamu sendiri lagi apa ." Jawab Nabila simple lewat pesan .


"Mmmm... pasti .. saat ini kamu pasti cantik 😜 .... ?! aku ... aku lagi siap-siap ."


""Nabila !! sebenarnya aku cuman mau bilang , tapi ini penting atau tidaknya ,tapi entah kenapa aku ingin bilang dan mengatakannya ."


"Pagi ini aku akan pergi ke kota B untuk pekerjaan bisnis , dan aku juga tidak tahu kapan kembali , .... emmm ..."


"Mungkin aku akan kembali hari Minggu , aku chat kamu cuman mau bilang ... NLSnya ."


Nabila hanya melihat pesan yang di kirimkan oleh pria itu .. dia tersenyum lalu senyum itu seketika menjadi hamar saat Bryan mengatakan akan pergi , ada rasa takut disaat Bryan mengatakan akan pergi ke kota yang jauh .


"Emmm ... iya , hati-hati di jalan ya , semoga selamat sampai tujuan , " balas Nabila .


"Iya ... kamu juga NLSnya jangan lupa ." balas Nabila lagi .


"Semenjak aku ke mansion dengan Dista ,kita sering chatingan ."


5 menit ,10 menit Nabila menunggu balasan dari Bryan , tapi pria itu tidak juga membalasnya dan belum membuka pesan darinya , sembari menunggu pesan dari Bryan , Nabila melangkah ke kamar untuk membangunkan dista , di saat Nabila sampai kamar , dia sudah tidak melihat Dista ,kemungkinan Dista pergi ke kamar mandi .


Nabila melihat ponselnya kembali ,tapi lagi-lagi Bryan tidak membalasnya , entah kenapa ada rasa sedih dalam hatinya saat Bryan mengatakan akan pergi , meski hari Minggu pria itu akan kembali ,meski begitu dia tetap sedih .


Dista yang baru keluar dari kamar mandi melihat Nabila yang termenung , dia terheran dengan temannya itu , kini dia melangkah ke arah ranjang untuk menghampiri Nabila .


"Nabila ... kamu kenapa ." tanya Dista .


"Gapapa kok .?! oh ya Dista baju kantor mu yang waktu aku pinjam sudah di siapkan ,kamu tinggal pakai ,bajunya ada di sofa ." jawab Nabila .


"Nabila ... kamu kenapa sih .. selaku aja bilang gak ada apa-apa , kamu kalau udah jadi begini pasti ada sesuatu , apa si beku itu menyakitimu .."ucap Dista dan Nabila hanya geleng kepala


Dista tidak ingin bertanya lagi , toh jawabannya tetap sama , Nabila pasti hanya menggelengkan kepalanya , karna dari ana ataupun Nabila , kedua sahabatnya itu tidak pernah mengatakan apapun setiap ada masalah .


Setelah selesai ,Dista kembali melihat ke arah Nabila , gadis itu masih termenung dengan memegang ponselnya , dengan cepat Dista pun memanggil Nabila .


"Nabila ... ayo , sebelum ke kantor .. kita mampir ke warung nasi langganan mu ." ucap Dista .


"Ahh .. iya iya ... iya ayo ." Jawab Nabila dengan cepat dia mengambil tasnya .


Kini mereka pun pergi meninggalkan tempat itu untuk berangkat ke kantor dengan mampir terlebih dahulu ke warung nasi langganan nabila .


.


.


.


Di mansion Anggara .


Lagi-lagi Dimas harus mendengar kata menikah dari sang omahnya , Dimas menghela napasnya dan berhenti dari langkahnya , kini dia berbalik dan menghampiri omah .


"Omah dengarkan aku ?! saat ini Dista dan aku belum siap ... bahkan dis..


"Ya udah .. kalau kalian masih saja begitu ,lebih baik omah mati saja Dima..


"Omah ... omah. !! jangan bicara seperti itu oke..?! omah dengarkan aku ..aku pasti akan menikah dengan Dista ,tapi tidak dengan secepat itu ,aku dan Dista butuh waktu ." jawab Dimas .


"Oke ... omah akan kasih waktu kalian satu Minggu .. ah .. hehe Dimas ,sepulang kantor pergilah ke butik pengantin Tante Rengganis ,kalian berdua harus fitting baju bersama Dista ... ahh kalau tidak sekarang saja ,.. " ucap wanita paruh baya itu dengan antusias .


"Sekalian foto frewedding juga Dimas .. " ucap omah dengan cengengesan.


Dimas terkejut dengan apa yang baru saja di dengar dari perkataan omahnya ,wanita paruh baya itu menyuruh Dimas yang saat ini tengah rapi untuk pergi ke kantor , tapi wanita paruh baya itu mencegahnya dan menyuruh dimas untuk fitting baju bersama Dista .


"Omah .. aku mau ke kantor , tidak ada waktu untuk fitting baju ,bahkan Bryan sudah berangkat tadi pagi subuh dan tidak ada dia seka...


"Roy ... kau urus kantor ,dan gantikan Dimas untuk hari ini saja ." ucap omah dengan di angguki Roy .


"Ck.... omah ...


"Tidak boleh membantah ,Roy kau ikut bersama Dimas ke kantor sekaligus awasi dia ,jika sampai di kantor dia tidak mengajak Dista untuk fitting baju ,lapor padaku ." ucap omah dengan di angguki Roy .


Dimas melangkah ke arah mobil dengan di ikuti Roy ,dia tidak ingin mendengarkan ocehan omahnya itu ,dengan celah Roy pun masuk ,Dimas yang melihat Roy masuk mengerutkan keningnya .


"Roy .. kau turun ?! kau bawa mobil sendiri sana ." ucap Dimas .


"Tapi tuan ...


"Tidak ada tapi , bukannya omah menyuruh....


"Baiklah tuan. ,saya mengeri .." ucap Roy


"Kau gak perlu khawatir Roy ,aku tidak akan mengecewakan omahku ... sudah cepat turun ." ucap Dimas.


Roy pun turun dari mobil Dimas dan melangkah ke arah pak urip , dia lebih baik memakai mobil pak Urip , Dimas yang melihat di dalam mobil terkejut saat Roy memakai mobil supir , Dimas hanya geleng kapala dan melajukan mobilnya dengan di ikuti Roy di belakang .


Sesampainya di kantor , Dimas berdecak kesal ,kini dia mencari gadis itu ke ruang departemen ,namun yang dia cari belum juga datang ,kini Dimas pun melangkah untuk niat ke bawah , dan tak butuh waktu lama ,Dimas tengah sampai di bawah .


Kini pandangannya melihat gadis yang tengah berjalan ke arah pintu masuk .. dengan cepat Dimas pun melangkah menghampiri Dista ,baru saja Dista datang dan akan masuk ,tapi Dimas menarik tangannya lagi ke luar .


"Tuan ... apa yang kau lakukan , lepaskan aku ..heyy .... " pekik Dista .


"Lepas ... " ucap Dista lagi .


"Dimas kamu ini ke ...


"Ikut aku ," tarik Dimas lagi.


"Ikut .... ikut ... ikut ... ikut kemana sh ..." jawab dista .


"Kita foto frewedding hari ini ,dan akan fitting baju sekalian .." ucap Dimas .


"Haa...fi_fitting baju ... frewedding ,ap...


"Sudah ayo " jawab Dimas yang kini menarik Dista untuk masuk mobil .


Terpaksa Dista pun masuk dan berdecak pada pria itu ,karna perjodohan inilah uang membuat dirinya jadi pacar kontrak langsung ke pernikahan .


"Pria irit bicara ,kenapa kita...


"Apa .. pria irit bicara ... " ucap Dimas melihat ke arah Dista .


"Iya .. kau adalah pria irit bicara ,pria tembok dan.......


Dista terkejut saat Dimas berada di hadapannya ,tepatnya wajah nya kini dekat dengan pria itu ,Dimas menunggu perkataan gadis itu saat ini .


"Dan apa .. apa lagi yang akan kau panggil nama komplit itu padaku ." ucap Dimas .


"Eu ... itu ... bi_bisakah kau menyingkir dari wa_wajah ku ." jawab Dista .


Bukannya menyingkir Dimas malah mendekatkan wajahnya dan tangannya menahan kursi yang di duduki Dista .


"Apa lagi ....?! bahkan pertama bertemu kau memanggilku om .. lalu tuan ,habis itu kau memanggilku Dimas ,dan tadi apa .. kau memanggil ku pria irit bicara ,dan apa...


"Stop ?! kapan aku memanggilmu om .. aku tak berasa mengatakan om padamu ..menyingkirlah ..." ucap Dista mendorong Dimas .


"Cih ... bahkan kau tidak ingat atas nama sebutan itu padaku ,?! oh ... bahkan kau menghina ku pria tua dan perut buncit ... " jawab Dimas .


"Aku tidak pernah menggila mu om dim...


"Siapa bilang tidak punya pacar ... ini_ ini dia pacar ku .." ucap Dimas meniru Dista di waktu bulan-bulan lalu .

__ADS_1


"Emmm ... ituuuuuu ... bisa jadi pacar bohongan aku gak ..


"Apa !? .. jadi ... jadi ... waktu itu ka_kamu ..


"Hemmm ... lalu siapa lagi .." jawab Dista .


"Abisan kamu menolak ku waktu itu ,di kira aku kamu ...


"Punya istri ." jawab Dimas yang kini mendekati Dista lagi .


"Ya ... dan sekarang aku akan memiliki istri .." ucap Dimas Kembali .


"Di_dimas ... apa yang akan kau lakuka.


"Pakai sabuk pengaman mu , kau terlalu berisik. " ucap Dimas kembali ke tempatnya .


Dista terkejut ,dengan cepat dia memasang sabuk pengaman nya , Dimas pun melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan perusahaan .


Dan tak butuh waktu lama , mereka kini tengah sampai di butik keluarga Zhou ... tepatnya di butik Rengganis ,ibu dari Steven .


Para pelayan butik pun menghormati Dimas yang baru datang itu , karna Rengganis sang bos memerintahkan mereka untuk menyambut tuan muda Anggara .


"Selamat datang tuan muda ." ucap para pelayan itu .


Dista melihat Dimas jalan terlebih dahulu , dia hanya berdiri dan melihat pelayan masih saja membungkukkan kepalanya ,kini Dista dengan cepat mengikuti Dimas .


Dimas berjalan ke arah tangga untuk ke lantai dua ,tepatnya untuk memilih gaun ,dengan cepat Dista mendahului Dimas dengan menjalurkan lidahnya .


"Suruh siapa jalan cepat ."


"Wahhh .... design yang sangat indah ." ucap Dista kagum akan hal gaun tersebut .


"Dimas ." panggil seseorang .


Dista dan Dimas melihat ke arah asal suara , Dista terkagum dengan wanita yang berjalan menghampiri mereka .


"Siapa dia !! cuannntikk bangett , cih ... jangan bilang dia pa....


"Tante menunggu sedari tadi , kata omah kau sudah berangkat dari tadi .. ?! oh apa ini calon istrimu ." ucapnya kini melihat ke arah Dista .


Dista terkejut saat wanita itu melihat ke arah Dista ,dia juga terkejut saat wanita itu mengatakan Tante ke hadapan Dimas .


"Tante muda kah , apa dia sudah menikah , apa belum ya ... bisa aja kan panggilan Tante itu kalangan muda juga terhist ."


"A_aku .. ak...


"Iya Tante .. dia adalah calon istriku ." jawab Dimas merangkul pundak Dista .


"Ayo kita fitt...


"Dimas bukannya kita hanya frewedding doang ...


"Iyaa sekalian fitting baju ... ayo ..


"Baik ... baik ... emmm .. Dimas ... aku rasa kita frewedding pakai baju itu .", ucap Dista menunjuk ke salah satu design adat Jawa .


"Dista .. kita bukan orang Jawa., kau jangan aneh-aneh ." jawab Dimas .


"Tapi ...


"Tante pilihkan gaun untuk gadis ini ..


"A.... a.... a... tidak !! baik biar kamu terlebih dahulu untuk fitting baju oke , aku akan memilihkan jas cocok untukmu .. emmmm .." ucap Dista melihat ke arah design Jaz yang tertara rapi .


"Eu tante .. aku ingin Jaz yang terpang-pang di sana semuanya harus di cobain sama pria tembok ini .. hihi ..." bisik Dista pada Rengganis .


"Baik-baik ,serahkan padaku ." bisik Rengganis .


"Dimas .. calon istrimu ingin melihatmu m..


"Aku mengerti ... " ucap Dimas berjalan ke arah Jaz yang terpang-pang itu ,dengan cepat pelayan-pelayan pun langsung membawa itu ke ruang ganti .


Dista hanya menunggu di sofa ,10 menit menunggu bagi Dista sungguh lama sekali , gorden pun terbuka dan Dista melihat Dimas.


"Orangnya tampan , tapi tidak cocok sekali Jaz yang dia pakai itu ."


Dengan cepat Dista menggelengkan kepalanya , beberapa menit menunggu pun dia melihat Dimas kembali , lagi-lagi geleng kepala .


Stengah jam lebih , yang membuat Dimas berdecak kesal pada gadis itu lagi-lagi yang dia dapatkan hanya geleng kepala .


"Lahh ....lahh ... Dimas tunggu , kamu tadi salah pilih design ... tunggu sebentar ." ucap Dista berjalan ke arah design yang tadi maksud.


"Dimas kau hanya cocok dengan Jaz hitam ini , dan kau terlihat sangat tampan jika kau memakai Jaz hitam .. cobalah .." ucap Dista tersenyum .


Deg.......


Dimas tercengang saat melihat Dista tersenyum ,baru kali ini gadis di sampingnya itu tersenyum dan memperlihatkan gigi putihnya ,dengan senyuman manis .


"Dimas ayo ... " ucap Dista dengan di angguki Dimas dan melangkah ke arah ruang ganti .


Tak butuh waktu lama ,Dimas keluar dengan setelan Jaz senada dengan dasi yang dia coba ,Dista yang asyik main ponsel langsung ternganga dan menelan ludahnya dengan kasar ,saat melihat Dimas keluar dari gorden tersebut ,


"Tampan ." gumam Dista .


"Baik ... yang ini aja ." jawab Dimas dengan di angguki Dista .


Kini Dimas berjalan ke arah dimana dia harus siap untuk di foto ,dia hanya menunggu Dista untuk berganti gaun ,dan tentu saja itu adalah urusan Rengganis untuk memilih gaun .


Selang beberapa menit berganti gaun Rengganis terkesima saat Dista mengenakan gaun berwarna cream ,tidak perlu berganti-ganti bahkan Rengganis dan Dista setuju dengan gaun itu, Rengganis pun membawa Dista dimana Dimas berada .


Di saat sampai .. Dimas mengerutkan keningnya ,melihat Dista tertutup wajahnya .Dista berjalan ke arah Dimas dan membuka penghalang wajah itu , lagi-lagi Dimas menelan ludahnya dengan kasar saat melihat gadis di depannya dengan terpasang make up tipis dengan gaun yang di pakainya ,membuat gadis itu terlihat cantik .


Cekrek ...


Cekrek...


Dimas dan Dista langsung terbuyar saat melihat orang yang sudah memotret mereka .


"Yo ...kita mulai berfoto , bisakah kalian lebih dekat lagi .. ahh aku rasa kalian berfoto kurang cocok jika keadaan seperti itu ." ujar fotografer yang melihat Dista dan Dimas hanya berdiri tanpa dekat .


Dengan gaya yang mereka lakukan tidak membuah kan hasil untuk jadi foto bagus ,bahkan fotografer tersebut berdecak kesal .


"Pengantin pria rangkul pinggang wanitanya , kalau tidak ...


Dengan cepat Dimas menarik pinggang Dista ,Dista terkejut saat tangan pria itu tengah berada di pinggangnya ,Dimas memberontak untuk di lepas ,tapi Dimas melototkan matanya , dengan cepat fotografer pun memotret mereka .


"Oke kita ganti gaya pose yang lain ,agar lebih intim , pengantin wanita anda harus merangkul pundak pria dan ...


"Apa !? ucap Dimas dan Dista ..


"iya ... ayo ... rangkul ... hanya rangkul doang dan saling tatap .. bukan untuk ciuman ." jawab fotografer.


"Haha ... begini ... " ucap Dista langsung merangkul Dimas dengan bergaya tangan Dista di pinggang.


Fotografer itu menghela napasnya panjang dan berdecak kembali .


"Pengawal pria dan wanita .. jelaskan pada mereka dan perlihatkan pose kalian pada kedua calon pengantin itu ." ujar fotografer dengan sedikit nada kesal .


Dengan cepat pria dan wanita itu memberi contoh pada Dimas dan Dista ,yang di lihat mereka terkejut ,mereka berpose harus seperti itu saling tatap dan merangkul pundak sang pria , dengan cepat Dista pun merangkul pundak Dimas ,dan keduanya begitu sangat kaku , lagi-lagi fotografer itu mengisyaratkan kepalanya untuk maju ke hadapan kedua calon pengantin itu .. dengan cepat orang yang di panggil fotografer itu mendorong Dista hingga kini sangat begitu dekat dengan wajah Dimas .


Fotografer itu pun tersenyum menyeringai saat mereka kini saling tatap dan sangat bagus untuk segera di potret , dan tentu saja fotografer itu menyuruh Dimas dan Dista tersenyum ..


Cekrek...


Cekrek...


Cekrek ...

__ADS_1


Fotografer itu tersenyum puas karna hasilnya bagus , kini dia memanggil wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Rengganis untuk memperlihatkan foto tersebut ,tentu saja Rengganis berniat dan antusias untuk mengirimkannya pada omah .


__ADS_2