Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Aku akan menunggu jawabanmu .


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu .


Di kota lain pria tampan yang kini tengah menulusuri jalan dan mondar-mandir untuk mencari sinyal ,Bryan beberapa kali mencari tempat untuk mencari-cari sinyal ,tapi nihil sinyalnya malah menghilang dan hanya darurat saja .


"Sialan ?! Dimas menyeret ku ke sini .. bahkan aku untuk membalas pesan Nabila saja tidak terkirim sama sekali ." decak Bryan .


Bryan berdecak dengan keadaan sekarang ,bahkan sudah 4 hari ini dia tidak bisa membalas pesan Nabila .


"Sial .. seharusnya aku sebelum berangkat kesini langsung balas pesannya.....


"Tuan Bryan .. penjemputan ke penginapan akan berangkat disaat hujan mereda ." ucap seseorang pria paruh baya .


"Pak .. sepertinya saya hari ini pulang ,karna pekerjaan saya di sini sudah selesai " ucap Bryan melangkah tanpa memperdulikan orang tersebut .


"Tapi tuan ,jika anda pulang siang ini , kemungkinan anda nyampe ke kota Xxxxx akan malam tuan , jika pulang dengan kondisi hujan seperti ini tidak akan baik di perjalanan ." jawab orang tersebut .


Bryan seketika berhenti dari langkahnya ,dia menarik napasnya panjang ,yang di katakan orang tersebut benar ,Jika dirinya pulang saat kondisi hujan seperti ini ,pasti akan sangat tidak baik apalagi keadaannya sangat mendung .


Di saat Bryan akan duduk , tiba-tiba dia teringat Nabila ,gadis yang mengirimkan pesan padanya dan belum dia balas , kini Bryan berdiri lagi dan melangkah untuk membereskan barang-barang nya ke dalam koper, siap-siap untuk pulang .


Bryan melihat ke arah jendela ,hujan di luar begitu deras .. bahkan di kota itu dia tinggal di pedesaan , lagi-lagi berdecak entah kenapa sudah tiga hari ini dia uring-uringan ,entah Karna dia melihat hujan yang begitu deras ,entah Karna hal lain yang dia pikirkan .


Bryan masih saja melanjutkan beberes dan siap-siap, dia tidak perduli hujan sebesar apapun ,kini tujuannya hanya satu ,dia akan kembali ke kotanya ,tapi yang ada di pikirkan Bryan hanya satu .. bukan apa-apa dan buka barang atau pun apa ,tapi seseorang yang ada di dalam benaknya .


Sudah empat hari ini tidak bertemu dengan gadis itu rasanya hampa ,bahkan Bryan seperti tidak lapar saat makanan sudah di sediakan oleh orang di tempat penginapan itu ,Karna pikirannya di penuhi oleh Nabila .


Bryan mengingat perkataan Erland ,yang di nyatakan bahwa gadis itu memiliki rasa padanya ,Bryan menunggu gadis itu untuk mengungkapkan perasaan nya pada dirinya ,tapi yang dia tunggu belum juga mendengar kan perkataan dari gadis itu .


"Nabila !! apa kau benar-benar mencintaiku , tapi !! kenapa kamu belum mengatakannya juga ,bahkan perasaan ku saja belum kau jawab ."


Bryan berjalan dan menyeret kopernya dan juga menenteng Jaz di tangannya ,Bryan berhenti dari langkahnya di depan pintu ,untuk memakai jaznya , di saat dia akan membuka pintu dan melangkah ,orang tadi memberhentikan langkah Bryan .


"Tuan !! Anda mau kemana ,ini hujan sangat lebat ,jika anda akan kem...


"Mohon maaff pak ... saya harus kembali ,mungkin orang yang sudah menunggu saya untuk mengantarkan ke penginapan , bisa mengantarkan saya ke vila Tuan Dimas ...Karna saya di kota Xxxx kesini menggunakan zet pribadi keluarga Anggara , mungkin jika saya berangkat dari sini menuju Vila kemungkinan hujan akan reda ." ucap Bryan .


"Baiklah tuan ,kalau gitu hati-hati di perjalanan ,soalnya hujan deras dan begitu angin yang sangat kencang ,saya hanya berharap perjalanan sampai di vila tuan Dimas ." jawab orang tersebut dengan di angguki Bryan .


Bryan kini melangkah ke luar ,sebelum dia menaiki mobil ,dia mematikan ponselnya terlebih dahulu ,dengan cepat Bryan menaiki mobil .


Tak butuh waktu lama ,Bryan pun sudah meninggalkan tempat di mana dia beberapa hari tinggal ,di dalam mobil sana bryan hanya menyadarkan punggungnya dengan memejamkan matanya .


Satu jam di perjalanan untuk menuju Vila , membuat Bryan menghela napasnya berat saat mobil itu berhenti , seketika Bryan membuka mata nya dan bertanya .


"Pak ada apa ,kok berhenti ." tanya Bryan yang kini membuka mata nya .


"Sepertinya di depan ada kecelaakaan tuan ,kemungkinan perjalanan akan macet ." ucap supir itu .


"Sial ... akan semakin lama ,aku sampai vila ."


Bryan lagi-lagi berdecak ,dan Bryan melihat ke arah jendela ,hujan masih saja tidak berhenti ,lalu dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 13.59.


Stengah jam mobil yang mereka tumpangi berhenti , akhirnya bisa lolos dari terjebak nya kemacetan ,Bryan kini bisa menghela napasnya panjang ,tapi yang membuatnya tidak tenang adalah hujannya tidak terhenti saat pergi dari desa tadi dia tinggal .


Satu jam berlalu .


Bryan pun kini tengah sampai dimana vila itu berada ,orang penjaga vila tersebut kini tengah menyambut Bryan dan membawa payung menghampirinya .


"Selamat datang tuan , " ucap penjaga vila itu sembari memberikan payung .


Bryan hanya mengangguk kan kepalnya dan menerima payung tersebut , penjaga vila itu membantu Bryan menurunkan kopernya ,Bryan hanya bisa mengangguk dan terima kasih pada orang tersebut ,kini dia melangkah ke arah vila itu dengan melihat hujan yang masih saja deras.


"Aku tidak mungkin pulang dengan zet pribadi Cuaca seperti ini." gumam Bryan .


"Tapi aku merindukan gadis itu ..."


"Akh .. sialan .?! Bryan apa yang kau pikirkan ."


"Jadi begini perasaanku ,,.dan sudah sejauh ini ,bahkan aku merindukan gadis ceroboh itu ,hingga aku dengan cepat menyelesaikan tugas dari Dimas di sini ."


Bryan kini melangkah ke dalam ,dia menyalakan ponselnya ,dia berfikir demikian ,mungkin dengan dia yang sudah berada di vila bisa membalas pesan Nabila ,tapi apa yang dia harapkan benar-benar sial ,di vila pun sinyal benar-benar tidak ada .


Bryan kini melangkah ke arah suami istri yang menjaga vila tersebut ,untuk meminta bantuan.


"Bu ... boleh saya pinjam ponsel ibu sebentar , saya mau telpon seseorang ." ucap Bryan .


"Mohon maaf tuan ,beberapa hari ini mungkin jaringan akan hilang ,Karna cuaca saat ini buruk ,Karna beberapa hari yang lalu ada angin ****** beliung ,jadi di sini lampu pun belum nyala karna sedang di perbaiki ." ucap kedua suami istri itu .


Bryan hanya mengangguk kan kepalanya dan mengerti ,kini dia melangkah lagi ke arah sofa dan menyandarkan kepalanya .


"Kenapa sial sekali aku beberapa hari ini ," gumam Bryan .


Kini Bryan melihat jam nya lagi yang ada di tangan kekarnya ,bahkan jam pun sudah menunjukan pukul 3 sore ,Bryan memijat pelipisnya dengan pelan ,kini dia membuka matanya dan melihat ke arah kaca rumah ,hujan masih saja terus berlanjut .


Semenjak dia pergi ke kota B ,perasaannya selalu uring-uringan karna tidak bisa membalas pesan gadis itu , kini dia menyalakan tombol ponselnya dan melihat foto dirinya dan juga Nabila ,tak hanya itu Bryan pun melihat pesan nabila ,Bryan tersenyum tipis saat melihat pesan dari gadis itu .


Kini jari tangannya bergerak menekan galeri untuk melihat foto gadis itu yang tengah tersenyum di taman dimana dirinya mengambil dan memotret Nabila waktu di Jerman .


"Nabila ..?! aku merindukan mu ."


Bryan mematikan ponselnya Kembali ,dia melihat jam yang berada di tangannya,dengan memejamkan matanya untuk tidur sebentar ,Bryan berpikir dan berharap setelah bangun, hujan itu Reda.


Satu jam tertidur , bryan di bangunkan oleh pria paruh baya penjaga vila itu untuk menikmati secangkir kopi dan juga cemilan .


"Maaf tuan !! saya membangunkan Anda , saya sengaja membuatkan wedang bajigur untuk menghangatkan tubuh anda ,silahkan di nikmati ." ucap pria paruh baya itu .


"Terima kasih pak ." jawab Bryan dengan di angguki oleh pria paruh baya itu .


Kini Bryan menikmati wedang hangat itu ,matanya masih melihat hujan di luar sana ,dengan helaan napasnya berat ,Bryan berdiri dari duduknya dan melihat ke arah jendela ,dia pun melihat supir tadi yang tengah menikmati kopi dan juga cemilan .


"Hujan nya sedikit mereda ., apa aku pulang dengan mobil di vila ini saja , "


"Yah ... aku harus pulang dengan mobil vila ,aku tidak perduli dengan nanti apa kata Dimas ."


Kini Bryan melangkah ke arah kamar untuk menyeret koper dan dia melangkah ke arah kedua orang penjaga vila itu untuk pamit .


"Tapi tuan .. ini sudah sore .. jika sampai ke kota Xxxx ,,tidak mungkin cepat begitu sampai ,gimana jika nunggu besok saja ,kemungkinan besok anda bisa pulang dengan zet pribadi keluarga Anggara " ucap pria paruh baya .


"Eu ... tapi saya harus pulang hari ini pak ,Bu... ?! yang di katakan bapak ,ibu benar , tapi kayanya saya memang hari ini akan pulang " .jawab Bryan .


"Baik tuan ,?! kalau gitu mari saya antarkan ke depan ,dan meminta pak Reno untuk mengantaarkan anda ." ucap nya dengan di angguki Bryan.


Bryan pun kini tengah bersiap untuk naik ke mobil ,walau sebenarnya dia tidak enak dengan supir yang telah dia repot kan ,tapi supir itu dengan senang hati mengantarkan dirinya sampai ke kota Xxxx ,Bryan pun kini pamit pada kedua orang itu untuk pergi meninggalkan vila .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain .


Beberapa hari ini Nabila di buat tidak semangat bekerja ,sudah pasti gadis itu pun tak kalah sama nya dengan Bryan ..


Sebelum Bryan pergi ke kota B ,walau pun mereka tidak ketemu di kota yang sama ,dan belum chatan pun mereka biasa-biasa saja , tapi setelah chatingan dengan pria itu ,rasa sedih Nabila menyelimuti dirinya ,saat Bryan mengatakan akan pergi ,bahkan pesan yang Nabila kirim tidak juga di balas oleh pria itu .


Nabila melihat jam yang ada di pergelangan tangannya ,dan jam sudah menunjukan pukul 16:40 , dan sebentar lagi dirinya akan keluar dan pulang kantor .


Erland yang melihat sahabat istrinya sudah beberapa hari ini tidak menampilkan senyuman dan hilang dari cerianya terheran ,biasanya gadis itu selalu happy bersama teman-teman kantornya .


Erland kini melihat Niken yang akan melangkah ke salah satu ruangan ,dengan cepat dia memberhentikan Niken


"Niken... " panggil Erland .


"Ya tuan ." jawab Niken .


"Apa kau memberikan pekerjaan banyak pada Nabila ." ucap Erland .


"Tidak !! kenapa ." jawab Niken .


"Tidak apa-apa ... aku kira kau memberikan pekerjaan banyak padanya ,?! kayanya dia tidak enak badan ." ucap Erland .


"Ada apa dengan gadis itu ... seperti tidak semangat ..."


Erland berfikir penuh dalam pikirannya ,apa yang membuat gadis itu termenung , tapi seketika Erland ingat akan hal Bryan .


"Sial !! apa karna Bryan?! bahkan si kunyuk itu sampai saat ini tidak aktiv ." gumam Erland


Kini Erland berjalan ke arah ruangan kerja nya ,Nabila yang melihat Erland dengan cepat dia membereskan pekerjaan ,dia tidak mau memikirkan apapun di tempat kerja ,apalagi tadi Erland melihat dirinya dengan tatapan dingin .


Jam sudah menunjukan waktunya pulang ,semua karyawan kini tengah bersiap untuk membereskan pekerjaannya Karana akan pulang .


Nabila kini tengah selesai dan beberes dan bersiap untuk berjalan ,kini dia melangkah ke lantai bawah untuk menunggu gojek langganannya , sesampainya di bawah dia menunggu gojek itu yang belum juga sampai .


Sembari Nabila menunggu gojek ,Nabila menyempatkan melihat ponsel nya dan melihat pesan dari Bryan beberapa hari yang lalu .


"kenapa kamu tidak membalas juga , apa kamu sibuk ."


Selang beberapa menit ,gojek langganan Nabila pun sampai ,di saat dia akan menaiki gojek itu , tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang telpon .


"Mas .. sebentar ya .. saya terima telpon dulu .. jika saya menerima telpon di jalan ,suka tidak kedengaran ." ucap Nabila dengan di angguki tukang ojol itu .


Nabila pun menerima telpon dari Bu Ratih , Bu Ratih menyuruh nabila untuk menginap di panti asuhan untuk malam ini saja ,Karna pak Darmanto sedang berada di luar ,dengan cepat Nabila hanya mengangguk dan mematikan telponnya .


Kini Nabila pun pergi dengan gojek itu meninggalkan kantor dimana dia kerja , gadis itu masih sempat-sempatnya melihat ponselnya ,dan dia benar-benar berharap Bryan membalas pesan darinya , tapi yang di tunggu-tunggu tidak pun membalas juga ,akhirnya Nabila hanya mematikan ponselnya Kembali .


15 Menit perjalanan, Nabila pun sampai di tempat tinggal nya yang kecil itu , kini dia melangkah dengan pikiran yang masih memikirkan pria itu .


"Nabila ?! kenapa kamu memikirkan dia ,dia juga belum tentu memikirkan Mu."


Nabila duduk di sofa kecil yang ada di ruang tamu itu ,dia ingin istirahat sebentar untuk menghilangkan pikiran nya ,beberapa menit istirahat nabila melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri .


Beberapa menit kemudian Nabila pun selesai dengan ritual mandinya ,dengan waktu 10 menit bersiap ,kini dia bersiap untuk pergi lagi ke panti asuhan ,nabila melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul 19.00 malam .


"Eh Nak Nabila mau kemana ," ucap ibu sang pemilik kontrakan .


"Bu intan , ?! saya mau pergi dulu ,kemungkinan saya tidak akan pulang , ?! oh iya Bu... saya pergi dulu ya .. kalau bisa titip kontrakan ini, hehe Karna di dalamnya ada barang berharga.he ." ucap Nabila .


"Emm .. ah ibu ... siapa yang akan mencari saya Bu... haha .. kemungkinan teman saya Dista ,?! kalau misalkan dia kesini bilang aja Bu saya ke panti ." ucap Nabila dengan di angguki Bu intan.


Kini Nabila pun berjalan dan meninggalkan tempat tinggalnya ,Nabila berjalan untuk melangkah dimana dia sampai di pos untuk menunggu taxi ,10 menit berjalan , dia kini sampai di depan pos untuk menunggu taxi ,dengan cepat Nabila pun kini tengah menaiki taxi tersebut .


Tak butuh waktu lama ,Nabila kini tengah berada di panti asuhan ,Nabila melihat jam yang sudah menunjukan pukul hampir jam 8 malam , kini dia melangkah dan dia sudah di tunggu oleh Bu Ratih dan juga Aqila .


"Ibu .... " ucap Nabila memeluk Bu Ratih .


"Nabila kau dingin sekali ,ayo kita masuk kau pasti kedinginan." ucap Bu Ratih dengan di angguki Nabila .


"Kak Nabila , mending ayo ikut aku ke lantai atas , aku punya selimut tebal yang bisa menghangatkan mu ." ajak Aqila .


"Naiklah ." ucap Bu Ratih .


Nabila hanya mengangguk kan kepalanya dan mengikuti Aqila ke atas ,di atas sana Nabila langsung merebahkan dirinya di kasur empuk persegi dengan Aqila ,Tapi di saat Nabila melihat ke arah Aqila gadis itu sudah tertidur pulas .


"Dasar anak tukang tidur ." gumam Nabila dengan tersenyum .


Nabila membelakangi Aqila , kini dia melihat ponselnya ,tepatnya dia melihat pesan dari Bryan yang beberapa hari lalu dan pria itu masih saja tidak membalasnya ,di saat Nabila melihat pesan itu ,dia mendapatkan notifikasi dan dia pun membacanya .


"Karna hujan yang sangat deras ,ada kecelakaan serius di kota B ,bahkan beberapa hari yang lalu pun ada angin ****** beliung hingga keadaan listrik mati dan gelap di kota tersebut ."


"Kota B .... tidak !! bukannya itu kota yang di kunjungi Bryan " gumam Nabila dengan khawatir .


Nabila mengingat pesan dari Bryan ,bahwa pria itu akan pergi ke kota B beberapa hari ,Nabila bangun dari tidurnya dan menekan nomor Bryan untuk menelponnya.


"Nomor yang anda tuju Sedang tidak aktiv ,cobalah beberapa saat lagi ."


Tut ... Tut ...


Nabila semakin khawatir saat mendapatkan notifikasi dari ponselnya ,Nabila melihat pesan dari Bryan dan memeluk ponsel di dadanya ,bahkan nomor pria itu tidak aktiv dan semakin khawatir dengan perasaanya sekarang .


"Bryan bahkan ponselmu tidak aktiv .. apa kamu baik-baik saja ."


Nabila begitu khawatir ,bahkan di saat dia telpon tadi nomor pria itu tidak aktiv ,tak terasa mata Nabila berkaca-kaca saat mengingat pria itu .


Ponsel Nabila bergetar ,saat ponselnya dia genggam di dada , kini Nabila melihat ponsel nya dan membaca pesan itu , Nabila terkejut saat dia melihat isi pesan itu .


"Hey .. aku berada di panti tepatnya di bawah dan di sebrang panti ,kebetulan di sebrang panti ada acara , apa kau mau turun ."


"Bryan ...!! di_dia ada di bawah , dari mana dia tahu aku di sini .. dan dia ... dia benar-benar ada di bawah ." gumam Nabila .


Nabila lari ke arah jendela , kebetulan dia berada di lantai atas ,kini dia melihat ke arah jendela tepatnya melihat Bryan ,Bryan yang melihat ponselnya tidak melihat Nabila yang kini berada di jendela melihatnya .


Di saat Bryan memasuki ponselnya ke saku jaznya dia tak sengaja melihat gadis di atas sana , yang selama ini dia rindukan , Bryan tersenyum dan melambaikan tangannya ,Nabila tersenyum campur sedih saat melihat pria itu .


"Dia di sana .!! aku .... "


Kini Nabila berbalik dan berniat untuk ke bawah dengan cepat Nabila menuruni anak tangga kayu itu ,Bu Ratih yang akan masuk kamar melihat nabila berlari membuatnya heran ,Nabila pun melihat ke arah bu Ratih .


"Bu ... teman ku datang mencariku ,karna aku tidak bilang-bilang pergi kesini ,aku menemui dia sebentar ke luar ,ibu gak perlu khawatir di luar banyak orang kok ," ucap Nabila berlari .


"Teman siapa ." ucap bu Ratih .

__ADS_1


"Dista Bu ." jawab Nabila berbohong .


"Aku berbohong ... tapi ..."


"Aku ingin ketemu dia ." gumam Nabila dari larinya .


Sesampainya di bawah ,Nabila dengan cepat membuka pintu gerbang dan melihat Bryan di sebrang jalan .


"Bryan." gumam Nabila kecil .


"Hai ... selamat malam .." ucap Bryan di sebrang sana .


Dengan cepat Nabila menghampiri pria itu dan menyebrang di jalan biasa ,dengan kekhawatiran nya ,dia benar-benar lari menghampiri Bryan .


"Bryan ...Kamu ... kamu ... gapapa kan , kamu baik-baik saja kan ," ucap Nabila yang kini melihat tubuh Bryan dari kaki hingga atas dan belakang tubuh Bryan .


"Haa.... aku gapapa kok ..?! kenapa .." jawab Bryan heran .


"Eu .. itu .... kenapa kamu gak balas Chat Ku ,aku khawatir beberapa hari ini tahu ." ucap Nabila refleks.


"Di sana keadaannya sangat buruk ,bahkan mati lampu beberapa hari ,dan di sana hujan gak berhenti-henti ,maaf aku gak bisa balas Chat kamu ," jawab Bryan .


"Syukurlah kamu baik-baik saja ." ucap Nabila menghela napasnya .


Bryan tertawa kecil saat melihat muka Nabila ,kini dengan tersenyum jahil Bryan melangkah satu langkah mendekati nabila .


"Coba bilang satu kali lagi ." bisiknya .


"Bilang apa ." jawab Nabila .


"Panggil aku Bryan !! tadi kamu memanggil namaku ,bukan tuan ." ucap Bryan .


"Eu ... ka_kamu salah dengar ,aku tadi panggil tuan kok .." jawab Nabila malu .


"Emmm ... benarkah !! apa telinga ku sudah rusak ya ... ?! hemm .. kamu tahu tidak ,wajah mu sekarang kaya apa ." ucap Bryan .


"Haaa... memang kenapa dengan wajah ku ," ucap Nabila yang kini memegang kedua pipinya .


Dengan cepat Bryan memegang kedua tangan Nabila yang kini tengah memegang pipinya itu .


"Kaya cewek yang khawatir ,karna cowoknya tidak balas Chat .." ucap Bryan yang kini mengangkat kepala Nabila sedikit .


Deg ... deg ...


Nabila melihat wajah pria itu ,dia tidak bisa menjawab apa yang di katakan pria itu ,benar ,dia akhir-akhir ini khawatir ,bukan hanya khawatir ,tapi dia merindukan pria itu


" A_aku gak berhak menjawab ,tidak menjawab pun dia sudah tahu jawabannya ,aku gak bisa menyembunyikan perasaanku ,bahwa aku khawatir dan ingin bertemu ,dan aku merindukanmu ."


Bryan mencubit hidung Nabila dengan gemas ,Nabila yang di cubit langsung tersadar dari lamunannya .


"Kenapa melihatku seperti itu ,hmmm .." ucapnya dengan mencubit hidung Nabila .


"Aduhh ... udah dong ,hidungku merah ni..." jawab Nabila .


"Bry.... ehh tuan , kenapa kamu tahu aku ada di panti ." ucap Nabila .


"Aku tahu kamu ada di sini , dari orang yang punya kontrakan ,kau tahu ,aku menunggu mu di sana stengah jam ,aku kira kamu sudah tidur pulas ,beruntung yang punya kontrakan memberi tahuku ,bahwa kamu ada di sini ,jadi aku ......


"Terus tuan ke sini ngapain ...." jawab Nabila langsung .


"Ngapain ..... emmm ...aku .... aku hanya ingin melihatmu kelenci kecil ." ucap Bryan serius .


Nabila mendongkakan kepalanya melihat pria yang ada di depannya itu .


"Pandangan dari matanya yang lembut membuatku terlena ,di dalam kebahagiaan ini yang tak akan habis-habisan nya ."


"Jantung ku berdebar sangat kencang ,seperti bukan jantung ku sendiri ... tapi ..."


Nabila menatap pria itu ,begitu juga Bryan menatap Nabila dengan tatapan sendu ,dengan cepat Nabila menunduk dan berbalik .


"Tuan selamat malam ,ini sudah malam ,lebih baik kau Kembali dan beristirahat ,jika aku keluar malam-malam nanti Bu Ratih mencariku dan bakal khawatir padaku ." ucap Nabila yang kini melangkah untuk pergi meninggalkan Bryan .


Bryan tersenyum saat melihat pipi dan telinga Nabila memerah ,dia tahu dengan perasaan Nabila saat ini ,Bryan melangkah cepat menghampiri Nabila ,dan memeluk gadis itu dari arah belakang .


"Kamu tuh yahh...." ucap nya yang kini memeluk Nabila .


Nabila terkejut dengan apa yang di lakukan oleh pria itu ,ini yang kedua kalinya dia di peluk oleh pria yang dia cintai itu ,kini Nabila menyentuh tangan Bryan yang memeluknya dan berusaha melepaskannya , tapi Bryan malah mengeratkan pelukannya dan tidak ingin melepaskannya .


"Kenapa harus malu sih ..aku yakin kamu pasti tahu betul gimana perasaan ku ,kenapa aku kesini , bahkan kamu sebegitu mengkhawatirkan aku .... jadi ... pertimbangkan aku juga ... oke... " ucap Bryan .


"........O_oke ......" jawab Nabila melepaskan pelukan Bryan dan berlari pergi .


"Nabila ,?! kamu sendiri yang bilang oke ya dan jangan di tarik lagi .... aku akan tunggu jawaban darimu ya ... good night ..." teriak Bryan tanpa malu .


"Good night ." jawab Nabila berbalik melihat Bryan ke belakang .


Dengan cepat Nabila menutup pintu gerbang itu ,dan berlari ke dalam ,kini dia melangkah ke arah tangga dengan perasaan tak menentu ,sesampainya di atas ,Nabila menyentuh dadanya yang berdetak sangat hebat .


Di bawah sana ,Bryan tersenyum dan mengingat wajah Nabila yang merah merona ,dan Bryan mengingat dimana dia memeluk Nabila beberapa menit yang lalu .


"Uhh ... aku terlalu agresif tadi ,pasti dia sangat kaget ,tapi barusan dia tidak menolak ku ,tahu jika mau begitu ,aku akan peluk lama dia tadi , kecil .. lembut .. persis kaya kelenci ." gumam Bryan yang kini berjalan pergi meninggalkan tempat itu .


"Kelenci kecil ,kamu jelas-jelas suka padaku ,tapi gak mau bilang ." gumam Bryan Kembali .


"Nabila .. aku akan menunggu mu untuk mengatakan cinta padaku ."


.


.


.


Di panti .


Tepatnya di atas sana ,Nabila masih menyentuh dadanya , dengan cepat dia berbaring di ranjang dan memegang wajahnya yang terasa panas .


"Kalau aku mencintaimu ,aku takut suatu hari nanti gak bisa bertahan kalau kamu ninggalin aku ...semakin dekat ... semakin takut kehilangan ,tapi aku gak bisa mengontrol diriku sendiri ,aku mau jadi lebih dekat .. dan dekat lagi ."


Nabila mengingat beberapa menit yang lalu ,pria itu memeluknya dari belakang , dia benar-benar tidak bisa lepas dari tangan nya yang menyentuh dadanya ,Karna saat ini jantungnya benar-benar tidak berhenti, di saat dia mengingat kejadian tadi .


*


*

__ADS_1


*


😉


__ADS_2