Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kenzie Alezandro Anggara ~ End .


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu ,mingu ke Minggu kini telah ganti ke bulan ,tak terasa kandungan ana pun sudah 9 bulan ,tinggal menunggu hari untuk menanti buah hati Erland dan juga ana .


Di kediaman mansion Anggara ,para pelayan sibuk menjahit membuat switer hangat bayi untuk keturunan keluarga Anggara yang sebentar lagi akan lahir .


Wanita paruh baya menyuruh seseorang menyiapkan kamar untuk cicitnya dengan dekorasi hiasan serba biru .


Dengan menunggu beberapa hari lagi , semua di mansion Anggara di sibukan dengan aktivitas baru untuk menyambut sang penerus ANGGARA GROUP tepatnya HW GROUP .


Wanita paruh baya itu tak henti-hentinya memperhatikan ibu hamil itu untuk tetap siaga ,karna sekarang kandungan ana sudah 9 bulan ,dia menghawatirkan dan takut tiba-tiba lahir ,Karna sedari kemarin ana selalu meringis akan hal perutnya .


Erland pun beberapa hari ini tidak ke kantor ,perusahan kini pun mesti harus Bryan lagi yang mengurusinya ,Karna Dimas sang pemilik perusahaan itu dia tidak akan kembali sebelum keponakannya lahir .


Bryan pun hanya bisa menghela napasnya berat ,mau tak mau dia juga harus melakukannya, Karna sebagai seorang sekertaris dia pun harus tanggung jawab atas perusahaan .


Bahkan pria itu sudah satu bulan ini semakin hari ,semakin tidak semangat ,dia selalu mengingat gadis itu yang satu bulan lalu di tembak cinta seorang pria ,bahkan semenjak itulah Bryan tidak lagi melihat nabila di restoran ,


Setelah Erland memberi tahu bahwa Nabila magang di perusahaan sahabatnya itu, dengan begitu bryan menyuruh seseorang untuk mengawasinya dengan orang yang dia kenal di perusahaan Erland ,bukan mengawasi !! tepatnya Bryan menyuruh orang untuk memotret nabila di setiap lagi apapun itu .


Seminggu lalu ,Bryan menghela napasnya berat ,ada yang membuat dia nyut di hati ,gadis itu tidak memakai jepitan kelenci kecil yang dia berikan pada Nabila ,dia melihat foto Nabila yang di kirimkan oleh manajer dengan helaan napas berat.


Sekarang Bryan lebih memilih fokus dengan pekerjaannya ,meskipun dalam pikirannya hanya tertuju pada gadis itu.


Erland sang sahabat , memperhatikan sahabatnya itu dari jauh-jauh hari ,kini dia pun meminta pada Dimas ,agar Bryan tidak melakukan pekerjaan kantor dengan sendiri .


Dimas hanya menganggukkan kepalanya, bahkan dia pun belum sempat bertanya dengan apa yang telah terjadi dengan sahabatnya itu ,kini dia hanya menyuruh Steven yang bisa di andalkan untuk membatu Bryan .


Dimas merasa benar-benar bersalah pada semua orang yang sudah dia repotkan ,dia bukan berarti tidak ingin ke perusahaan ,hanya saja dia belum sepenuhnya siap untuk kembali .


Kini Dimas melihat ke arah Erland ,dia mengingat perkataan adiknya itu berniat akan pindah ke rumahnya sendiri setelah lahiran ana ,Dimas melarang Erland untuk pindah ,bukan tidak boleh ,di sebabkan mansion itu terlalu luas jika hanya di tinggali dirinya dan juga sang omah , meski di mansion itu banyak pelayan , meskipun Dimas sudah menganggap mereka keluarga ,tapi mereka bukanlah kerabat .


Dimas memaksa Erland untuk tinggal di mansion selamanya tanpa harus pindah rumah ,dia hanya ingin seisi mansion itu ramai setelah kelahiran keponakannya nanti , meskipun dirinya sudah memberikan hadiah pernikahan sebuah rumah ,tapi Dimas berubah pikiran agar Erland tetap tinggal di mansion bersama-sama.


Erland hanya menghela napasnya berat ,mau tak mau dia pun akhirnya menganggukkan kepalanya ,Erland melihat Dimas yang kini tengah memijat pelipisnya ,dia tahu dengan apa yang di pikirkan oleh kakaknya itu .


"Omah memaksa kak Dimas menjodohkan dengan cucu sahabatnya ,..cih ... itu karma buat mu .. dulu kau telah memaksa ku untuk menikah ."


Erland mendukung saja dengan apa yang omah nya mau, jika pun Dimas bersikeras menolak perjodohan itu ,dia pun ikut setuju aja dengan apa yang nanti omah nya rencanakan


Sementara Dimas ,dia masih memikirkan perkataan sang omah dan mendesak dirinya untuk di jodohkan dengan cucu sahabatnya itu ,setelah di kecewa kan oleh Sahara ,dia tidak berani untuk mengenal dengan namanya wanita .


Tapi Dimas tidak menghiraukan perkataan wanita paruh baya itu ,dia hanya memberikan alasan ,jika sang omah itu hanya ingin meminta cicit lagi padanya setelah Erland, tapi Dimas tidak berpikiran untuk menikah dengan waktu yang cepat .


"Erland apa Niken mengurusi perusahaan mu dengan baik .." ucap Dimas .


"Maaf ." ucap Dimas kembali .


"Kenapa harus minta maaf ." jawab Erland


"Semenjak kejadian itu aku selalu merepotkan kalian, jika aku tidak mengala.....


"Sudah kak , kau jangan mengingat akan hal itu lagi , aku senang sekarang kau masih utuh hidup tegak menjadi kakakku." ucap Erland .


"Cih .... tapi kau tenang saja !! aku janji setelah kelahiran anakmu nanti aku akan kembali ke perusahaan , begitu juga kau harus mengurusi HW' group kembali ."Jawab Dimas .


Kini Dimas berdiri dari duduknya dan meninggalkan Erland di ruang kerja ,di saat Dimas akan melangkah ,Erland memberhentikan langkahnya.


"Kak .. kau mau kemana ," tanya Erland yang melihat kakak nya memakai masker .


"Aku serasa ingin makan kerang kiloan di sebrang perusahaan mu , dan aku akan pergi untuk membeli." jawab Dimas berlalu pergi meninggalkan Erland.


Dimas celingak celinguk ,dia tidak melihat sang omah di ruangan ,Dimas berpikir ,mungkin sang omah tengah sibuk mengurusi keperluan ana untuk lahiran ,tanpa pikir panjang Dimas pun melangkah pergi dan meninggalkan mansion .


20 menit di perjalanan , akhirnya dimas sampai di penjual kerang tersebut , setelah beberapa menit dia memesan kerang itu ,dia pun berlalu pergi kembali .


10 menit di perjalanan ,Dimas melihat penjual asongan yang berada di sisi jalan , Dimas menghela napasnya berat dan memberhentikan mobilnya untuk membeli minuman botol air mineral, dan dia pun turun berjalan menghampiri penjual itu .


"Pak air mineralnya dua ya ." ucap Dimas dengan di angguki penjual tersebut


Setelah itu Dimas pun memberikan uang untuk membayarnya ,dan berjalan ke arah kursi panjang untuk melireks kan pikirannya .


"Eh mas .. ini kembaliannya .." panggil si penjual itu .


"Tidak apa .. buat bapak saja ." jawab Dimas dan melanjutkan jalannya .


Penjual tersebut melihat punggung pria itu dengan tersenyum dan melihat ke arah mobil pria itu yang berhenti di sisi jalan .


"Orang kaya , jarang-jarang ada yang beli minuman di jalanan ,auranya dingin ,meski wajah memakai masker tapi dari tatapan matanya dia memiliki kepribadian baik ." ucap nya .


"Tuan terima kasih , " ucap nya kembali meneriaki Dimas yang kini tengah duduk di kursi panjang yang berada di ruko .


Dimas hanya mengangguk kan kepalanya dari jauh , dia melihat dua botol mineral itu dengan tersenyum di balik masker , dan kini dia mengeluarkan ponselnya untuk melihat pesan dari Steven ,


Dimas menghela napasnya panjang , setelah 10 menit duduk di kursi ruko itu akhirnya kini dia bangun dari duduknya , di saat dia melangkah satu langkah , tiba-tiba ada ibu-ibu yang tersandung oleh batu kecil, refleks saja Dimas menahan ibu itu agar tidak jatuh , hingga minuman pop ice yang ada di tangannya terciprat pada Jaz blezer Dimas .


"Ibu .. ibu gapapa ." tanya Dimas .


"Tidak apa-apa nak ,maaf ya saya tidak hati-hati ,saya lagi buru-buru untuk memberi pop ice ini untuk cucu saya , aduh nak baju mu kotor ." ucap nya .


"Tidak apa-apa Bu ,,, lain kali hati-hati ." jawab Dimas .


"Kalau gitu sekali lagi maaf ya nak , kalau gitu saya permisi ." ucapnya dengan di angguki Dimas .


Dimas kini membuka jaz itu dengan mengibas-ngibaskan jaznya ,hingga kini dia hanya memakai kaos putih berlengan pendek ,di saat dia mengibas-ngibaskan Jaz itu tiba-tiba ada yang merebut Jaz itu dari tangannya .


"Tuan !! aku pinjam Jaz mu sebentar " ucap nya yang kini tengah memakai jaz Dimas di kepalanya untuk bersembunyi .


Dimas terkejut dengan apa yang dia lihat ,dia melihat ketiga pria yang berlarian dengan tergesa-gesa , di saat ketiga pria itu semakin mendekat , tiba-tiba gadis itu bersembunyi di balik tubuh Dimas untuk bersembunyi dari orang tersebut .


"Tuan , tuan saya mohon bantu saya ,jangan memberi tahu mereka ." ucap gadis itu yang kini tengah bersembunyi di balik tubuh Dimas dengan menutup kepalanya oleh Jaz pria itu .


"Dimana nona muda !! jika sampai kita tidak mendapatkannya ,tuan besar pasti akan sangat marah ." ucap salah satu pria itu .


"Ayo kita terus cari , dia tidak mungkin sudah jauh ." ucap nya yang lain.


Setelah kepergian dari ketiga pria itu kini gadis itu membuka jaznya dengan celingak celinguk , Dimas terkejut saat gadis itu keluar dari penyembunyiannya .

__ADS_1


"Dia lagi "


Dimas berdecak kesal , lagi-lagi gadis itu dengan tidak sopan nya bersembunyi dari balik tubuhnya itu , kini gadis itu pun melepaskan Jaz itu dan memberikannya pada Dimas .


"Tuan terima kasih atas ja....


Gadis itu ternganga saat kepalanya mendongkak dan melihat pria yang memakai masker itu , gadis itu melihat mata Dimas .


"Uhh ... tuan !! kau memiliki mata yang bagus ,jika kau membuka masker ,sepertinya kau pria tampan " ucapnya yang kini melihat mata Dimas.


"Tuan terima kasih banyak .. ini jaznya ." ucap gadis itu berlalu pergi .


Gadis itu tidak sadar ,bahwa dia juga pernah bersembunyi di balik tubuh Dimas ,hanya saja waktu itu Dimas memakai kaca mata dan juga masker serta topi ,tidak dengan sekarang pria itu hanya menutupi setengah wajahnya .


Dimas sudah kesal dan menghela napasnya berat dengan menahan amarahnya karna tingkah gadis tidak sopan itu .


"Berani sekali , sial ."


Dimas pun kini melangkah menghampiri mobilnya dan berlalu pergi dari tempat itu .


Sesampainya di mansion dia turun dengan menenteng kantong keresek berisi kerang ,kini dia berjalan ke arah dapur dengan wajah sembari di tekuk .


"Bi ... tolong bantu tuangi kerang ini ya ," ucap Dimas dengan di angguki pelayan itu .


Dimas melangkah ke kamarnya dengan wajah di tekuk , Roy yang baru keluar dari ruang samping melihat Dimas membuatnya melihat ke arah pelayan ,pelayan yang melihat Roy hanya mengangkat kedua pundaknya ..


Erland yang berada di meja makan pun mengalihkan pandangannya ke arah Dimas , omah pun sama dan melihat ke arah Dimas terus mengalihkan pandangan nya ke arah ana dan juga Erland .


"Kalian lanjutkan makannya , " ucap omah dengan di angguki Erland dan ana .


Selang beberapa menit ,Dimas pun ke luar dan berjalan ke arah meja makan ,dan menarik kursi untuk duduk .


Tidak ada suara di antara mereka... hening ...hanya ada dentingan sendok dan garpu yang bersuara ,Sang omah melihat Dimas yang kini tengah memakan kerang hanya menggelengkan kepalanya .


Beberapa menit kemudian makan malam pun kini tengah selesai ,Erland menahan istrinya untuk tidak membereskan bekas makan mereka .


"Sayang jangan lakukan itu ,!! biar pelayan aja ya ." ucap Erland dengan di angguki ana .


"Emm ... kalau gitu aku duluan ke kamar ya mas ." ucap ana .


Erland hanya menganggukkan kepalanya ,Erland melihat sang omah yang sudah duduk di ruang tivi hanya menghela napasnya panjang ,kini pandangan nya beralih pada Dimas yang masih betah di meja makan dengan menikmati kerang nya .


"Kak ... "


"Hemmm ."


"Turuti saja apa kemauan omah ,dia ingin yang terbaik untukmu ." ucap Erland .


Seketika Dimas memberhentikan memakan kerang nya , dan melihat ke arah Erland .


"Apa kau juga berusaha menjodohkan Ku" jawab Dimas .


"Jika kau bersedia ,yah aku iya-iya aj...


"Kembali ke kamar ,!! istrimu menunggumu .." ucap Dimas tersenyum .


Dimas melangkah ke arah dimana wanita paruh baya itu berada ,Erland yang melihat Dimas menghampiri sang omah hanya tersenyum saja, Erland bukannya masuk kamar melainkan dia masuk ke ruang kerjanya .


Sementara Dimas , kini dia tengah duduk di samping sang omah dengan pandangan ke arah layar Tivi tersebut , sang omah melihat ke arah samping dengan tersenyum tipis .


"Dim ... apa kau sudah berpikir dengan perkataan omah ." ucap omah .


"Belum sepenuhnya omah , "jawab Dimas .


Wanita paruh baya itu hanya menghela nafasnya panjang, dia tahu cucu nya itu tidak ingin mengenal sosok wanita lagi dalam kehidupannya , Dimas yang melihat sang omah menarik nafasnya mengalihkan pandangannya pada wanita paruh baya itu.


"Omah !! omah jangan khawatir , nanti aku juga akan menikah seperti Erland , punya istri , dan anak juga , tapi aku masih belum siap untuk menikah omah ," ucap Dimas .


"Sampai kapan Dimas , kau bahkan sudah berkepala tiga ,di umurmu yang hampir 31 tahun ini seharusnya sudah berkeluarga , apa kau masih mengingat wanita itu ." jawab sang omah .


"Omah .. berhenti untuk membahas wanita di masa lalu ku ,aku tidak ingin mengingat wanita gila itu ,itu memang kesalahan ku dulu ,aku hanya belum siap saja untuk menikah ," ucap Dimas yang kini berdiri dari duduknya dan meninggalkan sang omah .


Wanita paruh baya itu lagi-lagi harus menghela napasnya berat ,meskipun dimas terus menolak ,dia akan melakukan cara apapun untuk cucunya itu agar mendapatkan seorang istri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun telah tiba ,ana membuka kedua matanya ,dia melihat ke arah samping sudah tidak ada suaminya ,ana melihat jam di atas nakas pukul 5:00 pagi ,kini dia pun turun dari ranjang .


Di saat ana melangkah,, dia merasakan sakit di pinggangnya ,mungkin hanya sakit biasa pikirnya ,di saat ana sampai di pintu kamar mandi ,Erland masuk dan melihat istrinya memegang pinggangnya .


"Sayang kenapa ,!!" ucap Erland yang melihat ana meringis


"Gapapa kok mas hanya sakit pinggang ." ucap ana .


"Mas kau dari mana ,tumben sekali sudah bangun di jam segini ." ucap ana kembali .


"Tadi aku kebangun ,mau ngambil minum ,ayo biar aku antar ke dalam ." ucap Erland yang memapah ana masuk kamar mandi .


Erland pun menyiapkan air mandinya untuk sang istri setelah itu dia membantu membuka piyama ana , dia tidak mengijinkan ana untuk mandi sendiri dengan hamil 9 bulan , Erland pun membantu memandikan ana dengan telaten .


Selang beberapa menit ,mandi pun tengah selesai, ana menahan Erland untuk tidak terus melanjutkan membantu istrinya ,Erland pun hanya mengangguk kan kepalanya ,dan berjalan ke arah pintu luar .


Pukul 6.00 pagi ana keluar setelah beres merapihkan kamar ,dia tidak melihat Erland dan merasa heran kenapa suaminya belum juga kembali setelah membantunya mandi .


Kini ana pun melangkah ke arah pelayan yang tengah menyiapkan sarapan untuk membantunya , di saat ana melangkah dia merasakan sakit pinggangnya lagi , mungkin sakit itu kembali hanya sebentar seperti tadi pikirnya .


Namun rasa sakitnya itu tidak mau hilang ,padahal dia sudah membalur pinggangnya dengan minyak gosok yang selalu dia pakai .


Ana ingin ke kamar mandi , dia merasa ingin buang air kecil ,namun saat dia akan melangkah ke kamarnya , namun air sudah merembes di pahanya , ana seketika berteriak memanggil Erland ,para pelayan kaget setelah nyonya mudanya itu berteriak ,hingga omah yang berada di ruang samping segera menghampiri asal suara ana.


Erland dan Roy pun mendengar teriakan ana dan langsung keluar ,Erland melihat istrinya kini tengah menahan tangannya di dinding tembok langsung menghampiri ana .


"Sayang .... ada apa ." Erland kaget saat melihat ana meringis menahan rasa sakit .


Erland melihat kaki ana sudah basah , bi Ani yang melihat itu pun dia tahu bahwa nyonya mudanya mau melahirkan .

__ADS_1


"Tuan ... tuan Erland, nyonya ana mau melahirkan ,itu air ketubannya sudah pecah ." ucap bi Ani dengan terbata .


Erland semakin panik saat mendengar ana mau melahirkan , pak Urip yang kebetulan mau masuk di teriaki oleh Dimas untuk menyiapkan mobil .


"Cepat siapkan mobil ." teriak Dimas .


Pak Urip pun segera menyiapkan mobilnya ,Erland kini menggendong ana menuju mobil akan membawanya ke rumah sakit , omah pun berteriak pada bi Ani untuk membawa perlengkapan bayi yang sudah di siapkan jauh hari sebelumnya .


Ana terus meringis menahan sakit ,kini dia pun meremas tangan jari-jari Erland kuat untuk menahan rasa sakitnya ,Erland pun berusaha menenangkan istrinya yang tengah menahan sakit .


" Pak Urip cepat pak Urip ." ucap Erland semakin panik melihat ana yang merintih .


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit ,Erland menggendong ana masuk ke dalam, perawat langsung gerak cepat membatu membawanya ke ruang UGD untuk di periksa .


Perawat itu meminta erland untuk menunggu di luar ,sementara ana sedang di tangani di dalam sana ,Erland mondar mandir di depan ruang UGD, dia tidak tahu harus berbuat apa dengan situasi saat ini , tapi tiba-tiba Suter keluar dan memanggil Erland .


"Tuan muda ." panggil perawat .


" Iya saya sus ." jawab cepat Erland .


"Nyonya muda ingin anda masuk dan menemaninya ." ucap perawat .


Erland masuk dan melihat dokter Sri yang sudah ada di sana .


"Tolong tahan pegangan tangan nyonya ana ya tuan ." ucap dokter Sri.


"Oke ,nyonya ana ?! jika rasanya semakin kuat ,nyonya ana bantu dengan menekannya dengan sekuat tenaga ya , tapi nyonya jangan takut ,rileks ya " ucap sang dokter .


Ana pun mengikuti perkataan dokter tersebut ,ana mencengkram tangan Erland lalu berpindah ke kerah kemeja Erland Karna menahan rasa sakit yang luar biasa .


Ana seketika berhenti dari mengejen ,dia benar-benar tidak kuat , Erland yang melihat istrinya penuh dengan keringat membuatnya khawatir .


"Sayang , kita oprasi aja ya ..hmm ..." ucap Erland khawatir ..


"E_enggak mas .. aku ingin lahir secara normal ,aku pasti bisa .. " ucap ana dengan berusaha mengejen kembali .


" Ayo nyonya ...kepala si baby nya sudah kelihatan .... lanjutkan hu.... tarik napas ,,,,dorong ..." ucap sang dokter .


Lagi-lagi ana mencengkram tangan Erland dengan lebih kuat lagi Karna menahan rasa sakit ,tiga kali mencoba mengejen , akhirnya bayi mereka lahir .


Eaa.... eaa.. eaa.....eaa....


Eaa....eaa....eaa....eaa....


( anggap aja suara bayi 🤪 )


kini bayi pun di bawa untuk di bersihkan ,Erland meneteskan air matanya di saat dia melihat anaknya lahir , buah cintanya dengan ana sudah lahir ke dunia ,dan melengkapi kebahagiaan mereka berdua .


Erland melihat sang istri dan menciumnya , rasa haru menyelimuti hatinya saat mendengarkan tangisan bayi .


"Terima kasih sayang ... terima kasih ." ucap Erland dengan tangisnya mencium ana .


Ana melihat wajah bahagia suaminya itu , begitu juga dengan dirinya ,dia bahagia saat mendengarkan tangisan bayi di ruangan tersebut .


Setelah selesai di bersihkan, dokter membawa bayi mungil tersebut ke hadapan tuan muda Anggara .


" Bayi anda laki-laki tuan , dia sangat tampan ,silahkan untuk mengadzani nya ." ucap dokter memberikan bayi mungil itu pada Erland .


Keluarga Pratama telah di beri tahu oleh Roy karna perintah nyonya besar ,kini mereka pun berada di luar UGD ,setelah mendengar tangisan bayi mereka langsung mengucap syukur atas keselamatan lahirannya ana .


Bayi mereka Wajahnya sangat mirip dengan Erland, hanya bibirnya saja yang mirip dengan ana .


Wanita paruh baya yang tak lain adalah sang omah kini tengah riang gembira ,termasuk Dimas, dia yang kedua menggendong bayi mungil itu setelah Erland .


"Erland !! nama apa yang akan di berikan pada anakmu ."ucap dimas antusias.


"Kenzie Alezandro Anggara." jawab Erland dengan tersenyum bahagia .


Anatasya yang mendengarnya pun dia setuju dengan nama yang di berikan oleh suaminya untuk putra pertamanya itu ,begitu juga dengan Dimas dia langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan nama "Ken" .


Erland sengaja memberi nama itu karna pertama panggilan "Ken" yang hampir sama dengan sang papa ,yang tak lain adalah Kenan sang papa dari Dimas dan Erland .


Erik sang paman dari ana pun mencoba menggendong nya dengan saling bergantian dengan Sintia .


"Ana ..Erland anak kalian sangat tampan ,dia mirip dengan mu Erland " ucap Erik dengan di iringi tawa mereka .


Kini kebahagiaan Erland dan ana sudah lengkap, kehadiran baby Kenzie lah yang melengkapi kebahagiaan mereka .


.


.


Erland dan ana pulang bersama malaikat kecil mereka ,ana merasa bahagia ,menjadi seorang ibu merupakan anugrah terindah dalam hidupnya .


"Welcome home my baby Boys ." ucap Erland yang menggendong baby Kenzie ke dalam rumah .


Pintu tampak terbuka dan sudah banyak orang di mansion itu untuk menyambut kedatangan baby Kenzie.


Bu Ratih dan anak-anak panti , para pekerja ,pelayan ,serta bodyguard dan yang lainnya sudah berkumpul semua ,untuk merayakan kepulangan ana dan penyambutan mereka .


Ana seakan tak menyangka bahwa Erland dan juga Dimas serta para pelayan mempersiapkan acara penyambutan dirinya dan juga Kenzie .


Ana tersentuh dan meneteskan air mata bahagia nya .


"Mas terima kasih ." ucap ana memeluk Erland .


Erland tersenyum bahagia saat melihat wajah ana dengan penuh kebahagiaan , melihat istrinya bahagia ,dia pun ikut bahagia .


__________


"TAMAT"


Lanjut season 2 ya .. masih tetap disini kok ,😉hanya saja season yang ke 2 menceritakan tentang Kisah cinta Dimas ..


Dan Lanjutan kisah cinta Bryan dan Nabila mereka akan hadir di season 2 .

__ADS_1


__ADS_2