Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Cemburu Nya Dista .


__ADS_3

Seorang wanita yang kini sudah menjadi istri dari tuan muda itu tengah mengerucutkan bibirnya ,dia masih kesal dengan Dimas yang tak membangunkannya .


Seharian diam di mansion membuatnya jenuh ,bahkan dia seharian ini hanya bermain dengan Kenzie dan bercengkrama dengan ibu muda yang tak lain adalah ana ,setelah bosan bercengkrama kenzie pun yang sudah mengamuk dan mungkin mengantuk membuat ana menenangkannya dan membawa Kenzie ke kamar .


Lagi-lagi Dista hanya menghela napas nya,di saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa ,bahkan wanita itu kini tengah berjalan ke arah kamarnya ,untuk melihat ponselnya ,Dista mengerucutkan bibirnya ,bahkan pria itu tidak membalas pesan nya .


"Apa kamu sibuk ... bahkan tidak membalas pesanku ,?! kamu menyebalkan ,bahkan tidak membangunkan ku untuk berangkat kerja ." gumam Dista dengan mengerucutkan bibirnya .


Kini Dista melangkah ke arah dimana dia melihat foto dirinya dan Dimas yang berada di dinding tembok , Dista ingat dimana mereka melakukan foto frewedding dengan di foto secara paksa , foto itu entah sejak kapan terpasang ,dan dista pun tidak tahu kapan adanya foto itu, tapi Dista tidak memperdulikannya , baginya dia bersyukur Karna saat ini sudah menjadi istri seutuhnya untuk Dimas .


Kini Dista melangkah ke arah ranjang ,di saat dia akan duduk ,pintu kamarnya ada yang mengetuk dan terbuka ,Dista melihat seorang wanita paruh baya kini tengah melangkah ke arah Dista sembari tersenyum .


"Omah ." ucap Dista .


"Dista !!! ini kan sudah hampir jam siang ,bi Ani sudah menyiapkan sup jamur dan juga dimsum untuk makan siang Dimas , kau antarkan ke kantornya ya " ucap omah .


"Tapi omah ,aku karyawan di sana , tidak mungkin aku datang tiba-tiba di jam segini ...


"Dista .! kamu itu bukan karyawan ,tapi istrinya Dim....


Wanita paruh baya itu seketika memberhentikan ucapannya ,dia menghela napasnya berat dan merasa kesal .


"Dista ,jangan bilang bocah tengik itu belum mengumumkan di kantornya bahwa kamu adalah istrinya Dimas ." desak omah .


"Eu ... i...ituu ....


"Kau tak perlu khawatir , biar omah yang akan memarahi anak itu , nanti biar omah yang akan menjewer cucu sialan itu ,kenapa dia tidak bilang ke semua orang di kantor , bahwa kau adalah istrinya ,agar mereka tahu ,kau adalah istri dari Dimas pemilik perusahaan ."ucap omah dengan nada kesalnya .


"Ayo siap-siap ,kau harus antarkan sup untuk Dimas ke kantornya ," ucap omah kembali .


"Tapi omah ,.


"Tenanglah !! nanti omah yang akan menemanimu ke kantor Dimas ,,!! eitz .. kau tak perlu memakai pakaian kantor ini ,sudah pakai pakaian itu saja , kau begitu terlihat sangat cantik " ucap omah dengan tersenyum .


Wanita paruh baya itu melangkah pergi ,Dista yang melihat wanita paruh baya itu pergi hanya bisa melihat punggung nya ,kini Dista melangkah ke arah cermin untuk mempersiap diri ,Dista menghembuskan napasnya dengan kasar saat melihat dirinya di pantulan cermin .


"Jika aku datang bersama omah , gimana reaksi orang-orang kantor ."


Setelah merias diri , Dista melangkah ke luar dengan memakai pakaian biasa ,omah yang melihat Dista tengah berjalan menghampiri nya hanya tersenyum ,begitu juga dengan Dista , dia hanya menampilkan senyumannya dengan pikiran yang sudah traveling .


"Omah !! biarkan aku saja yang mengantarkan makan siang ke kantor ,?! omah tidak perlu untuk ikut menemaniku ke kantor ." ucap Dista .


"Kau yakin ." jawab omah


Dista hanya mengangguk kan kepalanya , sebenarnya dia tidak ingin pergi bersama dengan wanita paruh baya itu ,dia takut tanggapan orang lain akan gimna ,Dista melihat Bi Ani yang kini tengah menenteng kotak bekal dan termos khusus sup di tangannya kini tengah menghampiri nya.


"baiklah ... omah tidak akan ikut .. Dista sup nya sudah jadi !! tadi bi Ani membuatkan sup dan dimsum untuk makan siang Dimas ,pak Urip sudah menunggu di luar .?! ." ucap omah dengan di angguki Dista .


"Hemm .. kalau gitu Dista berangkat ya omah. "ucap Dista yang kini mengambil kotak bekal itu .


Omah hanya mengangguk dan mengantarkan Dista sampai ke depan pintu ,setelah dimana Dista sudah naik mobil dan pergi meninggalkan mansion ,wanita paruh baya itu langsung mengirimkan pesan pada Bryan ,bahwa Dista akan ke kantor .


Dista yang kini berada di perjalanan melihat ponselnya , bahkan pesan yang tadi dia kirim belum sempat Dimas baca ,dengan cepat Dista pun menaruh ponselnya kembali ke dalam tasnya .


15 menit perjalan ,kini Dista sampai di perusahaan Dimas, dia masuk dan membawa kotak bekal , Dista sudah berniat untuk cuek jika orang-orang melihat nya dengan tatapan aneh ,Mikha yang melihat Dista berjalan dengan membawa kotak bekal terheran dengan Dista yang kini berada di kantor .


"Bukannya Dista tidak masuk , kenapa dia ada di sini , dan itu ... dia membawa kotak bekal buat siapa ."


"Dista tunggu " ucap Mikha memberhentikan langkah Dista .


"Kak Mikha " ucap Dista .


Mikha melihat kotak bekal yang ada di tangan Dista ,kini dia melihat Dista yang tengah melihatnya, dia berasa curiga dengan Dista yang membawa kotak bekal .


"Dista kamu tidak masuk kerja hari ini ,tapi kenapa kamu tiba-tiba masuk dengan pakaian seperti ini ,dan itu ... kotak bekal buat siapa ." Ucap mikha .


"Ini ....


"Adista .. !! sebenarnya ada hubungan apa kamu sama tuan Anggara ,bahkan di acara lelang amal itu kau berdansa dengannya dan itu pun kau di panggil oleh dia dengan memberikan perusahaan.." ucap Mikha dengan nada suara jelas .


Orang-orang yang baru keluar dari lift mendengar nada bicara Mikha yang begitu jelas langsung memperhatikan Dista.


"Ehh .. bukannya dia yang ada di acara lelang malam kemarin bukan ."


"Bukan hanya itu ?! dia juga kan karyawan di departemen seni ,tapi kenapa dia tidak memakai pakaian kantor , bahkan dia beruntung sekali mendapatkan perusahaan lelang itu ."


"Kalian jangan salah !! kemungkinan dia itu pacarnya tuan Anggara , "


"Aku rasa bukan !! pacar tuan Anggara kan sudah ....


"Kalian sedang apa kumpul di situ ." ucap seseorang


Semua orang syok saat melihat CEO dari perusahaan itu tengah berjalan menghampiri mereka ,Dista pun terkejut setelah mendengar suara pria yang tak lain adalah suaminya.


"Selamat siang tua....


"Apa kalian lebih suka bergosip di perusahaan ,dari pada pekerjaan ." ucap Dimas .


Mikha yang melihat Dimas menegur mereka hanya bisa maju melangkah satu langkah untuk berbicara pada dimas .


"Tuan Anggara !! Dista hari ini tidak masuk , tapi dia tiba-tiba datang dengan tidak memakai pakaian kantor ,dan lebihnya lagi dia .....


"Kenapa ,?! mau dia berpakaian kantor atau tidak itu haknya ,apa masalahnya bagimu Mikha , tidak ada aturan seperti itu di kantor ku ,siapapun yang datang ke kantorku berhak memakai pakaian apapun " ucap Dimas .


"Tapi tuan ?! itu sudah melanggar perat...


"Dengar baik-baik ..Karna kalian ada disini , aku akan memperingatkan pada kalian ,jangan sekali-kali lagi membicarakan istriku di kantor ,apalagi itu terdengar oleh telinga ku ." ucap Dimas dengan dengan nada sedikit meninggi .


Seketika semua orang terkejut ,saat Dimas mengatakan bahwa gadis yang tadi mereka bisikan adalah istri dari CEO Anggara , Mikha terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar ,kini pandangannya ke arah Bryan ,Bryan pun menganggukkan kepalanya ,dengan cepat Mikha pun membungkukkan kepalanya pada Dista yang kini berada di sampingnya.


Bukan hanya mereka yang terkejut , orang-orang yang telah lewat untuk keruangan kerja pun langsung terhenti saat mendengar perkataan Dimas ,bahkan mereka tidak menyangka bahwa CEO yang telah berubah itu di nyatakan sudah menikah dan beristri .


Tidak hanya mereka , Amalia yang baru keluar untuk melangkah ke arah ruang bidang kecantikan terkejut setelah apa yang dia dengar dari mulut pria itu ,bahwa gadis yang kemarin malam naik ke panggungnya itu adalah istri nya .


"Tidak !! tidak mungkin , dia tidak mungkin istrinya Dimas ,bahkan wanita itu terlihat muda ,jika di bandingkan dengan Dimas ,Wanita itu sudah seperti seorang adik, tidak mungkin ."


Amalia melihat kerumunan karyawan itu yang dimana tepat berada di depan pintu lift, sementara Dista hanya melihat wajah pria yang kini melangkah beberapa langkah maju ke hadapannya ,pria itu tersenyum sembari mengahmpiri dista .


"Jangan takut ,aku sudah ada disini ,, ?! kenapa gak bilang kau mau ke kantor ." ucap dimas mengambil kotak bekal yang ada di tangan Dista .

__ADS_1


Dista tidak menjawab nya ,dia hanya mengingat perkataan Dimas beberapa menit yang lalu menyatakan bahwa dirinya adalah istrinya .


" Dia mengatakan bahwa aku istrinya."


"A...aku datang membawa makan siang untuk mu ,dan bi Ani membuatkan sup jamur dan dimsum untukmu ." ucap Dista terbata .


Dimas merangkul pundak Dista dengan Menenteng kotak bekal di satu tangannya ,kini mereka melangkah beberapa langkah ke arah lift untuk menuju ke lantai dimana ruangan dimas berada ,sebelum pintu lift itu tertutup Dimas melihat ke arah Bryan dan mengisyaratkan untuk mengurusi orang-orang tersebut .


Bryan yang mendapatkan tatapan itu langsung mengerti dan melihat ke arah orang-orang yang masih terkesima ,dengan cepat Bryan membuyarkan mereka yang masih saja berdiri di tempat .


"Kalian ,Kembali ke ruangan masing-masing , kenapa masih menonton pintu lift itu ,kalian hanya ingin bercermin diri kalian masing-masing dan menonton tubuh kalian di bayangan pintu lift itu ." ucap Bryan dengan nada dinginnya tapi sungguh pedas dengan perkataan tersebut yang dimana orang-orang itupun pergi .


"Mikha " panggil Bryan yang kini memberhentikan langkah Mikha .


"Ya tua. ..


"Lain kali ?! kau harus bersikap sopan di dalam perusahaan pada siapa pun itu ,kau sudah membuat kesalahan dengan ucapan mu pada nyonya Anggara ,aku harap kau masih berdiri dan tinggal di perusahaan ini ." ucap Bryan melangkah ke arah lift .


"Tuan tapi saya tidak tahu jika dia istrinya tuan angga.....


Mikha melihat pintu lift itu yang sudah tertutup , dia benar-benar tidak tahu ,bahwa Dista adalah istri CEO di perusahaan nya .


"Aku tidak tahu ?! tapi semenjak kapan tuan Anggara menikah , pantas saja dimana waktu itu di ruang kecantikan ,tuan Anggara hanya menatap gadis itu dan menyetujui untuk merias , "


Mikha benar-benar sudah ketar ketir hati dan pikirannya ,jalan pun dia benar-benar tidak tenang ,apalagi setelah mendengar bahwa Dista yang kerja di bagian departemen seni itu adalah istrinya .


.


.


.


Di ruangan lain .


Dimas membuka jaz dan menaruhnya di kursi kebesarannya ,kini pria itu menghampiri Dista yang kini berada di ruangan tempat khusus makan Dimas , Dimas tersenyum dengan melilitkan kemeja tangannya sampai siku , Dista yang melihat Dimas yang menghampiri nya begitu dekat membuat dirinya tidak bisa berkedip sedikit pun .


"Kenapa !! tidak bertemu setengah hari denganku kau seperti tidak mengenalku ." ucap Dimas mendekatkan wajahnya


"Aku mengenal mu Dimas Anggara ." gumam Dista


Dista tersenyum dan menghindar dari hadapan Dimas ,dimas yang melihat Dista menghindar hanya tersenyum tipis, dia pun melangkah menghampiri istrinya nya yang sudah duduk itu .


"Kenapa membawa makan siang ke perusahaan , apa kau memasak sendiri ." ucap Dimas .


"Tidak " jawab Dista .


"Omah menyuruhku untuk membawa makan siang untukmu , kakak kan tahu sendiri ,aku tidak bisa memasak ," ucap Dista Kembali .


"Hemm ... syukurlah ?! aku takut kamu ceroboh lagi ,memasak dengan minyak panas yang menghantam tanganmu ini ." ucap Dimas dengan meraih tangan Dista .


"Hu'um .. bi Ani yang memasak sup ini dan membuat dimsum untukmu , ! omah menyuruhku membawa sup ini ,Karna omah bilang kak Dimas tadi pagi belum sarapan , jadi omah sengaja menyuruhku untuk membawakan sup ini ." ucap Dista dengan tersenyum manis .


"Kamu temani aku makan ,' ucap Dimas


"Aku ingin menemanimu makan ,tapi akhir-akhir ini aku sedang berusaha diet ." jawab Dista yang kini membuka kotak bekal untuk suaminya itu .


"Kak ... badan aku ini gede banget tahu ,Nabila dan ana mereka kecil banget ,bahkan berat badan mereka lebih rendah dari pada aku , aku ingin seperti mereka ...


"Aku ingin kamu banyak makan ,biar sehat ,biasanya kau rakus dengan hal makanan kenapa sekarang jadi ingin diet , sekarang kau temani aku dan makan bareng dan itu tidak akan membuatmu gemuk , aku suka dengan wanita yang sedikit agak berisi ." ucap Dimas .


"Temani aku makan ya .. kalau kamu gak mau ?! aku juga tidak akan makan siang ."jawab Dimas lagi .


"Aaaaaa... baik-baik !! aku akan menemani mu makan " jawab Dista


"Eu ... aku juga ingin mencicipi sup jamur yang di masak bi Ani , Kata ana ,?! sup jamur sangat enak ." ucap dista yang kini memeluk termos sup .


Dimas hanya mendengus ...wanita itu sungguh menggemaskan di saat termos sup itu di peluk oleh Dista .


"Hemmm ... ayo kita makan bersama " ucap Dimas.


Dista menganggukkan kepalanya dengan tersenyum ,kini dia membuka lauk pauk lainnya dan menyiapkan untuk Dimas ,di saat Dista menyiapkan sendok ,dia melirik sendok itu cuma hanya satu ,dan sendok itu di siapkan hanya untuk Dimas , Dimas yang melihat Dista berhenti membuat nya heran.


"Ada apa " tanya Dimas .


"Eu ... kak !! aku gak jadi ikut makan ya ,biar kakak aja yang makan ,aku akan menemanimu di sini " ucap Dista .


"Tidak "


"Kalau gitu ,aku juga tidak akan makan " ucap Dimas kembali Dengan menatap makanan yang sudah siapkan Dista .


"Tapi ....


"Kenapa ."


"Sendok nya hanya satu ,sendok punya mu saja ." ucap Dista .


Dimas tidak menjawab pertanyaan Dista ,dia hanya menatap sendok ,setelah itu dia menundukan kepalanya melihat ke arah makanan dengan berfikir .


"Pasti ini akal-akalan omah menyiapkan satu sendok , "


"Tidak apa !! kita makan dengan satu sendok saja." ucap Dimas .


"Haaaaaa....


Dimas mengambil sendok itu dan mencelupkan nya ke sup yang sudah Dista siapkan ,setelah itu dia menyuapi Dista terlebih dahulu ,dan seterusnya satu sendok itu mereka silih berganti untuk di pakai makan ,bahkan Dimas terlihat begitu senang saat dirinya menyuapi wanita yang ada di hadapannya itu .


Di saat mereka saling suap , tiba-tiba ada seseorang wanita masuk dan melihat mereka tengah makan dengan saling berbagi senyuman .


"Dimas "


Dimas dan Dista langsung melihat ke arah asal suara ,Dista terkejut saat melihat wanita itu berada di ruangan Dimas .


"Kenapa kamu kesini lagi ." ucap Dimas .


"Aku baru kembali ke perusahaan ini ,tentu saja untuk meluangkan waktu sedikit ,untuk banyak memahami perusahaan ,makannya aku datang kesini untuk lebih memahami untuk persiapan matang di dapartemen penelitian " ucap Amalia .


Dista melihat wanita itu, lalu pandangannya melihat ke arah Dimas ,


"Bukankah dia adalah penyelenggara di acara lelang itu , kenapa dia ada di sini " ucap Dista pada Dimas .

__ADS_1


Dimas menatap wanita yang berada di depannya itu ,Dimas menghela napasnya dan akan menjawab pertanyaan Dista ,di saat dia akan menjawab nya Amalia langsung membuka suaranya .


"Apa Dimas tidak memperkenalkan ku juga padamu , aku adalah teman lama Dimas ." ucap Amalia dengan tersnyum .


Dista melihat ke arah Amalia dimana wanita itu tersenyum ,Dimas hanya menundukan kepala dan melihat makanan di depannya ,dengan helaan napas berat ,Dimas pun menyatakannya pada Dista .


"Dia baru masuk tadi pagi di perusahaan Anggara ... dan aku berniat mengatakannya padamu di saat aku sudah pulang dari kantor nanti dan ....


"Tuan Anggara !! di ruangan ku masih ada masalah penelitian ,dan pengembangan yang sangat penting untuk periksa , bisakah ada luang sedikit un..


"Tuan Anggara !! aku tidak berselera makan lagi ,kamu nikmati makan siang mu saja ,jika ada yang ingin kalian tanyakan ,silahkan ? aku permisi dulu ." ucap Dista berlalu pergi .


Dista keluar dan meninggalkan ruangan Dimas ,Dimas yang melihat Dista pergi harus pergi mengejarnya ke luar , dia tidak ingin membuat istrinya salah paham setelah melihat Amalia di kantornya .


"Dista !! kau mau kemana " ucap Dimas menahan tangan Dista .


"Aku mau pulang kak ." gumam Dista pelan dengan menundukan wajahnya .


Dimas menarik tangan Dista ke dekapannya ,Dista terkejut setelah dia kini berada di dalam pelukan pria itu ,tapi dengan cepat Dista mendorong tubuh Dimas .


"Aku mau pulang kak !! aku tadi nyuruh pak Urip menunggunya ." ucap Dista berbalik dan berlalu pergi .


Dista berlari kecil ke arah lift untuk ke bawah ,dia tidak ingin pria itu melihat matanya yang tengah berkaca-kaca , tapi Dista dengan cepat menahan rasa sakit di hatinya dan juga menahan air matanya ,agar tidak tumpah terjatuh di pipinya ,tak bisa di pungkiri bahwa saat ini dia tengah cemburu dimana wanita itu tiba-tiba datang untuk menemui dimas .


Kini Dista pun berada di lantai bawah ,tenggorokannya terasa haus karna dia makan tidak langsung minum,kini dirinya melangkah ke arah Kantin untuk memesan minuman .


"Pak ... saya pesan jus naga satu ya." ucap Dista dengan lemas dan di angguki penjaga kantin itu .


Dista melihat ponselnya dengan berfikir ,dia melihat kontak Dimas dengan ekspresi wajah di tekuk ,pria itu menelponnya berulang kali tapi Dista hiraukan.


"Kau menyebalkan !! bahkan tidak mengejarku sampai ke bawah ,pria nyeselin ,nyebelin ... ." decak Dista .


"Kamu membiarkan perasaan ku yang sekarang ini kak !! bahkan aku juga sudah sadar dimana acara amal pelelangan itu ,tatapan wanita itu padamu seperti tatapan yang sulit di artikan dan kamu sekarang pasti sedang bersamanya di ruangan mu ." gumam Dista .


" Meskipun wanita itu mengatakan teman lama ,tapi dari tatapannya pada kak Dimas, sungguh berbeda ?! seperti nya di antara mereka memang ada sesuatu ." gumam dista .


"Nona ... ini minuman anda ."


"Ohh ... iya terima kasih ." ucap Dista dan membawanya ke arah salah satu meja.


"Dista "


"Nabila "


Nabila mengerutkan keningnya melihat Dista yang kini berada di kantin ,dia berpikir dan melihat Dista dengan wajah di tekuk.


"Dista bukannya kamu tidak masuk !! kok kamu ada disini ,kau tahu tidak ...


"Aku duduk di meja sana ,nanti bicarakan di sana ." ucap Dista dengan di angguki Nabila .


Nabila dengan cepatnya memesan makanan dan melangkah ke arah dimana Dista berada ,Dista melihat Nabila hanya makan roti saja mengerutkan keningnya .


"Makan siang ini, kamu cuma makan roti gulung saja ." ucap Dista .


"Kamu sendiri kenapa hanya minuman saja ." ucap Nabila .


"Aku tidak bernafsu makan ," ucap Dista .


"E'um .... ?! Dista ceritakan padaku , apa kau ada masalah ,bahkan kau tadi tidak masuk ... eeee... tapi aku bingung dengan kamu yang ada di sini ." ucap nabila.


Dista tidak menjawab pertanyaan Nabila ,dia hanya diam dan mengaduk-aduk jus yang ada di depannya itu , Nabila yang melihat wajah Dista tidak semangat seperti biasa mengkhawatirkan sahabatnya itu .


"Dista !! apa kehidupan kamu baik-baik saja di keluarga mansion , apa kak Dimas memperlakukan mu dengan baik ." desak Nabila .


" Hemm ... mereka baik kok bil ... kamu gak perlu khawatir , ?! bahkan kak Dimas juga memperlakukanku dengan sangat baik ," jawab Dista .


Dista tidak menceritakan dengan apa yang di rasakan nya saat ini , dia juga tidak ingin menceritakannya pada Nabila soal hadirnya Amalia di kantor Dimas .


"Dista !! meskipun jawaban mu seperti itu , tapi filling aku mengatakan , bahwa kamu ada masalah lain .,kamu gak ingin cerita padaku ,apa kau dan kak Dimas terjadi sesuatu , maaf. .?! aku terlalu mendesak mu ,karna aku sebagai sahabat selalu memperdulikan mu. " ucap Nabila .


"Bila aku tidak apa-apa kok !! bil ... minuman Ku sudah habis !! aku kembali dulu pulang ya , bye ..


"Dista tunggu !! jika ada masalah ,ataupun kak Dimas menyakitimu , kau jangan lupa telpon aku , jika terjadi sesuatu padamu , langsung hubungi Aku ya, biar aku hajar kak Dimas ,jika dia sampai menyakitimu ." ucap Nabila yang kini menahan Dista .


"Eum .. oke ,aku pulang ya ... bye ... " ucap Dista pergi meninggalkan Nabila .


"Bil .. maaf ?! aku tidak sepenuhnya bercerita padamu ."


Dista pergi meninggalkan kantor tersebut ,dia tidak bisa menahan rasa sakit yang ada dalam hatinya jika dirinya masih di perusahaan itu ,bahkan saat ini Dista benar-benar tidak ingin mengingat dimana dirinya melihat Amalia di perusahan Dimas ,bahkan wanita itu masuk begitu saja ke ruangan suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 19.00 malam .


Dimas sampai dimana dia berada di halaman mansion ,dia melangkah dengan menenteng Jaz di tangannya ,langkah demi langkah dia pun sampai dimana dirinya sampai depan pintu kamarnya .


Dia melihat Dista yang sudah tertidur ,ada rasa bersalah pada istrinya itu saat dimana tadi kedatangan Amalia yang membuat gadis itu salah paham ,Dimas duduk di ranjang dengan membelai pipi istrinya itu dengan sayang ,Dimas berasa heran di jam segini Dista sudah tidur .


"Maafkan aku, !! aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa ,percayalah , di hatiku hanya ada kamu seorang ,bayi mungil , aku harap kamu tidak terlalu berfikir buruk tentang wanita itu " gumam Dimas .


Dimas menghela napasnya dan mencium kening Dista ,kini dirinya melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,di saat dia akan melangkah ke kamar mandi ,dia melihat baju yang sudah di siapkan oleh Dista ,dimas tersenyum dan melanjutkan langkahnya ke arah kamar mandi .


Tanpa dimas sadari , Dista sebenarnya belum tidur ,bahkan Dista hanya pura-pura tidur ,dia tidak ingin melihat pria itu ,dia masih merasakan kesal karna tadi siang .


"Aku percaya kakak tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu ,tapi aku gak suka cara dia menatap kamu ."


Dengan waktu 20 menit ,Dimas keluar dan selesai dari mandinya ,setelah itu Dimas melangkah ke arah sofa mengambil baju yang sudah di siapkan Dista ,bahkan sesekali Dimas melirik istrinya itu dengan memberikan senyuman tipis ,setelah itu dia melangkah ke arah ruang ganti .


Tak butuh waktu lama ,Dimas pun selsai memakai baju dan melangkah ke arah ranjang , sebenarnya dia harus mengerjakan sesuatu di ruang kerjanya ,Karna dia begitu merindukan gadis itu ,Dimas mengurungkan niat nya untuk ke ruang kerjanya .


Dimas naik ke ranjang dan menatap wajah istrinya itu ,Dimas pun berbaring dan menarik tubuh Dista ke dalam pelukannya ,bahkan tak henti-hentinya Dimas mencium kening Dista .


"Selamat malam ,istri kecilku ," ucap Dimas sembari mencium kening Dista dan membawa ke dalam pelukannya .


Dimas terkejut saat Dista membalas pelukan nya , Dimas bergumam kecil dimana Dista membalas pelukannya ,bahkan pria itu pun menegang saat Dista membalas pelukannya yang dimana membuat di bawah sana hingga bangun , Dimas pria normal yang memiliki jiwa kelakian ,Dimas tidak mungkin melakukan itu pada Dista yang dimana gadis itu masih dalam periode menstruasi nya .


"Tahan junior ,kau belum bisa mendapatkan kekasihmu saat ini ,tunggu untuk beberapa hari ."


Dimas berusaha menidurkan kembali adiknya yang berada di bawah sana ,dia tidak mungkin melakukan itu pada istrinya ,kini dia berusaha memejamkan matanya agar suasana yang dia rasakan itu sekarang membuatnya tidak nyaman .

__ADS_1


__ADS_2