
"Awwwwww....syiiittt ."
Ana melangkah ke arah sofa yang ada di kamar mereka ,ana merasakan kram pada perut besarnya ,ana mengelus-elus nya dengan pelan ,ana akhir-akhir ini sering mengalami kram perut .
Ceklek ..
Erland yang baru keluar dari kamar mandi melihat ana mengelus-elus perutnya , Erland tahu ana pasti merasakan perutnya kram lagi, kini Erland melangkah ke arah istrinya dengan masih memakai handuk yang masih terlilit di pinggang nya .
"Sayang kram lagi .hmm .." tanya Erland dengan di angguki ana .
Kini Erland berjongkok mengelus perut buncit istri nya dengan sayang .
"Anak Daddy kenapa.hmm.." ucap Erland mengelus perut buncit ana .
Ana jadi nyaman saat Erland mengelus perut nya , ana berfikir , mungkin anak nya ingin selalu dekat dengan sang Daddy ,kini ana menahan tangan Erland dan berdiri dari duduk nya .
"Sayang mau kemana ." ucap Erland .
"Aku mau nyiapin pakaian kantormu mas , aku melupakan itu ." jawab ana yang kini melangkah .
Erland berdiri dan mengikuti ana , kini dia menahan tangan istrinya untuk tidak menyiapkan pakaian kantor .
"Jangan !! kau duduk aja ,biar aku yang ambil sendiri dan memakainya langsung ." ucap Erland .
"Tapi mas...
Tok ... tok...
"Tuan ... nyonya besar sudah menunggu anda untuk sarapan ." ucap bi Ani di balik pintu .
"Baik ,sebentar lagi kami akan keluar ," jawab Erland .
Ana terkejut saat Erland menggendong nya dengan menampilkan senyuman manis nya .
"Mas kenapa kau menggendongku , turunkan aku ." ucap ana .
"Syuutt ... aku hanya menggendong mu sebentar ," ucap Erland yang kini menurunkan ana ke ranjang .
"Tunggu sebentar ya ,aku pakai baju dulu ,?! setelah itu kita sarapan bersama ." ucap Erland kembali .
Ana hanya menghela nafasnya panjang ,kelakuan suami nya membuat ana selalu tersentuh ,ana tersenyum melihat suami nya mengenakan pakaian di depan nya ,sesekali Erland pun melihat ke arah istrinya dengan tersenyum ..
Selang beberapa menit Erland pun selesai dan rapih dengan pakaian kantor nya ,kini dia melangkah beberapa langkah menghampiri ana .
"Kenapa .hmmm ." ucap Erland dengan menangkup wajah ana .
"Gapapa." jawab ana dengan tersenyum .
"Apa aku tampan ." ucap Erland .
"Narsis ." jawab ana .
"Tapi benarkan sayang ,suami mu ini tampan , " ucap Erland menggoda ana .
"Emmm ... " dehem ana .
"Apa !! emmm...kenapa sayang !? kamu ingin di cium ." goda Erland yang kini mendekatkan wajah nya .
" Mas mulai deh. ..ayo ?! omah sudah menunggu sarapan di meja makan ." ucap ana menarik tangan Erland .
"Sayang !! kamu gak akan kasih vitamin dulu pada suami mu ini ." rengek Erland .
"Vitamin " jawab ana heran dan memberhentikan langkah nya .
"Iya vitamin pagi ,agar aku semangat untuk serapan ." ucap Erland menahan tangan ana .
"Mas kau jangan suka membuang-buang waktu deh ...kamu tuh suka lewatin waktu kalau sudah begini ." jawab ana .
Erland diam dan mengerucutkan bibir nya ,ana yang sudah membuka pintu membalikan tubuh nya melihat ke belakang ,dia menghela nafas nya panjang saat suami nya berdiri di tempat dengan wajah di tekuk ,kini ana pun melangkah dan menghampiri Erland berjinjit dan....
__ADS_1
Cup ......
Ana mengecup bibir Erland ,seketika Erland menarik tangan ana pelan dan ******* bibir ranum istri nya ,ana pun membalas ciuman erland , selang beberapa menit ciuman itupun lepas ,Erland melihat wajah cantik istri nya dengan tersenyum .
" Ini Vitamin ku setiap pagi ," ucap Erland yang kini mengusap bibir ana dengan ibu jari nya .
Ana hanya menganggukkan kepala nya mengerti ,setiap pagi nya dia harus memberikan ciuman pagi yang menurut suami nya itu adalah vitamin .
Kini kedua nya keluar menuju meja makan dengan Erland menggandeng tangan ana ,wanita paruh baya yang sudah menunggu dua pasutri itu hanya geleng kepala ,dia sudah mengerti dengan apa yang sudah di lakukan pagi-pagi oleh cucu nya itu .
Kini mereka pun makan dengan khidmat tanpa bersuara ,hanya ada dentingan sendok dan garpu saja yang bersuara .
Selang beberapa menit ,mereka pun selesai dari sarapan nya ,kini Erland melangkah untuk mengambil ponsel yang tadi dia taruh di sofa tamu ,ana melihat suami nya sudah bersiap untuk berangkat menghampiri nya .
"Sayang aku berangkat dulu ya ." ucap Erland mencium kening ana , setelah itu mencium perut buncit ana dengan sayang .
"Hai boy ... Daddy berangkat dulu ."
Kini Erland pun berdiri kembali dengan membelai wajah istrinya dengan lembut .
"Hati-hati ya mas ." ucap ana dengan di angguki Erland .
Erland melangkah ke arah mobil nya ,tak butuh waktu lama mobil pun sudah melaju ke arah gerbang ,Ana melihat mobil suami nya pergi dan sudah tak terlihat ,omah yang di ambang pintu hanya tersenyum melihat keromantisan mereka berdua ,dalam pikiran nya ,dia memikirkan Dimas untuk menjodohkan nya dengan cucu sahabat nya.
"Aku akan menunggu cucu kaisam lulus dari kuliah nya. ,setelah itu dia harus menepati janji dengan ucapan nya di beberapa bulan yang lalu ."
Wanita paruh baya itu berniat akan mengenalkan Dimas dengan seorang gadis ,yaitu cucu dari sahabat nya yang masih kuliah itu ,jika pun Dimas tidak mau ,maka dia akan melakukan nya dengan cara lain .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor .
Tepat nya di perusahaan DA'GROUP seorang pria yang kini tengah berkutat dengan pekerjaan nya harus terhenti saat mengingat perkataan sahabat nya itu .Ya! dia pria yang tak lain adalah Bryan .
Pria itu memberhentikan pekerjaan nya sejenak , dia memikirkan perkataan Tania di tempo hari ,dimana diri nya di paksa oleh istri dari teman nya itu untuk mengantarkan gadis ceroboh yang tak lain adalah Nabila .
Bryan mengingat , dimana Nabila menolak permintaan ana agar di antarkan oleh dirinya ,tapi gadis itu menolak dan lebih memilih menarik tangan supir keluarga Anggara untuk mengantarkan nya pulang , bukan hanya itu yang Bryan ingat , tapi gadis itu seperti menghindari nya.
"Gadis ceroboh ,dia gak mungkin kenal dengan nama nya jatuh cinta kan "
Lagi-lagi Bryan melengkungkan bibir nya saat dia mengingat Nabila dan dirinya waktu di Jerman ,gadis itu telah mengambil makanan nya, gadis itu mencuri makanan nya dengan berkata ,bahwa kucing lah yang memakan nya .
" Pendek , mungil dan manis ." gumam Bryan dengan tersenyum tipis .
Bryan tersenyum di saat dia mengingat dimana dia liburan bersama nabila , gadis ceroboh dan yang suka merepotkan nya itu bisa membuat pria seperti Bryan menampilkan senyuman di saat-saat sibuk kerja .
Tanpa Bryan sadari sedari tadi Erland memperhatikan Bryan yang tengah tersenyum itu , Erland melihat Bryan dengan menaikan alis nya dan melangkah beberapa langkah ,hingga ketukan di meja yang di lakukan Erland membuat pria tersebut membuyarkan senyuman nya .
"Aku rasa ... kau sedang jatuh cinta ,!? lebih tepat nya kau sedang kerasukan panah cinta yang membuat hatimu berbunga seperti itu ." ucap Erland mengutak Atik meja Bryan .
Seketika Bryan buyar dari senyuman nya ,dia melihat Erland yang melihat nya dengan tatapan dingin .
"Apa kau masuk tidak ketuk pintu dulu ,kenapa main masuk aja kaya hantu ." decak Bryan .
"Cih ... apa aku ini tidak salah dengar !! aku rasa ketukan pintu dari tanganku ini kurang bertenaga ya , hingga pria yang sedang jatuh cinta ini tidak sadar bahwa ada yang ketuk pintu lebih dari 10 menit ." jawab Erland mencibir Bryan .
"Sepertinya ,aku harus melawan hantu cinta itu yang sudah merasuki dirim...
"Kau tak ke kantor mu , lebih baik kau pergi sanah bantu Niken , jika kau disini kau akan menjadi hantu jelemaan dan menggangguku saja ." jawab Bryan mengalihkan ucapan Erland .
Erland tidak menghiraukan perkataan Bryan ,dia lebih memilih duduk santai di sofa ,dia sudah menyerahkan pekerjaan nya pada Niken ,bahkan tak lama lagi juga dia akan selama nya akan kantor nya setiap hari setelah Dimas kembali ke perusahaan nya .
Bryan hanya geleng kepala melihat sahabat nya itu hanya duduk santai ,dia tahu pria itu memang jenius tanpa harus melakukan pekerjaan , Bryan langsung kembali dengan pekerjaan nya ,tanpa memperdulikan Erland .
Erland menatap Bryan ,tapi tiba-tiba dia teringat akan pembicaraan istri nya dengan Nabila yang dimana ana menenangkan sahabat nya itu ,Erland mengingat dimana dia juga menguping pembicaraan Nabila dan ana ,begitu juga erland mengingat perkataan Nabila di taman belakang di mansion .
"Gadis itu sudah jatuh cinta pada pria jomblo ini ,bahkan dia sudah salah paham terhadap Tania ,?! jika begitu itu artinya apalagi kalau bukan cemburu ,!! ,ini akan sangat menarik jika aku mengerjai mereka berdua ."
Erland tersenyum tipis ,dia akan merencanakan sesuatu , tapi Erland pun berfikir dari mana dulu dia akan mengerjai dua manusia itu ,hanya ana sang istrilah yang bisa cari idenya.
__ADS_1
"Si pria jomblo ini pun seperti nya sedang jatuh cinta , tapi aku tidak tahu wanita mana yang membuatnya menggila seperti tadi ."
Erland melangkah ke luar meninggalkan Bryan ,dia berjalan ke arah ruangan nya ,sesampai nya di ruangan kerja nya dia membuka berkas yang mungkin Bryan siapkan di meja kerja nya .
*
Siang pun tiba ,Erland melihat jam yang ada di tangan kekarnya ,di saat dia menutup laptopnya ,ketukan pintu mengalihkan pandangannya ke arah pintu .
"Rapat lima menit lagi ." ucap Bryan .
"Hemmm...." jawab Erland berdehem .
Kini kedua nya berjalan melangkah ke arah ruang Rapat ,sesampai nya di ruang rapat ,rapat pun di mulai dengan berdiskusi soal pekerjaan yang hampir membuat kesalahan .
Stengah jam berlalu .
"Baiklah , sampai disini rapat kita siang ini ,untuk pertemuan berikut nya saya harap kalian lebih bisa mempersiapkan nya semua dengan matang ,agar kesalahan kecil seperti tadi tidak terulang kembali ." ucap Erland berdiri dari kursi nya dengan di iringi tepuk tangan oleh staf yang mengikuti rapat siang ini .
Erland berjalan ke arah pintu luar dengan di ikuti oleh Bryan di belakang nya .
"Apa agenda saya hari ini ."tanya Erland dengan berjalan serius ke depan .
"Hari ini tidak ada agenda apapun tuan selain mentanda tangani beberapa berkas yang saya sudah siapkan di meja anda ." jawab Bryan
Kini kedua nya pun masuk ke ruangan mereka masing-masing ,Erland berjalan melangkah dan membuka jaz nya .
Drett ..
Drett ..
Suara getar ponsel miliknya mengalihkan pandangan nya dan melihat ke arah meja itu , Erland melengkungkan bibir nya saat melihat isi pesan dari istri nya , kini dia pun langsung menelpon ana lewat video call .
"Sayang !" ...
"Mas .. aku nyuruh pak Urip mengantarkan makan siang untukmu ."jawab ana di balik telpon .
Erland hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaan istri nya itu ,dia sudah mengatakan pada Istri nya untuk tidak melakukan apapun dengan kehamilan nya yang sudah membesar ,tapi apa boleh buat , jika dia terus berbicara dia akan kalah bicara dengan ana, jika dia terus mengomel dia pasti tidak akan mendapatkan jatah setiap pagi nya .
"Mas .. kenapa senyum-senyum gitu ,kau berfikiran mesum yah ." ucap ana di balik telpon .
"Enggak-enggak ..!! aku tidak berfikiran seperti itu sayang , aku hanya merindukanmu ." jawab Erland dengan tersenyum .
"Mmm...!! baru aja setengah hari ninggalin aku ,,kenapa cepat sekali merindu ." ucap ana di balik telpon .
"Hemm ...aku gak lihat kamu satu menit saja sudah merindukanmu ,apalagi stengah ha....
Tok ..tok...
"Ck .. kau mengganggu ku " decak Erland melihat ke arah Bryan .
"Aku tadi ke bawah ,liat pak urip membawa makan siang !! katanya ini dari istrimu ,!? upz .. sekalian yah aku numpang makan dan kebetulan juga aku belum makan siang ,dari wangi nya sih enak ." jawab Bryan sembari cengengesan .
Ana yang di sembarang telpon sana mendengar suara Bryan yang ingin ikut makan masakannya ,dia pun tersenyum melihat wajah suami nya yang menahan kesal nya .
"Mas kamu makan dulu sana ,aku tutup ya telpon nya ." ucap ana di balik telpon .
"Hemmm ... emmmuuuaaachhh .." jawab Erland mencium istrinya di balik telpon dan mematikan nya .
"Uhukk ...uhukk..."
Bryan yang sedang minum tersedak saat melihat Erland mencium ponsel nya sendiri Karna istri nya .
"Dasar raja bucin ."
"Kenapa kau memasang ekspresi seperti itu ,!! aku tau , aku tau, kau sedang menahan kejombloan mu itu , makan nya kau cepat-cepat cari pasangan ,terus halalalin ,kau juga pasti akan sepertiku setiap ha..
Erland terkejut saat melihat Bryan langsung membuka makanan yang di bawa oleh istrinya itu dengan makan begitu saja tanpa menunggu Erland ,bahkan Bryan pun tak menghiraukan perkataan sahabat nya itu ,dia lebih baik makan dari pada harus mendengarkan ocehan dari Erland .
*
__ADS_1
*
*