
Sekarang ana berada di halte bus dia akan pergi ke tempat Nabila ,sedari tadi di perjalanan dia hanya memikirkan bi Ani yang tertawa pada nya , di saat ana akan melangkah tangan nya tiba-tiba di cengkram seseorang .
"Anatasya ." ucap nya yang tengah menahan tangan ana .
"Frans ... apa yang kau lakukan di sini ." ucap ana kembali terheran.
"Ana ,aku ingin mengatakan sesuatu padamu ,ini penting ." ucap Frans dengan menatap ana sendu .
"Frans ... aku sudah menikah ,? tolong lepaskan tangan ku ,dan aku akan pergi ." ucap ana yang menarik tangan nya kembali dan berlalu pergi .
"Ana ? apa kau tidak merasakan bahwa suami mu Dimas Anggara serasa aneh , jika kau meragukan itu ,ikutlah dengan ku ? aku akan mengatakan sesuatu padamu ." ucap Frans yang tengah berjalan ke taman yang jauh dari halte tesebut .
Ana penasaran dengan apa yang di katakan Frans ,dengan penasaran nya kini dia mengikuti Frans dari belakang untuk ke taman itu , ana melihat Frans duduk santai di kursi taman tersebut .
"Frans apa yang akan kau katakan padaku ," ucap nya dingin.
"ini mungkin pertanyaan aneh yang mungkin kau dengar ,?! tapi tolong jawab jujur pada ku ana ?? Apa kau pernah melihat Dimas Anggara sesungguhnya ." ucap nya dengan menatap ana yang tengah berdiri .
"Frans apa yang akan kau katakan sesungguh nya ,jelas aku pernah melihat nya dan di bahkan aku sering bertemu , jika tidak ada hal lain lagi yang penting ,aku pergi ." ucap ana berbalik .
"Apa kamu yakin ana ?! Sayang sekali , seperti nya kamu di tipu oleh seseorang ." ucap Frans yang tengah menahan ana dari langkah nya .
"Frans aku mengenali suami ku sendiri ,maaf aku gak ada waktu membicarakan hal tidak penting ini ." ucap nya melanjutkan jalan nya lagi .
" Tapi aku telah menemukan bukti yang kuat untukmu Anatasya ." ucap Frans yang lagi-lagi menahan ana dari langkah nya.
"Bukti apa yang kau miliki Frans ,apa maksud mu dengan mengatakan aku telah di tipu orang ,apa kau akan membuktikan bahwa Dimas bukanlah Dimas gitu maksud mu ." ucap ana dengan menahan kekesalan nya .
"Benar? aku telah membuktikan itu semua di saat Dimas menjemput mu di pesta dista ,lihat lah antara fhoto Dimas yang tengah di rumah sakit ,dan fhoto orang yang tengah menjemput mu di pesta dista ." Ucap Frans yang tengah memberikan ponsel nya pada ana .
Pasal nya Frans tengah mencari bukti pas di acara ulang tahun sahabat nya mereka ,dia begitu penasaran, kenapa seseorang luka bakar parah bisa keluar dan menjemput seseorang yang tak lain adalah ana, bahkan orang tersebut tidak malu di permalukan oleh orang lain ,
Frans tengah mencari bukti pada seseorang reforter yang saat itu tengah membututi keluarga Anggara di rumah sakit ,dan memotret kondisi Dimas dengan cara menyamar pembersih rumah sakit .
Meskipun berita tersebut telah di tutup dan tidak di kabarkan pada sosial media , tapi ada salah satu reforter yang menyimpan fhoto Dimas yang sesungguh nya , dan itu pun Frans telah membuat bukti untuk menyamakan Dimas yang sesungguh nya dan Dimas yang palsu
Ana yang melihat fhoto tersebut begitu terkejut ,dia percaya bahwa fhoto itu adalah fhoto Dimas yang di tangani dokter Wilson ,kini dia melihat fhoto Dimas yang tengah menjemput nya di pesta sahabat nya itu , benar-benar memang jauh berbeda , ana pun mengingat nya di mana kedatangan Wily dia masuk ke ruangan Dimas yang penuh di baluti dengan perban, tapi tidak dengan yang ini ,jika Dimas yang sesungguh nya terbungkus seluruh tubuh bahkan sampai kepala terbungkus oleh perban.
"Bahkan aku sudah berunding dengan profesor di bidang pemulihan luka terbakar , secara hati-hati dia juga memperhatikan fhoto Dimas yang asli dan fhoto Dimas yang telah menjemput mu itu ,? dan kesimpulan yang dia dapatkan sama dengan pemikiran ku , Dimas yang di fhoto di rumah sakit itu ,dan Dimas yang telah menjemput mu itu benar-benar bukan lah orang yang sama ."
"Dimas yang menjemput mu waktu itu adalah orang yang normal ,bahkan dia terlihat begitu tidak lemah dan tak berdaya ,? Anatasya terus geser ,di situ juga ada beberapa fhoto medis yang menunjukan sebelum dan sesudah menderita luka bakar ." ucap Frans dengan menjelaskan semua nya dan menyuruh ana terus melihat foto-foto tersebut .
"Jika bukan Dimas ,lalu siapa ." ucap ana dengan tidak percaya .
"Aku mencurigai adik dari Dimas Anggara mengerjai mu ke tahap itu ." ucap Frans dengan serius .
Ana mengingat di mana dia merasa aneh dengan tingkah Dimas yang setiap bertemu dengan nya ,begitu pula dia mengingat dimana pak Urip ,Roy ,bi Ani dan para pelayan yang lain nya sungguh aneh .
"Aku menyadari bahwa mereka punya kemiripan ,tapi aku tidak percaya bahwa mereka adalah orang yang sama ,bahkan mereka dari gerakan nya sungguh mirip dengan pria jahat itu ,jadi itulah kenapa bi Ani ,Roy ,dan pak Urip sungguh aneh ." gumam ana kecil .
"Semua orang-orang mansion telah membodohi ku sejauh ini ."
"Ana apa yang kau pikirkan ,apa kau sudah menyadari semua itu ." ucap Frans yang menyadarkan lamunan ana.
"Frans , aku yakin kau telah membuat kesalahan ,? tidak perduli asli atau palsu , ini semua adalah masalah pribadi rumah tangga ku ,kita akhiri sampai sini , ." ucap ana memberikan ponsel Frans dan melangkah pergi .
__ADS_1
"Ana ... kau jangan bertindak bodoh seperti itu ,? aku hanya ingin membantu mu." ucap Erland yang tengah menghalangi jalan ana .
"Kau tak perlu repot-repot membantuku Frans ,? aku tidak butuh bantuan mu ,? terima kasih ." ucap ana melangkah pergi meninggalkan Frans .
Kini ana berjalan untuk pergi ke tempat Nabila dengan pikiran yang begitu acak-acakan , sesampainya di tempat Nabila ,dia hanya diam berdiri di depan pintu masuk ,Nabila yang kebetulan membuka pintu di kaget kan dengan ana yang hanya diam saja dengan tatapan kosong .
"Ana ... apa kau baik-baik saja? apa terjadi masalah ." ucap Nabila bertanya -tanya dan hal itu membuat ana langsung tersadar .
"Aku baik-baik saja kok ,? apa kau tidak akan membiarkan teman mu ini masuk ." ucap ana yang tengah berdiri di depan pintu ,
Nabila pun terkekeh dengan ekpresi ana ,kini dia menyuruh nya untuk masuk , Nabila melihat ana yang pakai syal di siang hari mengerutkan kening nya .
"Ana ... kenapa kau pake syal di siang-siang panas begini ." ucap Nabila heran .
"Ahh ... tidak apa-apa kok ,aku hanya tidak enak badan aja .." ucap ana kikuk .
Nabila tidak percaya dengan perkataan ana sahabat nya itu , dia selalu saja melihat ana dengan intens ,kini Nabila pun tidak ingin berpikir jauh lagi ,dia pergi ke arah dapur untuk mengambil air untuk ana ,ana masih berpikir dengan foto-foto yang dia lihat tadi .
"Erland ,? tunggu saja , aku akan menangkap kedok mu ."
Setengah hari ini ana diam di tempat sahabat nya itu ,sore hari pun telah tiba ,ana berpamitan pada Nabila untuk kembali ke mansion .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi berganti siang ,sore berganti malam, dan malam ini ana tengah berjalan ke arah bawah dan melihat Erland yang tengah duduk di kursi meja makan ,ana duduk dan makan malam nya tanpa menoleh ke arah Erland .
setelah selesai makan ana memberanikan diri untuk bicara pada pria yang tak jauh dari nya .
"Aku ingin bertemu dengan suami ku ." ucap nya dingin.
"Kenapa secara tiba-tiba ,? aku tidak akan mengijinkan nya .' ucap Erland yang tengah meminum .
Erland mengerutkan kening nya dan melihat wanita itu pergi ,Erland melihat Bi Ani yang tengah menghampiri nya itu .
"Bi Ani apa yang telah terjadi dengan nyonya ." ucap Erland dengan menahan tawa nya .
"Saya tidak tahu tuan ,mungkin nyonya ana memang ingin bertemu dengan tuan Dimas ," ucap bi Ani yang tengah membereskan piring kotor .
Erland akan merencanakan nya setelah apa yang istri nya katakan itu , dia telah menyiapkan nya untuk menjadi peran Dimas ,bi Ani yang telah menyiapkan kue kacang kesukaan ana kini telah berjalan ke arah kamar tamu .
"Nyonya ,saya membawakan kue kacang kesukaan anda ,"Ucap bi Ani yang telah memberikan tampan tersebut .
"I_itu kue kesukaan ku , tapi setelah makan tadi aku serasa kenyang ,apalagi setelah berhadapan dengan pria jahat itu ,semakin kenyang ."
"Maaf Bi Ani .. aku masih kenyang ? silahkan bawa kembali lagi ke bawah ."Ucap ana yang telah mendorong nampan tersebut .
Bi Ani hanya menghela napas nya berat ,dia tidak ingin pusing dengan masalah rumah tangga dua pasutri itu , bi Ani melangkah keluar dan membawa nampan itu ,di saat dia sudah di luar kamar ,bi Ani berpasan dengan Erland .
Erland yang melihat Bi Ani membawakan nampan yang berisi kue kacang tersebut tidak tersentuh sama sekali .
"Bi Ani ,berikan itu padaku .", ucap Erland membawa nampan tersebut ke kamar ana .
Bi Ani yang melihat Erland melangkah dan membawa nampan tersebut hanya geleng-geleng kepala .
"Dasar anak muda jaman sekarang .? jika kau peduli ya katakan saja , kenapa harus ribut dulu , ? humzt ... dua insan itu ."
__ADS_1
Erland pun sampai di mana ana berada , dia menaruh nampan di atas nakas dan melihat ke arah ana yang tengah duduk di ranjang ,ana yang melihat Erland masuk mengacuhkan nya .
"Aku yang menyuruh bi Ani untuk membuat kan kue kacang ini , tapi kenapa kau tidak memakan nya ."ucap Erland menatap ana .
"Terima kasih atas kebaikan mu ,keluarlah aku tidak ingin memakan nya ."ucap ana acuh .
"Aku tidak mengerti dengan sikap pria itu ,kadang aku merasa di sayangi ,di cintai ,di perhatikan ,dan yang membuat aku luluh dengan pengertian dia padaku ."
Erland tidak menghiraukan kan perkataan ana ,dia tengah duduk di samping ana dan memakan kue kacang itu .
"Ana ,? ini sangat enak cobalah makan sedikit ," ucap Erland menyodorkan kue kacang tersebut ke arah mulut ana bekas gigitan nya .
"Bukan kah kau menyukai kue kacang ini ,kenapa kau mengabaikan nya ,bahkan kau mengabaikan ku ? ohh iya .. kemarin malam aku memakan makanan sisa makanan mu di restoran itu ," ucap Erland lagi .
"Apa .? kau memakan nya di depan Jen ." jawab ana yang melihat ke arah Erland , dan Erland pun memasukan kue kacang tersebut ke mulut ana .
"Bagaimana ,apakah enak memakan kue kacang bekas gigitan ku ." ucap Erland dengan mengedipkan mata nya .
"Kau menjijikan Erland ,? aku malam ini ingin bertemu dengan Dimas ,jika tidak aku akan meminta cerai padanya ." ucap ana berdiri dengan amarah nya .
"Benarkah ,? kau ingin bercerai .? baiklah setelah itu aku akan membawa mu kembali pada keluarga Pratama, dan kerja sama di waktu empat bulan lalu ,akan di tarik kembali ." ucap Erland dengan mengancam ana ..
"Selama aku hidup di sini ,kau tak bisa mengancam ku untuk mengembalikan aku pada keluarga Pratama ,jika pun itu kau mampu , aku benar-benar akan senang sekali bisa bebas dari sangkar yang mengerikan ini ." ucap ana dengan nada tinggi Karana kekesalan nya .
Erland terkejut dengan perkataan yang di lontarkan ana ,kini dia menarik tangan ana dan ******* nya dengan kasar ,tanpa di duga hal itu membuat Erland kesakitan ,ana telah menggigit lidah Erland dengan sedikit berdarah .
"Ka_kau kenapa kau menggigit ku ," ucap nya yang tengah memegang lidah nya .
"Erland ,? ku mohon ,aku ingin bertemu dengan kakak mu sebentar saja ., ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya , aku mohon ." ucap ana dengan menundukan kepala nya dan tak melihat ke arah Erland .
Erland mengerut kan kening nya ,kenpa dengan wanita yang ada di depan nya itu ,memaksa dirinya untuk bertemu dengan Dimas .
"Baiklah ,aku akan katakan pada kakakku ." ucap Erland berlalu pergi .
"Erland kau sudah masuk ke perangkap Ku ,aku telah menggigit lidah mu dengan terluka ,dan aku akan membongkar permainan mu itu lewat lidah mu ."
Ana mengingat dirinya pertama datang ke keluarga Anggara Karena menikah dengan Dimas ,dia menikah Karna membantu sang paman ,dengan begitu dia tidak bisa menyalahkan takdir nya .
"Aku di sini menikah dengan Dimas ,hanya karna balas Budi ke paman ,dan juga saat itu ketiga putri paman menolak pernikahan itu karna sesuatu yang tidak bisa tertahan kan oleh mereka ,karna itulah aku yang mengorbankan diriku sendiri untuk menikah dengan Dimas ." gumam ana .
Dua puluh menit kemudian , kini Erland tengah masuk ke kamar ana dengan berperan sebagai Dimas , ana yang masih membelakangi Erland begitu kaget dan tegang .
"tenang ana ,tenang .? kau harus tenang ."
Kini ana berbalik dan menghampiri Erland ,ana berjongkok dan melihat ke arah Erland .
"Suami ku ,adik mu selalu menganggu ku ,aku mohon padamu bicara lah pada nya agar tidak mengganggu ku ." ucap ana dengan melihat Erland .
"Erland .? aku akan membongkar indentitas mu mulai dari sini ."
"Haha ... baiklah nanti aku akan mengatakan nya ." Jawab Erland yang tengah menyentuh hidung ana .
"Dia tertawa ..dia pasti menertawakan aku dengan kebodohan ku selama ini ."
"Berdirilah ,aku ingin memeluk mu sebentar ." ucap Erland yang telah menarik ana ke pangkuan nya .
__ADS_1
"Jelas-jelas dia begitu sehat dan kuat ,kecurigaan ku sehari-hari ini sudah terbukti ,? Anatasya kenapa otak mu benar-benar mogok dan bodoh ,? Anatasya ini sudah berakhir dan kau ini memang benar-benar bodoh .."
Ana merutuki kebodohan nya sendiri dan menatap Erland dengan menahan amarah nya, kini dia berpikir, kesempatan dia yang sedang ada di pangkuan Erland akan dia bongkar dengan mencium Erland duluan .