Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Buket bunga .


__ADS_3

Hari Minggu telah tiba , hari yang di nanti-nanti oleh Erland dan ana tiba juga ,tepatnya kini di mansion yang luas itu tanpa harus membooking hotel ,dan kedua pasangan itu akan melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka .


Para tamu sudah mulai berdatangan dan para reporter pun kini tengah berada disisi karpet merah tersebut ,dengan para tamu undangan itu kini tengah duduk di kursi yang sudah di siapkan, semua para tamu undangan adalah rekan bisnis Erland dan juga Dimas , bahkan ada juga rekan bisnis mereka dari luar negri yang hadir .


Pengantin pria sudah berjalan terlebih dahulu keluar dan menyambut para tamu undangan , hanya tinggal menunggu pengantin wanita saja yang kini akan sebentar lagi selesai di rias.


Nabila sang sahabat dari ana tengah menemaninya dari kemarin ,karna dengan perasaan ana yang membuatnya tidak nyaman ,harus memanggil Nabila datang ke mansion untuk menemani di acara pernikahan nya .


Beberapa menit kemudian ,ana pun tengah selesai di dandani , Nabila dan omah terperangah saat melihat ana yang seperti bukan ana .


"Sayang ?! kamu cantik banget ." ucap sang omah melihat ana selesai di dandani .


"Terima kasih , omah juga cantik banget hari ini ." ucap ana melihat wanita paruh baya itu.


"Ini beneran sahabat ku kan ..ana kau pangling sekali ?! gila .. bahkan aku tidak mengenalimu sebagai anatasya sahabatku si bodoh itu ." ucap Nabila tak percaya .


"Lebay deh , aku juga tidak menyangka cewek sedikit tomboy sepertimu bisa secantik ini ." ucap ana menatap Nabila .


"Kau tahu tidak .!! ini sungguh memalukan ,omah membelikan aku baju branded ini ,huhh sangat di sayangkan dengan uang nya ." bisik Nabila pada ana .


"Sudah ayo Nabila ,kita gandeng tangan ana ." ucap omah yang kini mengibaskan gaun ana .


Nabila hanya mengangguk patuh dan mengikuti wanita paruh baya itu untuk menggandeng tangan ana .


"Bill ... aku gugup banget .." ucap ana yang sekarang ini deg-degan .


"Apaan sihh ... kaya belum malam pertama aja ,udah tumbuh kecebong juga tuh di perut , ngapain harus gugup sih ." protes Nabila .


"Bukan gitu .. di bawah pasti sudah banyak orang ..." jawab ana .


"Bodoh ?! ya jelaslah banyak orang ,?! ayo ..jangan lemot ,kaya siput aja dah ," ucap Nabila yang kini berjalan membuka pintu kamar ana .


"Betul ana ... kau jangan jadi bodoh seperti ini Karna kegugupan mu ,ayo kita ke bawah suamimu sudah menunggu mu ." ucap omah yang kini ikut menuntun ana .


Ana di tuntun oleh kedua wanita yang tak lain adalah Nabila dan omah key dengan menuruni tangga ,terlihat dekorasi yang ada di ruang tamu luas itu di penuhi dengan hidangan makanan dan minuman ,pandangan ana tertuju pada sosok Erland sang suaminya yang kini sedang tersenyum menunggu dirinya yang tak jauh dari ambang pintu .


Nabila dan omah melepaskan tangan ana dimana dirinya tengah sampai di depan Erland ,Erland tersenyum dan menatap wanita yang ada di depannya itu ,para tamu undangan tak luput untuk menatap kedua pengantin itu yang kini tengah berjalan ke luar halaman mansion untuk menuju kursi yang mereka akan duduki .


"Cantik banget sih istriku ." bisik Erland .


Ana dibuat merah merona ,bukan karna perkataan Erland ,tapi dirinya malu saat di tatap oleh semua tamu undangan yang sudah pada datang .


Ana menggandeng lengan suaminya berjalan ke karpet merah menuju dimana mereka akan bersanding di pelaminan ,para reporter langsung memotret pasangan pengantin itu begitu juga para tamu berdiri menyaksikan kedua pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu .

__ADS_1


Kedua pasangan itu begitu sangat serasi , banyak para tamu undangan yang iri dengan kedua pasangan suami istri itu , ana dan Erland tak hentinya menebar senyuman untuk para tamu undangan yang hadir .


Sementara di lantai tiga ,seorang pria tampan dengan setelan Jaz hitam nya yang kini tengah melihat acara pernikahan sang adiknya tersenyum bahagia ,pria itu yang tak lain adalah Dimas Anggara ,


Dimas tidak bisa berada disisi adiknya itu ,Karna dia ijin untuk tidak menampilkan dirinya ke semua orang .


"Jika misiku selesai ,aku akan memperlihatkan diriku Kembali seperti dulu ."


Dimas memandangi wajah adiknya nya yang tersenyum di bawah sana ,membuat dirinya pun ikut tersenyum .


Sementara di sisi lain Nabila berjalan ke arah para tamu yang di luar ,dia tersenyum melihat ana yang kini tengah berbahagia.


Selang beberapa menit Para reporter kini berjalan ke arah pintu gerbang dimana para pengusaha terkenal mendatangi pernikahan tuan muda kedua Anggara .


Rombongan mobil dari keluarga Zhou kini sedang turun dari mobilnya ,dengan di ikuti steven yang ikut turun juga , selang beberapa menit kemudian ,rombongan mobil dari keluarga baskara pun tengah datang menyusul rombongan keluarga Zhou ,tuan baskara turun dengan di ikuti oleh Irsan sang putra yang kini tengah berjalan ke arah halaman mansion .


Tak lama kemudian seorang sekertaris dari CEO Anggra pun kini tengah sampai di depan halaman mansion ,semua orang terpana melihat pria yang memasang wajah dingin itu ,apalagi para wanita yang kini tengah melihatnya, Sahara yang baru keluar dari ambang pintu pun ternganga saat melihat pria itu .


Bryan berjalan dimana dia menghampiri rekan-rekan kerja Di kantor nya dan juga berjalan ke arah para sahabatnya yang kini akan melangkah ke arah pengantin itu, Steven dan Irsan di buat terkejut saat Bryan menepuk pundaknya .


"Ck .... Bryan ?! ku kira raja kejam yang menepuk pundak ku , kau mengagetkan ku ." decak Irsan .


"Bryan ,cepat susul kembaran mu si beruang kutub itu ?! kapan kau akan bertemu dengan gadis untuk menggantikan Monalisa ." timpal Steven dengan di angguki oleh Irsan .


Bryan tak menghiraukan perkataan kedua sahabat nya itu ,dia melangkah ke arah Erland dan juga ana untuk memberikan selamat , kedua sahabatnya pun kini mengikuti bryan untuk memberi selamat pada erland .


"Kau sudah aku repotkan beberapa bulan ini ,?! cepat cari pengganti Monalisa dan menyusulku , carilah gadis yang cantik di sini " bisik Erland dengan tersenyum mengejek .


"Huh Kalian bertiga sama saja mendorongku untuk mencari pengganti Monalisa ,?! itu tidak akan bisa ." ucap Bryan berdecak.


"Hey beruang kutub ,kau sudah merencanakan ini di bulan lalu bahwa wanita yang ada di sampingmu ini adalah istrimu ,huh sekarang aku tanya satu hal padamu ," ucap Irsan dengan tersenyum jahil.


"Nanti aku akan kirim video yang lebih anlimited lagi untuk mu ,untuk gaya baru nanti malam ." bisik Irsan dengan cekikikan .


Erland berdecak sebal pada sahabatnya itu , Bryan dan Steven hanya geleng kepala dengan tingkah sahabatnya yang super playboy itu , Steven pun memberi selamat pada Erland dengan memberikan senyum jahat pada sahabat nya itu .


"Bro ... untuk malam ini aku sudah memberi hadiah ramuan jamu kuat untukmu ,itu bisa kuat sampai pagi loh ,cepat launching dan berikan kami keponakan tampan dan cantik ." ucap Steven enteng .


Ana yang mendengarnya pun malu hingga membuat pipinya merah merona , kini ana melangkah ke samping untuk bersembunyi di balik punggung Erland, ketiga pria itu tersenyum saat ana bersembunyi di belakang Erland .


Kini ketiga sahabat Erland pun turun dari panggung pengantin itu ,Bryan berjalan ke arah dimana para orang tua sahabatnya itu ,dia berjabat tangan dengan kedua orang tua Irsan dan juga steven , tanpa bryan sadari ada seseorang gadis yang melihat ke arahnya ,yang tak jauh dari sampingnya , hanya saja Bryan tidak mengenali gadis itu yang kini berpenampilan berbeda .


Di sisi lain Steven melihat ke arah wanita paruh baya yang tak lain adalah omah key yang sedang bercengkrama dengan teman sosialitanya ,pandangan nya beralih pada Rengganis sang mommy yang tengah mengobrol dengan langganan butik nya

__ADS_1


Saat ini sudah menunjukan pukul 10.00 pagi ,karna acara resepsi pernikahan nya akan di senggelarakan sampai malam ,semakin kesini semakin siang para tamu semakin berdatangan , banyak juga tamu para artis yang di undang oleh Erland untuk menyanyikan sebuah lagu untuk dirinya dan juga ana .


Fotografer kini melihat pasangan pengantin itu yang sekarang waktunya untuk melempar bunga ,pembawa acara pun kini tengah bersuara dan menyuruh kedua pengantin itu untuk melempar bunga.


Ana melihat ke arah Erland dengan bertanya-tanya .


"Mas ... apa kita mesti lempar bunga juga ." ucap ana yang melihat ke arah suaminya itu .


"Gak tau ,aku gak berencana itu kok .?! mungkin itu udah di rencanakan oleh fotografer kita ." ucap Erland yang juga tidak tahu .


Fotografer itu mengganti bunga yang ada di tangan ana untuk melemparkan bunga tersebut ke arah para tamu .


"Tuan dan nyonya sekarang waktunya untuk melempar bunga ," ucap fotografer itu yang kini memberi bunga pada ana .


Erland hanya menganggukkan kepalanya dengan di ikuti ana , kini mereka berdua melihat ke arah para tamu yang sudah berdiri dari kursi nya yang siap untuk menangkap bunga itu ,kini ana dan Erland membelakangi mereka untuk melemparkan buket bunga itu.


MC pun kini tengah memerintahkan pengantin itu untuk melemparkan bunga dengan hitungan .


"1 , buat para tamu undangan yang masih berpacaran atau yang masih pendekatan silahkan untuk berkumpul menangkap bunga tersebut . 2 ........... 3 .......


Buket buunga pun kini telah di lempar oleh ana dan juga Erland , bunga itu mengarah ke para tamu ,Steven dan Irsan melihat bunga itu tertuju pada Bryan dan juga seseorang gadis yang ada di samping nya .


Happpp........


Bunga itu sampai di tangan Bryan dan juga Nabila ,bunga itu kini tengah di pegang oleh mereka berdua , para tamu bertepuk tangan dan melihat ke arah Bryan dan juga Nabila , di atas sana ana terkejut saat bunga itu ada di tangan sahabat nya dan juga sahabat suaminya , tanpa mereka sadari , fotografer tadi langsung memotret Nabila dan Bryan yang sedang saling tatap itu .


Sahara yang tak jauh dari omah key ,menggepalkan tangannya ,kenapa bisa gadis itu mendapatkan bunga dengan Bryan , begitupula ana dia terkejut siapa yang mendapatkan bunga itu.


"Nabila ... ?! dia menangkap bunga itu bersama Bryan." gumam ana , Erland yang melihatnya pun hanya tersenyum saja .


Sementara di bawah sana dua pasutri itu masih saling tatap dengan tangan yang memegang buket bunga, omah key tersenyum dan mengahmpiri keduanya .


"Nabila ... Bryan ..." ucap omah yang membuyarkan mereka berdua .


Bryan terkejut saat wanita paruh baya itu memanggil gadis yang ada di depannya memanggil nama Nabila , bunga itu kini di ambil oleh omah dan memberikannya pada MC , Bryan masih tidak percaya bahwa gadis yang sedari tadi di sampingnya adalah Nabila .


"Jadi yang dari tadi di samping aku itu ...si gadis ceroboh , ?! sial ,bahkan aku tidak mengenalnya ."


Bryan kini melangkah meninggalkan halaman mansion yang di penuhi para tamu itu untuk pergi ke arah pintu masuk , tak butuh waktu lama Bryan kini masuk dan mengambil minuman yang ada di dalam , Roy yang melihat Bryan meminum dengan tegukan demi tegukan membuatnya heran .


"Kenapa kau meminum seperti itu ,lari dari luar kaya habis di kejar anjing aja ,?! lihat Jaz mu basah tuh ,di luar kan banyak hidangan dan minuman kenapa kau repot-repot sekali mengambil air di sini ," ucap Roy yang sedang melahap kue .


Bryan tidak menjawab pertanyaan pria itu ,dia meminum lagi dan lagi ,dia juga berpikir kenapa dia mengambil minuman saja harus mesti ke dalam mansion , sementara di luar sana Nabila tidak bisa mengontrol jantungnya yang berdegup sangat kencang .

__ADS_1


"Kenapa ini .?! kenapa saat berhadapan dengan pria itu jantungku mulai mompa dengan sangat kencang ."


Nabila memegang dadanya sambil berjalan ke arah samping yang tidak begitu banyak orang , kini dia mengambil makanan dan segelas minuman untuk dia makan ,agar bisa mengendalikan jantung nya yang sedang tidak baik-baik saja .


__ADS_2