Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Will you marry me.


__ADS_3

*


*


*


Di sisi lain .


Nabila yang melihat jalan yang tidak dia kenali membuatnya celingak celinguk ,Bryan yang melihat Nabila celingak celinguk hanya bisa tersenyum saja ,kini gadis itu melihat ke arah Bryan yang senyam-senyum sendiri membuat dirinya heran.


"Bryan ... jalan pulang ku bukan arah sini " ucap Nabila .


"Hemmm ....


"Bryan !! kamu salah jalan, ayo kita putar balik ." ucap Nabila .


"Hemmm....


"Bryan kamu kenapa hanya hmm....hmm saja, jalan ke rumah ku bukan jalan sin....


"Sayang !! berhenti untuk bertanya ,aku tahu jalan ini bukan jalan arah rumah mu ." jawab Bryan .


"Yah terus kenapa kamu bawa aku jalan sini ," ucap Nabila .


Bryan tidak menjawab pertanyaan Nabila ,dia hanya tersenyum dan mengambil tangan Nabila menggenggam dan menciumnya ,Nabila yang melihat Bryan tersenyum ,hanya bisa mengerutkan keningnya ,bahkan pria itu tidak menjawab pertanyaan nya .


Tak butuh waktu lama ,Bryan pun memberhentikan mobilnya ,Bryan turun terlebih dahulu ,dan membuka pintu dimana Nabila berada ,Bryan mengajak Nabila ke suatu tempat yang romantis, sebuah taman yang begitu indah , Nabila yang melihat itu pun tercengang melihat taman yang begitu indah di malam hari , Nabila berlari kecil meninggalkan Bryan yang tengah berjalan di belakangnya.


Bryan merogoh kedua tangannya ke saku celana sambil melihat gadis yang tengah tersenyum itu ,dia mengingat dimana dirinya di Jerman ,dia hanya melihat dan menikmati senyuman gadis itu ,kini Bryan berjalan dan melangkah ke arah dimana Nabila berada .


Bryan menahan perut Nabila dari belakang ,Nabila pun sudah tahu yang tengah menahan perutnya itu adalah Bryan , kini Nabila berbalik melihat pria itu ,di saat dia berbalik ,mereka berpasan dengan wajah mereka ,tepatnya bertemu dengan mata masing-masing .


Bryan menatap wajah gadis itu ,wajah imut dengan riasan tipis sederhana , tak bisa di pungkiri , bahwa Nabila adalah gadis yang kecantikannya masih alami dan natural .


"Aku baru sadar ,,ternyata kamu sangat cantik ,!! gadis ceroboh ."ucap Bryan sembari meraih tangan Nabila dan menciumnya .


Nabila menahan malu saat Bryan mengatakan apa yang barusan pria itu katakan ,bahkan Nabila memalingkan wajahnya Karna benar-benar malu berhadapan dengan pria itu , namun Bryan dengan pintarnya meraih dagu Nabila dan membawa wajah cantik itu kembali ke hadapannya .


"Jangan berpaling padaku !! aku ingin terus melihatnya ." ucap Bryan semakin mendekatkan wajahnya .


"Aku Malu Bryan ." jawab Nabila dengan suara lembutnya .


"Kenapa harus malu ?! kamu adalah pacar ku ,?! sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, dua Minggu lagi kamu akan menjadi milikku " ucap Bryan yang dimana membuat Nabila melototkan matanya .


"B_bryan ... a...apa maksud mu ." ucap Nabila terbata .


Bryan tidak menjawab pertanyaan Nabila ,Bryan merogoh saku Jaz yang di balik tubuhnya itu ,Bryan mengeluarkan kotak merah berukuran kecil dan membukanya , terlihat sebuah cincin berlian yang sangat cantik , Nabila sangat terkejut setelah apa yang dia lihat .


"Bryan " lirih Nabila dengan menutupkan mulutnya dengan terkejut sekaligus senang .


Bryan mengambil cincin putih bermerk DR itu dan memasangkannya di jari manis Nabila, setelah memasangkan cincin ,Bryan langsung berjongkok ,yang dimana membuat Nabila benar-benar senang dengan wajah berseri-seri .


"Jadilah istriku !! temani aku seumur hidupku ,dalam suka dan duka ,dalam tangis dan tawa ,?! Nabila ,aku akan selalu bersamamu ,mencintai mu sepenuh hatiku " ucap Bryan Nabila .


"Will you marry me ." ucap Bryan menatap wajah Nabila yang tengah bersimpuh di hadapan Nabila .


"Eumm ...hu'um ." anggukan kecil yang di beri Nabila pada Bryan ,dan yang dimana membuat pria itu berdiri dan memeluk gadis itu .


"Tapi kenapa harus dua Minggu lagi !! apa itu tidak terlalu cepat ." ucap Nabila membalas pelukan Bryan .


Bryan melepaskan pelukannya dan melihat wajah gadis itu dan menangkup wajah Nabila .


"Aku tidak ingin menunggu lama-lama " jawab Bryan .


Nabila tidak menjawab Bryan ,dia terlalu bahagia , di hadapannya seorang pria dengan jantannya mengajak menikah tepatnya ingin menikahinya ,Nabila menatap wajah Bryan ,dia tidak menyangka Bryan yang dulu dia kenal sebagai pria yang selalu menjengkelkannya ternyata sekarang sedang dalam proses jadi suaminya ,tepatnya calon suaminya .


Kedua netra mata gadis itu berkaca-kaca ,air mata bahagia itupun lolos melewati pipi Nabila yang mulus dan jatuh menetes pada tangan Bryan yang kini tengah memegang tangan Nabila ,bahkan Nabila tidak bisa berkata apa-apa ,dia hanya bisa tersenyum bahagia sembari menangis .


Bryan mendongkak dan melihat Nabila yang tengah menitikkan air mata nya , tiba-tiba pria itu melepaskan tangannya dan langsung menghapuskan air mata gadis itu .


"Jangan menangis !! aku tidak ingin melihatnya ,?! air matamu ,air mataku juga ." ucap Bryan mencium mata gadis itu .


Kini Bryan mengusap lembut wajah Nabila yang masih ada sisa air mata nya ,Nabila benar-benar ingin mengungkapkan rasa saat ini ,dimana dirinya nanti akan menjadi istri dari bryan ,sebab jika jadi istri harus bisa melayani suaminya ,bahkan gadis itu apapun tidak pernah bisa ia lakukan .


"Kenapa kamu begitu yakin ingin memperistri aku Bryan ,?! aku tidak seperti wanita-wanita lainnya ,bahkan tidak seperti wanita dewasa seperti mantan mu ,bahkan aku wanita yang tidak bisa memasak ,dan aku ...aku sadar ,aku gadis ceroboh seperti apa yang kau katakan itu ,dan aku takut kamu menyesal nantinya ." ucap Nabila dengan Isak tangis nya .


"Jangan bicara lagi ,dan jangan katakan ,apa yang kamu katakan barusan ." ucap Bryan .


"Tapi aku takut kam....Mmmft ..


Bryan membungkam bibir Nabila dengan ciumannya ,bahkan ciuman itu begitu lembut dengan di barengi angin sepoi-sepoi malam ,Nabila terkejut dengan apa yang di lakukan pria itu ,ini pertama kalinya pria itu mencium bibirnya dengan nyata ,bukan hanya kecupan saja ,tapi pria itu memainkan lidahnya di balik bibir Nabila ,mengisyaratkan untuk membuka bibirnya .


Nabila yang di perlakukan begitu lembut membuka bibirnya dan meraih pundak Bryan dan mengikuti ciuman Bryan yang lembut dan membuat jantung kedua nya berdetak sangat kencang ,Selang beberapa menit Bryan melepaskan ciuman itu ,dan berbisik pada telinga Nabila ,


"Apapun yang ada dalam dirimu aku akan menerimanya ,aku tidak mau gagal yang kedua kalinya , aku tidak butuh kamu untuk memasak untukku ,aku tidak butuh istri wanita dewasa ,dengan berjalan nya waktu kamu adalah kamu , kamu adalah gadis ku ,gadis ceroboh ku ,calon istriku , jadi jangan berbicara seperi itu lagi .oke ." ucap Bryan mencium pipi Nabila dengan lembut .


Nabila belum tersadar dari efek sentuhan Bryan ,pria itu mencium pipinya dengan begitu lembut dan membuat dirinya memejamkan matanya ,nafasnya terlihat cepat ,ada rasa sesak tapi menggelora , Nabila membuka matanya dan melihat wajah tampan Bryan yang kini telah memandanginya dengan lekat-lekat .


"Bryan !! aku ingin selalu bersamamu .!!! aku mencintaimu Bryan !! sangat ... sangat mencintaimu ." ucap nabila memeluk Bryan dengan erat .


"Aku lebih !! lebih sangat mencintaimu Nabila Putri ." ucap Bryan membalas pelukan Nabila .


Bryan pun membalas pelukan Nabila dan mencium keningnya ,Nabila merasakan hangat pelukan dari Bryan dengan terpejam .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ke esokan harinya .


Dimas sudah rapi dengan pakaian kantornya ,bahkan pagi ini dia tidak di siapkan keperluan kantor oleh istrinya itu , di sebabkan Dista belum ke bangun ,Dimas sengaja bangun pagi-pagi karna pagi ini ada urusan penting .


Dimas melangkah ke arah Dista yang kini masih betah dengan kasurnya ,dia memandang wajah gadis itu yang kini sudah menjadi wanita nya ,Dimas mencium kening itu dengan bergumam .


"Aku berangkat dulu ." gumam Dimas dengan membelai wajah Dista .

__ADS_1


Dimas melangkah pergi dari kamarnya ,sembari melihat jam yang berada di tangan kekarnya ,omah yang melihat Dimas melangkah pergi ke arah pintu luar memberhentikan langkahnya.


"Dimas !! di mana Dista ,kenapa kau tidak bersamanya ." ucap omah .


"Dista masih tidur omah " jawab Dimas .


"Kau tumben sekali di jam segini sudah mau berangkat kantor ." ucap omah


"Aku ada urusan dengan Bryan ,mungkin sampai kantor seperti biasa ,aku berangkat dulu omah ." ucap Dimas .


"Kau tidak sarapan terlebih dahulu. " ucap omah .


"Tidak !! nanti aku makan di resto Bryan .?! Ahh omah !! nanti tolong suruh bi Ani siapkan sarapan untuk Dista ," ucap Dimas .


Omah hanya mengangguk kan kepalanya dan menghela napas berat ,dia melihat Dimas yang kini melangkah dimana mobilnya berada ,wanita paruh baya itu berdecak kecil ,bahkan harapan penuh harapan belum sepenuhnya ia dapatkan .


Mengingat dimana Dista di kabarkan menstruasi membuat dirinya hanya bisa berharap lagi ,kini dirinya melangkah ke arah meja makan dan melihat lauk pauk yang sudah di siapkan para pelayan , wanita paruh baya itu berfikir untuk membuatkan makanan sehat untuk Dista agar segera cepat hamil .


Dengan cepat dan semangat ,wanita paruh baya itu menyuruh pelayan untuk masak kubis dengan brokoli untuk hidangan sarapan Dista ,baginya dimana dia membuatkan makanan itu akan membuat kandungan Dista subur , dengan begitu dimana Dista sudah berhenti dari PMS nya ,dia akan melakukan aksinya lagi .


.


.


.


Di tempat lain .


Dimas yang kini berada di restoran Bryan tengah mendiskusikan tentang lamaran Bryan pada Nabila ,pria itu bahkan meminta bantuan Dimas untuk menemaninya ke panti untuk minta restu pada pak Darmanto dan juga Bu Ratih ,Dimas berdecak pada sahabatnya itu , bahkan pria itu meminta bukan untuk menemani ,tapi meminta untuk berpikir


"Kenapa kau tidak dengan Erland saja ke sana ?! kau yakin akan mendatangi nya ke panti sendiri . " ucap Dimas .


"Aku tidak mungkin menyuruhnya ?! meski awalnya dia yang tahu panti itu dari nyonya ana ,tapi aku tidak bisa menyuruhnya !! yah .. aku akan datang sendiri ." jawab Bryan .


"Bryan !! jika kau mau menikahi Nabila , aku akan kasih kamu cuti dari sekarang ,kau kan butuh istirahat dan butuh persiapan ."ucap Dimas .


"Apanya yang harus aku siapkan !! aku sudah menyiapkan segalanya ,hanya tinggal menikahi Nabila ,makanya aku akan menikahi dia dua Minggu lagi Karna aku sudah menyiapkan nya di jauh-jauh hari ." jawab Bryan .


"Lalu , " ucap Dimas.


"Yah aku akan tetap ke kantormu ,selama satu Minggu ." ucap Bryan


"Baiklah ,!! aku akan membantu mu mengurusi pernikahan mu , kau bawa mobil ku kita berangkat ke kantor .", ucap Dimas berdiri dari kursinya


"Kau selalu membantuku ... sudahlah tidak perlu ,lagian kan .....


"Aku akan mengatakannya pada omah ... !! bahwa anak pungut nya kini sudah tidak jomblo lagi ,dan sebentar lagi akan meminta gadis orang untuk menjadi istrinya ," cibir Dimas .


"CK .... Dimas ... !! kau benar-benar sialan !! aku bukan anak pungut ,anak angkat .." decak Bryan .


"Sama saja ...kau adalah pamanku ." cibir Dimas .


"Sialan !! ayo berangkat ... kau jangan membuat tanganku menggepal dan ingin menonjok mu ." decak Bryan.


Dimas hanya tersenyum tipis sudah berhasil membuat pria itu kesal , kini mereka pun melangkah untuk pergi ke kantor bersama , Bryan masih saja berdecak dengan perkataan pria yang stengah berubah itu ,di perjalanan pun Dimas yang melihat itu hanya tertawa kecil dan menggoda Bryan yang akan menjadi pengantin itu .


"Haaaaa ..... kita gak salah!! lihat tuan Dimas dan tuan bryan tersenyum ."


"Kamu kenapa heboh banget sih , kan tuan Dimas dari dulu juga sering tersenyum, gimna sih ,terkecuali tuan Bryan ,pria itu memanglah datar ."


"Eeeee.... semenjak kebakaran itu dia berubah tahu beberapa bulan ini , ?! tapi tadi melihatnya tersenyum hatiku sakiitt ..."


"Sakit ..."


"Hooh ... senyumannya itu maniss bangett ......aaaa ...."


"Aku lebih suka tuan Dimas yang dulu .. ramah ,baik ,selalu senyum , gak kaya sekarang berkerut begitu.".


"Tapi dia tetap tampan , !! semua orang gak mungkin gitu terus kan pasti ada berubahnya , mungkin dia seperti itu ada seba....


"Huss ... sudah yu ah .. jangan membicarakan tuan Dimas lagi ,, bisa-bisa dia menyimpan penyadap di sini ."


Kedua resepsionis itu berbisik akan hal bosnya , tapi tidak bisa di pungkiri perubahan Dimas memanglah ada sebabnya, yang di mana orang-orang tidak percaya .


.


.


Dimas dan Bryan kini melangkah ke arah ruangnya , di saat dia melangkah Dimas berhenti di ambang pintu dan mengerutkan kening nya , Bryan yang sedari tadi serius melihat dokumen ikut berhenti.


" Kenapa ." tanya Bryan.


"Siapa yang sudah masuk ruangan ku ..dan pintu ini kenapa terbuka ." ucap Dimas .


Kedua pria itu masuk dengan beberapa langkah , Bryan dan Dimas pun bingung kenapa pintu ruangannya terbuka ,Dimas mengingat-ingat terakhir pulang kantor sebelumnya pintu itu di kunci apa lupa di kunci .


"Apa aku lupa mengunci ...." gumam Dimas .


"Kau tenang !! biar aku yang periksa cctv. " ucap Bryan sembari berbalik .


"Tidak perlu !! aku yang masuk ke ruangan mu ." ucap seseorang .


kedua pria itu berbalik ke asal suara dan melihat ke arah sofa, Dimas terkejut siapa yang dia lihat dan tengah duduk di sofa yang ada di ruangannya ,wanita itu berdiri dan melangkah ke arah Dimas , Bryan hanya mundur satu langkah dari mereka dengan melirik Dimas dan wanita itu .


"Kenapa kamu bisa ada di ruangan ku ." tanya Dimas.


"Kenapa !! aku tadinya ingin bertemu denganmu , bahkan tadi aku ketuk pintu tapi tidak ada sahutan darimu , dan ternyata kamu belum datang , kebetulan sekali pintu masuk ruangan mu tidak terkunci , dan maaf aku masuk begitu lancang. " ucapnya


"CEO Anggara ...?! apa kau tidak ingin menyambut ku ."ucapnya Kembali.


"Apa maksudmu ." jawab Dimas datar .


"Apa kau lupa ?! Dulu pak Kenan menetap kan aku di departemen penelitian ,dan sekarang aku kembali ." ucapnya .

__ADS_1


"Itu dulu ,tidak dengan sekarang ." jawab Dimas dingin .


"Kalau begitu ?! aku kesini akan memulai kerja ." ucap wanita itu .


Bryan yang mendengar perkataan Amalia langsung membuka suaranya dan melihat wanita itu .


"Mikha bilang ,ketua departemen seni akan datang hari ini ,?! apa itu Anda nona Amalia ." ucap Bryan .


"Betul .." jawab Amalia melihat ke arah Bryan .


"Aku bertanggung jawab, di ruang dapartemen seni dan perkembangan pruduk baru mu di ruang kecantikan ." ucap nya yang kini melihat Dimas lagi .


"Dimas !! kau tidak bermasalah kan jika aku bekerja kembali setelah kepergian pak Kenan ,bahkan para administrasi perekrutan mengundangku untuk kembali ke sini dari luar negri ." ucapnya .


Dimas tidak menjawab perkataan wanita itu ,dia hanya melirik Bryan yang hanya manggut-manggut saja ,Dimas tidak bisa berkata-kata ,wanita yang ada di depannya memang sudah menjadi ketua di dapartemen penelitian ,dimana Kenan masih Hidup .


"Dimas .. !! apa kau tidak ingin melihatku." ucapnya kembali .


"Kau terlalu percaya diri ,Anggara group begitu tertarik dengan orang berbakat seperti mu ,jika para administrasi sudah mengatakan untuk membantu dan memanggil nona Amalia ke sini ,tentu saja kau memiliki banyak kemampuan ,untuk berkontribusi perusahaan anggara group ." ucap Dimas .


"Selamat datang kembali dan bergabung di Perusahaan ku ." ucap Dimas Kembali tanpa melihat ke arah Amalia .


Amalia yang melihat ekspresi Dimas membuatnya menghembuskan napasnya berat, dia tidak menyangka pria itu berubah 100%.


"Dimas ... sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini ?! kau bukan Dimas yang aku kenal dulu ."


Bryan yang masih berada di antara mereka berdua hanya bisa diam dan melirik kedua manusia itu ,bahkan Bryan masih betah dengan berdiri di antara mereka dengan wajah datarnya .


Amalia yang melihat pria di samping Bryan membuatnya kesal ,kenapa pria itu masih berdiri di samping Dimas ,yang membuat dirinya kesal adalah pria itu masih saja setia dan tidak ingin pergi .


Bryan seketika berbalik dengan tersenyum kecut dan melihat ke arah Dimas ,Dimas yang di tatap Bryan hanya cuek saja ,bahkan kini pandanga dimas melihat ke arah wanita yang berdiri di depannya .


" Nona Amalia ?! dia adalah sekertaris perusahaan !! jika ada masalah kau bisa langsung katakan padanya ." ucap Dimas .


Amalia tidak menjawab perkataan Dimas ,dia melirik Bryan dengan helaan napasnya dan memutar bola matanya jengah .


"Aku kesini ada pertemuan penting dengan Dimas ,bisakah kau keluar dulu ." ucap Amalia ketus .


"Pertemuan penting ...? jika ada pertemuan penting katakan saja nona Amalia, Anggap saja saya tid....


Seketika Bryan terdiam ,dan dia juga tidak mungkin berada di ruangan Dimas untuk melihat pertunjukan yang menegangkan itu ,.


"Ahh .. baiklah !! kalau gitu aku tidak bisa tinggal di sini ,ada pekerjaan penting dan aku harus melihatnya ,dan kalian silahkan mengobrol ." ucap Bryan melangkah pergi .


Dimas melihat kepergian Bryan ,kini dia melihat ke arah wanita yang ada di depannya dengan tatapan dingin .


"Kelak !! jangan sembarangan masuk ke ruangan ku ." ucap Dimas melangkah ke arah kursi kebesaran nya .


"Dan lagi ,waktu kerja ku tidak bisa di ganggu untuk urusan penting yang belum di janjikan ," ucap Dimas yang kini tengah duduk .


"Dimas ."


"Panggil aku tuan ,dimana aku berada di kantor ." jawab Dimas .


Wanita itu tidak menghiraukan perkataan Dimas dia langsung duduk di kursi dan berhadapan dengan pria itu .


"Sebenarnya aku mencari mu bukan hanya untuk urusan penting ,aku cuman hanya ingin memberikan ini , " ucap Amalia memberikan dokumen sketsa pada Dimas .


Dimas menerimanya dan mencoba untuk melihatnya .


"Aku menghabiskan tenaga ku untuk mendesain itu ," ucap Amalia.


"Apa benar ini desain yang kau rancang ." ucap Dimas .


"Tentu saja ?! banyak perusahaan di dalam dan di luar negri menghubungi ku untuk itu ,tapi aku menolaknya ,karna aku lebih memilih Kembali ke tanah air hanya demi kamu ,dan bekerja di perusahaan mu "ucap Amalia menatap Dimas .


Seketika Dimas berhenti ,dimana dirinya yang tadi tengah melihat hasil desain wanita itu ,kini dia melihat ke arah Amalia yang tengah menatapnya.


"Terima kasih atas niat baikmu nona Amalia ,tapi itu tidak perlu " ucap Dimas yang kini memberikan dokumen sketsa wanita itu .


Amalia terkejut saat Dimas memberikan itu kembali pada dirinya ,terpaksa dia pun menerima dan Kembali mengambilnya ,Dimas melihat wanita itu dengan menghela napasnya berat.


"Anggaran group tidak membutuhkan nya ,bagiku itu tidak ada artinya ," ucap Dimas .


"Dimas !! kamu tidak mau menerimanya ,apa karna aku yang dulu selalu mengejar mu ,?! baik .. aku akan menjelaskan itu ,dulu aku memang selalu memaksa mu untuk mencintaiku , tapi dengan kedatangan ku sekarang ,aku hanya bekerja saja ,tidak lebih ?! bahkan sikapmu acuh dan tidak seperti dulu ."


"Aku memberikan dokumen sketsa itu padamu hanya untuk menilai saja ,bukan untuk apa...


"Bukankah tadi kamu bilang demi aku ... ?! nona Amalia .. sudahlah ... aku tidak membutuhkan itu lagi , kamu kerja ya kerja , apapun yang ingin kau akan kerjakan aku hanya menyetujui nya saja ,tapi tidak dengan itu ." ucap Dimas .


"Dimas !! bisakah kau tidak sebegitu dinginnya ,bahkan denganmu yang sekarang ini mengaruhi hubungan persahabatan kita sekarang !! apa kau tidak ingin menganggap ku seorang sahabat, seperti dulu ." jawab Amalia .


"Jangan mengungkit masa dimana aku dulu ,hal yang seharusnya tidak di ungkit di dalam perusahaan ,?! aku ingatkan kamu satu lagi ,alasan papaku dulu tidak memecatmu karna administrasi menghabiskan tenaga untuk membuatmu bertahan di daftaran departemen penelitian ,itu berarti kamu sangat berkemampuan dalam pekerjaan ?! dan itu membuat aku tidak percaya ,bahwa kau akan kembali .?! dan aku harap nanti kau disini hanya memfokuskan diri pada pekerjaan mu ,dan jangan memikirkan hal lain ." ucap Dimas dingin .


Amalia mendengar perkataan pria itu membuatnya nyut di hati ,dia hanya bisa menghela napasnya tanpa menjawab perkataan pria itu ,kini dia berdiri dan melangkah untuk pergi .


Di saat dia keluar ,dia melihat Bryan yang berdiri tegak di depan pintu membuatnya berdecak dan kesal pada pria itu ,Bryan yang sedari tadi di ambang pintu hanya mendengarkan ucapan dimas dan juga Amalia di luar ,Amalia pergi meninggalkan pria dingin itu dengan berdecak sebal ,Bryan yang melihat kepergian wanita itu hanya geleng kepala.


"Bryan masuk .. kenapa kau hanya berdiri di situ ." panggil Dimas .


Bryan tersenyum tipis dan melangkah ke arah dimana Dimas berada ,Dimas yang melihat Bryan tersenyum hanya menatapnya dengan ekspresi dingin .


"Sudah puas kau mendengar nya ." ucap Dimas .


"Dimas !! aku sungguh mengkhawatirkan kehadiran wanita itu ." ucap Bryan .


"Jika sampai wanita itu memaksa kehendaknya , dan mengganggumu lagi ,aku orang pertama yang akan lapor pada nyonya Dista ,bahwa di kantor ada simpanan CEO Anggara ." ucap Bryan dengan tersenyum smirk .


Dimas yang melihat Bryan dengan senyuman menyebalkan membuat dirinya menjatuhkan pena dengan kasar ,Bryan yang melihat itupun langsung mengalihkan pembicaraan .


"Rapat hari ini sudah di siapkan dan tinggal menunggu kau dan aku ." ucap Bryan .


Dimas tidak menghiraukan sekertaris nya itu ,dia berdiri dan melangkah pergi ke arah pintu luar ,Bryan hanya menghela napasnya panjang dan mengikuti pria itu dan melangkah ke arah di mana ruang rapat berada .

__ADS_1


.


.


__ADS_2