
Dimas tercengang melihat Erland membawa salad buah yang di buat unik oleh ana, Dimas tertawa ketika melihat ekspresi Erland
"Hahaha...
Erland tidak menghiraukan Dimas yang sedang menertawai nya, dalam hati nya dia senang melihat Dimas tersenyum kembali ,Erland baru pertama kali nya dalam dua bulan ini melihat Dimas tersenyum.
"Dia sungguh luar biasa Erland ,Kau sangat beruntung mempunyai istri seperti ana ,dia begitu perhatian." ucap Dimas sambil tersenyum
"Kakak berhenti memuji gadis so polos itu, sekarang kau harus mempertimbangkan untuk dioperasi ." ucap Erland
Dimas diam ,setelah mendengar kata operasi dari mulut Erland , kini dia menatap photo yang ada di atas nakas di mana photo itu terpasang antara dirinya dan Sahara
"Berikan aku waktu Erland untuk menjalankan operasi itu." lirih Dimas , mata nya masih melihat fhoto yang ada di atas nakas itu.
"Sahara aku tidak percaya, kau pergi meninggal kan aku untuk selama nya ." Batin dimas.
Erland tahu apa yang di pikir kan Dimas, berita kematian Sahara begitu tiba-tiba di nyatakan meninggal dunia , tapi dia kini telah memerintah kan orang untuk mencari tahu tentang Sahara .
Kini Erland melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar Dimas , dan langkah nya melangkah ke kamar yang di tepati ana ,ya kamar itu adalah kamar pengantin mereka.
Di saat Erland masuk kamar, dia terkejut melihat gadis itu tertidur dengan pulas dan memegang buku yang di peluk erat oleh ana .
Erland terkejut saat melihat tulisan yang ada di jilid buku itu .
"Dia sedang mencari sesuatu dari buku perawatan untuk kulit terbakar ." batin Erland menatap sendu ana .
"apa dia menerima pria cacat seperti apa yang aku peran kan , bahkan dia mencari sesuatu untuk kepribadian kulit terbakar seperti kakak ku ." batin erland.
Erland melihat wajah ana yang tertidur pulas dengan wajah yang begitu manis ,dia berpikir gadis itu gak cuman hanya lagi tidur saja wajah nya begitu polos , Erland mengingat di mana ana slalu bertengkar dengan dirinya dengan keadaan seperti biasa , bahkan ana memberikan perhatian untuk Dimas yang menganggap bahwa Dimas adalah suami nya.
"Hah sial , aku tidak boleh tertipu oleh gadis polos ini ." batin Erland .
Erland berlalu pergi ke kamar tamu , di saat sampai, Erland duduk dan bersandar di sofa memikirkan kesembuhan Dimas ,tanpa terasa dia tertidur .
Bryan seret Erland pergi dari sini ,cepat ."
__ADS_1
"Dimas sialan ,apa yang kau bicarakan ,kau akan mati di santap api ini ." ucap Erland dengan amarah nya .
"Erland aku Minta sama kamu ," Tetaplah hidup untukku." ucap Dimas dengan menutup mata nya .
"Dimas ......
Erland berteriak di alam bawah sadarnya, dan mengeluarkan keringat di kening nya , ternyata itu hanya mimpi , mimpi di mana kejadian pasca kebakaran itu .
"Kenapa mesti mimpi itu lagi ,kenapa terus menakuti ku ."
"Selama kecelakaan itu banyak wartawan mengelilingi perusahaan cabang itu, meski aku sudah hapus jejak berita itu, tapi aku tetap tidak bisa tenang dengan keadaan kak Dimas ."
"Dan aku sudah mendiskusikan keuangan di perusahaan ku dan perusahaan Kakak , tetapi semua kekuasaan dan uang tidak bisa merubah kesehatan luka bakar kakak ku ." gumam Erland dengan tatapan sendu
Erland melangkah kan kaki nya untuk melihat dimas, di sana ada dokter yang baru selesai memeriksa Dimas .
"Apakah kakakku tertidur ." ucap Erland yang di angguki oleh dokter .
"Tuan Erland kenapa anda datang di waktu
"Tidak perlu khawatir, pergi lah untuk istirahat ,waktu mu sudah habis untuk merawat kakakku , aku hanya ingin tinggal di sini sebentar ."
Erland memandang wajah Dimas dengan tatapan sendu rasa takut mimpi itu seperti terulang kembali.
Erland memegang tangan Dimas yang di baluti kain putih
"Erland ,kau belum tidur ."
"Belum , aku hanya ingin melihat mu kesini ."
Dimas tahu kedatangan erland di waktu jam segini ,Erland pasti mimpi buruk pasca terjadi nya kebakaran waktu itu .
"Erland .. aku tahu kau pasti mimpi buruk itu ,"
"aku tidak ada waktu lagi untuk terus begini ,aku tidak ingin melihat mu terus menyalahkan dirimu ." batin Dimas yang menatap sang adiknya.
__ADS_1
"Tidur lah kak ,aku akan kembali ke kamar ku ." ucap Erland berlalu pergi.
Pagi pun tiba ,kini ana baru bangun dari tidur nya, dia melihat buku yang ada di dekat bantal ,mengingat apa yang di lakukan nya semalam.
" Aku tidur nyenyak sekali ,bahkan aku ketiduran setelah membaca buku ini , aku bermaksud untuk menunggu Dimas terapi kesehatan kulit , dan aku mencari di buku ini untuk melihat bagaimana cara nya agar kulitnya cepat sembuh dari luka bakar itu , tapi aku malah tertidur ." gumam ana .
Ana terkejut saat mendengar air yang mengalir dalam kamar mandi , dia bangun dari tempat tidur nya dan akan melihat apakah di kamar mandi ada orang ,dia berjalan ke arah pintu kamar mandi .
"Apa Dimas yang ada di kamar mandi itu ,ya ampun dia kan gak bisa melakukan nya sendiri dengan luka bakar itu,..
Ana melangkahkan kaki nya menuju pintu dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi ,di saat ana mengetuk pintu itu tidak ada sautan dari orang dalam, dengan ragu-ragu ana memanggil Dimas.
"Tuan , apa tuan Dimas ada di dalam , tuan apa tuan memerlukan bantuan ku ,anda pasti kesusahan di dalam sana ."
^^^ "Kenapa tidak menyahut juga ,apa jangan-jangan dia....." Batin ana^^^
^^^Ana langsung membuka pintu itu ,di saat dia buka pintu dia di kaget kan oleh pria yang berdiri di depan nya cuman hanya memakai handuk sepinggang.^^^
"Aaaaaaaaaa.,
"Ka_kau Erland ,kau kenapa ada di kamar mandi ini hah ,"
"Dan kau , kau kenapa bisa masuk kamar ku dan nyasar di kamar mandi ku ."ucap ana dengan menutup wajah nya
"Kau sangat berisik sekali ,apa kau tidak ingin keluar, dan berdiri di situ terus untuk menonton ku ini ,haha kau tak perlu menutup wajah mu itu gadis bodoh." ucap erland sinis, Erland keluar dari kamar mandi itu dengan tersenyum kecil .
"Bodoh nya aku , kenapa aku gak berpikir panjang dulu ,ahh tidak ,aku kira yang di dalam sana Dimas .
"Bahkan tadi aku manggil nama kakak nya pun dia gak jawab ,dasar pria tembok .
"Apa dia sengaja mengerjai ku , di mansion ini luas ,masih ada kamar mandi di luar sana kali , kenpa dia masuk ke kamar pengantin ." Batin ana
"Dia pasti mengerjai ku ,untuk memalukan ku ,mengapa dia melakukan itu padaku , dan aku adalah kakak iparnya.
"Gimana kalau nanti Dimas mengetahui nya , apa yang harus aku lakukan nanti, apa aku bilang pada Dimas kejadian tadi , aku harus gimana.
__ADS_1
"Tidak-tidak ,jika aku bilang pada Dimas gimana kalau mereka bertengkar ,sementara kesehatan Dimas tidak baik-baik saja. " ucap ana bingung.