
Dimas masih mengingat kejadian dimana dia mencoba bunuh diri , tapi lagi-lagi dia masih hidup karna orang-orang di sekitar nya ,Dimas melihat layar itu dan mematikan nya dengan menghela nafas nya panjang ,pikiran nya masih mengingat kenangan lima tahu lalu bersama Sahara ,tapi kenangan itu hanyalah drama yang di mainkan oleh Sahara, sampai-sampai dia tidak sadar sedari tadi ada yang memanggil nya .
"Dim ... Dimas ..." panggil nya dengan menepuk pundak Dimas .
"Omah ..." jawab Dimas dengan kagetnya .
"Omah dari tadi ketuk pintu ,bahkan kamu gak nyaut ,ya udah omah masuk ," ucap nya dengan menatap Dimas sendu .
"Kau sedang memikirkan apa ,apa kau memikirkan wanita itu ." ucap omah kembali .
"Tidak omah ,aku memikirkan perusahaan ?! sudah lama ak..
"Dimas ,apa kau tidak merindukan omah hiks ..hiks... bahkan kau tadi datang hanya menanyakan Sahara ," ucap omah dengan Isak nya .
"Omah ,kata siapa aku tidak merindukan omah ,begitu aku melihat omah tertawa ,aku langsung ingin memeluk omahku yang bawel ini ." ucap nya dengan tawa kecil .
"Katakan sejujur nya pada omah ,kau sedang memikirkan apa ,!! omah sungguh khawatir akan hal dirimu ." ucap sang omah dengan tangis nya .
"Aku tidak ..
"Kau pasti memikirkan wanita itu ,Dimas sampai kapan kau akan bertahan dengan sa..
Tok...tok...
"Nyonya besar ... saya di perintahkan tuan Erland untuk memanggil anda dan juga tuan Dimas untuk makan malam ." ucap bi Ani yang berdiri di ambang pintu .
"Ahh ... iya bi Ani ,?! omah ayo kita makan dulu ." ucap Dimas berdiri dari kursi nya .
Omah menghela napas nya panjang dan menganggukkan kepala nya ,kini dia pun mengikuti langkah Dimas dari belakang ,sesampai nya di meja makan Dimas melihat Erland yang hanya serius dengan ponsel nya.
"Kau hanya duduk sendiri , kemana istri mu ,jangan bilang kau mengurung nya lagi seperti bulan lalu ." ucap Dimas membuyarkan Erland .
Erland berdecak ,kini dia menyimpan ponsel nya di atas meja makan itu ,pandangan nya ke arah sang kakak yang sedikit berubah .
"Aku tidak sejahat itu ,dulu aku mengurung nya karna ada alasan....
"Bukan Karna ada alasan ,tapi memang itu kesalahan mu yang tidak ingin jujur pada istrimu ," potong Dimas yang kini duduk ..
"Ya kau benar Aku yang salah ?! aku menye...
"Sudah ... jangan di bahas lagi ?! aku senang kau kembali dengan Anatasya ... cepat panggilkan istrimu ,kau jangan membiarkan keponakan ku kelaparan di dalam perut istrimu Karna tidak makan." ucap Dimas menatap Erland
"Tanpa di suruh pun aku akan memanggil istriku ," jawab Erland langsung berdiri .
"Haih anak itu !? , kau jangan pedulikan Erland ?! anak itu sebelum makan dia selalu memakan istrinya terlebih dahulu ."ucap omah dengan tawa nya .
Dimas hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil saat wanita paruh baya itu mengatakan kata yang membuat nya tertawa , Dimas melihat hidangan makan malam itu tidak ada yang berubah, tapi hatinya kini dia mengingat Sahara .
"Kemana wanita itu pergi nya ,berani sekali dia pergi masuk tanpa ijin dari orang rumah ,aku ingin lihat setelah aku kembali ,apa kau berani bertingkah sesukamu Sahara ."
Dimas mengingat Steven dimana pria itu tadi mengantarkan nya ke mansion , kini Dimas berjalan ke arah ruang tamu ,omah yang melihat Dimas berjalan ke arah ruang tamu sudah pasti tahu pastinya dia akan membangunkan sahabat nya itu ,
Dimas hanya menghela napas nya panjang setelah apa yang dia lihat ,kini kaki nya melangkah beberapa langkah untuk membangunkan nya .
"Apa kau tidak akan bangun , kau tidur di sofa seperti itu masih saja tidak bergerak ,Steven ?!" ucap Dimas yang kini menarik bantal sofa yang ada di kepala Steven ..
Steven yang bermimpi indah membuat dirinya tak terasa dengan bantal yang di tarik oleh Dimas , disaat dia tidur menghadap Dimas ,pria itu tersungkur ke lantai
"Ampun raja ..ampuni saya ?! saya tidak akan mengganggu putri lagi ,tolong jangan tendang hamba yang mulia raja ," ucap Steven yang kini terbaring di bawah lantai dengan mata terpejam .
Dimas mengerutkan kening nya saat pria itu mengigau ,dan dia melihat sahabat nya tengah mengusap kepalanya yang mungkin terbentur lantai
"Steve...
"Aduh sakit sakit ...akhh ...." ucap Steven stengah sadar .
"Raja ...ehh ... dimassss ....!! kenapa kau di situ ,aduhh pantat ku ...akhh kenapa aku tidur di bawah ," ringis Steven .
Steven yang melihat Dimas memegang bantal sofa menarik napas nya dalam-dalam dan mengambil bantal sofa itu di tangan sahabat nya .
"Kau mengganggu mimpi indah ku dim ," ucap Steven yang berbaring lagi di sofa tersebut ..
"Makan malam sudah siap ,jika tidak ingin makan terserah .." ucap Dimas berbalik dan kembali ke meja makan .
Steven yang mendengar makan langsung mengusap perut nya itu dan melihat ke arah jam di lengan kekar nya .
"Sudah hampir jam 08.00 malam ,uhh cacing di perutku dia mendengar perkataan manusia aja langsung memberi sinyal ,sialan Dimas gak memberi ku makan tepat waktu ..duhh ...." gumam Stevan berjalan ke arah meja makan ,di saat dia melangkah dia di tarik oleh Erland .
"Hey...hey .... apa yang ka....
"Pergi ke kamar mandi dulu sanah ,kakak ku terobsesi dengan kebersihan ," bisik Erland yang tengah menarik baju Sahabat nya itu .
Steven memijat pelipisnya dengan berjalan ke arah ruang kerja Roy dengan mengayun kan kaki nya menghajar Erland ,Erland tidak memperdulikan sahabat yang menendang dirinya dari jauh itu .
"Mas ... kenapa kau bengong di sini " ucap ana yang datang dari belakang .
"Aku menunggumu ,ayo .. omah dan kak Dimas sudah menunggu di meja makan ," ucap Erland dengan di angguki ana .
Sesampainya di meja makan ,ana melihat Dimas dan omah yang belum juga makan Karna menunggu mereka berdua , ana melihat Dimas yang tersenyum padanya .
"Selamat malam dim ..eh kak.." ucap ana gelagapan .
"Panggil kakak aja ,kau adalah adik ipar ku , berarti adikku juga ." ucap nya dengan ramah .
"Iya kak ." ucap ana dengan tersenyum .
Dimas melihat ana yang menyiapkan nasi untuk Erland ,dia bersyukur pernikahan yang dia buat akhir nya membuahkan hasil .
"Erland banyak berubah sekarang ,syukurlah ana akhirnya mencairkan es beku yang ada di tubuh nya ."
Steven yang berjalan ke arah meja makan dengan wajah segar nya ,sesampai nya di sana dia di Sapa oleh wanita paruh baya itu .
"Steven ,kau tidur terlalu nyenyak sekali ,?! bahkan tadi Erland sudah membangunkan mu sedari tadi ,tapi kau tak bangun-bangun juga ." ucap sang omah
"Omah ?! asal omah tahu ,aku di bangunkan oleh nya hanya akan membuat ku hangat dan tertidur nyenyak ," ucap Steven yang kini mengambil lauk ke piring nya .
"Mana ada seperti itu Steven ,kau ini ada-ada saja." ucap sang omah dengan tawa kecil nya .
"Ada omah ,?! buktinya aku tidak bangun-bangun saat Erland membangunkan ku, Karna sekarang dia sudah tak dingin lagi ,!? tapi tadi aku di bangunkan oleh es baru beku itu hingga aku kebangun karna kedinginan , uhh omah bahkan pantat ku masih sakit ." ucap Steven yang kini melihat ke arah Dimas yang sedang makan itu .
"Diam ...?! kau sedari tadi nyerocos aja ,lanjutkan makan dan tidak di ijinkan bersuara ." ucap Dimas yang kini tengah kembali mengunyah lagi
Erland menatap Steven dengan tatapan tajam nya hingga yang di lihat nya pun acuh dan tak perduli dengan sikap kakak beradik itu .
"Ck ,Aku tarik kata-kata ku tadi , ternyata si beruang kutub itu hanya hangat sama istri nya saja ,lihat tatapan nya seperti melihat mangsa Saja , dua orang ini kenapa gak sekalian masuk plizzer ajah sih .. biar tambah beku ."
Kini mereka pun melanjutkan makan nya tanpa bersuara lagi, beberapa menit kemudian mereka pun tengah selesai ritual makan malam nya , Erland melihat istrinya membatu para pelayan membawakan piring kotor memberhentikan nya .
__ADS_1
"Sayang jangan lakukan itu ,sudah ku bilang ,ini pekerjaan pelayan ." ucap Erland yang mengambil piring kotor dari tangan ana .
"Bi Ani ?! tolong selesaikan meja makan .. aku tidak ingin istriku melakukan itu ." ucap Erland dengan di angguki bi Ani .
"Mas kau terlalu berlebihan ." ucap ana.
Dimas tersenyum tipis melihat tingkah Erland yang begitu memanjakan istrinya ,Steven yang melihat nya pun cuek-cuek saja .
"Dim ... aku harus pulang ,Mommy sudah menelpon ku sedari tadi ,bahkan aku membiarkan nya tanpa aku jawab ,Karna tidur ku nyenyak ." ucap Steven yang kini mengambil jaz yang di taruh di sofa .
"Titip salam sama omah ," ucap nya dengan melangkah ke arah pintu .
"Ohh iya ...jangan lupa tambahan uang bonusku ke rekening Karana sudah bekerja dua bulan penuh ini untuk mu ." ucap Steven Kembali yang kini memberhentikan jalan nya .
Di saat dia berbalik lagi ,dia terkejut dengan kedatangan Sahara ,begitu juga dengan Sahara dia terkejut dengan adanya Steven .
"Ste_steven.." ucap nya dengan tercengang .
"Itu berarti Dimas juga ....."
Sahara melangkah ke dalam menyenggol tubuh kekar pria yang mematung itu ,Sahara melangkah untuk menemui Dimas ,wanita itu terkejut saat melihat Dimas yang kini mengarah ke arah ambang pintu ,Dimas pun terkejut melihat Sahara yang tengah masuk ,tapi dia tidak melihatkan keterkejutan itu ,
"Dimas .... "
"Dimas kau sudah Kemabli , aku merindukan mu ." ucap Sahara yang kini tengah memeluk Dimas .
Dimas hanya diam dan tak membalas pelukan itu ,dia mendengar tangisan Sahara layak nya tangis yang merindukan kekasih nya ,tapi semua itu hanya drama yang di lakukan oleh wanita yang kini telah memeluk nya , kini Dimas pun menggerakkan tangan nya untuk membalas pelukan wanita itu .
Steven yang masih berdiri di ambang pintu berdecak sebal dengan akting wanita itu dan melanjutkan langkah nya ke arah dimana pak Urip berada .
"Cih ... bahkan dia berbakat sekali berakting ."
Sementara di dalam sanah kedua pasutri itu masih berpelukan , Erland yang melihat itu pun acuh ,dan melangkah pergi ke ruang kerja nya .
"Dimas kau kapan Kemabli , bahkan kau tak menelpon ku di saat kau sudah sampai sini ." ucap Sahara yang masih memeluk Dimas.
" Aku datang barusan beberapa menit yang lalu." Jawab Dimas bohong dengan memeluk Sahara erat .
Sahara yang di peluk erat oleh Dimas membuat nya susah bernafas .
"Sialan ,pria lembek lepaskan aku ?! kau mau membunuhku hah memeluk dengan seperti ini , ?! apa dia ini merindukan ku Karana lama tidak bertemu .... akhh sial ,aku sesak sekali pria ini tiba-tiba menjadi gurita seperti akan membunuh mangsa nya ."
"Kau kemana saja ,dan habis dari mana " ucap Dimas yang kini melepaskan pelukannya.
Sahara bingung mesti memberi alasan apa , dia tidak mungkin bilang habis keluar dengan pekerjaa nya .
"A_aku tadi habis ke acara ulang tahun teman ku , !! ah Dimas kenapa kau tidak memberi tahu ku kau akan pulang ."Ucap nya dengan mengalihkan pembicaraan .
"Setelah oprasi pria ini berganti wajah sedikit ,aku hampir tidak mengenali nya ."
"Benarkah. .!! aku belum sempat menyentuh ponsel , makannya aku tidak mengabari mu ." ucap Dimas lembut dengan menyibakkan rambut Sahara ke telinganya
Sahara melihat tatapan Dimas yang menatapnya ,tidak berubah dengan lima tahun yang lalu pria yang ada di depannya itu masih saja memperlakukan dirinya lembut .
"Si lembek ini masih saja lembek seperti dulu ,!! Dimas kau sungguh beruntung sekali masih hidup dengan wajah tampan mu ini kembali seperti dulu ... !! ini hari-hari yang aku tunggu untuk mendapatkan semua yang aku inginkan ."
"Sahara ,apa kau sudah makan ?! jika belum aku akan menyuruh bi Ani untuk menyiapkan nya ." ucap Dimas menatap Sahara dengan lembut .
" Aku tidak lapar , Dimas aku merindukanmu ." ucap Sahara yang kini memeluk Dimas kembali dengan suara manja .
"Sial ...?! aku harus melakukan ini seperti dulu ."
"Masih bisa bersandiwara juga ratu drama ,?! baiklah aku akan bermain-main dengan mu layak nya sebuah drama film ."
"Istirahat lah kau pasti capek dan pergilah mandi ." ucap Dimas melepaskan pelukan Sahara dengan mencium kening wanita itu.
Dengan senang hati Sahara menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi ,memang sedari tadi dia hanya ingin cepat menghilang dari pria itu ,Dimas melihat langkah Sahara dengan tersenyum kecut ,kini dirinya berjalan ke arah nakas yang berada di arah tangga mengambil tisu basah untuk mengelap bibir nya .
"Bahkan kau berani berbohong !! di tipu kau balas tipu lagi ,cih ... "
Dimas melangkah ke arah kamar nya ,dia membuka laci yang berada di bawah ranjang untuk mengambil cadangan ponsel, setelah menyalakan nya ,kini dia mencari kontak nama yang akan di panggil ..tak butuh waktu lama orang itu pun menerima panggilan dari Dimas .
"Ke ruangan ku ." ucap Dimas dengan mematikan ponsel dan berjalan ke luar untuk menuju ke ruang kerjanya
Tak butuh waktu lama pria itu pun datang menghampiri Dimas keruangan nya ,siapa lagi kalau bukan Roy ,Roy mengetuk pintu itu dan masuk menghampiri Dimas .
"Ya tuan ." ucap Roy dengan membungkukkan kepalanya.
"Selama aku di Amerika ,keuangan kau yang urus ,?! dan kartu yang aku berikan pada Sahara apa dia memakai uang itu ." ucap Dimas yang kini membelakangi Roy .
"Nona Sahara mengeluarkan uang banyak tuan ,setiap pergi selalu ada notifikasi pemakaian uang yang di gunakan nya ,bahkan setiap pulang dia sering membawa belanjaan di tang..
"Apa dia merepotkan mu Roy ," ucap Dimas dengan dingin .
Roy melihat pria yang kini duduk di kursi kerja nya itu terlihat seperti bukan Dimas yang dulu ,Roy berpikir apa karna pasca kebakaran pria itu jadi berubah .
"Roy apa kau tidak mendengar ku ." ucap Dimas yang melihat Roy hanya diam saja .
"Roy buatkan surat sertifikat rumah atas namaku untuk hadiah pernikahan Erland ,dan sekarang aku sudah kembali dan aku harus memperhitungkan aset perusahaan yang ada di Kalimantan untuk keponakan ku nanti , aku harap kau bisa mengatasi nya" ucap Dimas yang kini mengeluarkan map dokumen-dokumen penting di berikan pada Roy .
Tanpa mereka sadari sahara yang memang sengaja ingin bertemu Dimas ,mendengarkan semua yang Dimas katakan .
"Kurang ajar ... jadi benar Dimas akan memberikan aset perusahaan itu pada anak yang di kandung ana ,dengan hadiah sebuah rumah ,?! enak sekali kau ya Anatasya ,"
"Nona Sahara ." ucap Roy yang kini melihat Sahara berdiri dekat rak buku .
"Ahh .. Roy ,aku kesini mau bertemu Dimas ." ucap Sahara melihat ke arah dimana Dimas berada .
Roy tidak menjawab pertanyaan Sahara ,dia lewat begitu saja dan melanjutkan perjalanan nya , Sahara kini masuk dan melihat Dimas yang duduk dengan memejamkan mata nya .
"Dimas ." panggil Sahara .
"Sahara , kapan kau berada di sini ." ucap Dimas membuka mata nya .
"Aku baru masuk kok ," ucap Sahara tersenyum manis .
Dimas tersenyum melihat wanita itu dengan memperlihatkan wajah polosnya ,Dimas berdiri dan menghampiri Sahara .
"Ada apa !? kenapa wajahmu langsung di tekuk seperti ini ,baru aja beberapa detik kau tersenyum ." Ucap Dimas yang membelai wajah wanita itu .
"Dimas adikmu selalu membuat ku jera , bahkan sebelum kau kembali kesini ,dia memperlakukan aku dengan tidak baik ,begitu pula dengan ana ,dia bahkan berani melawan ku di saat aku berbicara ,aku tidak tahu salah ku apa." ucap Sahara dengan wajah sedihnya .
"Apa yang Erland lakukan padamu ,apa dia membuat mu tidak nyaman !? Sahara , Anatasya tidak mungkin seperti itu dia adalah wanita yang baik ,dia tidak mungkin melawan mu ji...
"Dimas ... apa kau lebih mempercayai orang baru ketimbang aku, yang pernah bersama mu lima tahun lamanya , Anatasya hanya pendatang baru dan orang baru yang kau kenal ,?! tapi kau lebih mempercayai nya dari pada aku ." jawab Sahara dengan menundukan kepala nya dengan sedih .
"Bukan seperti itu ,Anata.....
__ADS_1
"Cukup Dimas ,sekarang kau tidak mempercayai ku lagi seperti dulu ..tidak apa-apa aku ngerti kok ,aku disini hanya orang asing yang di suruh tinggal oleh mu saja ," ucap Sahara memotong ucapan Dimas .
"Syutt ... sudah jangan menangis lagi ,nanti aku akan bilang pada Erland untuk membimbing Anatasya untuk lebih sopan padamu ." ucap Dimas memeluk Sahara .
Sahara tersenyum menyeringai di belakang sana, pria yang kini memeluknya benar-benar bodoh telah di bodohi olehnya .
"Aku tahu ,dengan cara ku menangis kau akan luluh padaku Dimas , ?! dan Anatasya aku harus berbuat sesuatu padanya ,lihat saja ."
Dimas yang sekarang tengah memeluk Sahara menahan amarah nya dengan ucapan wanita tersebut .
"Bukan orang lain yang melawan mu ,tapi kau melawan mereka dengan sikap mu yang membuat mereka berbalik melawan , aku ingin tahu ,Sahara sebenarnya apa yang kau incar dariku ."
"Sahara dengarkan aku ,jika kau berhadapan dengan ku menangis seperti ini ,itu membuat ku merasa bersalah telah menetapkan mu disini , ?! jangan menangis lagi di depanku oke ." ucap Dimas menghapus air mata Sahara dengan di angguki Sahara .
"Aku pun tak Sudi menangis di depan mu pria bodoh ."
"Kenapa kau kemari ,apa kau mencari ku ." ucap Dimas yang kini telah melangkah ke arah dimana dia akan mengambil air minum .
"Eum..eum.." jawab Sahara hanya memangut .
"Apa kau kesini hanya ingin mengatakan perbuatan adikku padaku " ucapnya yang kini memberikan air minum pada Sahara .
"Enggak .. bu_bukan itu ..
"Lalu ." ucap Dimas tersenyum melihat wajah polos wanita itu .
"Dimas ,,, kau tahu kan hobby ku hanya berkeliling di mal dan Suka lama memilih barang-barang yang aku sukai ,terlebih lagi aku suka perawatan ? Roy melarang aku untuk memakai mobil ,dan menyuruh nya hanya untuk pergi bersama supir ." ucap Sahara dengan bergelayut di tangan dimas.
Dimas mengerutkan kening nya ,perkataan Sahara tidak sesuai fakta ,bukankah dia pulang pergi membawa mobil .
"Sahara, bukankah kau memakai mobil Yang ada di sini ." ucap Dimas melepaskan tangan Sahara .
"Iya .. memang pakai ..?! tapi aku tidak mau mobil yang aku pakai itu ,mobil itu tidak cocok denganku ." ucap Sahara dengan merajuk .
"Lalu mobil mana yang ingin kau pakai ... " ucap Dimas menghela napas nya .
"Awalnya aku ingin mobil sport merah yang ada di depan itu , tapi aku tidak tahu kalau itu punya Erland ,aku kira punya mu .." ucap Sahara dengan memainkan jarinya .
"Lalu , sekarang kau ingin memakai mobil mana .", ucap Dimas dengan sayang membelai wajah wanita itu .
"Aku ingin mobil seperti yang di depan ,aku ..
"Baik kau pakai mobil sport yang berada di bagasi ujung ," ucap Dimas menghela napasnya .
"Tapi aku ...aku ingin yang berwana putih ." ucap Sahara melihat wajah pria itu
"Sahara di mansion gak ada mobil berwarna putih ,kau tahu sendiri...
"Aku tahu ... aku tahu ... tapi aku terasa terlalu mencolok jika harus memakai mobil itu " ucap Sahara menunduk .
Dimas paham dengan apa yang di katakan wanita itu ,keinginannya terus merajuk di sebelum dia mendapatkannya .
"Baiklah Sahara, aku mengerti dengan wajah lugu mu itu ,aku akan melakukan apapun yang kau mau , jangan salah kan aku jika nanti kau tahu bahwa kau sudah masuk dalam perangkap ku ."
"Baik ... aku akan belikan mobil sport putih untukmu ,?! sekarang kau istirahatlah dan Kemabli ke kamar mu ." ucap dimas dengan tersenyum .
"Beneran ,?! Dimas tapi aku ingin seperti mobil adikmu yang canggih itu, bisa buka pintu sendiri tanpa harus pakai tangan ." ucap sahara dengan berbinar .
"Hemmm ... sekarang kau istirahat lah besok aku akan urus dengan apa yang kau minta .." ucapnya dengan tersenyum melihat mimik wajah wanita itu .
"Okee ... aku akan kembali " ucap Sahara tersenyum senang dan berlalu pergi .
Dimas menggepal kan tangannya saat wanita itu memperlihatkan sifat kebohongannya ,dia sudah tidak sabar untuk membongkar sandiwara wanita itu , Dimas melangkah ke luar untuk pergi ke kamarnya ,disaat dia melangkah langkahnya terhenti saat pandangannya melihat kabel kamera cctv pengintai ,Dimas pun melanjutkan jalan nya menuju dimana kamarnya berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam kini sudah menunjukan pukul 2 dini ,ana dan Erland tertidur pules dengan Erland memeluk pinggang sang istri tercinta , tiba-tiba ana menggeliat dan membuka kedua matanya .
Ana melihat wajah tampan suaminya yang tertidur pules ,kini dia mengelus perutnya yang sedikit terlihat buncit ,ana tahu saat ini anaknya ingin memakan sesuatu ,tapi saat melihat suaminya tertidur pules tidak tega untuk membangunkan nya .
Ana melepaskan tangan suaminya dengan pelan ,setelah itu dia turun dari ranjang dan keluar ke arah lift untuk menuju ke lantai bawah ,ana merasakan perutnya terasa laper banget ,padahal setelah makan malam tadi sudah mengemil makanan banyak .
"Semoga saja di bawah ada makanan ya sayang ,cemilan mommy sudah habis dan Daddy mu belum sempat membelikan nya lagi ." ucap ana mengelus perut nya itu .
Ana berjalan ke arah dapur ,dia menyalakan lampu yang sudah di matikan oleh para pelayan ,ana melihat kulkas yang isi nya hanya buah-buahan saja ,ana mengambil satu buah apel merah dan mencucinya ,setelah nya dia memotongnya dengan kecil-kecil.
Setelah itu ana berjalan ke arah meja makan dan memakan apel yang sudah dia potong tadi ,ana mengusap perutnya kembali , sebenarnya dia ingin memakan kwetiaw buatan suaminya .
Di dalam kamar Erland menggeliatkan tubuh nya ,dia meraba-raba sang istri di sampingnya sudah kosong ,Erland melihat ke sekeliling kamar tapi tak mendapatkan sang istri ,Erland melangkah ke arah kamar mandi untuk melihat istrinya .
"Sayang ." panggil Erland .
"Kosong ." ucap Erland.
"Sayang kau dimana ," ucap Erland lagi ,tapi tidak ada sahutan dari ana.
Kini Erland melangkah ke arah pintu untuk keluar mencari istrinya , tiba di bawah Erland melihat area dapur menyala , Erland yakin bahwa istrinya pasti tengah berada di meja makan ,dan benar saja Erland melihat istrinya tengah duduk sambil makan apel .
"Sayang kenapa gak bangunin aku sih.." tanya Erland duduk di samping sang istri .
"Aku gak tega bangunin kamu mas ,tidurmu nyenyak ."ucap ana yang tengah mengunyah .
"Sayang kau laper lagi ," ucap Erland mengelus perut ana dengan sayang .
"Iya aku pengen makan kwetiau goreng buatan mu." ucap ana dengan suara manja .
"Aku buatin sekarang ya .. ." ucap Erland .
"He'emm.." jawab ana dengan raut wajah bahagia .
"Ya udah tunggu ya ,,Daddy buatkan dulu kwetiau goreng nya ," ucap Erland dengan mengusap perut ana .
Ana tersenyum saat melihat suaminya lihai dengan peralatan dapur , ana bersyukur memiliki suami Erland yang siap siaga dan perhatian padanya .
Tak lama kemudian , kwetiau pun telah selesai di buat ,Erland membawa nya ke meja makan dimana ana sedang menunggu nya .
"Sayang kwetiaunya sudah jadi ." ucap Erland .
Ana langsung melahap kwetiau buatan suaminya itu dengan lahap ,Erland yang melihatnya pun tersenyum.
"Sayang makannya pelan-pelan ." ucap Erland memberikan satu gelas air .
"Habis kwetiau buatan mu enak ," ucap ana dengan nada yang sedang mengunyah .
Ana menghabiskan kwetiau nya tanpa tersisa ,kini dia mengelus perutnya dengan pelan akhirnya keinginan itu terpenuhi oleh sang suami .
next.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya ....😊😊