Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Belanja perlengkapan bayi .


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu ,seorang gadis yang kini tengah menggeliatkan tubuh dan membuka matanya ,dia melihat ponselnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul 06.00 pagi ,Nabila mengingat tiga hari yang lalu dimana dirinya mengejar mobil pria yang mengisi pikirannya terus , dirinya benar-benar malu dengan apa yang dia lakukan waktu itu .


Dengan mengingat itu dirinya pun kini tengah bersembunyi di balik bantal ,Nabila tidak ingin mengingat dimana dirinya begitu bodoh telah mengejar pria itu hanya untuk memberikan obat .


"Aku cuman berniat kasih obat ,bukan apa-apa ,tidak ada yang lain kan ,..?! lupakan kejadian itu Nabila ,?! L.U.P.A.K.A.N ." gumam Nabila di balik bantal yang menutupi kepalanya .


"Ya Tuhan !! tolong gali lubang untukku , aku tidak ingin bertemu lagi dengan si mata ikan itu ,aku benar-benar malu dengan kecerobohan ku ."


"Akhh Nabila ... kenapa kamu jadi maniak gini sihh ... !! aku mengejar dia bukan karna mengejar cinta kan ,?! tidak ..tidak ...?! " ucap Nabila bangun dari tidurnya .


Kini Nabila melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,dia mengingat perkataan sahabatnya untuk membantu memilihkan baju bayi yang lucu-lucu .


Lima belas menit kemudian ,Nabila pun selesai dengan mandinya ,kini dia melangkah untuk mempersiapkan diri dan bersiap memakai pakaian yang sudah dia siapkan ,setelah itu dia bercermin dan menyisir rambut panjangnya , setelahnya dia memakai bedak bayi dan memolesnya dengan tangan ,Nabila memoleskan bibirnya dengan lipbalm pink sedikit .


Kini Nabila bersiap akan pergi ke panti untuk menemui anak-anak panti ,sekaligus bertemu dengan pengurus panti ,setelah ke panti dia akan pergi menunggu ana yang akan menjemputnya di halte bus .


Hari ini hari Minggu ,Erland dan ana berencana akan belanja perlengkapan bayi mereka ,keinginan ibu hamil itu ingin membeli perlengkapan bayi laki-laki maupun perempuan harus tetap di beli .


Erland sang suami hanya menghela nafasnya panjang ,dia tidak bisa mengelak jika sudah menyangkut dengan kemauan istrinya itu , sebenarnya Erland ingin sekali melakukan USG untuk melihat jenis kelamin calon anak mereka .


Tapi ana bersikukuh ingin tahu jenis kelaminnya saat anak mereka lahir ,dengan begitu Erland hanya meyakinkan dirinya sendiri ,bahwa bayi yang di kandung ana adalah laki-laki bukan perempuan ,Mau tak mau Erland harus menuruti keinginan ana .


"Mas , kita ke jalan samping halte bus dulu ya ,Nabila menunggu di sana ." ucap ana .


"Sayang !! apa kau yakin akan mengajak Nabila ," Jawab Erland .


Ana hanya menganggukkan kepalanya ,dengan helaan nafas panjang ,Erland pun mengiyakannya ,kini mereka pun pergi meninggalkan mansion dan menuju ke halte bus dimana Nabila berada .


Setelah menempuh perjalanan 10 menit, Erland dan ana sampai di halte bus ,dan benar saja Nabila tengah menunggunya , Erland menyalakan klaksonnya untuk memanggil Nabila yang kini tengah serius dengan ponselnya sambil menunduk .


"Oh !! maaf .. maaf .. aku tidak tahu kalau kalian sudah datang ." ucap Nabila yang kini tengah melangkah ke arah mobil Erland


Di saat dia akan membuka pintu ,Nabila berfikir sejenak sebelum masuk .


"Aku tidak akan menjadi obat nyamuk kan !! kedua orang ini selalu tidak kenal dengan tempat ,bahkan bermesraan di tempat umum saja mereka hanya menganggap orang lain sebuah patung manekin ."


"Nabila ?! kenapa gak masuk ." ucap ana di dalam mobil .


"Ah .. ah .. iya-iya ,,aku masuk ...He." jawab Nabila


Kini mereka pun pergi meninggalkan halte bus itu ,Erland membawa mobilnya dengan kecepatan sedang ,tidak ada pembicaraan dari mereka bertiga hanya suara deruman mobil yang bersuara .


Sesampainya di mal mereka turun ,ana dan Nabila turun dan akan melangkah , Erland hanya mengikutinya dari belakang ,kedua wanita yang ada di depannya itu sedang berbincang dan tertawa sambil berjalan .


Erland melihat orang yang berjalan menunduk ke arah ana langsung gerak cepat melindungi istrinya itu .


"Sayang !! kalau ngobrol sambil jalan kamu juga harus lihat-lihat di depan ," ucap Erland merangkul pundak ana


"Maaf ." lirih ana .


"Kami sedang membicarakan calon anak mu dan ana ,jadi kita ser....


"Sudah-sudah gak apa-apa ,lain kali jangan di ulangi lagi ya... harus lihat-lihat jalan ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Nabila hanya memutar bola matanya jengah saat Erland membelai wajah istrinya itu ,dengan Langkah kilat kini dia menarik tangan ana dari Erland yang tak tahu malu itu .


"Benar dugaan ku ,si tuan bucin itu tidak tahu malu dengan tempat ."


Kini mereka bertiga sampai di toko perlengkapan bayi ,ana dan Nabila memilih baju bayi yang sangat lucu-lucu ,Erland yang berada di belakang mereka melihat ana tersenyum bahagia membuatnya pun ikut tersenyum .


Saat ini pria yang akan menjadi ayah itu hanya menjadi pengawal dua wanita yang berada di depannya , Erland tidak sadar bahwa dirinya di tatapi oleh banyak wanita yang berada di mal tersebut ,tapi dirinya hanya melihat ke satu wanita yang kini tengah tersenyum memilih-milih perlengkapan bayi .


" Mba .. tolong bungkus yang ini ...ini...ini dan ini... eh ana ini juga lucu ,aku pilihkan yang ini oke ..!? mba tolong ya." ucap Nabila yang kini memberikan beberapa baju bayi pada pelayan, dan ana hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tapi pelayan itu tidak menerima baju yang ada di tangan Nabila , Nabila yang masih memegang baju bayi tersebut mengerutkan keningnya dan langsung menatap pelayan itu.


Nabila pun mengalihkan pandangannya ke arah pelayan yang kini memandang Erland ,kini Nabila melihat ana yang tengah tersenyum memilih pakaian bayi tanpa memperdulikan suami tampannya di belakang yang di tatap santap oleh wanita lain .


"Ana ... suamimu di tatap layaknya santapan makan siang oleh wanita-wanita di sini ,kau jangan terlalu serius memilih baju ,soal baju bayi biar aku yang tangani ,kau lihat tatapan wanita-wanita yang berkunjung di mal ." bisik Nabila pada ana .


Ana terkejut saat Nabila membisikannya ,dan benar saja ,ana melihat ke arah wanita-wanita dan pelayan mal itu menatap suaminya yang kini tengah menerima telpon yang entah dari siapa , ana melangkah dua langkah ke hadapan suaminya dengan menahan amarah yang memburu pada wanita-wanita tersebut .


"Sayang ." ucap ana menarik kerah baju Erland dan langsung mencium bibir Erland di depan wanita-wanita yang tadi melihat suaminya itu .


Erland terkejut saat ana menciumnya ,tidak biasanya ana agresif di tempat umum ,terkecuali di rumah ,, bukan hanya Erland yang terkejut tapi pengunjung mal pun terkejut melihat ana yang mencium pria yang mereka lihat , begitu juga Nabila dia pun ikut terkejut .


"Gilaa ?! jurus andalan Anatasya mencium suami di tempat umum untuk mengusir calon pelakor benar-benar sangat langka , " ucap Nabila tak percaya .


Ana melepaskan ciuman itu , kini dia melihat para wanita-wanita yang ada di mal itu menatap nya dengan tak suka .


"Dia suamiku !! milikku , " ucap ana menatap tajam pada pengunjung wanita-wanita di Mall itu .


Tapi wanita-wanita tersebut tidak menghiraukan perkataan ana ,matanya masih melihat ke arah Erland , ada yang berbisik-bisik dengan ucapan ana .


"Cih .. mengaku-ngaku suaminya sendiri , jelas-jelas pria itu sedang teleponan ,berani sekali wanita hamil itu mencium pria tampan itu , bilang saja dia juga tergoda ." ucap pengunjung tersebut dengan di angguki oleh pengunjung wanita lain .


Kini ana mengambil masker di dalam tasnya dan memberikannya pada Erland untuk segera memakainya .


"Mas .. kamu jangan ganteng-ganteng di depan mereka ,aku gak suka ,nih cepat pake masker ." ucap ana mengerucutkan bibirnya sambil memberikan masker tersebut .


Erland tersenyum melihat istrinya marah ,bukannya mengambil masker itu tapi justru Erland menarik pinggang ana dan mencium bibir istrinya itu di depan semua orang,


Lagi-lagi pengunjung wanita yang berada di mal di buat terkejut saat pria itu mencium Kembali wanita yang tengah menciumnya, Erland tidak perduli dengan tatapan mereka yang melihatnya berciuman di mall yang penuh dengan pengunjung.


Bahkan pria paruh baya dan wanita paruh baya yang sudah berambut putih pun menelan salipnya dengan kasar ,kedua suami istri itu melihat pasangan muda yang kini berciuman itu pun berminat melihatnya .


"Ck ...CK... dasar anak muda jaman sekarang tempat seluas ini pun sudah di anggap kamar bercinta mereka , ayo Bu .. kita tidak boleh melihat mereka yang tengah bercumbu ." ucap pria paruh baya itu pada istrinya .


"Pa .. lihat dulu !! itu tontonan yang sangat menarik ketimbang drama-drama film di Tivi , ini lebih romantis dan asli ."jawab sang istri yang masih melihat ke arah ana dan Erland .


Pria paruh baya itu tercengang dengan perkataan istrinya itu ,bahkan mereka sudah tua ,tapi sang istri masih saja mengingat yang namanya romantis .


Erland ******* ana begitu lama ,mereka berdua menikmati ciuman itu di tempat umum dengan mata terpejam , kini Erland pun melepaskan ciuman itu dan menatap ana dengan belaian lembut pada wajah istrinya .


"Meskipun wanita-wanita itu melihatku ,tapi aku tidak melihat mereka ,di mataku ,hanya kamu satu-satunya wanita yang aku lihat ,aku bahkan tidak perduli mereka menatapku seperti apa ,!! yang jelas hanya kamu satu-satunya wanita yang indah di lihat oleh ku ... ISTRIKU ." ucap Erland menatap istrinya dengan penuh cinta .


Pengunjung itu pun terkejut setelah Erland mengatakan "ISTRI" ,mereka mengira ana adalah salah satu dari mereka yang tergoda oleh Erland ,tapi setelah mereka tahu ,mereka pun melanjutkan jalannya Kembali ,bahkan yang bisik-bisik tadi pun langsung tertunduk malu .


Tidak ada yang sadar dari mereka untuk memotret Erland dan ana ,mereka hanya terkesima tanpa berniat memotret keromantisan mereka ,hanya ada gadis yang tengah memotret ana dan Erland , siapa lagi jika bukan Nabila yang heboh sendiri .


"Ini keromantisan yang langka ... aku harus menyimpannya ." ucap Nabila dengan berbinar .


"Uhh mereka gemes deh ... jika aku punya suami yang tampan, terus di santap oleh mata wanita-wanita calon pelakor itu, nanti aku juga akan seperti ana mencium sang suami di depan umum ." ucap Nabila dengan berkhayal


Tanpa Nabila sadari ,di belakangnya ada empat seseorang yang tadi melihat kemesraan Erland dan ana ,salah satu dari ke empat orang tersebut mengenal suara gadis yang ada di depannya itu , siapa lagi kalau bukan Bryan .

__ADS_1


Kini Erland pun menggandeng tangan ana untuk melanjutkan memilih perlengkapan bayi dan menghampiri Nabila , Erland dan ana terkejut saat melihat para sahabatnya ada di mal tersebut ,tepatnya di belakang Nabila .


"Kalian ." ucap ana dan Erland serempak .


Nabila mengerutkan keningnya dengan perkataan ana dan juga Erland yang melihat ke arah belakangnya , Nabila pun berbalik ke arah belakang dan melihatnya .


Nabila terkejut saat dia membalikan tubuhnya melihat Bryan dengan sahabat yang lainnya tengah berada di belakang Nabila , dengan cepat Nabila membalikan tubuhnya .


"Kalian kenapa ada disini ." ucap Erland .


"Cih .. kau kira tempat ini hanya untukmu saja yang bisa bermesraan seenaknya di tempat umum ," celetuk Irsan dengan di angguki Steven


"Wah ... kalian sangat begitu romantis di tempat umum pun jad...


"Cih ... bahkan kau tadi meneteskan liur mu di saat mereka berciuman ." cibir Steven pada Tania.


Tania mengerucutkan bibirnya saat Steven berkata sedemikian , Yah! kedua orang itu sedari tadi memanglah selalu saling mengejek , sementara Bryan pria itu tidak menghiraukan ucapan para sahabatnya ,


Bryan menatap punggung Nabila yang kini ada di depannya ,ana yang melihat Nabila diam mengeluarkan suaranya .


"Nabila kenapa ." ucap ana .


"Ahh ... tidak .. tidak apa kok , ana gimana .. apa kita akan melanjutkan belanja lagi untuk calon anak mu." ucap Nabila berusaha menenangkan jantungnya yang kini sedang berdetak kencang.


"Iya don...


"Apa ?! Nabila .. " ucap Tania yang melihat ke arah ana .


"Ya ampun , jadi yang berdiri di sini dan berceletoh dari tadi itu kamu ." ucap Tania yang kini merangkul Nabila .


Nabila hanya cengengesan tanpa menjawab pertanyaan Tania .


"Kalian sedang berbelanja keperluan bayi ya,!! aku bantu ..aku bantu ... dengan senang hati ... ayo Nabila kita meluncur untuk membantu memilihkan baju buat calon keponakan kita ." ucap Tania menarik tangan Nabila .


Ke empat pria itu menggelengkan kepalanya dengan tingkah Tania , Steven dan Bryan berdecak saat melihat kedua wanita itu tengah menggandeng tangan ana untuk memilih baju bayi ..


Erland melihat ke arah para sahabatnya itu satu persatu ,ke tiga pria itu acuh di saat d tatap oleh Erland .


"Kalian kenapa bisa di sini , " ucap Erland .


"Kita sedang membeli perlengkapan untuk hari reunian ,kau lupa kita Minggu lalu pernah berbincang akan hal itu ." celetuk Irsan


"Hemmm ...." ucap Erland meninggalkan ketiga sahabatnya itu pergi ke arah istrinya yang tengah memilih-milih pakaian bayi lagi .


Ketiga pria itu pun mengikuti langkah Erland yang akan menghampiri ketiga wanita tersebut , Irsan melihat ke arah Nabila dengan memegang dagunya .


"Gadis itu ., yang bekerja di bar ....,


"Pada karyawan sendiri pun tak tahu ." celetuk Steven


"Bukan begitu !! karyawan yang jadi pelayan bar banyak ,aku tidak terlalu merhatikan pelayan yang di bar ." jawab Irsan


Bryan dan Steven tidak menghiraukan perkataan Irsan mereka melangkah ke arah Erland yang kini tengah mengekori istrinya


"Ana kenapa kau membeli baju bayi perempuan juga ,apa anakmu ini kembar ." ucap Tania .


Ana hanya tersenyum tanpa menjawab Tania ,Tania melihat ke arah luar ,di luar hujan gerimis .


"Yaah kok hujan sih .,di jam segini jarang-jarang hujan loh ."


"Eh ada toko aksesoris , Nabila ,ana ,kita lihat-lihat dulu yuk , " ucap Tania .


Kini ke tiga wanita itu tengah berada di toko aksesoris , Tania begitu antusias memilih aksesoris yang begitu lucu-lucu .


"Ana .. jika anak mu perempuan !! akan sangat lucu dengan bando ini , " ucap Tania .


"Haha ... kau benar !! ini sangat lucu, Nabila menurutmu bagaimana ." ucap ana


Nabila hanya diam saja , dan tidak sadar bahwa ana memanggilnya ,sedari tadi dia sudah tidak tenang semenjak melihat Bryan , pria yang ingin dia hindari harus hadir di saat-saat seperti ini .


"Kenapa mesti bertemu pria mata ikan itu lagi sih , udah senang aku udah empat hari ini tenang dan tak bertemu dengannya , !! eh tuh pria nongol aja "


Tanpa Nabila sadari ,Bryan melangkah ke toko aksesoris itu di sampingnya ,dia melihat aksesoris jepit rambut kelenci dan mengambilnya, dia melihat gadis di sampingnya dan....


Tek....


"Kau harus punya sesuatu , supaya gampang di ingat orang ,!! kau tahu ,bos mu hampir tidak mengenalmu ." ucap Bryan kini tengah melihat jepit rambut kelenci yang sudah terpasang di rambut Nabila .


Nabila terkejut saat pria itu memasangkan jepit rambut ke kepalanya ,kini Nabila melihat wajah pria itu ,Bryan yang di tatap oleh Nabila hanya diam dan menatap kembali gadis itu .


"Kenapa di saat berhadapan denganku gadis ini selalu jutek ,dia tidak pernah menampilkan kan senyumannya ."


"Gadis ceroboh !! banyak-banyak senyum ,jangan pasang muka zombie terus ,apa kau ini tidak bisa tersenyum dan hanya bisanya suara cempreng yang kau bisa ." ucap Bryan membuyarkan tatapan Nabila .


Bryan menarik pundak Nabila ,dan menyentuh pipi gadis itu .


"Coba !! senyum !! apa susah nya naikin sudut bibir doang ." ucap Bryan menyentuh pipi Nabila agar bibir gadis itu terangkat sedikit .


Tania dan ana melihat ke arah Bryan dan Nabila dengan serius ,Tania kegirangan dalam hatinya ,sahabatnya itu sekarang ada peningkatan menunjukan rasa cinta pada gadis itu .


"Cih ... omong kosong macam apa itu ,kalau suka tinggal bilang saja ,apa susahnya !! haha ,, si datar itu sudah menunjukan rasa cintanya ,hanya saja tidak ingin mengakui ."


Erland ,Steven dan juga Irsan melihat ke arah dua pasutri itu .


"Sepertinya Bryan sangat dekat dengan gadis itu ." celetuk Irsan .


Kedua pria itu tidak menjawab Irsan ,tapi tatapannya kini menatap Bryan dan memperhatikan mereka berdua .


"Kamu gak bisa tersenyum ya ,kelenci bodoh ." ucap Bryan yang melepaskan tangannya dari pipi Nabila .


Lagi-lagi Nabila diam ,dia kini memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat pria itu ,jangan di tanya jantung Nabila kini berdetak sangat dahsyat saat berhadapan dengan pria itu , ana yang melihat Nabila menunduk kan kepalanya menghampiri Nabila .


"Jepitan kelenci ini sangat bagus ,cocok di kamu ,dan.... persis kaya kamu ," ucap ana memeluk sahabatnya itu .


"Sayang !! semuanya sudah selesaikan ,?! ayo kita pulang " ucap Erland mengambil paper bag di tangan ana .


Kini mereka pun melangkah ke lantai bawah untuk segera ke luar dari mal tesebut , sesampainya di bawah Steven melihat Bryan yang berjalan di belakang Nabila ,kini Steven punya ide untuk bisa mendekatkan sahabatnya itu dengan Nabila .


Steven menarik cupluk switer Irsan yang ada di depannya , Irsan yang kaget pun menahan amarahnya dan akan memaki Steven .


"Kau gil....


"Diam !! kita cari jalan lain untuk keluar , biarkan 4 pasangan itu arah jalan sana , Tania ,kau ikut denganku jalan arah lain ." ucap Steven .


"Hey. ... hey ... apa mak..

__ADS_1


Lagi-lagi Steven membungkam mulut Irsan dengan tangannya, dan menyeret tubuh Irsan yang masih di bungkam itu , sesampainya di parkiran ,Bryan dan Erland saling pandang dan melihat ke arah belakang.


"Kemana ketiga orang itu ." ucap Bryan


Erland pun melihat ke arah belakang tidak melihat ketiga sahabatnya itu ,ana dan Nabila pun heran demikian.


"Mas ... aku ke toilet dulu ya .. " ucap ana


"Ana .. biar aku antar ." ucap Nabila dengan di angguki ana .


"eh tidak perlu , biar aku saja yang mengantarnya , kau tunggu saja di sini nunggu barang-barang ." ucap Erland yang kini melangkah cepat mengikuti ana .


Sementara Bryan ,dia sedang menelpon Irsan , jika dia meninggalkannya begitu saja itu tidak mungkin , maka dari itu dia menelpon terlebih dahulu ,karna di saat dia ke mall Irsan nebeng ikut dengan Bryan ..


Nabila duduk di kursi yang tak jauh dengan parkiran ,sementara Bryan dia berdiri dengan mengutak-atik ponselnya , di saat dia akan mengirimkan pesan pada Irsan ,mobil yang akan keluar dari parkiran melaju dengan sangat kencang ,Bryan yang melihat kubangan penuh dengan air segera membuka switer nya ...


Syuurrr ....


"Udah tahu ada kubangan ,masih saja ngebut ." ucap Bryan .


Nabila terkejut saat kini Bryan sungguh dekat dengan wajahnya ,aroma parfum mint pria itu tercium di hidung Nabila , Bryan dan Nabila jadi salah tingkah ,kini Bryan pun langsung berdiri dan mengibaskan switernya yang terkena air comberan itu .


"Terima kasih ." lirih Nabila .


"Kau bodoh ya !! mobil mau lewat saja gak tau." ucap Bryan ketus .


Nabila di buat kesal dengan pria yang ada di sampingnya itu ,dengan cepat ana berdiri dari duduknya dan melihat kaki yang sudah kotor dengan hati memaki pria itu .


"Baru aja aku bilang terima kasih ,!! ini orang emang super nyebelin ,berbicara pedas level tertinggi ."


Sementara di sisi lain ,kelima manusia itu tengah cekikikan, saat Bryan menghalangi Nabila dari air comberan tersebut , tapi seketika mereka langsung diam ,di saat Nabila dan Bryan beradu mulut .


"Ck... mereka ini ... sudah saling jatuh cinta juga ,tapi kenapa kaya kucing dan anjing aja sih ." decak Tania .


"Kau tahu apa ?! mereka udah jatuh cinta ,jangan so tau ?! Bryan itu tidak akan bisa melupakan si Mona ." ucap Irsan .


"Emangnya kau pikir ,Bryan itu akan bertahan menjomblo terus apa ,ya gak mungkinlah ." ucap Tania dengan di acungi jempol oleh ana .


Ketiga pria itu kini tengah berfikir ,gimana caranya agar mereka tidak beradu mulut , si Irsan yang penuh dengan otak mesum kini tengah tersenyum menyeringai ..


"Aha .... aku ada ide .." ucap Irsan menjentikan jarinya .


"Apa ." ucap Steven dan Erland serentak .


"Jangan kelamaan mikir ,istriku sedang hamil aku gak mau dia berdiri terus ." ucap Erland .


Kini Irsan pun merencanakan ide konyol yang akan dia rencanakan ,Erland dan Steven hanya manggut-manggut saja dan mengikutinya ,kini Erland dan ana menghampiri Bryan terlebih dahulu .


Sesampainya di parkiran ,ana dan erland pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi pada mereka .


"Ehh ... ... kalian ...


"Kalian berdua ,kenapa jadi kotor begitu ," sambung Erland .


"Ohh .. tadi ada yang bawa mobil gak punya mata ." jawab Bryan dan Erland pun hanya berohh saja .


"Sayang !! tunggu di sini ,aku akan mengambil mobil dulu ." ucap erland dengan di angguki ana .


Kini Irsan dan Steven pun muncul menghampiri Bryan dan Nabila.


"Sory bro , tadi aku sakit perut , gak sempet balas pesan ." ucap Irsan .


"Ayo balik ... biar barang-barang untuk acara reuni Steven yang bawa ,dia mobilnya leluasa ." ucap Bryan


Steven dan Irsan sudah celingak celinguk melihat Erland yang belum juga muncul , ana yang duduk pun harus berdiri dari duduknya dan duduk kembali .


Di saat Bryan akan melangkah ,Erland berjalan ke arah mereka .


"Sayang mobilku mogok ,kita ikut nebeng sama Steven ya , " ucap Erland enteng .


"Irsan kau urus mobilku dan tunggu sana ,sampai tukang bengkel kemari ." ucap Erland Kembali.


"Ehh ... ehh .. tunggu .?! mobil Steven kan cuman hanya muat 4 orang ," ucap Tania dan melihat ke arah Nabila .


"Eu ... kalian pulang saja ,aku bisa naik taksi ." ucap Nabila tersenyum .


"Nabila kau yakin ,?! andai mobil suamiku tidak mogok ,mungkin kita udah di perjalanan ." ucap ana .


"Gapapa ana !! kalian pulang duluan saja ,biar aku naik taksi ." jawab Nabila .


" Tunggu !! Kau jangan pulang sendiri ,?! berhubung Irsan mau nunggu mobil Erland ,kau pulang bersama Bryan saja ." ucap Steven


Bryan terkejut dengan apa yang di katakan Steven ,bagaimana bisa sahabatnya itu berbicara enteng .


"Kau ....


"Tidak ... tidak ... aku pulang sama taksi aja .. ahh beruntung tuh ada taksi yang berhenti , kalian pulanglah .,berhubung taksi udah di depa..


"Nabila .. kau pulang saja dengan Bryan ,jadi pada membuang uang!! bukannya kau mencintai uang ." ucap Tania .


"Ehh enggak-enggak ,,, berhubung taksi di depan aku duluan ya .. dahh ..." ucap Nabila melangkah meninggalkan mereka .


Steven dan Irsan sudah greget melihat Bryan hanya diam saja ,Tania dan ana pun melihat ke arah Bryan yang hanya diam saja , Bryan yang melihat Nabila berjalan ke arah taksi dengan kaki kotor ,langsung berjalan cepat mengejar gadis itu sesampainya dekat dengan Nabila Bryan langsung ......


"Aaaaaa .....


Bryan menarik tangan Nabila dan membawanya ke arah parkiran dimana mobil pria itu berada .


"Tuan ,?! lepaskan saya ..saya mau pulang ." pekik Nabila


"Tuan !! lepaskan tangan saya .! sakit ." pekik Nabila kembali.


Bryan tidak mendengarkan perkataan Nabila , dia terus saja menarik tangan gadis itu , sesampainya di mobil dia langsung memaksa Nabila masuk .


Sementara ke lima orang di sana , cepat-cepat naik ke mobil Steven ,tidak dengan Irsan , dia melangkah ke arah mobil Erland dengan pura-pura menunggu tukang bengkel .


*


*


*


*


__ADS_1


Tania Siregar .


__ADS_2