Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kue kacang


__ADS_3

Erland menelusuri jalan yang akan menuju kamar dirinya dan juga ana , di saat dia masuk gadis yang sudah berstatus istri nya itu, tidak ada di dalam kamar nya .


"Di mana gadis bodoh itu , apa dia pergi lagi tanpa ijin dariku , lagi-lagi berani kabur ,"


Kini Erland berjalan ke arah tangga untuk menemui bi Ani untuk menanyakan keberadaan ana .


"Bi Ani di mana gadis bodoh itu ," tanya Erland dengan tampang dinginnya.


"Nyonya sedang membaca buku di kamar tamu lantai bawah tuan, hari ini nyonya tidak kemana-mana." ucap bi Ani seraya membungkuk kan kepala nya .


"Gadis bodoh itu sekarang pindah ke lain tempat ,mau menghindar dari ku ternyata ."gumam Erland pelan .


Disisi lain ana sedang membaca artikel kesehatan untuk merawat kulit terbakar


" meskipun aku tidak bisa menyembuhkan kulit terbakar nya Dimas , tapi aku bisa mencari makanan sehat untuk kulit yang terbakar seperti dimas ." gumam ana.


Di saat ana menutup buku yang iya baca , tiba-tiba dia di kaget kan dengan suara pintu yang terbuka ,dia membalikan kepala nya ,ana terkejut dengan kedatangan seseorang .


"Lagi-lagi Erland ,ada apa dia kesini ,


Ana terkejut dengan Erland yang tiba-tiba tidur di tempat kasur itu ,ana langsung berlari dari tempat tidur itu dan berdiri menjauh dari Erland ,


"Masuk pun tidak ketuk pintu ,tidak ada sopan santun nya sedikit pun .."


Di saat ana membalikan badan nya untuk melangkah pergi , tiba-tiba tangan nya di cengkram oleh pria yang tengah berbaring itu .


"Jika kau kabur ,aku akan meniduri mu sekarang juga ,jangan sekali-kali melangkah dari hadapan ku!


"Ohh tidak aku harus apa , pria brengsek ini benar-benar kurang ajar, jika aku kabur ? dia bisa mencengkram ku ,ternyata diam di keluarga anggara terlalu berbahaya ,dengan keadaan Dimas pun aku tidak bisa mendapatkan pertolongan dari nya ? dan lagi ,para pelayan di sini pasti bersekongkol dengan pria ini .!"


"Ana apa kau akan berdiri terus di situ ,duduk lah ." ucap Erland dengan menatap ana sinis


Ana gelagapan ,dia bingung harus gimana ,jika duduk pun dia takut pria itu akan melakukan hal-hal yang lain terhadap nya ,? ana tidak menjawab pertanyaan pria itu , di saat ana akan melangkah tiba-tiba tangan nya di cengkram kembali .


"Sudah ku bilang ,jangan pernah lari dari hadapan ku ? jika tidak aku akan melakukan yang seharus nya di lakukan oleh suami istri .!!"


"Setan ,kau benar-benar setan , pria bajingan ."

__ADS_1


"Apa kau membenci ku ,kenapa kau selalu menghindari ku ." ucap Erland dengan menatap ana sendu dan masih memegang tangan ana


" Omong kosong apa itu ? ya jelas lah , aku membenci mu ,"


Ana menghela nafas nya panjang ,pria yang ada di depan nya ini bukan hanya bajingan dan brengsek ,tapi kurang ajar?


"Jika kau tidak kurang ajar padaku ? aku tidak akan membenci mu ,dan ingat Erland , aku ini kakak ipar mu ,."


Pandangan Erland berubah tajam ,ketika ana mengatakan istrinya itu adalah kakak ipar nya , lagi-lagi dia harus mendengar kata itu yang membuat nya marah, ana yang melihat ekspresi Erland ketakutan .


"Apa kau begitu senang menjadi istri dari kakakku , hingga kau selalu bilang bahwa kau adalah kakak ipar ku , sampai kapan pun aku tidak akan menganggap mu sebagi kakak ipar ku .?


"apa maksud dari perkataan nya ini ,kenapa dia seperti ....ahh tidak.. dia tidak mungkin suka sama aku kan ,? lebih baik aku harus menjauh pada dirinya ."


"E_eum itu anu , ahh ini ,rasain kue kacang buatan ku , kau pasti akan tenang setelah memakan nya , kau kelihatan seperti tidak baik-baik saja hari ini , dengan memakan kue ini ,pasti kau akan tenang ." ucap ana yang yang mengalihkan pembicaraan ,dengan rasa takut


Erland tercengang kenapa gadis itu memberikan kue kacang ke telapak tangan nya ,erland hanya melihat satu buah kue kacang berbentuk hati , dia tersenyum jahil dan memakan kue kacang itu .


"Apa ini tanda cinta mu padaku ?kau memberikan kue kacang yang berbentuk hati ini dengan semangat memberikan nya padaku ," ucap Erland dengan senyuman jahil nya .


"Persetan dengan kue kacang love itu , bodoh ? kenapa aku mesti membuat kue kacang berbentuk hati sih ,dia jadi besar kepala kan ."


Ana mengerucutkan bibir nya ,bagaimana bisa pria yang ada di depan nya itu menghina makanan nya dengan secara kue itu habis tak tersisa .


"Makan tuh kue kacang yang kau hina itu , kau bilang terlalu manis ? tapi kau memakan nya sampai habis tak tersisa ."


"Apa luka di punggung mu sudah membaik ." tanya Erland menatap ana dengan tatapan dingin nya .


"Me_mendingan ." ucap ana dengan terbata,


" Kenapa dia selalu menganggap aku sebagi adik ipar nya terus ,? hahaha ,tapi cukup menggemaskan di saat dia jadi penurut ,layak nya anak kucing , dia akan berubah di saat dia marah seperti macan betina ,"


"Ijinkan aku melihat nya ,jika masih berbekas ,aku akan mengolesi nya lagi untuk mu ." ucap Erland dengan senyum jahil nya .


Ana terkejut dengan ucapan Erland yang kurang ngajar itu ,bagaimana bisa dia berperilaku terhadap kakak dari istrinya itu tidak tahu malu .


"Ja_jangan coba-coba menyentuh ku ,aku sudah mendingan dan juga tidak sakit lagi ." ucap ana dengan nada ketakutan ,ana melangkah mundur dari hadapan erland karna ketakutan.

__ADS_1


Di saat pembicaraan mereka ada yang mengetuk pintu kamar tamu itu ,dan ana begitu senang dan beruntung setelah seseorang datang mengetuk pintu .


"Tuan muda ,saya sudah membuat kan spageti yang anda inginkan ,makan lah selagi masih panas ." ucap bi Ani dengan tersenyum manis


"Hmmmmmm..."


"Tuan Erland kalau sudah dingin tidak enak ,dan tidak baik untuk kesehatan anda ," ucap bi Ani dengan meletakan piring di atas nakas.


"Bi Ani sungguh perhatian sama Erland ,? ya jelas lah dia kan tuan nya ,kau ini bodoh sekali ana ."


Ana melangkah mundur dan berbalik ke arah pintu ,di saat dia melangkah tiba-tiba suara beriton dari erland mengagetkan ana hingga langkah nya terhenti .


"Kau berniat kabur dari ku hah ." ucap Erland dengan teriakan nya .


"Brengsek, bahkan kau mendengar langkah ku yang kaya siput ini , gak hanya matamu yang tajam ,bahkan telinga mu juga lebih tajam."


"Erland ? kau jangan salah paham ,aku tidak akan kabur ,aku hanya akan ke bawah mengambilkan segelas air untuk mu ." ucap ana dengan gelagapan.


Bukan nya mengambil air minum, ana malah berlari ke arah lift, akan menuju lantai tiga dimana Dimas di rawat ,dia melangkah kan kaki nya dengan cepat agar tidak ketahuan Erland


"mumpung Erland lagi menikmati makan nya ,aku harus segera melihat Dimas ,ini kesempatan ku untuk melihat nya , ini juga bukan karna aku merindukan suami ku ,tapi ini tanggung jawab ku sebagai istri nya .


.


.


.


.


.


.


***hai readers ..


jangan lupa komen dan like nya ya ..

__ADS_1


mohon maaf jika tidak ada yang mengerti dari kisah nya , dan mohon maaf juga jika tulisan nya masih acak-acakan ,di karna kan aku author baru ,jadi masih kaku ,πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»jika tidak ada yang suka tak perlu sungkan untuk di lewat saja😁😁 jika suka tolong beri like dan komen ya ,author baru ini tidak memaksa ko😁😁..


Terima kasih ,dan mohon dukungan nya dari kalian semua πŸ€—πŸ€—πŸ€—***


__ADS_2