Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Buah Gandaria .


__ADS_3

Bryan yang melihat di ambang pintu membuat dirinya cekikikan saat wanita itu menggoda Erland, apalagi yang membuat dia menahan tawa dimana sahabat nya itu berbicara layak nya wanita , Bryan benar-benar tidak bisa menahan tawa nya.


"Hahaha .... kau ... kau mau menjadi waria kah " ucap Bryan dengan gelak tawa nya ,dia tidak bisa menahan nya untuk menertawakan sahabat nya itu .


Bryan melihat ke arah tangan Erland dengan kuku yang di warnai kutek , lagi-lagi Bryan tidak bisa menahan tawa nya .


"Hahaha .. istrimu lumayan menarik .?! kaya nya buat berjaga-jaga agar wanita lain ilfil melihat mu ." ucap nya dengan menahan tawa .


"Bawa ini ," ucap Erland yang tengah memberikan berkas ke muka nya Bryan ,agar teman nya itu berhenti ketawa .


"Bryan ... pekerjaan ku sudah selesai ,aku akan pergi mengantar istriku ke dokter kandungan ," ucap nya dingin


"Erland ... kau ini kenapa hanya sebentar lalu pergi lagi ,?! ehh .. tunggu dokter kandungan .. itu ...


"Sebentar lagi yang punya perusahaan ini tidak akan lama lagi kembali ,kau jangan menekan ku hanya mengikuti kata kakakku itu , ?! ahh ... Bryan hari Minggu kau harus ke mansion ,dan bawa file yang sudah aku siapkan tadi ." ucap Erland memotong pembicaraan Bryan dan berlalu pergi ke luar .


"Erland kau ... heyyy ...." teriak Bryan memanggil Erland .


"Dasar batu tumpul , aku jawab apa dia jawab nya kemana ." decak Bryan yang kini melihat berkas yang di berikan Erland .


Bryan mendumel Karana sahabat nya itu ,di saat dia membuka berkas itu ,dia mengingat Dimas yang sudah setengah bulan ini belum ada kabar nya sama sekali dari Steven ,Bryan menghela nafasnya panjang dan memulai kerja kembali dengan apa yang dia kerjakan.


Sementara Erland ,dia telah meninggalkan perusahaan itu ,dalam perjalanan dia memikirkan keseharian nya ,pasca kebakaran itu dirinya terus menghandle pekerjaan kantor pada Niken ,begitu pula dengan DA'GROUP yang harus angkat tangan adalah sahabat nya sendiri. ,semenjak dimana dia menyelidiki Sahara dia pun jarang mengurusi kantor nya ,hanya karna Demi kakak nya dia mencari wanita itu .


"Sebelum kak Dimas kembali ,aku gak akan bisa fokus dalam hal perusahaan ku ,aku hanya akan pokus pada ana dan juga anakku ."


Erland menulusuri jalan yang akan menuju mansion ,dia sudah berniat untuk membawa istri nya itu untuk periksa kandungan ,Dering ponsel Erland berbunyi tanda ada yang telpon ,dia melihat nama yang memanggil nya itu ,Erland melengkungkan bibir nya, di saat melihat nama panggilan itu .


[My wife❤️]📞......


Erland terpaksa memberhentikan mobil nya dan menerima panggilan dari ana .


"Iya sayang " jawab Erland .


"Mas kau dimana ,"ucap ana manja dengan suara lemes nya


Erland tidak menjawab istrinya itu dia mematikan telpon nya dan beralih ke panggilan Vidio , ana yang melihat ponsel nya melihat panggilan Vidio dari suami nya itu langsung menggeser tombol hijau .


"Sayang kenapa .,apa kau ingin memakan sesuatu ." ucap Erland melihat ana dari balik ponsel .


"Enggak apa-apa , " jawab ana di sebrang telpon .


Erland mengerutkan kening nya dan melihat istri nya terlihat pucat dan lemas .


"Sayang apa kau mual lagi ...hmmmm?? katakan padaku ,apa kau ingin makan sesuatu ,. biar aku mampir dan membelikan nya untuk mu ." ucap Erland melihat istri nya itu dengan watir .


Ana menggeleng kan kepalanya dia tidak ingin makan apa-apa, entah kenapa saat ini dirinya begitu merindukan suami nya.


"Aku ingin kau cepat pulang ," ucap nya dengan lemas .


"Hemmm... hu'umm aku lagi di perjalanan pulang dan akan segera sampai ,tunggu aku ya ." ucap nya tersenyum dengan mencium ponsel nya.


"Hati-hati ." gumam ana yang di angguki Erland dan mematikan panggilan Vidio itu .


Erland menancap gas mobil nya dengan kecepatan sedang .


Dua puluh menit kemudian Erland sampai di depan pintu gerbang dan menyalakan klakson nya ,ana yang mendengar klakson mobil melihat ke arah jendela ,dia langsung melangkah dan berlari kecil menuju lift untuk turun ke bawah , bi Ani yang melihat ana sampai bawah berlari membuat nya khawatir .


Di saat ana hampir sampai pintu ,Erland sudah berada di ambang pintu melihat ana berjalan ke arah nya ,ana berlari dan langsung memeluk pria itu ,Erland terkejut saat melihat istri nya langsung memeluk nya


"Ana ..." ucap Erland membalas pelukan ana .


"Ada apa ,apa terjadi sesuatu ,kenapa kau pucat sekali ,hmmmm ...apa kau mual lagi ." ucap Erland melihat ana dengan masih memeluk istrinya itu .


Ana hanya menggeleng kan kepala nya ,dan menyandarkan kan kepala nya di dada bidang Erland .


"Lalu kau kenapa .hmmm,?! ana jangan membuat ku khawatir ." ucap nya dengan memeluk ana erat .


"Aku .... aku ngidam kamu ." jawab ana dengan terbata .


Erland mengerutkan kening nya dengan jawaban ana ,kini dia melepaskan pelukan nya dan melihat wajah istrinya itu dengan tangan yang mengusap kan pipi ana dengan lembut.


"Ngidam aku ... kok sampai bisa begitu ..." jawab Erland dengan mencubit hidung ana .


"Pokonya aku mengidam dirimu ." jawab nya dengan mengerucutkan bibir nya .


Erland terkekeh melihat tingkah istrinya itu ,kini Erland melonggarkan dasi nya setelah itu dia langsung menggendong ana dan melangkah ke arah tangga, ana tidak menolak dengan apa yang di lakukan Erland ,karna saat ini wanita itu memang sedang manja pada suami nya .


Roy yang baru keluar dari ruangan nya menelan ludah nya dengan kasar setelah melihat kedua pasutri itu ,termasuk para pelayan yang sedari tadi senyum-senyum melihat Erland dan ana membuat mereka terhayut dalam kemesraan nya , bi Ani yang melihat nya pun tersenyum bahagia .


"Awal dari permainan sekarang menjadi keharmonisan ,semoga tuan Erland dan nyonya ana selalu bahagia ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Erland menurunkan ana di tempat tidur ,Erland berjalan menaruh jas nya di sofa dan melangkah kembali mengahmpiri istri nya itu .


"Sayang kau ini kenapa ? gak biasa nya manja seperti ini , emang nya ada istri mengidam sua....


"Aku merindukan mu ." lirih ana menatap Erland dengan memotong ucapan Erland .


"Benarkah ," jawab nya yang kini menahan tangan ana.


Cup ...


"Mas ..aku ing....


Cup ...


"Ingin apa , ?! apa kau menginginkan nya


" jawab Erland menggoda ana .


"Aku.. i_ingin buah Gandaria.." ucap ana yang tengah di tahan Erland .


Erland seketika melihat kedua mata istrinya itu ,dia mengerutkan kening nya dengan apa yang di katakan istri nya ,baru saja dia akan melakukan nya dengan hasrat yang menggebu ,niat yang akan dia lakukan itu seketika dia mengurungkan niat nya .


"sayang buah Gandaria itu Asam , aku gak mengijinkan nya ,"jawab Erland yang kini bangun dari tubuh ana .


"Massss .... tapi aku ingin makan itu ." rengek ana dengan manja .


"Ana buah itu langka ,dan jarang ada di toko buah ,bahkan di supermarket juga pasti gak ada sayang , ganti dengan buah yang lain ya .." jawab Erland dengan menyibakkan rambut ana .


"Kata siapa langka , di pasar-pasar pasti ada .. ?! yahh ... yah .. aku pingin buah itu titik gak pake koma ," ucap ana menyilangkan tangan nya .


"Ya udah aku akan menyuruh bi Ani menyuruh nya untuk membeli ke pasar ,apapun un..


"Gak boleh bi Ani , aku ingin kau yang membeli nya." ucap ana memotong ucapan Erland .


Erland menelan ludah nya dengan kasar ,seumur hidup nya dia tidak pernah masuk pasar ,apa lagi untuk membeli buah langka itu .


"Sa_sayang tapi aku gak hapal gimana cara nya masuk dan mencari buah itu di pasar ." jawab Erland yang gelagapan.


"Pokonya aku mau buah itu sekarang juga dan kau harus mencarinya untukku di pasar terdekat titik sebesar batu ." ucap ana dengan mengerucutkan bibir nya .


Erland menghela napas nya dengan panjang , dia membelai wajah istrinya itu dengan lembut dan Erland berpikir ,baru beberapa menit yang lalu wanita yang ada di depan nya itu merindukan nya ,tapi selang beberapa menit ganti perubahan .


"Hormon kehamilan nya kambuh lagi ,bukankah dia merindukan ku ,?! tapi sekarang dia menyuruh ku untuk membeli buah asam itu ,?! sabar ... demi anakku ,akan aku lakukan dan pergi ke pasar ."


"Apapun untukmu sayang ." ucap nya dengan mencium kening ana dan berdiri .


Kini Erland melangkah ke luar meninggalkan ana ,dia berjalan ke arah tangga dengan tersenyum ,Roy yang melihat Erland senyum-senyum sendiri di tangga membuat nya merinding .


"Apa dia kesurupan setan ,?! ohh apa dia sudah bucin pada nyonya ana ."


Di saat Roy akan melangkah ke pergi ,Erland memanggil dirinya tepat di ambang pintu .


"Roy tolong keluarkan motor ku sekalian kau nyalakan motor nya untuk pemanasan, aku akan ke pasar dengan memakai motor ." ucap nya kini melangkah ke arah kamar yang di tepati omah nya .


Roy mengerutkan kening nya ,Erland meminta Roy untuk mengeluarkan motor dan akan pergi ke pasar membuat nya diam mematung di tempat melihat punggung Erland yang tengah berjalan ,tidak ingin berpikir panjang Roy melangkah berjalan ke garasi motor untuk mengeluarkan nya .


"Ke pasar !! apa aku tidak mimpi di siang bolong, seorang tuan muda akan pergi ke pasar ."


Sementara Erland ,kini dia telah membuka pintu kamar yang di tepati omah nya itu , baru beberapa tinggal di mansion ,pria itu belum mengobrol banyak dengan wanita paruh baya itu , kini dia menutup pintu kembali dan berjalan ke arah luar dengan menarik dasi yang ada di leher nya .


"Roy ... apa nyonya besar memberikan pesan padamu ,kenapa dia belum pulang ."ucap Erland yang tengah melipat kemeja tangan nya .


"Nyonya besar kemungkinan pulang sore jika tidak malam tuan ." ucap Roy yang kini memberikan kunci motor .


"Bukankah omah bilang akan pulang kembali pagi-pagi , bahkan sampai belum kembali .?! kenapa kelakuan nya seperti orang yang masih muda ,taktik nya mengambil nomor ponsel ku dia bisa mendapatkan nya , ?! tunggu ...apa omah pergi bersama pengawal .


"Roy ... apa omah di temani pengawal .", ucap Erland yang kini tengah memakai masker dan helm..


"Tidak tuan ,nyonya besar pergi sendiri di antar pak Urip ." jawab Roy


Tanpa menjawab jawaban Roy Erland pergi dari halaman mansion dengan motor nya , Erland memberhentikan motor nya dan mengeluarkan ponsel nya untuk mencari pasar terdekat ,tak butuh waktu lama Erland pun tengah menemukan nya dan menyalakan kembali motor nya .


Dengan jangka tidak sampai sepuluh menit ,Erland kini menemukan pasar yang dia cari ,Erland membuka helm nya dan turun melangkah ke arah pasar , orang-orang yang melihat motor Harley Davidson melongo seketika dan melihat deretan dengan motor yang lain nya ,Erland tidak memperdulikan tatapan orang-orang tersebut .


Ibu-ibu pasar seketika riuh setelah kedatangan Erland ,meski wajah nya tertutup masker aura ketampanan nya sudah terlihat dari mata dan kulit putih nya ,Erland melihat-lihat ke sebuah pedagang sayuran ,dan beralih lagi pandangan nya ke arah pedagang yang lain ,mata nya mencari-cari buah Gandaria yang di minta istrinya itu


Erland melangkah ke arah penjual buah yang ada di pasar itu untuk menanyakan buah Gandaria tersebut.


"Apa disini ada buah Gandaria ." ucap Erland menatap buah-buahan yang kini mata nya mencari yang dia cari .


Pedagang itu melongo seketika tanpa menjawab pertanyaan erland, pedagang itu melihat penampilan Erland dari bawah hingga atas , Erland mengerutkan kening nya dan berlalu pergi ke penjual yang lain nya , lagi-lagi Erland di buat heran dengan orang-orang yang berada di pasar itu , satu jam dia menanyakan buah itu ke setiap pedagang ,hasil nya sama hanya melihat Erland tanpa menjawab nya.


"Kenapa pasar nya bau sekali , ?! sial , sepatu ku jadi kotor begini, sudah satu jam aku berkeliling mengatakan buah itu tapi tidak menemukan nya , ?! calon anak Daddy tolong untuk bersabar ya ,dad akan mencarikan buah itu sampai dapat ."

__ADS_1


Erland terus berusaha mencari nya dengan menahan bau di area pasar itu , dia melangkah ke pedagang ubi untuk mencoba menanyakan nya .


"Permisi bu.. apa disini ada buah Gandaria ." ucap nya dengan mata yang mencari-cari buah tersebut .


Penjual itu lagi-lagi melongo kedatangan Erland , bahkan penjual itu berani membuka mulut nya di depan Erland .


"Hey anak muda ,kau ini seorang pria mencari buah Gandaria ,bahkan dari penampilan mu cukup wah , " ucap nya tersenyum dengan celingak celinguk melihat situasi pasar .


"Apa kau seorang aktor yang sedang berakting dan syuting di pasar ini , baru pertama kali loh ada seorang pria muda bening seperti ini pergi ke pasar ,berpakaian rapi lagi ." ucap nya dengan tersenyum sambil melihat Erland dari bawah hingga atas .


"Ibu .. kau jangan berbicara omong kosong haha , ?! anak muda kau mau membeli apa , maafkan istri saya dia memang suka bercanda ," ucap nya dengan tertawa kecil .


"Saya mencari buah Gandaria." ucap Erland datar .


"Oh itu ? kau tinggal melangkah melewati dua toko itu ,lalu sebelah kanan nya ada penjual sayuran yang tempat nya agak besar ,di situ suka ada buah yang kau cari. " ucap nya dengan menunjukkan arah


Erland hanya mengangguk dan berterima kasih pada pria paruh baya penjual ubi itu ,kini dirinya berjalan dengan mengikuti arah yang di tunjuk bapak-bapak tadi, tak butuh waktu lama Erland kini sampai di parkiran dengan menenteng kantong berisi buah Gandaria itu .


"Sesak napas aku pakai masker dengan menahan bau pasar ini ." gumam nya dengan membuka masker .


Kini Erland memakai helm dan menyalakan motor nya untuk segera pulang ,dia tidak perduli tatapan orang-orang yang melihat nya ,pasar itu tidak lah jauh dari mansion hanya perlu memakan waktu sepuluh menit sampai , Erland pun sampai di mansion dengan berdecak melihat ke arah sepatu nya .


"Pak Jarwo ,tolong ambilkan saya sandal di rak yang ada di bawah tangga ," ucap Erland yang di angguki pak Jarwo .


Tak butuh waktu lama ,pak Jarwo memberikan sandal itu ke tuan muda nya dengan membungkukkan kepala nya dia undur diri ke tempat semula ,di saat pak Jarwo melangkah Erland memanggil nya .


"Pak Jarwo ,sebelum nya saya minta maaf .?! tolong buang sepatu ini ke tong sampah ." ucap Erland yang menaruh sepatu itu dan berlalu pergi .


Pak Jarwo melongo ,Erland menyuruh nya membuang sepatu itu yang masih terlihat bagus ,pak Jarwo mengambil sepatu itu dan membawa nya ke pos untuk di bersihkan .


"Terlalu kesultanan itu ...?! orang kaya hidup nya sungguh bebas ,membuang seratus juta aja tidak berharga di mata nya ,ckckck ... hey sepatu jika kau di buang sayang sekali," gumam nya .


Sementara erland ,dia melangkah ke arah dapur dengan mengendus-endus kan baju nya yang bau pasar itu ,Erland menyuruh pelayan untuk mencuci buah itu ,kini dirinya melangkah ke atas untuk membersihkan diri ,Erland melihat ke arah ana yang tengah tertidur .


"Kenapa akhir-akhir ini sering tertidur ,?! dan sikap nya semakin aneh saat dia hamil, tadi dia bilang merindukan ku ,lalu menyuruh ku membeli buah langka itu ,"


Erland ingin menyelimuti istrinya itu ,tapi dia urungkan karna takut menulari kuman yang ada di tubuh nya karna pasar itu ,Erland melangkah membersihkan dirinya ke kamar mandi


Selang beberapa saat Erland masuk kamar mandi ,ana bangun dari tidur nya dia melihat ke arah jam sudah menunjukan jam dua siang ,dia mendengar gemericik air di kamar mandi .


"Mas Erland sudah pulang ,apa dia membawa sesuatu ,dari tadi aku menunggu dua jam lebih tidak mungkin tidak mendapatkan nya kan ." gumam ana turun dari ranjang melangkah keluar untuk ke bawah .


Ana celingak-celinguk mencari sesuatu di arah dapur perasaan nya sudah gelisah dengan mata berkaca-kaca ,dia tidak melihat buah yang dia inginkan itu .


"Bi .. apa suami saya pulang membawa sesuatu." ucap ana bertanya pada pelayan yang akan melangkah ke arah dapur .


"Tidak nyonya, saya melihat tuan langsung naik ke atas dan tidak membawa apa-apa ." ucap nya dengan membungkukkan kepala nya


"Mas .. bahkan kau tidak membelikan buah itu ,kau jahat mas ." gumam ana kecil


dengan tangis nya yang kini duduk di sofa ruang tamu


Omah yang baru datang dari ambang pintu melihat ana menangis membuat pandangan nya beralih ke arah pintu kamar ana yang terbuka dengan Erland yang keluar memakai kimono ,wanita paruh baya itu menghampiri ana yang tengah menangis dengan menatap Erland di atas yang tengah masuk ke arah lift .


"Anatasya ,kau kenapa menangis ." ucap wanita paruh baya itu yang menaruh paper bag di atas meja .


"Omah .?! dia jahat padaku ,dia tidak membelikan buah yang aku inginkan ," ucap ana dengan tangis nya memeluk sang omah .


"Ana buah apa yang kau maksud ,?! menantu ku dengarkan omah ,di setiap pelayan yang berjadwal disini sudah ada bagian nya ,bahkan mereka setiap hari membeli buah yang bar..


"Sayang , aku mencari-cari mu di atas ,rupanya kau di ...?! ana kenapa kau menangis ... omah apa yang kau lakukan pada istriku .", ucap Erland kaget setelah dia menghampiri ana .


"Mas aku ingin buah Gandaria ,?! tapi ... bahkan kau tidak membeli nya , aku tanya sama pelayan ,katanya kau datang tidak membawa apa-apa ." ucap ana dengan Isak nya .


Erland terkejut dengan perkataan ana ,pelayan mana yang dia maksud itu ,kini pandangan Erland mencari pelayan yang tadi menyuruh nya untuk mencuci buah langka itu , sementara omah dia terkejut saat ana bilang ingin buah asam itu .


"Ana ..?! sudah jangan menangis lagi ya ?! ganti saja dengan buah yang baik untuk kandungan mu ya ." ucap omah menenangkan ana .


"Tapi om...


Ana terkejut saat melihat buah yang dia inginkan ada di depan mata nya ,Erland duduk dan menghapus air mata istri nya .


"Kenapa istriku jadi cengeng begini, sial .. lagi-lagi aku membuat nya menangis .


"Pelayan di sini gak hanya satu sayang , kenapa kau tidak menanyakan nya sama yang lain , pelayan yang tadi kau tanya dia tidak tahu aku membawa buah ini ." ucap Erland dengan menghapus air mata istrinya itu dengan sayang


Omah yang duduk berdehem ,tapi dua pasutri itu melupakan orang tua yang duduk di samping nya itu ,yang lebih terkejut nya lagi Erland mencium bibir ana tepat di samping wanita paruh baya itu ,wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dengan tersenyum dan mengambil tas nya yang ada di meja dan pergi meninggalkan dua pasutri itu .


"Maaf ... ?! jangan menangis lagi ,lagi-lagi aku selalu bersalah setiap melihat mu menangis ,?! makan buah nya jangan di sini , pindah ke kursi yang ada di kolam ya ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Ana berpikir suami nya itu tidak membelikan buah yang dia inginkan ,tapi dia merasa aneh dengan dirinya hari ini .


"Kenapa aku harus menangis sih cuma hanya karna buah ini .

__ADS_1


"Makanlah sesukamu , buah nya udah di cuci ,? dan aku akan menemani mu , " ucap Erland tersenyum ke arah ana .


Tanpa menjawab Erland ,ana memakan buah itu ,Erland yang melihat nya pun menelan salipnya dengan kasar, dia melihat ana yang tengah memakan buah asam itu membuat dirinya ingin meneteskan air liur nya, Erland mengingat dimana dirinya akan membawa istrinya untuk cek kandungan mengurungkan niat nya .


__ADS_2