Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Nabila dan Tania .


__ADS_3

Di sisi lain seorang gadis yang kini tengah siap-siap untuk berangkat kuliah ,kini dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya ,waktu nya kini dia harus segera berangkat ,sebelum berangkat dia harus membeli sarapan di warung nasi langganan nya .


Di saat dia sedang menikmati makannya tiba-tiba ponsel nya berdering tanda ada telpon .


Nabila berdecak kesal ,saat menikmati sarapannya ,sahabat nya itu menelpon dan mengganggu nya , kini dia pun terpaksa harus menerima panggilan itu .


" Distaaaaa ??? kau tahu tidak .?! kau ini mengganggu sarapanku ." ucap Nabila yang kini sedang mengunyah .


"Masih dimana ,sekarang bagian pelajaran fisika harus datang cepat waktu , kau tahu sendiri , Bu Ninis itu galak , " ucap Dista di balik telpon .


"Uhuk ...uhuk ....mampus aku " ucap Nabila yang kini segera meminum dan langsung mematikan telpon sahabatnya itu .


"Buu ... aku bayar ya , kembalian nya buat nanti saja kalau aku mampir makan lagi ." ucap Nabila yang kini melangkah cepat dan menunggu taxi .


Tak butuh waktu lama ,Nabila kini berada di dalam taxi menuju ke kampus , sepuluh menit perjalanan Nabila sampai di kampus yang kini sudah di tunggu oleh sahabatnya itu .


"Sumpah !! aku tidak ingat sekarang pelajaran fisika ." ucap Nabila .


"Ayo masuk !! kebiasaan deh otak mu sudah kaya nenek-nenek pelupa ," ucap dista berdecak .


"Ma'lum ... aku kan malam kerja ,tahu sendiri ?! bahkan gak sempat lihat jadwal ,bahwa sekarang bagian Bu Ninis ." ucap Nabila .


Kini mereka pun melangkah memasuki kampus , Nabila berfikir sebentar lagi akan wisuda ,dia tidak mempunyai siapa-siapa untuk mendampinginya selain Bu Ratih ,dalam kehidupan sehari-hari nya dia selalu di sibukan kerja , untuk mengingat wisuda pun dia hampir lupa ,bahkan wisuda tinggal satu bulan lagi .


*


jam sudah menunjukan pukul 12.00 pas , Nabila hanya kuliah di waktu sampai jam siang , Karna saat pulang kuliah dia harus bekerja di restoran ,sebelum pulang Nabila menyempatkan waktu makan siang terlebih dahulu di kantin bersama sahabatnya itu .


"Bil ...gimana kabar ana sekarang !! aku terakhir ketemu sama dia di waktu ulang tahunku ,bahkan aku kehilangan kontak nya ana ,Karna ponsel ku hilang di jambret" ucap Dista .


"Ana baik !! dia sekarang bahagia sama suaminya ,apalagi sekarang dia mengandung ,dan dua bulan lagi lahiran ." jawab Nabila .


"Uhuk ... uhuk ...


"Dista kenapa sih ,nih minum ." ucap Nabila menyodorkan air minum


"Apa ?! uhukk .... ana ..ana mengandung ?! jadi ..." ucap Dista terhenti .


"Jadi apa ." jawab Nabila yang menikmati makanan nya .


"Jadi benar ,?! rumor waktu itu , dimana dia di jemput suaminya yang penuh luka bakar it....


Nabila menutup mulut Dista dengan cepat ,Nabila celingak celinguk melihat ke kanan kiri .


"Dista .. pelankan suaramu ," ucap Nabila .


"Iya-iya sory ... abisan aku kaget setengah mati , tau-tau ana hamil aja ,?! bila .. jadi benar rumor waktu itu ,yang menjemput ana suaminya ." ucap Dista berbisik .


"Kamu salah Dista ." jawab Nabila dengan nada kesal nya .


"Lalu ." ucap Dista penasaran .


"Suaminya ana tidak cap kulit bakar !! ,justru suaminya itu cakep ,keren ,tampan pokonya sempurna lah ,kaya pula ." jawab Nabila .


"Tapi waktu itu .


"Penyamaran saja , " jawab Nabila langsung .


"Maksud mu ." tanya Dista kembali .


Kini Nabila pun menceritakan nya tentang Erland yang menyamar menjadi kakaknya itu ,Nabila pun menceritakan dimana ana mengadakan resepsi pernikahan tersebut .


"Apa ?! kenapa ana tidak mengundang ku ,Anatasya ... rupanya anak itu sudah melupakanku ya .." geram Dista dengan mencengkram botol air mineral .


Nabila yang melihat tangan Dista mencengkram botol mineral di buat cengo .


"Jangan buang-buang tenaga mu ,?! kasian botol itu ,dia tadinya lurus dan tegak kamu penyokin dan tak berdaya seperti itu ." jawab enteng Nabila .


"Nabila ?! bahkan kau pun tidak memberi tahu pernikah...


Plakk....


Nabila menggebrak meja dengan satu tangan nya ,ocehan Dista dari tadi menggangu makan siang nya yang tak kunjung habis-habis juga .


"Dista ,?! ana itu mengundang ku dan kamu ,dia mengundang hanya kita berdua di antara teman yang lainnya , ?! kamu masih ingat gak waktu kamu di rawat di rumah sakit , di situlah ana resepsi pernikahan ," ucap nabila dengan nada kesalnya .


"Kalian sudah lupa pada ku ." lirih Dista


"Terserah !! jelas-jelas aku sendiri yang mengantarkan undangan itu ." jawab Nabila melanjutkan makannya .


"Nabila ?! kalian sudah melupakanku..bahkan aku merindukan si ana Putri keong itu ,?! tapi orang yang aku rindukan itu ,mencampakan ku , bahkan aku dia nikah pun tidak tahu ,apa dia itu sudah tidak menganggap ku sahabat ,kaya nya hanya kamu satu-satunya sahabat si pemalu itu ." ucap dista dengan lesuh .


" Omong kosong " jawab Nabila yang tengah menguyah .


"Bahkan waktu dimana aku di rawat pun kalian berdua tidak melihatku ...


"Diam .... Dita Adista ?! makanan mu sudah mulai mau basi ... " ucap Nabila dengan nada kesalnya .


"Bukan aku dan ana yang lupa akan hal mu ... tapi kamu yang telah membuang ku dan ana .", ucap Nabila kembali yang kini tengah minum .


"Apa maksud mu ." jawab Dista

__ADS_1


"Kau koma beberapa bulan di rumah sakit , kau bilang aku ini lupa akan hal mu , dasar teman lacknat kau ya , bahkan aku bolak-balik melihatmu ke rumah sakit ,jika kau tak percaya tanya saja pada mami anggel ." ucap Nabila .


"Dan kau jangan salahkan ana , dia sebenarnya ingin tahu kondisimu waktu itu , hanya saja , waktu beberapa bulan lalu dia selalu di tahan sama suaminya ." jawab Nabila kembali .


"Ya... ya... aku salah lagi deh ... !? kenapa nasib ana tidak beruntung sekali ...


"Apanya yang tidak beruntung Sih ..." jawab Nabila kesal .


"Ya kan dia di paksa menikah ." ucap Dista .


"Ya emang !! tapi mereka sekarang saling mencintai ."jawab Nabila .


"Aku masih ingat sebutan nama suami ana , Dimas emmm ... Dimas apa ya ..tapi marganya aku lupa ..


"Bukan Dimas tapi Erland ... dan marga mereka ang...


Dreeettttt...


Dreeettttt...


"Sial ... !! Dista aku pulang duluan ya ... aku habis ini mau kerja , tolong bayar makananku , bye ..." ucap Nabila pergi meninggalkan Dista .


Dista berdecak kesal saat Nabila pergi begitu saja , Dista mencerna perkataan Nabila yang terpotong itu , bahkan dia pun memikirkan nama pria yang sudah menjadi suami ana bukan Dimas melainkan Erland , Dista tidak ingin berpikir lebih jauh , nanti jika ada waktu dia ingin bertemu sahabatnya yang kini akan menjadi seorang ibu itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


15 menit berlalu .


Kini Nabila sampai di restoran , dia bahkan sudah di tunggu oleh sahabat nya yang kerja di restoran itu , dia langsung mengganti seragam ke ruang ganti , Nabila menghela napasnya panjang , hanya dialah yang kerja di jam kerja siang dan berbeda dengan yang lainnya .


Selang beberapa menit , Nabila pun keluar dan siap melayani pelanggan yang datang ke restoran tersebut ,Nabila berkutat mengantarkan pesanan pelanggan ,setelah dia memberikan pesanan ke meja lain , pandangan nya beralih pada seseorang wanita yang baru datang dengan memakai kacamata dan juga topi , Nabila pun menghampiri meja tersebut .


"Selamat siang ,anda mau pesan apa ?! silahkan di lihat terlebih dahulu ." ucap Nabila .


"Oke .. sebentar ya ." ucap wanita tersebut yang masih serius dengan ponselnya .


Nabila serasa asing setelah mendengar wanita yang tengah duduk itu , kini wanita itupun tengah memilih-milih menu makanan .


"Oke saya pesan ayam asam manis dan minumnya milk te.....


Nabila terkejut saat wanita itu membuka kacamata dan topi nya ,bahkan wanita itupun terkejut saat dia mengucapkan pesanannya melihat ke arah Nabila, dan wanita itu yang tak lain adalah Tania


"Kamu ..?! " ucap Tania .


"Gadis ini ternyata pelayan di restoran ini ,si Bryan sialan kurang ajar sekali memperkejakan pacarnya di restoran sendiri ."


"Baik ,kalau begitu saya akan undur diri untuk menyiapkan pesanan anda ." ucap Nabila .


"Eh tunggu ?! jangan pergi dulu ,kita bisa bicara sebentar ." ucap Tania menahan Nabila .


Nabila pun melangkah pergi meninggalkan Tania yang berdiri melihatnya, sebenarnya Nabila tidak ingin berurusan dengan wanita itu ,jika dia sudah melihat wanita itu dia teringat pria yang selama ini selalu membaut jantungnya berdetak kencang .


"Mungkin dia kesini mau nemui si plizzer itu , toh ini kan restoran milik dia ."


Nabila kini duduk di tempat peristirahatan, dia tiba-tiba tidak semangat saat tahu siapa wanita itu , di saat makanan itu siap Nabila pun di panggil .


"Nabila , ini pesanan buat meja nomor 30 ,cepat antark ..


"Eu itu ... bisa kamu yang antarkan gak ,aku kebelet pipis ." ucap Nabila cari alasan .


"Baiklah ," ucap pelayan tersebut.


Kini keduanya pun melangkah berbeda arah ,Nabila pergi ke toilet ,sedangkan pelayan tadi berjalan ke arah Tania untuk mengantarkan pesanannya .


"Permisi ,ini pesanan anda ,?! silahkan di nikmati ." ucap pelayan tersebut .


Tania melihat pelayan tersebut ,dia melihat-lihat Nabila ,di saat pelayan itu akan melangkah kembali tiba-tiba Tania memanggilnya .


"Ehh tunggu !! pelayan tadi namanya siapa ya ." ucap Tania .


"Nabila ?! apa ada yang ingin Anda sampaikan padanya ,apa dia membuat kesalahan pada anda ." ucap pelayan tersebut .


"Ah .. tidak ..tidak .. ?! aku hanya nanya saja ,?! eh .. dia suka pulang jam berapa ya ." tanya Tania .


"Jam 5 sore ." jawab pelayan tersebut .


"Oh ...oke ?! makasih ." ucap Tania dengan di angguki pelayan itu .


"Aku harus nunggu dia pulang , tak apa menunggu beberapa jam juga ,?! gadis itu pasti sudah salah paham tentang aku dan Bryan di Jerman , dan aku harus ceritakan semua padanya ,agar dia tidak salah paham ."


Kini Tania pun melanjutkan makannya , beberapa menit kemudian Tania pun selesai dengan makannya ,dia tidak melihat Nabila saat mengabiskan makanan nya sedari tadi ,Tania berfikiran sudah traveling gak jelas ,dia takut Nabila menghindarinya .


"Apa dia menghindari ku ya ,dari semenjak aku makan ,tidak melihat dia ."


Kini Tania beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan restoran tersebut ,bahkan dia sengaja untuk menunggu Nabila di dalam mobil ,dia berencana untuk menjelaskannya ,semenjak hari itu dia benar-benar tidak enak dan merasa bersalah pada Nabila .


Satu jam ....


Dua jam ....


Tiga jam....

__ADS_1


Tania masih menunggu Nabila di dalam mobil ,bahkan dia harus bolak balik ke arah toilet karna hanya ingin buang air kecil , dan yang di tunggu-tunggu oleh nya belum keluar-keluar juga .


Kini dirinya melihat jam yang berada di pergelangan tangannya , jam sudah menunjukan hampir jam lima kurang lima menit ,Tania melihat kiri kanan untuk menunggu Nabila ,


Di saat Tania memasang handset ke telinga , tiba-tiba Nabila muncul keluar dan bersiap pulang ,dengan segera Tania langsung turun dan mengahmpiri Nabila .


"Nabila " panggil Tania dan langsung menarik tangan Nabila untuk membawanya ke mobil .


Nabila terkejut saat tangan nya di tarik oleh wanita yang dia hindari beberapa jam yang lalu , Tania mendorong Nabila dengan paksa ke dalam mobilnya ,dengan cepat Tania pun masuk .


"Nona .. apa yang anda lakukan ..buka pintu mobilnya nona,saya mau pulang ." ucap Nabila .


"Nabila , kamu jangan takut sama aku , aku bukan mau menculik mu , gini ., dimana alamat mu biar aku antar kau pulang oke ." ucap Tania yang kini menyalakan mobil nya .


Nabila terkejut saat Tania memanggilnya Nabila nama dirinya ,dia berfikir dari mana dia tahu namanya , apa Bryan yang memberi tahunya ,dengan cepat Nabila menggelengkan kepalanya .


"Tidak mungkin pria plizzer itu ,mana mungkin dia perduli dengan nama itu ,apalagi aku ,bahkan dia aja tidak pernah memanggil namaku ,yang di lontarkan nya hanya gadis ceroboh ."


"Nona .. jangan repot-repot ,aku akan pulang bersama ojol . .


"Nabila !! berhenti menghindari aku , jika kau bersikeras untuk minta turun ,sampai mana pun aku tidak akan menurunkan mu ." desak Tania .


"Sekarang aku tanya ,dimana alamat mu , biar aku yang mengantar mu ." ucap Tania kembali .


Nabila menghela nafasnya berat ,wanita yang ada di sampingnya itu maunya apa ,Bahkan kini dia memaksanya untuk mengantarkan pulang , terpaksa Nabila pun memberi tahu alamat rumahnya pada wanita itu .


Dua puluh menit di perjalanan ,mereka pun sampai dimana Nabila tinggal , nabila pun mempersilahkan masuk Tania ke dalam rumah kecilnya., Tania pun hanya menganggukkan kepalanya mengikuti Nabila .


"Maaf . !! rumah ku kecil dan mungkin tak nyaman, ma'lum aku anak ngekos ."ucap nabila yang kini memberikan segelas air minum pada Tania.


Tania hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Nabila , di saat Nabila akan melangkah ,tangan nya di tahan oleh Tania .


"Nabila tunggu ." tahan Tania .


"Ada apa ." jawab Nabila .


"Bisakah kamu Nemani aku ngobrol ,dan bisakah kamu duduk dulu ." ucap Tania dengan di angguki Nabila .


"Nabila !! aku mau menjelaskan Bryan sama aku waktu di Jerman , apalagi di waktu tujuh bulanan ana, " ucap Tania .


"Nabila kamu jangan salah paham ,aku dan Bryan tidak ada hubungan apa-apa ,dan waktu di Jerman pelukan itu bukan pelukan layaknya sebagai kekasih ,aku udah biasa berpelukan seperti itu di waktu SMA , dan di acara ana ,, aku kebetulan aja ketemu Bryan ,jadi aku juga ..


"Kenapa nona harus menceritakan nya padaku , nona dan tuan Bryan pacaran pun tak apa-apa kok ,kalian sangat cocok .. cantik dan tampan ," ucap Nabila dengan tersenyum paksa .


"Hahh ..." Tania mengangah saat Nabila berkata seperti itu .


"Aiya ...hey aku sama Bryan tidak ada hubungan apa-apa kami hanya sahabat dari SMA ,sumpah kita berdua tidak ada hubungan apa-apa ,plis dong kamu jangan salah paham ya , ?! kamu dan Bryan jangan hanya kikuk-kikuk begitu dong ," desak Tania .


"Bahkan si datar itu aku tanya kamu siapanya dia bahkan tidak menjawab sama sekali pertanyaan ku ,tapi aku sudah tahu jawabannya ,karna dia tidak menjawab ,itu berarti kau memang benar-benar pacarnya si datar itu , dan aku mau memberi penjelasan sama kamu ,kamu malah pake mendukung aku pacaran sama si datar itu lagi ... ih ogah banget ."ucap Tania menggenggam tangan Nabila .


Nabila terkejut dengan perkataan wanita yang kini berada di hadapan nya , dia mencerna perkataan wanita itu ,dari matanya memberikan penjelasan dan kejujuran bahwa mereka memanglah sahabatan .


"Tapi nona ,?! aku dan tuan Bryan tidak ada hubungan apa-apa ,kami cuman teman baru kenal tidak lebih .." jawab Nabila melepaskan tangan Tania .


"What ?! teman baru kenal ." jawab Tania kaget dengan di angguki Nabila .


Tania pun mencerna perkataan Nabila ,tidak ada hubungan apa-apa ,teman baru kenal ,lalu di Jerman dia memperlakukan Nabila apa itu di bilang tidak ada hubungan apa-apa , Tania hampir kecewa di saat Nabila dan Bryan teman baru kenal ,tapi Tania tidak percaya dengan itu ,kini dia pun akan mendesak Nabila dengan tersenyum jahil .


"Temen apa temen ...emm .. emmm .. " ucap Tania menggoda Nabila dengan alisnya naik turun .


"Teman nona !! kami hanya teman baru kenal ." ucap Nabila .


"Temen !! awas nanti lama-lama kalian jadi demen loh ... " ucap tania menyenggol lengan Nabila .


"Eh .. hahaha .. itu .. itu tidak mungkin dia demen sama saya ." ucap Nabila dengan gelagapan .


"Aku tak percaya !! gimana jika kita taruhan ." jawab Tania dengan antusias.


"Hahh ...."


"Iya .! aku tidak yakin di antara kalian gak ada yang jatuh cinta antara kamu dan si datar itu , taruhannya ?! jika satu bulan ini aku gak melihat kalian pacaran ,itu berarti di antara kalian memang beneran hanya temanan saja seperti aku dan dia ,tapi jika satu bulan yang akan datang aku dengar kalian pacaran ,aku akan minta PJ sama kalian berdua ." ucap Tania dengan berbinar .


"No_nona anda berlebihan sekali ." ucap Nabila dengan heran .


"Nabila aku tidak berlebihan ?! kita lihat saja nanti ,aku akan menunggu hari-hari jadi kalian , oke kalau gitu aku pulang dulu yaa ."ucap Tania dengan antusias dan melangkah ,di saat dia melangkah satu langkah ,langkah nya terhenti .


"Aku tahu ,?! dari mata Nabila memperlihatkan bahwa dirinya mencintai bryan ,!! tenang Nabila akan aku bantu agar si datar itu menyukai mu ."


"Nabila .. semangat...." ucap Tania kembali dengan cekikikan dan berlalu pergi .


Nabila di buat heran ,dengan perkataan wanita itu ,nabila tidak menyangka wanita itu terang-terangan menjelaskan tentang dirinya di di Jerman beberapa bulan lalu, beberapa bulan lalu bahkan nabila menganggap wanita itu adalah kekasih Bryan .


Yang lebih terkejutnya lagi ,Tania mengucapkan kata taruhan untuk menunggu hari jadinya antara Bryan dan juga dirinya .


"Nona Tania anda benar ,di antara kami memang ada yang jatuh cinta , !! itu aku ,aku memang mencintai pria itu ,... tapi .. tapi tidak dengan pria itu ,, dan aku .. aku gak mungkin pantas bersanding dengan pria seperti dia ."


Nabila melihat mobil Tania yang sudah menghilang ,kini dia melihat ke arah jam sudah menunjukan 17.30 , Nabila melangkah ke kamar dan berjalan ke arah kamar mandi ,karna dia pun mau siap-siap kembali bekerja di jam 18.30


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2