Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Tidur satu ranjang.


__ADS_3

"Suami ku ,boleh kah aku bertanya pada mu ." ucap ana .


"Katakan ." ucap Erland datar .


"Aku ingin merawat mu dari hari kemarin ,tapi Erland selalu mencegah ku untuk membawa makanan , tolong bicarakan sama dia , untuk tidak mencegah ku lagi , mungkin dengan kamu yang bilang , dia tidak menghalangi ku lagi ,dan mengambil makanan itu dari tangan ku, aku ingin agar dia percaya kalau aku sungguh-sungguh merawat mu dengan baik ." ucap ana dengan sedikit menunduk ..


"Ana kau berbicara dengan siapa ,apa kau berbicara dengan lantai di bawah sana ,kenapa kau menundukan kepala mu , aku di hadapan mu , jika kau berbicara dengan ku , tatap wajah ku ." ucap Erland dengan nada tinggi


"Kenapa dia marah , bahkan nada bicara nya juga tinggi ,bukan kah rumor itu mengatakan ,bahwa Dimas lemah lembut , tapi kenapa dia begitu marah hanya karna aku bicara menunduk , tapi tunggu , kenapa di saat bicara nya tinggi barusan seperti suara Erland , ahh mungkin karna dia trauma karena waktu kebakaran itu yang bikin dia seperti ini ," batin ana .


"Ahh bukan maksud ku seperti itu ,aku menunduk karna aku takut akan hal Erland , aku takut aku salah bicara ,makan nya aku nunduk .,maaf ." ucap ana menatap suami nya itu .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana, dia menatap wajah gadis itu , gadis itu jika dekat terlihat cantik tanpa make up ,kini dia sadar sekarang dia sedang memainkan peran nya sebagai Dimas kakak nya .,Erland menatap mata gadis yang ada di hadapan nya itu .


"tolong bawa aku ke kamar mandi ," ucap Erland dingin.


"Kau mau apa , apa perlu aku bantu " ucap ana sambil mendorong kursi roda itu.


"Tidak perlu , aku bisa sendiri ." ucap Erland


Kini Erland berada di kamar mandi , dia memikirkan gadis itu dengan teliti .


"Dari mata nya tidak ada cinta untuk kakakku ,tapi mata itu memperlihatkan dirinya untuk merawat ku yang sebagai Dimas, kelembutan dan kesabaran merawat ku hanya dengan hari ini saja sudah nyaman ,tapi gimana hal nya dengan kakakku, dia pasti lebih nyaman ., ahh sial ," gumam Erland .

__ADS_1


Di luar sana ,ana sudah bolak balik seperti gosokan di depan pintu kamar mandi.


"Kenapa lama sekali , apa dia tidak bisa melakukan nya sendiri , aku coba panggil aja ." gumam ana sambil mengetuk pintu kamar mandi


"Suami ku ,apa kau bisa melakukan nya sendiri , jika tidak biarkan aku masuk untuk membantu mu ." teriak ana ,ana kaget saat pintu kamar mandi itu sudah terbuka .


"Kenapa suara mu itu berisik sekali , aku bisa dengar tanpa kau teriak seperi itu , " ucap Erland dengan tatapan dingin nya .


"Maaf ,aku cuma takut kamu gak bisa lakuin sendiri , dan takut terjadi apa-apa , makan nya aku sedikit berteriak ." ucap ana lirih


"Pergi lah ,kunci pintu " ucap Erland dingin


Ana kaget ,kata yang terlontarkan dari mulut suami nya itu .


"Hey apa kau tidak dengar aku barusan bilang apa ," ucap Erland


"Ah iya iya ,aku jalan ,aku akan kunci pintu itu. " ucap ana yang masih merasa takut .


"Ayo tidur ,ini sudah malam "ucap Erland yang di angguki ana,


Ana melangkah kan kaki nya untuk mengambil bantal dan selimut itu untuk tidur di sofa , Erland yang melihat itu mengerutkan kening nya, apa yang akan di lakukan gadis itu, di saat ana melangkah dia di kaget kan dengan suara suami nya .


"Ana apa yang kau lakukan ,kenapa kau membawa selimut dan bantal itu , ".

__ADS_1


"A_aku tidur di sofa aja , aku takut kamu gak nyaman , "ucap ana gelagapan.


"Kembali ." ucap Erland datar .


Ana masih diam di tempat ,dia merasa takut jika harus tidur dengan suami nya ,bukan takut akan hal keadaan nya , tapi takut jika pria itu meminta hak nya .


"Aku bilang kembali Anatasya ." ucap Erland dingin,


"Kembali lah ," ucap Erland lembut .


dia berusaha untuk bisa berperan seperti Dimas, begitupun dengan ana ,dia berjalan menghampiri suaminya dan mengikuti nya untuk berbaring di atas ranjang .


Di saat ana berbaring ,dia di kaget kan dengan sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya.


"Kenapa kau pergi untuk tidur di sofa ,apa kau jijik tidur bersama ku ." ucap Erland dengan melingkarkan tangan nya di pinggang ana ..


"Ah tidak, bukan seperti itu, a_aku.


"Sudahlah aku paham apa maksud mu , tidur lah , aku tidak akan melakukan hal yang kau takut kan itu ,dan aku akan membiarkan mu malam ini ,tapi tidak dengan nanti ," ucap Erland dengan menutup mata nya..


Ana tidak bisa memejamkan mata nya karna merasa tidak nyaman , dan kini jantung nya pun berdetak sangat kencang , dia juga tidak bisa bergerak karna ada tangan yang melingkar di pinggang nya , ana mengingat akan sikap suami nya tadi itu seperti apa .


"kenapa sikap nya Dimas berubah-ubah kadang lembut dan kadang keras , bahkan tadi itu seperti bukan Dimas yang di katakan lembut oleh orang lain, di saat ucapan ku ada yang salah bahkan dia menatap ku dingin dan tatapan itu ,seperti tatapan Erland , apa karna kebakaran itu dimas jadi frustasi." Batin ana ,

__ADS_1


Tak terasa ana pun tertidur dengan pinggang yang di peluk oleh Erland ,di saat ana sudah tertidur pulas, Erland membuka mata nya ,karna dia belum tidur untuk mengawasi ana , Erland tahu bahwa ana tidak nyaman saat pinggang nya di peluk ,tanpa Erland sadari dia tersenyum tipis dan mengikuti ana untuk memejamkan mata nya.


__ADS_2