
Pagi pun tiba, ana baru membuka mata nya ,dia melihat ke arah samping tidak melihat suami nya ,
dia mengingat kejadian malam ,dimana mata nya ngantuk ,tapi hati gelisah gara-gara tangan dimas yang memeluk pinggang nya
"semalam aku ngantuk banget ,tapi gak bisa tidur karna gara-gara tangan itu ."ucap ana sambil melangkah ke arah kamar mandi .
Ana sudah menyelesaikan ritual mandi nya , kini dia bersiap-siap untuk pergi ke bawah akan membuat sarapan untuk suami nya, dia melangkah ke bawah ,dan di bawah sudah ada BI Ani dan juga Roy .
"Pagi BI Ani ,aku akan membuat sarapan untuk tuan dimas." ucap ana sambil tersenyum.
"Nyonya anda tidak perlu repot-repot, tuan Erland sudah membantu tuan Dimas untuk sarapan pagi nya ,mari nyonya saya sudah siap kan sarapan untuk nyonya." ucap bi Ani .
"Yah aku telat untuk menyiapkan sarapan untuk Dimas ,aku bangun terlalu siang, ehh tunggu ,kenapa ana memanggil ku nyonya, ahh sudah lah aku tak perduli ,mungkin Dimas sudah memerintahkan semua pada pelayan di sini ." batin ana.
Ana melirik ke arah meja makan , di sana sudah ada erland dengan duduk sambil mengutak ngatik hpnya ,ana pun melangkah kan kaki nya untuk naik ke atas, dia malas mesti berhadapan dengan Erland .
"Heyy mau kemana kau ,duduk dan sarapan sini ,kau tak perlu menghindari ku ,aku tidak akan mengganggu mu ." ucap Erland menoleh ke arah ana .
"Aku tidak menghindari mu ,aku hanya belum ingin sarapan , jika kau lagi sarapan maka lanjutkan saja ." ucap ana melangkah lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ibu ..apa ana bahagia sama pernikahan nya ,." ucap Vika .
"Ibu tidak tahu Vika , kau jangan tanyakan itu pada ibu ,ibu sudah tidak memikirkan anak itu lagi ,yang penting anak itu sudah tidak ada di rumah ini lagi." ucap sintia.
__ADS_1
"Tapi menurut ku dia tidak bahagia Bu , dari wajah nya saja dia selalu murung ,di waktu itu tuan erland menjemput nya kesini pun dia terlihat tidak ingin kembali ,jika bukan di paksa kan ," ucap Vika.
"Vika kau kenapa masih saja memikirkan anak itu , kau ingat tidak gara-gara dia Mike pacar mu itu tergoda oleh nya ,bahkan kau hampir saja putus hubungan dengan Mike ,kau masih saja memikir kan dia yang tak tahu malu itu ,.jika bukan karna rencana ibu ,Mike pasti sudah mendapat kan ana ,"
"Tapi Bu, ana tuh menikah dengan orang kaya , walau pun tuan Dimas itu cacat suatu saat nanti dia pasti sembuh dan bisa berjalan lagi ,pria cacat itu dulu nya tampan bu ,karna kebakaran itu yang membuat nya berubah seperti itu ,tuan Dimas sama Mike beda Bu ,gimana jika tuan Dimas cacat itu sembuh dan kembali tampan lagi ,aku tidak ingin kalah dengan ana ,dan Mike juga tidak sekaya keluarga Anggara bu" ucap Vika kesal.
"Kau tak perlu khawatir Vika , bukan kah masih ada Erland yang kau incar itu , lihat lah pria itu , dia punya pengusaha sendiri tanpa bantuan dari keluarga Anggara , kau jangan memikir kan ana ,biarlah hidup dia akan berubah dengan takdir nya sendiri." ucap Sintia yang menenangkan Vika .
Vika tidak menjawab pertanyaan ibu nya ,dia memikir kan gimana cara nya agar Erland bisa tertarik pada nya .
...****************...
Di sisi lain Erland sedang mempersiap kan dirinya untuk ke perusahaan DA'Group.
Dia tersenyum tipis mengingat kejadian semalam karna telah menakuti istri nya, di saat dia memasangkan dasi tiba-tiba ada yang memanggil nama nya dari luar kamar .
"Suruh tunggu dia ruang kerja ku ,ada hal penting yang harus aku katakan padanya." ucap Erland dingin.
" Baik tuan.".
tidak menunggu waktu lama, kini Erland berjalan ke arah ruang kerja yang sudah di tunggu oleh Bryan.
"Ada hal penting apa yang akan kau tanyakan padaku ,tumben sekali kau ingin mengatakan sesuatu , biasa nya kau hanya hidup semau mu saja tanpa orang lain," ucap Bryan sambil menyantap cemilan .
"Kau tahu tentang gadis itu ."
__ADS_1
"Hey batu tumpul ,apa kau tidak tahu nama gadis itu , kenapa kau hanya memanggil namanya gadis saja , ckckckck ., ada hal apa kau menanyakan tentang gadis itu padaku , bukan kah kau tak peduli tentang nya ." ucap Bryan
"Sudah lah ,kita lanjutkan saja di kantor aku akan memeriksa dokumen hari ini ," ucap Erland melangkah .
"Hey kau menyuruh ku masuk ke ruang ini ,hanya untuk beberapa menit saja ,apa kau pikir aku ini tukang parkir yang hanya bisa markirin mobil ke halaman luas dengan beberapa menit saja." ucap Bryan melangkah mengikuti Erland.
"Ingat perkataan mu tadi , kau bilang aku hanya tahu nama gadis itu gadis, kau sendiri pun memanggil ku seperti bungkus isi gado-gado, kau bahkan tahu nama ku ,tapi kau memanggil ku dengan bermacam-macam nama." ucap Erland enteng tanpa melihat ke Bryan yang ada di belakang nya ,tapi Bryan hanya cengengesan mendengar perkataan Erland .
"Haha ku kira kau tak menghiraukan kan panggilan dari ku ,ternyata kau mengingat nya ya tuan mendung ." ucap Bryan mengejek Erland
"Berhenti mengejek ku Bryan ,kau akan tahu akibat nya ,jika kau terus memanggil namaku seperti bungkus isi gado-gado itu.."
"Cih ... Bahkan dari dalam dirimu itu lebih dari bungkus isi gado-gado itu ,sikap mu benar-benar super komplit ," cibir Bryan .
"Eh ngomong-ngomong dimana istri manis mu itu ,aku tidak melihat nya." ucap nya lagi .
"Kau banyak bicara ,cepat masuk mobil kita harus cepat kesana ,aku tidak ingin lama-lama di kantor ,setelah nya aku akan cepat-cepat segera pulang ."
"Wow .... ada gerangan apa nih kau akan cepat-cepat segera pulang ,apa kau merindukan istrimu itu , cepat sekali langkah tuan besi ini , tunggu , jangan bilang kau masih memakai kostum kulit palsu itu ,untuk menakuti istri mu ." ucap Bryan dengan gelak tawa nya.
"Cepat jalan kan mobil nya , kalau tidak kau turun dan biarkan aku yang akan bawa mobil ini ." ucap Erland dengan amarah nya .
" baiklah ... kau benar-benar kurang ngajar, kau selalu menyuruh ku buru-buru ,sampai aku tidak sempat lihat Dimas , sekarang kau memerintahkan ku ." ucap Bryan dengan menarik napas nya panjang
"Kau ternyata bawel sekali ,bawel mu lebih dari pada wanita ,cepat jalan kan mobil nya ." ucap Erland dingin
__ADS_1
Erland tidak menyangka dengan Bryan sahabat sekaligus sekertaris kakak nya itu pria banyak bicara ,tapi jika sudah berhadapan dengan wanita ,dia begitu dingin dan datar .