
Kini mobil yang membawa mereka telah sampai di kediaman Anggara , Roy yang tengah melihat ana dan Erland tengah sampai membuat Roy tersenyum merekah melihat nya .
"Tuan Erland telah menjemput nyonya dan pulang bersama .?aku sangat bahagia mereka pulang bersama ,layak nya sepasang kekasih ."
"Nyonya ana,tuan erland selamat datang kembali , oh iya tuan Erland bi Ani sudah menyiapkan sup kesukaan anda di dalam ."ucap Roy dengan tersenyum
Ana terkejut setelah mendengar perkataan Roy yang tengah memanggil Erland ,tidak dengan Erland ,dia sudah menahan amarah nya ingin memakan Roy sekarang juga ,ana melihat dan celingak celinguk mencari Erland .
"Tuan Erland , "
"Roy ,apa Erland sudah pulang ." ucap ana yang masih celingak celinguk.
"Roy apa kau buta ,?! aku dengan keadaan seperti ini kau asal bicara ?! apa kau itu ingin aku merobek bibir mu itu ."
Erland menatap tajam pada Roy yang kini telah menahan amarah nya ,sementara Roy baru sadar ,bahwa Erland tengah menyamar Dimas , dia sadar di saat Erland menatap nya tajam , kini Roy mengahmpiri Erland dan mendorong kursi rodanya dengan masih menatap tajam pada Roy .
"Anatasya , kau lihat-lihat lah ke depan ,apa Erland ada di depan, jika kau melihat dia ,bilang pada nya ? bahwa aku ingin bertemu dengan nya ." ucap Erland tanpa melihat ana ke belakang .
"Baiklah ,? Dimas apa kau tidak ingin makan malam dulu sebelum ke atas ,." ucap ana yang mengikuti nya .
" Pergilah dan tak perlu mengikuti ku ke atas ,tunggulah Erland di depan ?! ingat Anatasya jika dia ada ,suruh cepat ke ruangan ku , ada sesuatu yang harus aku bicarakan padanya ." ucap Erland yang kini di dorong oleh Roy .
Kini Ana menunggu Erland di depan dengan duduk di tangga kecil ,di saat dia duduk pak Urip yang akan masuk memberikan kunci mobil pada Erland dan melihat nyonya muda nya tengah duduk di luar .
"Nyonya ana ,kenapa anda duduk di situ ,masuklah ke dalam ? angin malam tidak baik untuk anda ." ucap pak Urip yang akan masuk .
"Aku sedang menunggu tuan Erland di suruh suami ku, suami ku ada yang ingin di bicarakan pada Erland ." ucap ana dengan menangkup dagu nya .
"Tuan muda Erland ,?bukan nya anda barusan mendorong nya kedalam , apakah tuan pergi ke luar lagi ." ucap pak Urip dengan tidak sadar nya .
Ana bengong seketika ,di saat pak Urip mengatakan dengan apa yang baru saja di katakan pak urip, pak Urip yang tidak sadar pun malah melihat ana yang melihat dirinya .
"Pak Urip ,apa yang kau katakan ?! pak Urip bilang orang yang aku dorong tadi tuan erland ." ucap ana yang tengah menunjuk ke arah dalam .
"Apa pak Urip sedang mengigau, gimana dia bisa salah dan mengira Dimas menjadi Erland ."
Tiba-tiba pak Urip langsung tersadar dengan apa yang dia ucapkan itu ,ana yang masih berpikir pun terasa aneh.
"Ada sesuatu yang aneh ,barusan Roy juga memanggil Dimas di kursi roda dengan menyebut Erland ,bahkan dia bilang, bi Ani telah memasak sup kesukaan nya , jelas-jelas Dimas hanya memakan cairan ."
"Ahh nyonya , ?saya tiba-tiba menjadi linglung begitu ya ,haha , maaf saya sudah tua mohon di maklumi ya nyonya ." ucap pak Urip dengan gelagapan.
"Tentu saja pak Urip linglung dan sudah tua ." ucap Erland yang tiba-tiba ada di depan mereka dengan menahan amarah nya pada sang supir itu .
" Tuan Erland ."
"Erland."
Pak Urip terkejut dengan apa yang dia lihat ,melihat Erland yang tengah di depan nya ,dia saat ini benar-benar merutuki mulut nya itu yang asal bicara ,Erland yang melihat pak Urip melototi nya dari samping .
"Ya Tuhan tuan, bagaimana anda bisa secepat itu berganti pakaian ,? oh tuan ,tolong kondisikan mata anda itu ,rasa nya mata anda akan keluar tiba-tiba ."
Beruntung Erland cepat-cepat mengganti pakaian nya ,dan dia lompat dari jendela belakang dengan nafas yang masih tersegel ,Erland melangkah masuk melewati ana dan juga pak Urip ,dia bernapas lega saat ini dengan menghela napas nya panjang.
"Erland ,kakakmu mencari mu dan dia ingin menemui mu di ruang perawatan ." ucap ana yang memberhentikan langkah Erland .
Erland berbalik badan dan menatap ana ,dia berpikir tentang yang tadi dia ucapakan pada gadis itu .
"apa aku benar-benar sudah kecanduan untuk mengganggu dia dan menjahili nya ,? aku harus mencari waktu untuk bilang jujur padanya ."
Erland melangkah kembali menghampiri ana ,ana yang melihat Erland menghampiri nya langsung melangkah mundur .
"E_erland kenapa kau melihat ku ." ucap ana yang melangkah mundur , karna saat ini Erland telah melangkah dengan melihat ana .
"Apa yang akan kau lakukan Erland ." ucap nya lagi dengan ketakutan .
"Tidak apa-apa , masuk lah di luar dingin ." ucap Erland yang tengah memegang pipi ana .
Deggg ....
__ADS_1
Jantung ana langsung berdegup kencang di saat Erland memberikan perhatian dan kelembutan pada nya , ana melihat punggung pria itu yang sudah menghilang ,kini kedua tangan nya dia angkat ke atas dada di mana jantung nya berdetak dengan kencang .
"Tidak dapat di ubah ,? apa yang harus aku lakukan, untuk melepaskan perasaan yang harus nya tidak ada ini ."
Kini Erland telah berada di lantai tiga dan melihat dokter Wilson yang tengah keluar .
"Dokter wil ,gimana keadaan kakakku." ucap nya .
"Oh tuan erland .. kau datang tepat waktu ,baru saja tuan Dimas menyuruh saya untuk mencari Anda ,katanya ada yang ingin di bicarakan oleh tuan Dimas."ucap dokter Wilson.
"Kakak mencariku ,pasti ada kaitan nya dengan Anatasya ."
Kini Erland melangkah ke arah pintu ruang rawat Dimas ,dia melihat Dimas tengah membuka mata nya dan melihat ke arah Erland .
"Erland aku akan meminta surat nikah mu ,dan akan memberikan nya pada ana ." ucap Dimas dengan menatap Erland sayu .
"Kenapa kau menanyakan itu ,seharus kau bersiap mulai dari sekarang untuk ke rumah sakit nanti ." ucap Erland dingin nya .
"Erland aku dengar dari bi Ani ,bahwa dia sudah jatuh cinta padamu ,tapi kenapa kau selalu menyiksa nya dengan kelakuan mu ." ucap Dimas dengan menekan Erland.
"Jika kau tidak memberikan nya padaku ,tidak perlu repot-repot untuk memberikan nya , ? tapi aku akan memberi tahu pada nya tanpa surat nikah itu ,kau akan menyesali nya di masa depan ," ucap Dimas lagi .
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan ,dan bahkan saat ini aku belum mengabaikan nya ." ucap Erland dingin .
"Erland apa kau tidak berfikir untuk memiliki anak ." ucap Dimas yang tengah melihat Erland dengan sendu .
"Kak kau jangan membahas soal anak ,?! ayo kita bahas masalah yang tidak terlalu penting ,ayo bicarakan padaku ,.? kenapa kau begitu terpesona pada Sahara , apa kau pernah tidur bersama ." ucap Erland mengalihkan pembicaraan dengan menggoda Dimas .
"Erland ,dia sudah meninggal ., kenapa harus membicarakan dia ." ucap Dimas dengan memalingkan wajah nya ke arah lain .
"Aku cuma hanya penasaran ,gimana jika dia masih hidup ?! apa kau masih mencintai nya ." ucap Erland dengan dingin nya .
"Seperti nya Sahara adalah satu-satunya hidup dan mati nya kak Dimas."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun tiba ,ana berjalan menuju arah dapur untuk membatu para pelayan menyiapkan sarapan ,di saat ana melangkah bi Ani menahan nya untuk tidak membatu nya .
"Ehh ... bi ani aku bisa membantu " ucap ana yang tengah di dorong itu .
"Silahkan di nikmati nyonya sarapan pagi nya ." ucap bi Ani menekan nya .
Ana melihat Erland yang tengah turun dari tangga menatap ana dengan tajam ,ana yang di lihatnya pun langsung tertunduk.
."Kenapa dia melihatku seperti itu ,lalu dia berubah ekpresi tampang dingin lagi ."
Ana melihat Erland berjalan ke arah meja makan dan duduk ,ana terlihat canggung seperti sekarang yang dia alami , ana melihat sup yang ada di meja .
"Ohh iya ..?? aku akan memberikan nya pada dia aja ,agar tidak sedikit canggung sama sekali ."
"Aku siap kan ini untuk mu ." ucap ana memberikan sup nya .
Erland memakan sup yang ana kasih masih saja menatap ana dengan tajam .
",Kenapa ekpresi wajah nya semakin menakutkan ."
"Eeu ,? Erland apa Dimas sudah memberitahumu tentang soal kencan , apa kau bisa melakukan nya ." ucap ana yang tengah melahap makanan nya .
"Apa? cepat sekali menemukan kencan buta dengan ku ,itu bukan kau kan.? " ucap Erland dengan tersenyum jahil.
"Aku adalah kakak ipar mu ,tolong berikan hormat sedikit pada ku ,itu adalah penghinaan pada kakak mu ." ucap ana dengan menahan amarah nya .
Kini ana berdiri dan menunjuk Erland ,dengan amarah nya ana langsung memaki pria yang tak jauh darinya itu.
"Kakak mu dan aku sudah menikah ,kau paham itu Erland ,jika kau masih mengganggu ku ,aku akan membuat laporan polisi untukmu ." ucap ana dengan amarah nya .
Erland menahan tawa nya ,dia melihat ana yang tengah marah-marah membuat nya terhibur.
"Haha ... wanita ini lucu sekali jika dia seperti macan begitu ."
__ADS_1
"Erland kau .!!! kau harus mau kencan buta yang sudah ku atur dengan mu ,bahkan kakakmu juga menyetujui nya ." ucap ana dengan amarah nya .
"Apa kau benar-benar ingin menyerahkan ku pada wanita lain ." ucap nya dengan mengerutkan kening nya .
Di saat ana akan menjawab tiba-tiba dering ponsel Erland bergetar tanda ada yang telpon pada nya, ana beruntung ponsel Erland tengah berbunyi dengan menolong nya .
"Panggilan telpon itu datang di saat waktu yang tepat ."
"Hallo ."
"Erland aku merindukan mu ,cepat lah datang kesini ,jika aku terus lebih lama lagi bersama wanita monster ini aku akan menjadi gila ,andaikan saja dia pria akan mudah bagi ku untuk melawan nya ,cepatlah beruang kutub datang ."ucap Irsan yang tengah frustasi .
"Benarkah ..?? aku juga begitu sangat merindukan mu ."jawab Erland dengan menahan amarah nya ke seseorang di balik telpon tersebut .
"Dan aku juga ingin memukul mu hingga mati ,sialan."
Erland menutup telpon nya sedari pihak ,ana yang masih serius makan mendengar nada bicara Erland merindukan seseorang .
"Seperti apa orang itu ,hingga membuat Erland rindu padanya ,? tapi ,kenapa dia kelihatan nya seperti marah ."
"Kau diam di rumah dan jangan kabur tanpa ijin dariku , jika ada apa-apa hubungi aku ." ucap nya dengan melangkah pergi
"Cih ... apanya yang harus ijin padamu ,kau pikir siapa ."
Ana melihat Bi Ani yang tengah membereskan bekas makan Erland ,begitu pun Bi Ani melihat ana sembari tersenyum .
"Nyonya jangan hanya melihat Tuan Erland dari kemarahan nya , sebenarnya dia itu orang nya sangat baik." ucap bi Ani yang mengambil piring bekas ana.
"Bi Ani aku sudah siapkan kencan buta untuk Erland ,dan sudah berdiskusi dengan suami ku ." ucap ana tengah akan berdiri dari kursi .
"Apa ? nyonya ana anda menyiapkan kencan buta untuk tuan Erland?Nyonya ,sebenarnya tuan Erland sudah menikah ." ucap bi Ani melihat ana yang akan melangkah .
Ana langsung berbalik badan menghadap bi Ani yang tengah mengatakan bahwa Erland sudah menikah , dia begitu tidak percaya nya .
"Erland sudah menikah ,terus di mana istri nya ." ucap ana penasaran.
"Jika saya bilang ,bahwa istri tuan Erland nyonya ana ,apakah anda percaya pada saya ." ucap bi Ani berlalu pergi .
"Apa maksud bi Ani , si brengsek itu sudah punya istri tapi kenapa dia mengganggu ku ,emang dasar brengsek .? tapi kenapa bi Ani bilang aku yang istri nya ."gumam ana kecil
"Ada yang aneh ,aku harus mencari tahu nanti ,kenapa orang-orang mansion begitu aneh akhir-akhir ini ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Erland akhirnya kau datang ? kau lihatlah gadis iblis itu ." ucap Irsan tengah berdiri menghampiri Erland.
"Kau pergi ke klub malam ini kan ,apa kau menyentuh wanita sialan ini ." ucap Erland menatap Irsan .
"Jangan membahas itu ,lihat lah dia ,? bisakah kita tidak perlu mengunci kaki nya seperti itu , Erland jika kau melakukan nya seperti itu ,kenapa tidak sekalian kau tembak saja wanita ini ." ucap Irsan yang sudah putus asa .
"Aku ingin membuat hidup nya sengsara ,dengan begitu dia bisa merasakan sakitnya kakakku. " ucap Erland menatap Irsan dengan tajam .
Kini Erland berjalan ke arah ranjang di mana Sahara tertidur ,Erland melihat wanita itu pucat ,kini dia memegang kening nya dan betapa terkejut nya Erland.
"Irsan apa kau bodoh ,wanita ini demam ,? ayo cepat bawa pergi ke rumah sakit ." ucap Erland meninggi .
Irsan pun kini ikut menghampiri wanita itu, Irsan pun terkejut, tidak harus pikir panjang Irsan tengah membuka gembok yang ada di kaki Sahara ,dan menggendong nya ke mobil ,dan tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit Anggara.
"Syukurlah kita cepat bawa dia kemari ,kata dokter dia hampir saja mengalami gangguan otak Karna demam." ucap Irsan menghela napas nya .
"Terlalu mudah bagi nya untuk cepat mati sekarang ." ucap Erland dengan dingin nya .
"Erland bisakah aku tidur duluan ,aku akan tidur di depan pintu itu ,tenang ? dia tidak akan kabur ." ucap Irsan yang tengah berjalan ke arah pintu dan membaringkan tubuh nya .
"Aku udah beberapa hari ini tidak tidur sama sekali ."
Erland hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab Irsan ,kini pandangannya melihat ke arah wanita yang tengah berbaring lemah .
Erland melihat wajah Sahara yang pucat ,kelakuan wanita itu jika di hadapan Dimas seperi anak kecil yang manja.
__ADS_1
"Cih ... wanita ini lebih cepat berubah dari pada bunglon ,?ohh... dia seperti Anatasya ...tidak...tidak.. dia berbeda .... dia hanya padaku di saat berubah menjadi macan betina ,dia terlalu menggemaskan ."
Erland tersenyum kecil mengingat sang istri nya itu , kini dia berjalan ke arah sofa yang tak jauh dari brankas Sahara dan membaring kan tubuh nya .