Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Pelukan yang tak di sengaja .


__ADS_3

Tepat pukul 5:30, ana bangun dari tidurnya , dia mengingat dimana dirinya tengah menonton drakor waktu beberapa jam lalu ,bahkan dia tidak sadar telah tertidur kembali , kini dirinya melihat tangan kekar yang sudah menindih pinggangnya .


Perlahan ana menurunkan tangan suaminya itu ,kini dia turun dan mengikat rambutnya asal , dia melangkah keluar untuk memasak ,meskipun Erland selalu melarangnya tapi ana tetap ingin melakukannya ,di saat dia sampai dapur ,dua pelayan sudah berkutat di dapur untuk memasak .


"Pagi .." ucap ana tersenyum .


"Eh .. pagi nyonya ." ucap kedua pelayan itu mengalihkan pandangannya ke belakang .


"Biar aku bantu ya bi ." ucap ana .


"Jangan nyonya ,?! nanti tuan Erland marah ,ini sudah pekerjaan kami ." ucap pelayan itu .


"Gapapa !! tuan kalian gak akan marah ,dia pasti akan takut denganku ,kalian tenang saja ,oke .? " jawab ana tersenyum dengan tangan yang memotong-motong wortel .


Kedua pelayan itu saling pandang ,mereka takut jika Erland mengamuk lagi Karna istrinya itu mengerjakan pekerjaan pelayan ,tapi apa buat ,anatasya istri dari tuan muda keduanya itu memang lemah lembut dan baik .


Selang beberapa menit ,masakan yang ana buat kini tengah selesai dengan di bantu oleh kedua pelayan ,setelah selesai ana kembali melangkah ke arah kamarnya untuk membangunkan Erland .


"Mas ... "


"Hemmm ..."


"Bangun .. ini sudah jam enam ,mandi gih .. aku sudah siapin kamu sarapan loh ..." ucap ana dengan tersenyum jahil .


"Apa?! .. sayang ?! kenapa harus mengerjakan itu ,sudah aku bilang jangan masuk dapur ,dan jangan mengerjakan apapun itu ." ucap Erland langsung bangun dari tidurnya .


Ana cekikikan melihat suaminya itu langsung bangun dari tidurnya ,Erland melihat ana cekikikan membuatnya heran .


"Mas kamu tuh lucu deh ..?! udah ayo bangun ,mulai sekarang aku mau menyiapkan apapun untukmu ,keperluan kantor ,sarapan pagi ,nganterin kamu berangkat kerja sampai depan pintu ,poko....


"Jangan berbicara lagi " ucap Erland menahan tengkuk ana .


"Kenapa ." gumam ana .


"Dengan caramu berbicara panjang seperti itu aku tidak tahan untuk memakan bibirmu ." ucap erland dengan nada seraknya .


"Mas ... kamu jangan aneh-aneh deh udah sana bangun ,jangan suka banyak bertingkah ya .." ucap ana mendorong tubuh suaminya itu .


Kini ana melangkah ke arah lemari untuk menyiapkan pakaian kantor suaminya itu ,Erland bangun dari tidurnya dan menghampiri ana .


"Sayang " ucap Erland yang kini memeluk ana dari belakang .


"Mas lepaskan tanganmu itu ,aku ini sedang menyiapkan baju untukmu .. " ucap ana dengan melepaskan tangan Erland .


Di saat ana melepaskan tangan Erland ,Erland menarik tangan ana dan membalikan tubuhnya hingga kedekapannya, Erland menatap wajah istrinya dengan tangan satunya menarik pintu lemari hingga tertutup ,kini dirinya menahan ana di lemari itu dengan membungkam mulut ana .


Tanpa sadar baju yang ada di tangan ana jatuh ke lantai ,dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya itu dengan membalas ciuman Erland ,Erland perlahan membuka matanya melihat mata ana yang terpejam ,kini dia pun terpejam Kembali dengan ciuman yang belum terlepas itu .


Beberapa menit kemudian ciuman itu terlepas ,Erland menggendong ana ke kamar mandi dan menurunkannya , kini dia membuka kancing piyama istrinya satu persatu ,ana hanya diam saja dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,


Setelah selesai membuka pakainya istrinya ,erland pun melepaskan pakainya hingga mereka berdua tanpa sehelai benang pun ,Erland menggendong ana ke bathtub dengan menurunkannya pelan-pelan dengan di ikuti dirinya .


Awalnya Erland tidak ingin berniat apa-apa pada istrinya itu ,dia hanya ingin memandikannya saja ,tapi dengan tubuh yang bergesekan dengan ana membuat dirinya tidak bisa menahan nafsunya yang sudah tak tertahankan .


"Mass .." lirih ana .


"Hemm ... "


"Jangan !! , ini sudah hampir siang ,bukannya hari ini ada pertemuan klien , bahkan kau harus pergi ke kantormu ," Lirih ana kembali .


Erland tidak mendengarkan perkataan istrinya itu ,dia kini sedang bermain-main di dua bukit itu ,di saat dia asyik bermain , tangannya di tahan oleh ana .


"Sayang ." lirih Erland yang kini mencium punggung istrinya itu ,membuat ana menggeliat tak karuan ,


Erland membalikan tubuh ana pelan ,kini ana pun tengah berhadapan dengan suaminya itu ,Erland menahan tubuh ana ke bathtub itu , lagi-lagi Erland bermain di kedua bukit itu dengan memainkan dua kelerengnya ,hingga kini Erland mengisapnya dengan lembut dan itu berhasil membuat ana mendesah lolos dari mulut ana .


Erland yang mendengar suara ana mendesah membuatnya semakin panas ,kini dirinya mencium bibir ana dengan lembut ,tapi tangannya tidak tinggal diam yang kini sedang bermain di benda kesukaannya itu .


"Argghh ****.... sial ... kenapa di saat aku bergairah di kamar mandi ,aku lupa akan hal ana sedang hamil ..aku gak mungkin melakukannya di sini ."


"Mas kenapa ." tanya ana .


"Gapapa sayang ,kita mandi ya .." ucap Erland menggosok badan ana .


"Mas ..


"Gapapa sayang ,kita gak mungkin melakukannya di sini ,maaf ya aku sudah membuatmu berendam di air selama ini ,ayo kita selesaikan mandinya ." ucap Erland .


Ana hanya menganggukkan kepalanya ,dan mereka menyelesaikan mandinya ,setelah selesai ,Erland berjalan untuk mengambil kimono untuk memakainya ke ana .


"Sayang ,kau mau kemana ." ucap Erland menahan tangan ana .


"Aku mau ngambil baju kamu yang di lantai mas .. aku bahkan belum selesai menyelesaik...


"Udah sayang gapapa !! biar aku aja , sekarang kamu cepat pakai baju ya , " ucap Erland khawatir .


Ana hanya mengangguk kan kepalanya , sementara Erland kini dia mengambil baju yang di lantai itu dan membawanya ke ruang ganti ,.


Selang beberapa menit ,mereka tengah tapi dengan pakaiannya masing-masing ,ana melihat Erland yang sedikit buru-buru membuatnya menghela nafasnya panjang .


"Mas ...ini semua salah mu ,!! kau yang membuang-buang waktumu sendiri , hingga pasang kancing pun bisa salah seperti ini sih ," ucap ana yang kini membenarkan kancing baju Erland .


Erland tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaan istrinya itu ,semua itu memang salahnya ,tapi dengan begitu Erland senang dia di perhatikan oleh ana .


"Selesai , " ucap ana ..


"Mas , aku mau ijin ,nanti siang aku boleh keluar ya membeli sesuatu ." ucap ana kembali .


"Mau beli apa sayang ,kau gak boleh keluar selain denganku ,mau beli apa ,biar aku yang belikan ." ucap Erland membelai pipi ana dengan sayang .


"Pokonya ada yang pingin aku beli ,?! semenjak kak Dimas kembali ,kau hanya sibuk di kantor dan tak pernah mengajakku keluar ," ucap ana mengerucutkan bibirnya .


Erland tertegun dengan perkataan istrinya ,memang benar saat Dimas kembali dia sering ke kantor dan belum mengajak ana ke luar lagi ,Erland merasa bersalah setelah apa yang di katakan istrinya itu.


"Sayang !! apa kau merasa bosen .hmmm ." ucap Erland yang kini memeluk ana .


"Pikir aja sendiri ." ketus ana melepaskan tangan Erland .


"Ya...ya... !! boleh sayang , kau boleh keluar ,apapun yang akan kamu beli ,belilah sepuasnya ,... tapi "


"Kok ada tapii nya .. .... berubah pikiran lagi .." ucap ana dengan kembali jemberut .

__ADS_1


"Tapi ..... gak boleh sendiri .. harus bersama bi Ani ,oke .." ucap Erland dengan di angguki ana .


"Ingat ,jika sudah di luar sana ,jangan jauh-jauh dari bi Ani ,hmmmm..." ucap Erland dengan di angguki ana .


"Sayang ,kayanya aku gak akan sarapan , aku harus segera berangkat ke kantor ,kamu kan tahu sendiri Bryan tidak ada ,Steven pasti sudah nunggu aku ..." ucap Erland yang kini memakai jam tangannya


"Tapi mas.. kamu mau kerja ,harus sarapan terlebih dahulu .." ucap ana .


"Nanti aku makan siang di kantor sayang ." ucap Erland kini mengambil jaznya tanpa di pakai .


"Enggak ... enggak ... !! sebentar , aku akan siapkan sarapan mu untuk di kantor ." ucap ana yang kini melangkah ke luar .


"Sayang ...!!


Erland menghela nafasnya ,saat ana melangkah cepat ,kini dirinya pun melangkah mengikutinya , dengan lihai ana menyiapkan sarapan paginya untuk di bawa ke kantor .


"Sayang sudah ya , biar bi Ani .


"Enggak !! ... mas, aku dan anakmu gak akan kenapa-napa ,kamu jangan terlalu berlebihan ,berhenti untuk terlalu berlebihan padaku ." ucap ana yang kini sudah menyiapkan makanan suaminya itu untuk di bawa ke kantor .


Erland pun membawa bekal yang sudah di siapkan oleh istrinya itu ,kini dia mencium keningnya di depan para pelayan ,yah ! tuan mudanya yang satu itu tidak tahu dengan namanya tempat umum ,bahkan ketiga orang yang berada di meja makan sudah menjadi hal terbiasa dengan perlakuan dua pasutri itu .


" Jangan lupa sarapan ,maafkan aku ?! aku gak bisa Nemani sarapan pagi ini ." ucap Erland dengan di angguki ana .


"Bi Ani ,, istriku nanti siang akan keluar ,, tolong temani dia ,!! dan jaga istriku pastikan jangan sampai dia jauh bersama bi Ani , ?! karna keselamatannya adalah yang utama ...mengerti !!


"Baik tuan muda ." jawab bi Ani membungkukkan kepalanya .


Kini Erland melangkah ke arah luar dengan di ikuti ana ,Erland melihat jam yang ada di tangan kekarnya itu ,kini dia pun sudah masuk ke mobil ,sebelum pergi dengan mobilnya ,dia melihat ke arah istrinya terlebih dahulu dengan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain ,tepatnya di Jerman kedua manusia itu semalaman tengah banyak yang di lalui nya ,tatkala pertengkaran kecil ,dan pertengkaran besar mengisi setiap detik dan menit , mereka berselisih hanya karna tempat tidur yang akan mereka tiduri itu , akhir dari mereka pun tidak ada yang mau mengalah ,bantal dan guling lah yang menjadi korban , dan terjadilah pembatasan di antara mereka .


Di pagi hari ,Bryan yang merasakan perutnya berat membuat dia membuka kedua matanya dengan perlahan dan melihat ke arah perutnya , betapa terkejutnya saat dia melihat bahwa kaki gadis itu tengah menindihnya ,yah ! saat ini Nabila memeluk Bryan layaknya guling.


Di saat bryan melihat ke arah samping ,dia terkejut saat wajahnya berhadapan dengan wajah gadis yang masih tertidur itu ,Bryan melihat wajah gadis itu dengan intens ,dia melihat mata Nabila yang terhalangi oleh rambutnya ,kini pandangannya beralih ke arah bibir pink Nabila tanpa polesan lipstik dengan wajah natural .


"Cantik "


Bryan masih memandang wajah gadis itu , setiap bertemu dengannya ,gadis itu selalu merepotkan nya ,bahkan hingga kini dia harus terjebak dengannya ,Karana permainan ibu hamil itu ,,selang beberapa menit dirinya memandang wajah gadis itu belum lepas dari pandangannya ,kening Nabila berkerut seperti akan bangun dari tidurnya , dengan cepat Bryan pura-pura tidur kembali .


Nabila membuka matanya dengan perlahan ,pancaran sinar matahari di balik gorden membuat dirinya silau ,Nabila terkejut saat dia bangun yang dia lihat wajah pria yang kini tengah di peluk oleh tangannya , pandangan Nabila melihat ke arah kaki yang menindih perut Bryan ,dengan cepat Nabila menyingkirkan diri dari tubuh pria itu .


"Ahhhhh tidakk ...?! Nabila apa yang kau lakukan ,kau memeluk dia layak nya guling ,!! untung aku bangun duluan ,jika tidak ,pria itu akan besar kepala ,jika dia tahu dengan kebiasaan tidurku sangatlah buruk ..."


Nabila celingak celinguk ,dia melihat bantal dan guling sudah berada di bawah ,pembatas itu bahkan dari arah lantai di samping dia ,itu tandanya dialah yang menyingkirkan pembatas itu .


"Bodoh ... bodoh ..,Nabila habislah kau."


Kini Nabila melihat pria yang masih tidur itu ,dia menggeser sedikit dari duduknya dan melihat Bryan ,dengan nakalnya dia , telunjuknya kini tengah mencolek pipi Bryan .


"Pria ini tampan ,huh tapi sayang sekali ,kau itu salju plizzer ."


"Apa kau sudah puas ,mencolek pipiku ini ." ucap Bryan yang masih terpejam .


Sontak saja Nabila terperanjat kaget saat pria itu berbicara dengan mata terpejam .


"Menurutmu ." ucap Bryan yang kini turun dari ranjangnya tanpa memperdulikan kekagetan Nabila .


Bryan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,sementara Nabila dia kini tengah merutuki dirinya sendiri saat dia kepergok pria itu .


"Urat malu ku sudah hilang .. ,Nabila mampus kau .." ucapnya dengan menepuk jidatnya .


Nabila melihat ponselnya ,dia merutuki dirinya dan berselfe dengan gaya dua jari, pikiran dan perasaan yang membuatnya menjadi bodoh karna hal barusan ,dengan cepat Nabila memposting foto di Instagram nya dengan caption "Seandainya jengkol bisa ngilangin jengkel , dan Pete bisa ngilangin bete , mungkin dunia ini akan tenang "


Kini Nabila membereskan ranjang yang tadi di tepati olehnya dan juga Bryan ,dengan cepat bantal yang ada di bawah pun kini dia telah membereskannya juga , kini Nabila melangkah ke arah jendela dan membuka gorden yang berada di kamar itu dan membuka jendelanya .


Bryan yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ke arah Nabila yang berada di depan jendela dari arah samping ,angin yang sepoi-sepoi berhembus ke wajah gadis itu dengan rambut yang terbawa angin pagi , Nabila memejamkan matanya menikmati cahaya matahari yang menyinari wajahnya itu dengan tersenyum .


Bryan yang melihatnya terkesima saat melihat gadis itu merentangkan tangan dengan mata terpejam dan menampilkan senyumannya , bryan belum pernah melihat gadis itu tersenyum ,di saat bertemu dengan gadis itu hanya memberikan wajah cuek dan tak perduli dan sedikit bar-bar ,tapi kali ini dia melihat gadis itu tersenyum di pagi hari yang belum mandi itu .


"Sial ... Bryan apa yang kau pikirkan ,dia itu gadis ceroboh ."


Kini Bryan melangkah ke arah Nabila ,dan melemparkan handuk ke kepala gadis itu .


"Mandi ,,"


Nabila melihat ke arah pria itu dengan menahan amarahnya ,kini dia melangkah ke arah kamar mandi dengan perasaan yang kesal .


"Dasar salju plizzer ,punya wajah tampan ,tapi mulut kaya sambalado ," gumam nabila yang menutup pintu kamar mandi dengan keras .


Bryan tengah rapi dengan kemeja dan celana jeansnya, kini dia melangkah ke arah dapur , tidak ada yang bisa dia masak untuk makan hari ini ,bahkan dia saat ini berdecak kesal oleh Erland sahabatnya itu .


"Batu tumpul ,kau bahkan menyediakan bahan untuk makan pun tidak kau sediakan banyak ,dengan hanya labu Siam ini mau di apakan ," ucap Bryan dengan nada kesal .


Bryan menghela napasnya panjang , dia hari ini mungkin akan keluar dengan gadis itu untuk mencari makan , sebelum itu Bryan melangkahkan kakinya ke arah ruang buku yang seperti perpustakaan itu ,untuk membaca buku dan menunggu Nabila .


Sepuluh menit Bryan di ruangan baca itu itu ,kini dia menyandarkan punggungnya ke sofa dengan memenjam kan matanya .


Sementara di sisi lain ,Nabila kini Mecari Bryan di area dapur ,tapi gadis itu tak menemuinya ,kini dia mencari di ruang tamu ,tapi tak ketemu juga ,di saat Nabila akan melangkah ke arah pintu luar ,pandangannya melihat ke arah pintu ruangan lain yang terbuka ,


"Apa si plizzer itu ada di dalam ."


Dengan penasarannya Nabila ,kini dia melangkah ke arah pintu yang terbuka itu ,di saat dia sampai , dia terkejut banyak rak buku di ruangan itu , Nabila pun melangkah ke dalam dengan celingak celinguk .


Nabila seketika berhenti dari langkahnya ,dia melihat ke arah sofa dimana pria yang tadi dia cari tengah duduk bersandar dengan Mata terpejam ,Nabila pun melangkah menghampiri pria yang tengah tertidur itu .


"Sebagai pria ,dia benar-benar tampan ,bahkan memiliki alis yang bagus ."


"sayang sekali alis sebagus ini harus terhalang sebelah oleh poninya ."


Dengan bodohnya Nabila , kini dia menyibakkan rambut yang menghalangi Alis pria itu .


"Dia umurnya berapa ya ?! dia ini laki-laki apa pria dewasa sih ." gumam Nabila yang kini tengah melihat alis yang terjaga rambut itu.


Di saat Nabila menyibakkan rambut Bryan ,Bryan menahan pergelangan tangan Nabila , dan melihat ke arah Nabila.


"Kamu toh ." ucap Bryan .


"Haha .. itu , alismu sangat bagus tuan ,pernah perawatan ya ." ucap Nabila dengan tersenyum kikuk .

__ADS_1


"gawat , aku terlalu ceroboh ."


"Dari lahir sudah begini kok ." jawabnya tanpa melihat ke arah Nabila .


"Berpakaian yang benar , kita akan keluar ." ucap Bryan berdiri dari duduknya .


"Tuan , kita mau kemana ." jawab Nabila


"Cari makan ." jawabnya dingin .


"Terus mau pake apa keluar cari makan ." ucap Nabila .


"Di vila ini ada ada motor , kita cari makan pake motor ." jawab nya dingin


"A_apa !! pake motor ..i_itu tandanya aku di bonceng dong ." ucap Nabila dengan gelagapan.


"Aku tidak mau ." ucap Nabila lagi .


"Ya sudah kalau tidak mau ,kita gak makan aja ."jawab Bryan enteng.


"Tapi...


"Ayo siap-siap , aku akan keluarin motornya dulu ,jangan banyak omong ,bahkan kau itu perakus makanan dan gampang lapar ,apa kau akan membiarkan perutmu kelaparan . ucap Bryan enteng .


Bryan melangkah keluar dari ruang baca itu dengan di ikuti Nabila ,Nabila melihat punggung pria itu ke arah luar ,sementara dirinya melangkah ke arah kamar untuk mengambil tas.


Nabila memegang pergelangan tangannya yang tadi di pegang oleh Bryan ,pegangan itu tidak seperti dimana dia pernah di tarik paksa oleh pria itu , bahkan pegangan tadi lembut dan hangat .


"Aku ini kenapa sih , padahal aku itu jengkel banget sama pria itu ,tapi kenapa jantungku berdebar-debar saat pegangan lembut itu masih terasa hangat di tanganku , bahkan tanganku serasa kebakar ."gumam Nabila kecil.


Kini Nabila pun melangkah ke arah luar dengan memakai tas selempang nya ,dia melihat Bryan yang sudah berada di atas motor menunggunya ,Nabila berhenti sejenak ,dan melihat pria itu .


Tidak di sangka dia hidup di negri orang dengan pria yang belum lama dia kenal ,dan menempati tempat yang mereka tepati hanya berdua ,layaknya suami istri .


Bryan yang melihat ke arah belakang berdecak sebal ,Nabila hanya berdiam diri di tempat .


"Gadis ceroboh ,apa kau akan berdiam diri saja di situ hah ." ucap Bryan .


"Ah ... iya-iya .. aku datang ,aku datang, bisa tidak sih matamu jangan setajam itu , aku berasa melihat hantu di siang bolong tahu ." decak Nabila .


Bryan memberikan helm pada Nabila ,sementara Nabila dia tidak menerima helm itu ,dia membayangkan naik motor dan di bonceng oleh pria tampan dan seumur hidupnya baru ngalamin yang namanya di bonceng .


"Lemot !! mikir apa sih ,nih helm " ucap Bryan .


" iya-iya ," ketus Nabila .


Nabila menerima helm itu ,tapi di saat dia akan mengunci sabuk nya , Nabila tidak bisa melakukannya dan membuat Bryan berdecak kesal di buatnya .


"Bodoh ..!! kau pasang beginian saja tidak bisa , sini ." decak Bryan


Kini pria itu pun membantu memasangkannya ,di saat-saat seperti itu mata mereka tanpa sengaja bertemu kembali , Nabila yang melihat wajah pria itu dekat membuat jantungnya berdetak dengan kencang , tidak hanya Nabila ,pria itu pun merasakan hal yang sama setelah bertemu dengan mata mereka masing-masing , Nabila dengan cepat memalingkan wajahnya ,dan menghindar dari tatapan Bryan .


"Ayo naik .." dingin Bryan .


"Akh sial ,ada apa denganku , "


Nabila pun kini naik dengan jantung yang masih berdetak.


"Pegangan ,aku akan membawa motor dengan kencang. " ucap Bryan .


"Apa kau akan berusaha membunuhku tuan ,membawa motor dengan sangat kencang ," jawab Nabila .


Bryan tidak menghiraukan perkataan gadis itu, kini dia menyalakan motornya , beberapa menit kemudian ,semakin kesini ,semakin kencang ,Nabila yang berada di belakang sudah menutup matanya karna takut , Bryan yang melihat Nabila di kaca depan ,melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.


"Gadis ini ,kenapa berpegangan di pundak ku , aku yang bawa motornya berasa berat .."


Tapi tiba-tiba Bryan langsung mempercepatkan motornya kembali dengan kencang .


"Aaaaaaaaa...


Greepp....


Nabila langsung memeluk pria itu , dia benar-benar takut dengan motor yang sudah di bawa oleh pria itu ,Bryan sengaja mempercepat kan nya agar segera sampai tujuan .


Nabila yang memeluk Bryan membuat dia langsung cepat-cepat melepaskan tangannya ,dengan cepat pria itu menahan tangan Nabila dengan satu tangannya .


"Akh tidak ... ini pelukan tidak di sengaja ,tidak di sengaja ,aku hanya takut saja ,bukan di sengaja ,tenang Nabila .. tenang. "


"Gadis ceroboh diam !! apa kau ingin jatuh jika hanya memegang pundak ku ." ucap Bryan yang kini tengah berteriak di depan .


Nabila tidak mendengar perkataan pria itu ,dia mencoba melepaskan tangan itu dari perut Bryan ,tapi nihil tangannya tidak bisa lepas , Nabila pasrah dan kini dia berdecak sebal dengan kondisi sekarang .


"Anatasya ,,,, lihat saja nanti jika aku kembaliii .... "


Nabila berdecak sebal dan merutuki sahabatnya itu, karna sahabatnya itulah yang membuat dia harus berhadapan dengan pria menjengkelkan.


Satu jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di salah satu restoran ternama di Jerman , kini kedua pasutri itu melangkah dan masuk .


Nabila yang melihat buku menu makanan itu benar-benar tidak mengerti dengan tulisannya ,hanya gambarnya saja yang dia lihat , kini dia melihat Bryan yang melihat dan mencari makanan yang akan dia pesan .


"Tu_tuan .. .


"Hemmm ... " .


"I_ini ...


"itu cah sayur ,kenapa ." jawabnya dingin .


"Ah tidak ,,, tidak ,, tidak apa-apa,hehe .." jawab Nabila dengan langsung melihat harganya .


"Hanya cah sayur saja semahal ini, ... apa setelah makan bisa langsung masuk surga "


Pelayan restoran pun menghampiri keduanya , Bryan yang memesan makanannya dan memesankan cah sayur yang gadis tadi tunjukan pada pelayan itu , Nabila yang melihat Bryan menjawab bahasa Jerman dengan lancar membuatnya tercengang .


"Sehebat apa sih tuh orang , apa bahasa sedunia dia bisa jawab juga ."


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2