
Pagi telah terganti ,kedua gadis itu kini tengah siap-siap untuk pergi ke kantor ,Nabila yang terheran akan hal Dista membuatnya geleng kepala .
"Dista .. bukannya kamu gak mau kerja di kantor kak Dimas ,kenapa sekarang kamu berniat ingin interview lagi ." ucap Nabila .
"E...itu .. aku penasaran aja sama perusahaan itu ,hah persetan dengan CEO cap tembok itu aku tidak perduli , ayo Nabila kita berangkat ." ujar Dista .
Sebenarnya Dista ingin menceritakan tentang perihal perjodohan itu pada sahabatnya ,tapi dia tidak mungkin harus mengatakannya lagi ,baginya Nabila tidak mesti tahu tentang kehidupannya .
Bahkan dia berniat kembali ke perusahaan tersebut ,ada hal penting yang akan dia lakukan ,tepatnya menemui pria itu , yang tak lain adalah Dimas
Dista tidak memperdulikan tatapan sang papi ,bahkan Abian menyuruh berangkat bareng pun Dista menolak ,dia lebih memilih bersama supir ,Dista menolak ajakan sang papi Karna dia masih merasakan kesal dihatinya ,Karna perjodohan itu .
Meskipun itu rencana sang kakek , tapi setidaknya Abian memilih anaknya di Banding harus menyerahkan putrinya pada pria tua .pikir Dista .
Selang beberapa perjalanan ,Dista sampai dimana dia di depan gedung tinggi itu ,kini dia turun dari mobil dan meninggalkan Nabila di mobil .
"Nabila aku duluan ya .bye ." ucap Dista berlari ke gedung tersebut .
Nabila hanya menganggukkan kepalanya ,dan berlalu pergi bersama supir untuk menuju ke tempat kerjanya , sementara Dista kini dia melangkah ke arah resepsionis untuk menanyakan pria sang CEO di perusahaan tersebut .
"Permisi mba .. apa tuan Dimas nya ada ." tanya Dista .
"Mohon maaf ,tuan Dimas belum datang ,jika ada keperluan lain boleh di tanyakan pada kam...
"A...a...a... tidak...tidak !! aku ingin bertemu dengannya saja , ?! ohh iya apa dia datang ke sini masih lama ." ucap Dista .
Resepsionis itu tidak menjawab pertanyaan Dista ,tapi resepsionis itu malah membungkukkan kepalanya di depan Dista ,Dista di buat heran dengan kedua resepsionis itu .
Dista kini pun berbalik ke belakang dan melihat pria itu tengah jalan ,Bryan yang ada di belakang dimas melihat Dista ,tapi Bryan terus saja melanjutkan langkahnya mengikuti dimas .
"Ehh ... tuan ... tuan mohon tunggu dulu ." ucap Dista berlari kecil menghampiri kedua pria itu .
Seketika Dimas dan Bryan berhenti ,Dimas yang melihat gadis itu berada di perusahaan mengerutkan keningnya .
"Gadis ini , apa dia mau wawancara kerja lagi , "
"Ada apa ." tanya Bryan .
"Eu .. itu ... saya ada urusan dengan tuan mu .." ucap Dista pada Bryan dan beralih pandangannya ke arah Dimas .
"Tu_tuan ... apa pekerjaan yang anda katakan kemarin masih berlaku ." tanya Dista .
Bryan melihat ke arah Dimas ,apa yang di maksud gadis di depannya itu ,dan pekerjaan apa yang di maksud Dista ,Dimas mengerti dengan perkataan gadis yang ada di depannya itu ,Dimas berbalik melangkah melanjutkan langkahnya ,Dista yang melihat pria berjalan begitu saja membuatnya kesal .
"Tu...
"Ikuti ke ruangan ku ." ucap Dimas tanpa melihat ke arah Dista .
"Oh ba...
"Bryan siapkan untuk rapat hari ini ." ucap Dimas dengan di angguki Bryan.
Kini mereka pun terus melangkah ke arah lift khusus CEO , Dista mematung saat kedua pria itu masuk ke lift , Di saat pintu lift itu akan tertutup Dimas menahannya dan melihat ke arah Dista .
"Apa kau akan berdiam diri di situ ,kenapa tidak masuk .." ucap Dimas .
"Eu..tuan silahkan tuan terl...
"Di sini masih luas ,kamu mau nunggu saya menghilang dulu ba..
"Iya-iya tuan ... baik aku masuk ..aku masuk ." jawab Dista .
"Dasar pria tembok ..."
Sesampainya di lantai tersebut Dimas dan Bryan melangkah ke ruangannya masing-masing ,Dimas melangkah ke ruangannya dengan di ikuti Dista .
Pria itu pun kini duduk di kursi kebesarannya ,dengan melihat Dista yang masih berdiri tanpa berbicara .
Tak .... tak ... tak ...
Dimas hanya mengetuk-ngetuk meja kebesarannya ,dengan menatap Dista , Dista yang di tatap oleh pria itu membuat dirinya jadi canggung .
"Katakan ." ucap Dimas.
Seketika Dista kaget saat pria itu mengatakan satu kata dengan nada dinginnya .
"Pria itu hampir saja membuat jantungku loncat ."
"Heii ..." panggil Dimas.
"Ah .. hah iya tuan !? i_itu ..emm apa perkataan Anda kemarin masih berlaku ." ucap Dista .
"Perkataan yang mana maksud mu ." jawab Dimas .
"Emm ... pa_pacar kontrak yang anda maksud masih berlaku , i_itu kalau masi....
"Kau bersedia." jawab Dimas langsung .
"Hah ... i_iya tuan ,aku bersedia ." ucap Dista .
Dimas pun menatap Dista dan mencerna perkataan gadis itu ,Dimas memikirkan dimana kemarin gadis itu menolak dengan pacar kontrak itu ,tapi kenapa sekarang tiba-tiba setuju .
"Dari 10 wanita yang di pilihkan oleh Bryan semuanya hanya bertele-tele ,tapi gadis ini kemarin secara tidak langsung dia menolak ku , tapi kenapa sekarang dia setuju ?! apa yang tiba-tiba gadis ini setuju menjadi pacar kontrak ku ."
"Baik .. karna kau sudah setuju ,berikan KTP mu ,besok aku akan membuat kontrak nya untuk di tanda tangani ." ucap Dimas.
Dista pun langsung memberikan KTPnya ke hadapan Dimas ,Dimas pun langsung mengambil ktp dan melihatnya .
"Dita Adista Abraham , kenapa serasa asing , kenapa marga Abraham ini teringat di masa umurku 10 tahun , "
"Apa tujuan mu menyetujui menjadi pacar ku.,bahkan kau kemarin menolak itu .." ucap Dimas .
"Eu .. tuan !! aku menyetujui itu karna ada alasannya ,tidak di bayar pun tidak apa ." jawab Dista .
Dimas terkejut saat mendengar gadis itu , bagaimana bisa dia menjadi pacar kontrak tidak dapat bayaran , beberapa menit lalu Dimas sempat berpikir bahwa gadis itu menerima itu hanya karna uang .
"Katakan alasannya apa " ucap Dimas .
Dista tidak menjawab pertanyaan pria itu ,dia sedang memikirkan gimana caranya dia berbicara ,sebab saat ini dia sedang berfikir ,gimana caranya agar Dimas mau pergi ke keluarganya.
__ADS_1
"Katakan ?! apa alasannya ,kenapa kau hanya diam." ucap Dimas .
"Bisakah tuan pergi ke rumahku bersama ku ,untuk memperkenalkan pacar ku pada keluarga ku .
" Eeee... maksud ku pacar kontrak ku ." ucap Dista kembali .
"Mmmm ...Pacar kontrak ku ...benarkah ." jawab Dimas menaiki alisnya sebelah .
"Eu.. maksudku pacar kontrak tuan ." jawab dista .
"Jadi gimana tuan .." ucap Dista .
"Hemm ... Aku yang akan membawamu terlebih dahulu ke rumahku ,untuk memperkenalkan kamu dengan omah ku ," jawab Dimas .
"Hah ...
"Tidak membantah, jika nanti aku sudah membuat kontraknya baru aku akan pergi ke rumahmu , dan ingat ?! seperti apa yang aku katakan kemarin ,kau harus berada di samping ku 24jam , " ucap Dimas.
"Hah ?! tuan ... bisakah anda tidak menyuruhku untuk terus di sampingmu ,aku gak mungkin di sisimu dalam 24jam ." ucap Dista .
"Oke .. sekarang kamu sudah termasuk kerja hari ini ." ucap Dimas yang kini mengambil ponselnya .
"Iya ..tua..
"Hallo ... keruangan ku.. sekarang ." ucap Dimas menelpon seseorang .
"Kau mulai sekarang akan aku masukan kedalam dapartemen seni , sebentar lagi ada seseorang yang akan membawamu ." ucap Dimas .
Selang beberapa menit ,yang di telpon Dimas tadi kini tengah masuk ,seorang wanita yang tak lain adalah Mikha .
" Tuan ...
"Bawa gadis itu ke departemen seni ," ucap Dimas .
Mikha langsung mengangguk cepat ,dia kaget saat bosnya itu memotong ucapannya , tidak biasanya bosnya seperti itu jika orang belum selesai bicara , Dista yang tengah duduk di sofa pun memaki-maki pria itu .
"Orang belum selesai bicara ,main potong aja ."
"Mari Dista .." ucap Mikha dengan di angguki Dista .
Dista pun ikut bersama Mikha ke ruang dapartemen seni , dista tidak menyangka akan menjadi pacar kontrak CEO Anggara ,dia melakukan itu Karna tidak ingin di nikahkan dengan berumur tua ,dan orang kejam seperti apa yang di katakan maminya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain ,tepatnya di perusahaan HW'GROUP ,pria yang kini sudah menjadi ayah itu tengah berjalan ke arah ruang tunggu dimana dia akan menemui klien .
Sesampainya di ruang tunggu Erland kini duduk dan berdiskusi dengan orang yang akan bekerja sama dengan perusahaannya ,dengan waktu stengah jam berbincang kini mereka pun selesai mendiskusikan untuk bekerja sama .
"Selamat bekerja sama tuan Anggara ." ucap pria tersebut .
Erland hanya menganggukkan kepalanya dan menerima jabatan tangan pria tersebut , kini mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut , di saat mereka melangkah tiba-tiba pria di samping Erland berhenti , Erland pun memberhentikan langkahnya melihat ke pria tersebut .
"Tuan dobier kenapa ." tanya Erland .
Dobier tidak menjawab pertanyaan Erland ,pandangannya tetap ke arah gadis yang tengah berjalan ke arah ruang marketing , Erland yang melihat pandangan dobier langsung melihat ke arah yang di pandang pria itu .
"Tuan dobier , apa anda mengenalnya ," tanya Erland kembali .
"Nabila ....
" Kak sen.
"Nabila kamu kerja di sini , " tanya dobier dengan di angguki Nabila .
Pria itu melihat Nabila dengan tatapan sendu ,beberapa bulan yang lalu dia masih menunggu jawaban dari Nabila , Erland yang berada di ujung sana melihat mereka berdua ,dia tidak tahu apa hubungan pria itu dengan sahabat istrinya ,bukan Erland namanya kalau dia tidak iseng sedikit ,kini dia mengeluarkan ponsel untuk memfoto mereka .
Nabila yang melihat Erland di ujung sana ,sedikit mundur dan menjauh dari dobier ,Karna keadaan Nabila sekarang berada di kantor .
"Kak ... aku mau ker...
"Nabila tunggu ." ucap dobier menahan tangan Nabila .
" Aku mau ngomo....
"Tuan dobier ..." ucap Erland yang kini berada di belakang .
"Apa anda mengenal karyawan saya ." ucap Erland .
"Iya .. dia teman saya ,, tuan Erland .. bisakah saya pinjam karyawan mu sebentar ." ucap dobier .
"Tapi kak...
"Nabila ... aku mau ngomong sebentar .. bisakah kita bertemu di taman lagi, aku ..
"Maaf kak gak bisa .
"Aku ingin dengar jawaban yang beberapa bulan lalu ..
"Baik .. nanti aku akan bilang pada kakak ... tapi sekarang maaf kak ,aku harus bekerja lagi ." ucap Nabila berlalu pergi dan melepaskan tangannya dari dobier .
"Sepulang kantor ,aku akan menunggu mu ." ucap dobier dengan di angguki kecil oleh Nabila .
Dobier menghela napasnya berat ,dia tidak menyangka akan bertemu gadis itu lagi ,dan berbeda dengan pekerjaan lagi .
"Nabila ,jika kamu membalas jawaban perasaan ku ,aku akan segera menikahi mu ,agar kamu tidak terus bekerja ." gumam dobier .
"Tuan dobier .. apa anda berencana menikahi.....
"Iya tuan !! tapi nanti jika dia membalas perasaanku terlebih dahulu ,jika dia membalas perasaan saya ,saya akan cepat menikahinya ," ucap dobier .
"Tuan !! kalau gitu .. saya permisi dulu ..' ucap nya dengan di angguki Erland .
Erland melangkah ke ruangannya ,setelah di ruangan dia langsung melihat ponselnya ,tapi pesan yang dia kirim tadi hanya di lihat saja oleh seseorang di sebrang sana ,kini Erland mengirim pesan lagi pada sahabatnya .
"Aku ingin tahu , ekpresi si kunyuk itu jika Nabila bertemu dengan pria lain , ?! bahkan dia tidak mengatakan yang jujur padaku ...cih ... cinta ya cinta .. "
Sementara di sana , Bryan yang tengah serius bekerja membuat dia meremas berkas yang ada di depannya, kini dia melihat jam yang ada di tangannya masih pukul 14.30 .
"Tidak akan aku biarkan kau mendapatkan Dia, " ucap Bryan .
__ADS_1
Dengan cepat Bryan mengerjakan pekerjaan nya ,setelah itu dia ingin cepat segera ke perusahaan Erland untuk menunggu Nabila ,tepatnya untuk menunggu dan akan mengikuti Nabila pergi taman menemui pria itu .
Tepat pukul 16 .24 Bryan melangkah ke ruang Dimas untuk memberikan berkas yang harus di tanda tangani oleh pria itu , setelahnya dia kembali melangkah tanpa bicara ,Dimas yang melihat Bryan kembali mengerutkan keningnya, di saat dia membuka berkas ,ponsel Dimas bergetar , dan melihat isi pesan tersebut .
"Pergi .. tidak biasanya dia ada urusan ,urusan apa hingga membuatnya terburu-buru."
Bryan kini tengah berada di parkiran dan segera meninggalkan parkiran itu ,perasaannya kini tertuju pada pria itu , lagi-lagi dia mengajak Nabila pergi ke taman .
Sesampainya di HW'group Bryan berhenti tanpa keluar dari mobil ,dia ingin melihat Nabila pergi untuk menemui pria itu lagi ,Bryan melihat jam yang ada di tangan kekarnya dan kemungkinan Nabila tidak akan lama lagi pun akan keluar .
Bryan berdecak ,stengah jam dia menunggu tapi gadis itu belum juga keluar ,dalam pikirannya kemungkinan Erland memperkerjakan Nabila dengan lembur ,dengan menahan kekesalannya, kini dia menekan nomor Erland .
Di saat dia sudah menghubungi Erland , tiba-tiba dia melihat Nabila yang ke luar dan sudah menaiki gojek , dengan cepat Bryan pun mematikan sambungan telpon pada Erland ,Kini dirinya pun mengikuti Nabila dari jalur yang sama .
Bryan merutuki dirinya sendiri ,kenapa dirinya cuman hanya karna wanita rela pergi meninggalkan pekerjaan yang belum waktunya pulang ,entah kenapa dirinya kesal saat gadis itu bersama pria lain ,hingga membuat dirinya seperti itu .
Bryan menghela napasnya berat ,benar saja gadis itu pergi ke taman, kini dia pun memberhentikan mobilnya dan keluar mengikuti gadis itu diam-diam , seperti biasa pria itu sekarang layaknya mata-mata seperti pengintai, Nabila kini menghampiri pria yang sudah menunggu di kursi taman.
"Nabila, kamu datang " ucap dobier .
"Nabila aku sudah menunggu hari dimana kita ketemu lagi ,dan ini sekarang aku bertemu dengan mu ,Nabila gimna ... apa kamu sudah memikirkan jawabannya. " ucap dobier .
"Kak maaf sebelumnya,. dan sekarang akan aku jawab pertanyaan itu sekarang ,aku ... aku gak bisa menerima mu ,karna aku ........ aku ...di hatiku sudah ada yang lain "
"Maaf kak dobier aku harap kakak bisa menemukan orang yang tepat ,dan menemukan orang yang kakak cintai .." ucap nabila .
"Nabila aku sudah menemukan orang yang aku cintai ,yaitu kamu ,?! dan apa yang aku ucapkan ini benar , dan perasaan ku padamu juga nyata ,Nabila ?! hanya kamu yang aku cintai ."
"Maaf ka....
"Aaaa... kak apa yang kau lakukan padaku ,lepaskan aku kak." ucap Nabila memberontak dari pelukan dobier .
"Nabila ,,aku mencintai mu .. sangat .. sangat mencintaimu .." ucap dobier dengan melepaskan pelukannya
Dobier menangkup wajah Nabila dengan mendekatkan bibirnya ,dengan cepat Nabila mendorong tubuh pria itu dengan kuat .
Plakk ......
"Kak bahkan kamu berani akan melakukan itu padaku , aku tidak habis pikir kakak akan berbuat seperti itu ?! dan sekarang kakak udah tahu jawabannya kan ,maaf ..di hatiku sudah ada yang lain ." ucap Nabila berlalu pergi meninggalkan dobier .
Pria itu menghembuskan napasnya dengan menyentuh pipinya yang baru saja di tampar , Bryan yang melihat dari arah batu besar terkejut ,saat Nabila menampar pria itu ,kini dia melangkah dan mencari Nabila di area taman itu .
Bryan mencari-cari gadis itu, tapi dia tidak menemukannya, sementara Nabila dia tengah duduk di tembok datar dengan Isak tangisnya dengan wajah di tutup oleh syal Bryan .
Beberapa menit kemudian ,Bryan pun kini menemukan Nabila yang tertunduk dengan wajah di tutup , Bryan menghempaskan napasnya dan berjongkok di hadapan gadis itu , kini dia pun membuka syal yang ada di wajah Nabila dengan pelan .
"Ketemu " ucap Bryan membuka syal itu .
"Tuan ."
"Hmm .. aku di sini ." jawab Bryan menatap mata Nabila yang sudah menangis .
"Kenapa tuan di sini ," tanya Nabila .
"Tadi aku kebetulan ingin beli bakpau yang lewat di area pintu masuk taman lalu secara tak sengaja aku melihatmu ,bukankah ini takdir ." ucap Bryan penuh dengan canda .
"Maaf ?! tadi aku mendengar pembicaraan mu dengan pria itu ."ucap Bryan kembali .
Nabila terkejut dengan apa yang di katakan pria itu ,di sisi lain dia menolak dobier ,di sisi lain Bryan mengungkapkan perasaannya di beberapa bulan lalu ,tapi akhir dari sikap Nabila bingung harus gimana pada pria yang ada di depannya itu , seketika Nabila berkaca-kaca dan langsung menundukan kepalanya .
"Hahah ...iya tuan gapapa ... pasti tuan mau menertawakan ak....
"Gadis ceroboh ku , jangan sedih begini , " ucap Bryan memeluk Nabila .
Nabila terkejut di saat pria itu memeluknya ,dia pun terkejut dengan apa yang barusan di ucapkan pria itu ,kini air matanya tiba-tiba mengalir perlahan ,perasaanya sekarang antara senang dan sedih ,apalagi saat ini dia tengah di peluk oleh orang yang dia cintai .
"Jelas-jelas aku sedang tertawa ,tapi kamu tau kalau aku lagi sedih ,
Bryan melepaskan pelukannya dan melihat Nabila yang sekarang menundukan kepalanya ,Bryan yang melihat nabila menunduk tersenyum tipis dan mengeluarkan ponselnya .
Cekrek... cekrek ... cekrek
"Hei , tuan apa yang kau lakukan ." ucap Nabila langsung mendongkakan kepalanya .
Cekrek
"Akhirnya aku mendapatkan wajahmu juga ." ucap Bryan melihat foto Nabila .
"Mataku bengkak ,dan sangat jelek ." jawab. Nabila .
"Ck .siapa bilang , mata ikan mas bengkak ,dan dia sangat lucu ,begitu juga kamu ." ucap Bryan .
Seketika Nabila merebut ponsel Bryan untuk menghapus fotonya , kini Nabila pun menghapus fotonya dengan cepat ,tapi seketika jarinya terhenti saat dia melihat foto dirinya dengan Bryan .
"Foto ini ,kenapa masih di simpan .." gumam Nabila .
"Eitt ... jangan di hapus yang ini ,aku gak punya foto wallpaper ." ucap Bryan merebut ponselnya .
"Untung waktu di taman ,aku gak hapus foto ini ,dan foto ini enggak aku hapus ."
Kryuuuk... kryuuukk..
Nabila terkejut saat perutnya tengah berbunyi ,Bryan yang mendengarnya pun tersenyum tipis .
"Ayo ,aku akan membawa mu makan sekalian antar pulang ." ucap Bryan berdiri dan melangkah dengan di ikuti Nabila di belakang .
Nabila yang melihat punggung pria tinggi itu tengah berjalan di depannya ,Nabila saat ini sedih ,perasaanya campur aduk ,jujur saat ini dia ingin memeluk pria itu. ,tapi Nabila bukanlah gadis yang sembarangan menyentuh pria dan dia juga pun pemalu .
"Jelas-jelas aku sedang sedih ,entah tau aku harus ngapain ,aku senang dia saat ini berada di hadapanku ,"
"Hatiku tenang saat dia tadi memeluk ku ,dan saat ini aku mengikutinya di belakang , dengan aku yang begini ,mungkin akan lebih baik aku mengikutinya ."
Bryan yang kini jalan di depan tengah berpikir ,dengan apa yang tadi dia lakukan pada Nabila ,dia memeluk gadis itu tanpa sadar dan langsung melakukannya .
"Pelukan itu , dia mungkin mengira hanya pelukan penghibur , jadi dia gak berpikir macam-macam kan ,?! akh sial ,apa yang aku lakukan tadi .
*
*
__ADS_1
*