Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Bryan ~ Nabila .


__ADS_3

Nabila berpikir sejenak dengan mengetuk-ngetuk kepalanya dengan apa yang di inginkan oleh sahabat nya itu .


"Seblak apa yang di inginkan si bodoh itu ?! dia itu tahu kan aku ini gak bisa masak ,kenapa menyuruh ku ,dan lagi memangnya ada gitu bahan-bahan seblak di mansion mewah itu ."


Bryan yang melihat Nabila mengetuk kepala nya berdecak melihat tingkah gadis yang ada di samping nya itu .


"Apa kau terlalu bodoh ,memikirkan sesuatu sampai kepalamu di ketuk seperti itu ." ucap dingin tanpa melihat ke arah Nabila .


"Eu itu ,,, tuan .?! apa di mansion ada bahan-bahan seblak nya ." ucap Nabila dengan memainkan kedua jari nya .


"Kau pikir aku tahu hal makanan aneh itu ,?! mana aku tahu ,jika teman mu sudah menyuruh nya untuk membuat seblak ,kemungkinan bahan nya sudah ada ." jawab Bryan dengan di angguki Nabila .


Mobil yang membawa mereka tengah sampai di halaman mansion ,Bryan turun terlebih dahulu ,dia melangkah meninggalkan Nabila yang masih di dalam mobil ,Nabila yang masih duduk di dalam mobil bingung dengan situasi itu, Bryan melihat ke arah belakang tidak melihat Nabila , kini dirinya berdecak kesal dan menghampiri mobil mengetuk pintu mobil itu ,namun Nabila tidak membuka nya juga .


"Gadis ceroboh ,,?! apa kau tidak akan keluar hah ." ucap nya membuka pintu mobil itu .


Nabila yang masih duduk melihat ke arah Bryan dengan menggigit bibir bawah nya .


"I_itu tuan ...!! saya gak mungkin turun ,Karna saya berpakaian acak-acakan gini ,saya tahu dari ana bahwa omah nya tuan Erland ada di mansion ,saya gak berani turu....


"Gadis ceroboh bahkan kau di klub waktu itu dengan memakai pakaian seksi ,lalu kenapa kau sekarang minder ." ucap Bryan menarik tangan Nabila untuk turun dan mengambil switer yang ada di tangan Nabila .


"Heyy apa yang akan kau lakukan tuan." pekik ana menahan pundak Bryan .


Bryan sedikit berjongkok menutupi paha Nabila dengan tangan switer nya itu dengan mengikat nya ke pinggang Nabila , Nabila terkejut dengan apa yang di lakukan oleh pria itu .


"Merepotkan ." ucap Bryan berbalik dan berlalu pergi meninggalkan Nabila .


"Gadis ceroboh ,apa kau akan berdiri di situ terus ," ucap nya kembali dengan melihat Nabila yang masih berdiri mematung .


Kini Nabila pun melangkah mengikuti Bryan dari belakang , sesampai nya dimana mereka masuk ,Nabila celingak celinguk melihat ruangan tamu besar itu ,di saat dia menghadap ke depan, Nabila seketika terbentur oleh dada bidang yang tiba-tiba berhenti dan membalikan tubuh nya itu ..


"Akh...aw ... aduh sakit sekali .." pekik Nabila yang kini memegang kening nya .


Nabila mendongkakkan kepalanya melihat pria yang bertubuh tinggi itu , Bryan menatap Nabila begitu juga Nabila yang kini tengah menatap pria itu , tanpa mereka sadari ,seseorang ada yang tengah memperhatikan mereka .


"Bryan ," ucap omah menghampiri mereka .


"Wah kau gadis teman nya ana yah ,, " ucap nya kembali dengan tersenyum.


"Hah.. i_iya omah ,aku Nabila omah ." ucap Nabila membungkukkan kepalanya.


"Gadis manis masuklah ke arah ruang sebelah ,ana sedang menunggu mu ,?! bi Ani tolong antarkan gadis ini ke ruang sebelah ." ucap omah memanggil bi Ani .


Kini bi Ani pun mengantarkan Nabila ke salah satu ruangan dimana ana berada bersama Erland , sementara Bryan dia kini sedang di goda oleh wanita paruh baya itu .


"Hayoh ... kau tadi sedang apa ,gadis itu manis sekali saat menatap mu ," ucap omah yang kini menggoda Bryan.


"Omah jangan bicara sembarangan ,tadi hanya terjadi masalah sedikit , dan gadis itu ceroboh dan gak lihat-lihat jalan , jadi dia....


"Hahaha ... pasangan muda jaman sekarang memang suka malu-malu ya ." ucap wanita paruh baya itu dengan tawa nya dan berlalu pergi dengan geleng kepala .


Bryan mengerutkan kening nya saat melihat wanita paruh baya itu tertawa ,kini dirinya melangkah dimana Nabila tadi melangkah ke arah yang gadis itu tujui ,sementara di sisi lain Nabila begitu terkejut saat melihat kedua pasangan itu tengah berciuman .


"Ya Tuhan mataku sudah tidak suci lagi ,, ahh tidak ?! kenapa mereka berciuman di area terbuka seperti ini dan lagi mereka layak nya seperti memainkan drama ."


"Ehemm ... ehemmm ..." dehem Nabila yang kini sedang di ambang pintu .


Ana dan Erland terkejut saat mendengar suara deheman dan mengalihkan pandangan nya ke arah asal suara , ana langsung mendorong tubuh suami nya itu dan berlari ke arah Nabila .


"Nabila ... akhirnya kau datang juga ." ucap ana dengan memeluk sahabat nya itu .


"Ehh kenapa pakaian mu begini .." ucap ana melepaskan pelukan nya .


"Kenapa pakaian mu begini Palamu , ini semua karna mu Anatasya , si pria batu keras itu memanggul ku dan memasukan ku ke mobil dengan secara paksa ." ucap Nabila yang kini berlagak pinggang .


"Siapa batu keras ." ucap Bryan yang kini ada di belakang Nabila .


Nabila terlonjak kaget saat suara pria itu yang kini ada di belakang nya , kini Nabila tersenyum kikuk di hadapan ana dengan menarik tangan ana .


"Aha ..ha .. ana bukan nya kau menyuruhku untuk membuat seblak .. ayo kita mulai dan ke dapur untuk memasak nya ." ucap Nabila yang kini tengah menarik tangan ana .


"Nabila tunggu .?! aku sudah siapin barang-barang nya di dapur ,hanya tinggal di kerjakan saja ,dan ... dan aku gak akan bantu ,aku agak ..agak sedikit pusing ." ucap ana memberhentikan langkah nya .


"Anatasya , ?! kau ini mengidam atau apa ,kenapa mesti harus acara mengundang ku yang tidak bisa masak .." bisik Nabila yang menahan kekesalan nya .


"Nabila ,aku juga tidak tahu ,?! pokonya aku ingin makan seblak malam ini buatan sahabat ku ." ucap ana yang kini memeluk nya .


"Baiklah ,?! ta_tapi aku ambil pelayan satu di sini untuk membantuku ,kau tahu sendiri aku ini tidak bisa memasak ,gimana jika dapur itu berantakan ,dan terjadi sesuatu karena ulah ku ." ucap Nabila melepaskan pelukan ana .


"Tentu saja ..?! bahkan aku sudah mempersiapkan orang yang akan membantu mu di dapur ." ucap ana dengan tersenyum jahil .


" Ehhh ... Bryan ...?! kau bantu Nabila di dapur ya ," ucap ana melihat ke arah Bryan yang tengah mengobrol dengan Erland .


Seketika Bryan langsung berhenti dari obrolan nya dengan Erland ,lalu menatap kedua wanita yang tak jauh nya itu dan beralih ke arah Erland .


"Maaf nyonya , . di sini banyak pelay..


"Bryan..." ucap Erland dingin yang memotong ucapan Bryan .

__ADS_1


Bryan sudah mengerti dengan tatapan sahabat nya itu ,dia memijat kening nya dengan mata terpejam .


"Apalagi yang di minta bumil ini ,?! bukan nya dia menyuruh gadis ceroboh itu untuk buat seblak ,kenapa aku yang di tunjuk untuk membantu nya ."


"Mass ... bujuk teman datar mu itu untuk membantu Nabila ." ucap ana yang kini melihat ke arah Erland .


Erland menendang kaki sahabat nya itu dari samping , dengan terpaksa Bryan berdiri dan menghela napas nya panjang ,dan berjalan ke arah dimana dia akan ke dapur dengan melewati Nabila dan ana tanpa melihat nya .


"Anaa ... aku gak mau di bantu oleh pria plizzer itu ," ucap Nabila .


Ana tidak menghiraukan perkataan Nabila ,dia menarik tangan Nabila ke arah dapur ,setelah sampai area dapur ana mendorong Nabila ke arah dapur .


"Cepat selesai kan bikin seblak nya, aku dan bayi ku ingin segera memakan nya ." ucap ana yang mengelus-elus perut nya dan pergi meninggalkan sahabat nya itu .


Nabila berbalik melihat ke seluruh ruangan dapur ,dia celingak celinguk tidak menemukan pria yang di bilang plizzer itu ,Nabila berdecak melihat bahan-bahan yang sudah di sediakan ana


"Anatasya ,kau pasti sengaja menghilangkan pelayan di sini agar aku memasak nya sendiri ."


Nabila kini memegang pisau untuk mengupas bawang putih ,Nabila bingung bawang itu harus di apakan dan tidak tahu harus memulai nya dari mana , Nabila hanya memainkan pisau itu di tangan nya , Bryan yang melihat gadis itu hanya menatap bawang yang ada di tangan nya menggelengkan kepala nya .


"Kau cuci saja dulu daun sawi nya ,biar ini aku yang kerjakan ." ucap Bryan yang kini berada di belakang Nabila mengambil pisau di tangan nya .


Lagi-lagi Nabila di buat jantung nya tidak karuan saat pria itu sangat dekat ,hembusan napas pria itu terasa saat mengambil pisau dari tangan nya Nabila , kini Nabila sedikit bergeser menjauh dari Bryan agar tidak kelihatan dengan kegugupan nya ,Nabila kini mencuci daun sawi itu .


Nabila melihat ke arah pria itu yang kini telah memainkan ponsel nya dengan satu tangan dan satu tangan nya lagi memegang pisau .


"si plizzer ini kenapa memainkan ponsel nya ,gimana jika si ana bodoh itu keburu minta seblak ,bahkan ini belum apa-apa.


"Itu ... ?! tuan ..kalau anda gak niat bantuin saya ,anda kelu....


Nabila seketika diam saat pria itu memperlihatkan ponsel nya ke hadapan Nabila , kini dia memalingkan wajah nya dan melanjutkan mencuci daun sawi itu .


"Ternyata dia memainkan ponsel hanya untuk melihat cara memasak seblak ."


"Kau iris dadu daun sawi itu ,dan nih tolong rendam kerupuk ini ." ucap Bryan yang kini telah melihat ponsel nya tanpa melihat ke arah Nabila .


Bryan kini berkutat mengupas bawang dan kencur ,serta cabe rawit , bryan mengambil benda penghalus bumbu untuk menghaluskan bumbu itu ,setelah selesai dia melihat Nabila yang belum juga selesai memotong daun sawi .


"Kenapa cuma memotong daun sawi saja lama sekali , kau tumis dulu bumbu nya sana , biar ini aku yang lanjutkan ." ucap Bryan yang kini melanjutkan memotong daun sawi .


Nabila hanya melihat bumbu itu ,kini dia melihat wajan yang sudah berisi minyak sedikit ,dia tidak tahu harus bagaimana melakukan nya ,dia belum pernah memasak .


"Gimana ini ,?! aku belum pernah memasak ,masak air ajah sampai gosong , apalagi masak ini ?! hidup sendiri makan ajah beli .,?! Anatasya kau teman kurang ajar ngerjain teman sendiri ."


Kini Nabila memasukan bumbu tersebut ke wajan tanpa menyalakan api nya , Nabila hanya mengaduk-aduk bumbu tersebut tanpa api , Bryan yang kini telah selesai melihat ke arah Nabila yang mengaduk-aduk bumbu di wajan tanpa api ,pria itu menghela napas nya berat saat melihat gadis itu .


"Ma_maaf " gumam Nabila .


Bryan tidak menghiraukan perkataan gadis itu ,dia menyisihkan kerupuk yang sudah di rendam itu ,Bryan melihat kembali ponsel nya ,apa yang pertama dulu harus di masukan pada wajan tersebut .


"Terus aduk bumbu itu hingga harum .." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Nabila


Setelah bumbu itu harum ,Bryan memberikan dua telur pada Nabila untuk di masukan pada wajan ,Bryan di buat geleng kepala dengan gadis yang ada di samping nya itu .


"Gadis ceroboh, apa kau memecahkan telur saja tidak bisa ,kenapa kau memasukan cangkang telur nya ." ucap Bryan yang kini mengambil cangkang telur di wajan itu dengan berdecak


"Lanjutkan !! masukan daun sawi itu ,setelah itu kerupuk nya masukin ," ucap Bryan melihat ke arah ponsel nya .


"Kasih garam dan penyedap rasa ." ucap nya kembali tanpa melihat ke arah Nabila .


Nabila bingung harus menuangkan garam setakar apa, dia melihat sendok kecil itu dengan berpikir .


"Sendok kecil ini mana cukup berasa ."


Kini Nabila menuangkan garam itu tanpa di takar dan langsung memasukan nya ke wajan , sementara Bryan dia masih saja melihat ke arah ponsel nya dan mengambil air sedikit untuk di masukan nya ke wajan yang sudah berisi seblak itu ,beberapa menit kemudian seblak itupun jadi ,tinggal di sajikan.


Di ambang pintu , ana telah cekikikan melihat kedua pasutri yang tengah berkutat di dapur itu , kini dirinya melangkah ke arah ruang tamu pura-pura membaca majalah .


Nabila kini membuka celemek nya dan melangkah untuk mencuci tangan ,Nabila tidak sadar minyak yang tadi dia buka terguling Karana terkena celemek yang tadi dia buka ,dan minyak itu tertumpah ke bawah , Bryan menyuruh Nabila untuk menyisihkan seblak itu ke Piring yang sudah di siapkan bryan , nabila menganggukkan kepalanya dan melangkah dimana dia akan menuangkan seblak itu


Di saat Nabila melangkah Nabila tidak bisa menahan kaki nya yang akan terpeleset itu , Karna lantai tersebut licin hingga membuat piring itu jatuh dan pecah.


prangggggg.....


"Ah ... hahh ...ahhh..


Bryan yang melihat Nabila akan jatuh segera menahan nya ,di saat dia menahan Nabila Bryan membalikan tubuh Nabila agar gadis itu tidak terjatuh ke lantai , dan pada akhir nya pria itu yang terjatuh dengan Nabila yang berada di atas tubuh Bryan .


Brugggg ....


Tanpa di sengaja ,bibir mereka menyatu dimana mereka dengan keadaan yang terbaring di bawah lantai dapur , Nabila membuka mata nya ,begitu pula Bryan yang membuka mata nya begitu terkejut, salah satu pelayan yang mendengar piring pecah langsung ke arah dapur dan begitu terkejut dengan apa yang di lihat nya .


"Ohh ... ma_maaf tuan Bryan saya tidak melihat." ucap pelayan itu berbalik kembali dengan malu .


"Ahh ... maaf tuan saya tidak sengaja ." ucap Nabila yang kini bangun dari tubuh Bryan.


"Bibir virgin ku ,sudah tidak suci lagi ?! hiks ... hiks ..."


Bryan bangun dari tidur nya dan melihat ke arah lantai yang bertaburan minyak, kini pandangan nya beralih pada Nabila dengan tatapan tajam nya .

__ADS_1


"Kenapa kau begitu ceroboh gadis bodoh , bahkan kau minyak tertumpah pun tidak tahu ." ucap nya melihat ke arah Nabila dengan tampang dingin .


"Bersihkan pecahan piring itu ." ucap nya kembali yang kini tengah berdiri melangkah mengambil piring baru .


Bryan menuangkan seblak itu Hingga menjadi tiga piring dan membawa nya ke atas meja makan , dia melangkah kembali ke arah dapur dan melihat Nabila yang membereskan pecahan piring itu .


"Apa dia itu selalu ceroboh ."


"Biarkan aku yang beresin itu ,?! bersihkan kaki mu yang terkena minyak itu ." ucap Bryan menatap Nabila dengan dingin. .


"Tap......


"Nabila apa yang terjadi ," ucap ana yang tiba-tiba datang .


"A_,ana ... maaf ?! aku sudah menghancurkan dapur nya , aku tadi lupa tutup botol minyak itu , dan aku gak tau kenapa bisa terguling ..." ucap Nabila yang kini menatap ana .


"Sudah-sudah ayo ikut aku untuk membersihkan kaki mu .", ucap ana menarik tangan Nabila ..


"Benar-benar bodoh ." gumam Nabila merutuki dirinya sendiri .


Ana membawa Nabila ke kamar tamu yang sering dia pakai ,dan memberikan baju untuk menggantikan nya .


"Bersihkan lah dulu tubuh mu ,jika hanya membersihkan kaki saja pasti tidak akan nyaman ,mandilah dan ini baju ganti nya ." ucap ana yang kini melangkah keluar kembali dengan di angguki Nabila .


Ana melangkah ke arah ruang kerja suami nya ,memberi tahukan untuk tidak masuk kamar tamu .


"Mas ... kau jangan masuk ke kamar tamu yang kita sering pakai ,di sana ada Nabila ." ucap ana melangkah ke arah suami nya .


"Iya sayang ," ucap nya dengan tangan yang masih serius dengan laptop nya .


"Apa seblak nya sudah jadi ,aku penasaran dengan rasa seblak yang kau inginkan itu " ucap Erland dengan mata yang masih ke arah laptop .


"Udah mas, Bryan sudah menyiapkan nya di meja makan ." ucap ana .


Erland menutup laptop itu dan menarik tangan ana ke pangkuan nya ,entah yang ke berapa kali nya Erland ******* bibir ana , menurutnya semua yang ada di tubuh istrinya itu adalah candu nya .


"istriku badan nya sedikit berisi ."


"Mas .. berhenti ?! bukan nya kau ingin memakan seblak ." ucap ana mendorong Erland .


Kini ana turun dari pangkuan Erland dan berjalan keluar dengan di ikuti Erland , di saat ana dan Erland tengah di meja makan mereka berdua melihat Bryan dengan wajah dingin nya, kini pandangan ana beralih melihat Nabila yang tengah berjalan menghampiri ke tiga manusia itu .


"Ana ... ini sudah hampir jam sembilan malam ,aku pulang dulu ya ." ucap nya yang kini melangkah ke arah ana .


"Nabila , ini sudah malam, aku tidak mengijinkan nya ,besok saja oke ." ucap ana .


"Besok aku harus kerja, habis itu aku kerja sampi...


"menginap lah , nanti kau akan pulang bersama Bryan besok ." ucap Erland yang kini menarik seblak yang sudah tersaji .


"Tidak ."


"Tidak ."


Bryan dan Nabila berbarengan mengucapkan nya ,ana tersenyum melihat kedua orang tersebut , Bryan tidak memperdulikan tatapan istri teman nya itu .


"Uhuk ...Uhuk ...


"Mas ... kau kenapa ,?! kau ini makan sesuatu harus hati-hati ." ucap ana yang kini memberikan segelas air .


"Sayang ... apa rasa seblak itu begini rasa nya ." ucap Erland yang kini meminum .


Bryan mengerutkan kening nya melihat Erland yang memuntahkan seblak itu ,kini dirinya menarik piring itu untuk mencicipi seblak , di saat mencoba nya Bryan terkejut seblak itu asin.


"Gadis ceroboh ,berapa sendok garam yang kau masukan pada seblak ini ..," ucap Bryan yang kini melihat Nabila .


"Ke_kenapa dengan seb...


"Kalian ini pada kenapa sih ,orang ini seblak enak kok, " ucap ana yang kini menikmati seblak tersebut .


Kedua pria itu melongo tak percaya , melihat ana memakan seblak itu dengan lahap tanpa merasakan asin pada rasa nya ,Erland dan Bryan menelan salipnya dengan kasar melihat wanita yang kini sedang memakan seblak itu ,Nabila yang merasa aneh pun mencicipi nya ,betapa terkejut nya dia saat seblak itu ada di lidah nya .


"Kenapa asin ,?! aku terlalu banyak menuangkan garam ."


Ana menghabiskan seblak yang di piringnya ,kini dia mengambil alih seblak suami nya itu ,beberapa menit kemudian seblak suami nya pun habis .


"Wahh ... kenyang nyaa...." ucap ana mengelus perut nya .


Erland dan Bryan di buat melongo, seblak asin itu habis dua piring oleh ana , sementara Nabila dia udah masam gimana rasa lidah nya itu .


"Nabila ayo di makan ," ucap ana melihat ke arah Nabila


"Hoaaammmm .... ana aku ngantuk sekali ..?! aku .. aku kembali ke kamar ya ..bye ." ucap Nabila berlari kecil kembali ke arah kamar.


Ana melihat ke arah suami nya dan juga Bryan .


"Mas tolong di makan ya seblak nya ,kasian kalau gak di makan , aku ke atas duluan , tiba-tiba ngantuk ku menyerang mata ku ." ucap ana yang kini melangkah ke arah lift.


Kedua pria itu langsung berdiri menuangkan seblak itu jadi satu piring dengan menganggukkan kepala nya ,dia berjalan ke arah ruang kerja dimana Roy berada ,Roy melihat satu piring seblak mengerutkan kening nya , Erland dan Bryan tak memperdulikan tatapan Roy itu dan berlalu pergi meninggalkan nya , Erland dan Bryan pun berjalan ke kamar nya masing-masing .

__ADS_1


__ADS_2