
Ana melangkah kan kaki nya untuk keluar dan menuju ke bawah ,kebetulan di bawah sana ada Roy dan juga bi Ani , dia berniat akan mengasih kan barang yang dia temui di kamar nya tadi .
"Roy apa kau tahu benda ini ." ucap ana yang memperlihat kan benda itu .
"Sini nyonya biar saya lihat dulu ."
"Ya silahkan ,tadi aku menemukan itu di kamar ku tepat nya di bawah bantal ,mungkin kamu akan tahu itu apa ." ucap ana dengan penuh penasaran nya .
Roy terkejut setelah apa yang dia lihat ,dia memegang benda itu dengan intens, benda yang Roy pegang adalah milik Erland .
"Ini milik tuan Erland , dan ini adalah alat pengubah suara ,yang menempel di leher nya jika memakai kulit palsu itu , kenapa tuan Erland sembarangan menaruh , apa semalam tuan Erland ada di kamar mereka .? ahaa... mungkin mereka semalam sudah merasakan rasa nya surgawi ."
Roy hanya senyum-senyum setelah dia melihat benda itu , ana yang melihat nya heran kenap Roy senyum hanya karna melihat benda yang ada di tangan nya itu ,Roy kaget benda yang dia pegang itu di ambil seseorang dari belakang .
Erland menatap ana dengan tajam bagaimana bisa ana memberikan barang yang ia miliki harus di kasih kan kepada orang lain.
"Sebelum kau memberikan benda ini ke orang lain ,harus memberikan nya terlebih dahulu padaku ,." ucap nya dengan tajam
Ana yang melihat tatapan tajam Erland membuat nya mundur dari hadapan pria itu , ana di buat kesal dengan sikap Erland .
"Erland aku hanya memberikan benda itu saja apa salah nya ? apa benda itu milik mu ,maaf aku tidak tahu , aku memberikan nya pada Roy ,hanya untuk memastikan nya saja ,bukan kah sama saja aku memberikan nya pada Roy ,bahkan Roy adalah tangan kepercayaan mu , kenapa kau mesti marah padaku ."
Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia memberikan kantong yang ia beli tadi ke ana, setelah itu Erland melangkah kan kaki nya ke ruang kerja ,dan mengambil kopi yang telah di buat oleh pelayan .
Ana yang melihat Erland datang dan mengambil benda tadi di buat kaget ,kenapa laki-laki itu muncul di belakang Roy yang tiba-tiba,.
"Dia kembali pun aku tidak tahu , ? dan dia pulang membawakan barang yang tadi aku pesan .?
Ana berjalan ke atas ,setelah sampai ana melihat semua barang itu untuk mengecek nya apa ada yang salah setelah Erland membeli nya , dalam hati ana sudah ketawa ,dan menertawakan Erland ,bagaimana bisa pria itu mencari nya dengan teliti hingga mendapatkan nya .
__ADS_1
"Dia benar-benar tidak mencari dengan serius kan ,hahaha ..aku rasa reaksi dia hanya diam dan mematung saja ,hahaha ? dia gak mungkin serius mencari barang di bagian produk wanita kan ."
Ana tertawa kecil setelah apa yang di pikirkan nya itu ,setelah dia puas menertawakan Erland ,dia melihat isi kantong itu , tidak ada yang salah satu barang yang ana pesan .
Ada rasa salah terhadap Erland membuat ana sudah merepot kan pria itu ,bahkan tadi ana melihat Erland basah kuyup karna jalan dengan memaki payung ,karna toko itu tidak lah jauh dari mansion, kini ana berpikir untuk memberikan balasan kebaikan yang Erland lakukan ..
"aha ... aku akan memasak enak untuk si tembok itu .,untuk tanda terima kasih ku padanya ." gumam ana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland berjalan menuruni tangga dengan pakaian yang begitu rapi, dia melangkah dengan tangan yang memegang ponsel .
Hari ini dia akan ke perusahaan yang ia miliki ., setelah itu dia akan pergi ke perusahaan DA'GROUP..
Setelah sesampai nya di perusaahan nya ,dia melangkah untuk mengambil dokumen ,dia berhenti di saat dia melihat sekertaris nya itu .
"Haha ,kau ini ? tenang saja aku akan melakukan yang terbaik di perusahaan mu ,dan tidak akan membuat perusahaan mu ini bangkrut ." ucap Niken terkekeh
"Baiklah , aku ke sini tidak akan lama ,aku hanya akan mengambil dokumen yang lusa itu aku siapkan di meja ,apa kau menyimpan nya ." ucap Erland yang tengah melihat meja .
"Iya aku sudah taro dalam laci di bagaian bawah ,kau tinggal ambil saja ." ucap Niken yang tengah memeriksa berkas .
"Baik lah aku pergi ,jika ada apa-apa hubungi aku ," ucap Erland dengan tatap. dingin nya dan melangkah pergi .
" Si kulkas itu ,kesini hanya se elol saja, sesibuk apa si Erland ini ,bahkan kerjaan di berikan padaku semua nya ,selain sibuk memperhatikan Dimas ,lalu dia apalagi yang di kerjakan pria kulkas itu ,perusahaan Dimas pun si Bryan yang sibuk sendiri ,huh apa kita ini di perbudakan oleh si keparat sialan itu ."
Niken hanya melihat kepergian Erland tanpa menjawab pertanyaan pria itu , Niken hanya menghela nafas nya panjang ,meski pekerjaan dia banyak ,tapi dia sungguh nyaman dengan uang gajih dari Erland yang begitu besar.
Erland dalam perjalanan menuju perusahaan DA'GROUP, tak butuh waktu lama Erland telah sampai dan melangkah kan kaki nya itu .
__ADS_1
Semua karyawan wanita heboh setelah kedatang Erland ,pasal nya Erland jarang datang ke perusahaan Dimas ,kalau tidak ada yang begitu penting , Erland melangkah kan kaki nya untuk pergi ke ruangan nya , dia melihat Bryan yang tengah sibuk dengan laptop nya
Bryan tidak sadar bahwa Erland tengah di hadapan nya , Bryan yang begitu serius dengan pekerjaan nya ,Erland tiba-tiba membuka suara nya .
"Cih ... kau lumayan bekerja keras juga ya ."
Bryan mendongkak kan kepalanya setelah apa yang baru saja dia dengar .
"Erland kau masuk ke ruangan ini tanpa ketuk pintu dulu ,kau mengagetkan ku , dan buang kata-kata omong kosong mu yang barusan itu ." ucap Bryan yang masih serius dengan laptop nya .
"Apa ,? apa aku tidak salah dengar dengan ucapan mu itu bryan, ini kantor kakak ku sudah jelas masih sama seri nya dengan ku ." ucap Erland dengan begitu enteng nya ."
"Terserah kau , kau memang selalu menjadi kaisar di setiap berbicara dengan mu itu , aku yang hanya jadi prajurit mu ini ,ahh bukan prajurit tapi pelayan pribadi mu ini hanya bisa pasrah saja dan mendengarkan ocehan kaisar seperti mu yang tak berpaedah itu ." ucap Bryan dengan masih serius dengan kerja nya.
"Cih .. kau berbicara dengan ku apa dengan laptop mu, kenapa wajah mu dan mulut mu hanya mengarah ke benda itu , hey sialan aku ada di hadapan mu ." ucap Erland yang masih berdiri d depan meja kedudukan Bryan..
Bryan mendongkak kan kepalanya dan menutup laptop nya , kini dia menatap Erland dengan menghela napasnya berat .
"Heii bungkus isi gado-gado yang super komplit ?,kau memang di hadapan ku ,begitu pula dengan laptop ku ,dia juga ada di hadapan ku ,dia lebih penting di banding kehadiran mu itu ,yang hanya mengoceh ." ucap Bryan dengan sedikit tenang menghadapi erland
Erland tidak menjawab pertanyaan Bryan ,dia berjalan ke kursi besar nya dan duduk ,dia memperhatikan dokumen yang dia pegang ,lalu dia melirik Bryan yang tengah melihat nya .
"si batu tumpul ini kurang ajar ,kau tadi berbicara di depan ku di saat aku berhadapan dengan laptop, di saat aku berbicara dengan mata dan mulut menghadap mu kau pergi begitu saja tanpa menjawab ku .,huh ,sialan."
"Bryan apa Irsan benar-benar ada di bar itu , aku belum sempat menemui nya bukan kah dia itu ada di Amerika untuk membatu mengurusi perusahaan papa nya ."
"Dia sudah kembali beberapa bulan yang lalu ,jika kau mau membahas Irsan dan meminta tolong untuk mencari tahu Sahara kau jangan mempersulit kan aku , kau tinggal ke sana saja , jika kau ke sini hanya untuk membicarakan wanita itu ,jangan di depan ku ,aku lagi serius bekerja , " ucap Bryan dengan membuka laptop nya kembali .
Bryan tidak ingin meladeni Erland lagi , dia di buat kesal dengan kedatangan nya hanya untuk membahas wanita yang tak tahu diri itu .
__ADS_1