
Di saat ana akan berbicara ,salah satu pelayan menghampiri Erland yang ada di meja makan dengan tergesa-gesa .
"Tuan ,? teman nyonya ana kembali lagi datang bersama polisi ." ucap pelayan tesebut .
Ana yang mendengar nya pun terlonjak kaget ,setelah apa yang di ucap kan pelayan itu .
"Frans ,apa yang akan kau lakukan lagi ,kenapa kau membawa polisi kesini ,pria bajingan ini terlalu berkuasa untuk berhadapan dengan polisi , "
Erland tersenyum tipis dengan memandang ana yang sudah tegang itu ,kini dia meneguk minum nya dengan memasang ekspresi wajah berubah .
"Masih berani datang ,dan di Kawali polisi...? suruh masuk dan bikin kan teh ." ucap Erland dengan santai .
Kini ana berdiri dan berlari ke arah pintu ,tapi tangan nya langsung di cengkram oleh Erland yang sedang berjolak dengan amarah nya .
"Berhenti ?! Nyonya Anggara , apa kau akan keluar dan berlari menemui pria itu lagi ." ucap Erland mencengkram tangan ana.
"Lepaskan aku Erland ,aku hanya mau bilang pada nya untuk pergi dari sini.." ucap ana yang tengah memberontak .
Erland tidak menghiraukan perkataan ana ,dia masih mencengkram tangan nya dengan menatap Frans yang Ada di depan nya itu, kini Erland menarik tangan ana hingga ke pelukan nya ,dan memeluk istri nya itu di depan Frans, Frans yang melihat nya pun tidak bisa berkata-kata.
"Ana hentikan ?! ini sangat memalukan , nanti kau bisa mengacaukan saat kita kembali ke kamar ." ucap Erland menatap Frans dengan memeluk ana .
Ana memberontak kuat pada Erland agar dia bisa lepas ,tapi semua itu tidaklah berhasil ,tenaga pria itu lebih kuat di banding dengan nya .
Polisi yang bersama Frans terkejut ,bahwa yang dia hadapi adalah Erland Anggara ,yang berkuasa di daerah salah satu kantor kepolisian, kini polisi itu berfikir dan melihat Erland dan ana ,tidak ada kesalahan apapun dari mereka ,polisi itu melihat ke pada dua pasutri yang tengah berpelukan itu layak nya sepasang kekasih .
"Tuan Erland ,saya minta maaf ? kami hanya melakukan tugas kami , bagus lah kalau kalian baik-baik saja ." ucap polisi tersebut .
"Tidak heran aku bersikap seperti itu padanya ,dan memukul nya di saat aku melihat dia membawa bunga mawar ? jika terjadi sesuatu padanya ,saya akan membayar untuk pengobatan nya ." ucap Erland dengan menatap polisi dan juga Frans.
"Tuan Frans ,mari kita pergi dari sini ,? kaya nya anda sudah salah paham dengan semua ini ." ucap sang polisi lagi .
Frans tidak menghiraukan polisi itu , dia masih melihat ana yang di peluk oleh Erland .
"Bukankah ana menikah dengan Dimas ,kenapa dia dekat dengan pria bernama Erland."
"Frans ... kau cepat lah kembali ." ucap ana dengan gemetar .
"Apa kau sungguh baik-baik saja ana ,? lalu kenapa anda memeluk Anatasya tuan Erland , ? ana , meskipun dia termasuk keluarga Anggara juga tidak sepantas nya dia memeluk mu ,bukan kah kau menikah dengan Dimas Anggara ." ucap Frans menatap ana yang masih di peluk oleh erland
"Frans aku ,_aku baik-baik saja ? kau kembali lah." ucap ana dengan memohon .
"Aku suka memeluk nya seperti ini ,jika kau tidak senang , tahan saja ,? jika kau tak tahan ,silahkan pergi dari sini ."ucap Erland dengan menatap Frans dingin .
Frans sudah di buat kesal dengan ucapan yang di lontarkan Erland ,kini dia menghampiri Erland dan juga ana .
"Lepaskan Anatasya ,?! dia bukan istri mu ." ucap Frans dengan menahan amarah nya .
"Berhenti Frans ,untuk apa kau kesini ,? ini bukan urusan mu ,? sudah ku bilang ,kau pergi dari sini ,masalah ini adalah masalah ku dan Erland ," ucap ana memberhentikan Frans dengan nada tinggi nya
"Maafkan aku Frans ,ini demi kebaikan mu , aku tidak ingin kau terluka lagi ."
"Ana ,bagaimana bisa kamu jadi seperti ini sekarang ." ucap Frans dengan tidak percaya .
"Aku seperti ini karna kau tidak melihat ku ." ucap ana dengan memalingkan wajah nya ke dada bidang Erland.
"Tidak ana ,aku tidak percaya dengan semua ini ,?! kamu pasti di paksa oleh seseorang ." ucap Frans yang akan melangkah lebih dekat lagi .
Di saat Frans melangkah , tiba-tiba ana berbicara dan mendongkak kan kepalanya melihat Erland .
"Erland aku lelah ,bisakah kau mengantarkan tamu ku untuk keluar ." ucap ana dengan menundukan kepalanya kembali .
__ADS_1
"Bagus, ?masuklah, nanti aku akan menyusul mu ." ucap Erland mencium kening ana dengan sangat lama,
Frans terkejut melihat itu dengan kedua mata nya ,melihat gadis yang ia cintai kini bersama orang lain, kini dia berbalik dan pergi,rasa tak percaya nya membuat dia serasa aneh dengan pernikahan ana.
"Anatasya ,semoga kau bahagia ." ucap Frans berlalu pergi .
Erland melihat Frans pergi dengan tatapan tajam nya melihat ke arah punggung Frans.
"Pria itu bahkan membawa wakil komandan ,orang itu bukan orang biasa ."
Sementara di dalam sana ana sudah menangis dengan apa yang baru saja di ucapkan pada Frans.
"Aku tidak menyangka ,aku bisa berkata seperti itu yang mungkin menyakiti hati nya ,bahkan dia tidak salah apa-apa, dia hanya membantu ku ,untuk bebas dari sini ."
Erland yang tengah masuk melihat ana dari arah belakang ,pria itu menghampiri ana yang tengah menangis.
"Kau dan pria itu tidak hanya jaga jarak saja ,tapi jaga perasaan mu juga .? paham ." ucap Erland berjalan ke arah ranjang .
Ana di buat kesal dan dia meremas baju nya ,dia terlalu muak dengan apa yang di lakukan Erland , di saat ana melihat ranjang ,pria itu tengah berbaring dengan memejamkan matanya , ana menghampiri pria tersebut dengan pelan-pelan ,ana melihat wajah pria tampan itu dengan sendu .
"Jelas-jelas dia lahir dengan wajah polos , tapi kenapa karakternya sangat buruk, seperti setan ,sayang sekali orang setampan dia tidak cocok jika di bandingan kan dengan setan ."
Di saat ana menatap nya dengan intens , tangan Erland meraih kepala ana dan membawa ke pelukan nya ,ana terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Erland ...
"Apa pria bajingan ini , pura-pura tidur ."
"Ayo tidur bersama ,? aku hari ini capek , tenang saja Anatasya ,? aku tidak akan menyentuh mu ? Tidurlah ." ucap Erland memenjamkan mata nya dan memeluk ana.
"Ucapan mu itu seolah-olah tidak seperti menyentuhku brengsek , ? tapi , kenapa aku tidak menolak nya ."
Di setiap Erland memperlakukan nya dengan baik dan lembut ana terbuai oleh kelakuan nya itu ,dia sadari memang dia tengah nyaman saat ini , tak terasa kedua sepasang manusia itu tengah tertidur pulas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari telah sore ,kini ana membuat kan salad buah untuk dimas ,setelah nya dia menyuruh Roy untuk mengantarkan nya , di saat dia akan melangkah ke arah taman , tiba-tiba ponsel nya berdering tanda ada pesan ,ana terkejut dengan pesan yang di kirimkan oleh sahabat nya itu .
"Astaga ,, aku lupa ..? hari ini adalah ulang tahun nya dista ,gimana ini .. bahkan aku belum siapin Kado." gumam ana.
"Hari-hari ku selalu di buat sial ,bahkan nyiapin kado buat teman pun aku lupa ."
Kini ana melangkah ke arah kamar ,dia berniat untuk pergi ke kosannya Nabila dan tengah bersiap ,ana keluar dari kamar nya mencari-cari bi Ani untuk meminta ijin .
"Jika pun tidak di kasih ijin ,aku akan kabur ,? aku tidak perduli dengan marah nya pria sialan itu ,jika dia nanti tahu."
"Bi Ani ... aku mau ke acara ulang tahun teman kuliah ku dulu ,tolong ijinkan pada suami ku ya ..aku saat ini tidak bohong kok ,? ucap ana mengacungkan dua jari nya .
"Baiklah nyonya ,kalau gitu saya telpon dulu tuan Erland ya ,jika anda di ijinkan, Anda boleh pergi ." ucap bi Ani tengah mengeluarkan ponsel nya dari saku baju nya .
"Ehh....ehhh bi Ani aku mohon jangan ijin sama Erland ,pliss ..aku janji akan langsung pulang ." ucap ana dengan memohon .
"Haih ,,, nyonya anda benar-benar takut dengan tuan Erland, tapi saya juga kasian dengan anda ,selama tinggal di sini tidak pernah keluar..baiklah nanti saya akan bilang tuan Erland ."
"Baiklah nyonya ,? kalau gitu hati-hati di jalan nya ,kami sebagai yang ada di rumah menunggu kepulangan anda." ucap bi Ani yang di angguki ana .
Kini ana pun berjalan ke arah luar tanpa harus di antarkan supir .,tak butuh waktu lama ana sampai ,Nabila yang tengah menunggu pun melihat ana tengah berjalan ke arah nya .
"Anatasya ,bagaimana bisa kau keluar ,apa kau di ijinin lagi sama si mulut pedas itu ." ucap Nabila dengan berlagak pinggang .
"Nabila ayo kita berangkat sekarang ,aku gak ingin lama-lama ,aku nyempatin kabur karna Erland gak ada di rumah ," ucap ana yang tengah menarik tangan Nabila .
Kini mereka pun berangkat, dan tak butuh waktu lama ana Samapi di acara ulang tahun teman nya tersebut ,begitu ana datang dia di sambut oleh teman nya itu .
__ADS_1
"Anaaa .... kau kemana saja aku merindukan mu ,Kenapa kau tidak melan.....
"Ana katakan padaku ,kalau kau tidak bahagia , agar aku ada alasan untuk membantu mu ke luar dari sana ." ucap Frans yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan dista ....
Ana tidak menjawab pertanyaan Frans , dia begitu kaget dengan kedatangan nya yang tiba-tiba , ana tidak ingat bahwa dirinya datang ke acara ulang tahun teman kuliah nya ,itu tanda nya Frans juga telah di undang oleh Dista .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di mansion Anggara seorang pria yang tengah baru saja datang kini telah mencari ana, Erland yang bertanya pada bi Ani dengan wajah seperti biasa .
" di mana nyonya ," ucap Erland dengan menarik dasi nya .
"Nyo_nyonya pergi ke acara ulang tahun teman kuliah nya tuan ." ucap bi Ani terbata ..
Erland tidak menjawab pertanyaan bi Ani ,kini dia melangkah ke atas menuju kamar nya ,dia tahu apa yang dia harus lakukan .
Erland menatap dirinya di balik cermin dengan raut wajah penuh kemarahan ,Erland melangkah ke arah almari untuk mengambil kulit palsu ,Erland berniat akan menjemput istri nya ke acara ulang tahun dengan memakai kulit palsu .
Setelah selesai memakai kulit palsu ,dia memakai pakaian yang semestinya cocok untuk kulit terbakar ,setelah itu Erland melangkah keluar dan siap-siap untuk permainan nya ..
Saat tiba di bawah para pelayan terkejut melihat orang yang tengah melintas dengan luka bakar ,bi Ani dan Roy sudah tahu bahwa itu adalah Erland , Erland ke luar mencari pak Urip ,untuk segera berangkat menjemput istri nya itu .
"Berani sekali dia tidak ijin dari ku ,kau belum puas dengan namanya hukuman dari ku Anatasya ."
Pak Urip sudah mengerti dan tahu apa yang di lakukan oleh tuan nya itu ,kini mereka pun berangkat meninggalkan halaman luas di mansion itu ,
*****
Sementara di sisi lain ,ana masih saja tidak menjawab pertanyaan Frans yang tengah menahan nya itu ,Dista yang melihat nya pun bingung ada apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat nya itu .
"Bahkan kau rela melakukan nya ana .? meski kau baik hati ,tapi kau tidak begitu mulia, hingga kau harus menikah dengan Dimas Anggara yang di penuhi luka bakar itu ." ucap Frans yang menahan ana .
"Awal nya aku memang di paksa oleh keluarga Pratama, tapi aku tidak menyesal sama sekali , dan dengan rela aku tinggal di keluarga Anggara karna suami ku ," ucap ana dengan melepaskan tangan nya dari Frans .
Dista yang tidak tahu apa-apa terkejut bahwa sahabat nya telah menikah ,bahkan dirinya tidak tahu ,bahwa suami sahabat nya itu adalah Dimas Anggara yang di rumorkan penuh luka bakar ,
"Wow ... lihat orang itu ,,apa tubuh nya itu penuh dengan luka bakar ,."
"Iya ... menjijikan ,? aku tidak ingin melihat nya ? tunggu ,apa mobil mewah itu mobil miliknya ."
Para tamu yang hadir di pesta ulang tahun itu ,tengah ramai dan berbincang-bincang setelah melihat orang yang tengah turun dari kursi roda dengan kulit penuh luka bakar ,ana yang mendengar nya pun terkejut apa yang di katakan orang-orang tersebut .
"Luka bakar ,? tidak ... tidak mungkin itu Dimas ,"
Ana akan melangkah melihat ke arah luar dimana para tamu bersorak ramai ,di saat dia melangkah ,tangan nya di tahan oleh Frans.
"Frans apa yang kau lakukan ,lepaskan aku .? kita tidak ada urusan lagi ." ucap ana yang akan melangkah lagi, tapi Frans tetap menahan nya .
"Jangan membodohi dirimu sendiri ana ?! kau bilang kau rela menikah dengan Dimas Anggara , ? aku tahu kau di paksa oleh keluarga Pratama ,keluarga anggara mempunyai dokter profesional yang merawat nya ,kau tidak bisa melakukan itu ana ." ucap Frans yang masih menahan nya .
Ana memikirkan perkataan Frans ,dia tahu dia memang istri yang tak bisa menjaga Dimas ,apalagi merawat nya .
"Aku terkadang memikirkan nya ,apakah seorang istri seperti ku ini berarti bagi hidup nya ."
"Apa yang di lakukan nya di sini ,dengan keadaan seperti itu , bahkan dia membawa mobil mewah , apa dia salah satu teman nya dista ."
"Mungkin dia datang kesini hanya untuk menguji dirinya ,apa ada gadis yang menginginkan nya ."
"Mana ada gadis yang mau bersama nya dengan kondisi yang mengerikan seperti itu ."
Lagi-lagi ana terkejut dengan suara riuh para tamu itu .
__ADS_1
"Lepaskan aku ?! walau pun bagaimana keadaanya dia ,aku harus tetap berada di sisi suami ku ,terkecuali dia yang menceraikan ku lebih dulu ." ucap ana melepaskan tangan Frans dan berlalu pergi .