
Ana yang di perlakukan seperti itu sama Erland membuat nya terkejut , lagi-lagi pria itu memperlakukan nya dengan tidak sopan, dengan kekesalan nya ana ,dia menggigit bibir Erland
"Uhhh ." pekik Erland.
"Dia menggigit ku dengan kedua kalinya ,bahkan gigitan nya sangat kasar ."
"E_erland ,kau tidur saja di ranjang ,a_aku tidur di sofa.." ucap ana melangkah mundur .
"Ana tunggu ,tolong jawab pertanyaan ku ." ucap Erland yang tengah menahan tangan ana .
"Apa kau tidak ingin menjadi wanita ku ,kenapa kau selalu menghindari ku ,? apakah karna nilai moral ? ataukah aku tidak menarik di mata mu ." ucap nya lagi .
Ana mengerutkan kening nya ,dia berpikir dari ucapan yang telah di lontarkan dari mulut pria itu .
"Apa maksud perkataan nya itu ? jika aku mengakui itu karna nilai moral , tetapi bukankah itu berarti mengakui kalau dirinya memang lah menarik ,?
"Aku rasa kau memang kurang menarik Erland ,aku menyukai tipe pria periang dan baik ,? ahh dan aku mempunyai cinta pertama, Frans,dia adalah pria baik dan juga periang ." ucap ana enteng dan melepaskan tangan Erland .
"Anatasya kau adalah nyonya dari keluarga Anggara ,lupakan cinta pertama mu ,dan putuskan hubungan nya dengan dia ." ucap Erland dengan amarah nya , dia tidak menyangka ,ana akan mengatakan pria lain di hadapan nya .
"Tentu ,?aku akan memutuskan hubungan itu ,Karna aku sadar diri ,aku sudah menikah dan bersuami ,dia ada di dalam hati ku atau tidak ,kau tak bisa ikut campur ."ucap ana dengan melangkah mundur .
Erland yang mendengar itu pun menggepalkan tangan nya , dengan amarah nya dia meneriaki ana yang tengah jalan ke arah sofa .
"Aku meminta mu untuk melupakan tentang dia, jika tidak aku akan melumpuhkan pria itu di depan mu Anatasya ." ucap Erland dengan amarah nya dan pergi ke arah kamar mandi
Ana tidak menghiraukan kan teriakan Erland ,dia menutup kepala nya dengan bantal sofa ,dia tidak ingin mendengar teriakan pria itu ,ana menutup kepala nya dengan dua bantal sofa dengan mata berlinang .
"Dia memang pria tampan ,aku menghindari nya karna aku tidak ingin di ganggu nya ,? Erland ,aku berterima kasih untuk semua yang kau lakukan padaku ,dan kau selalu menolongku di saat keadaan yang tidak baik ,dan terima kasih kau telah menyumbangkan uang ke panti dengan jumlah yang besar ,?! aku menghindari nya karna aku tidak ingin dua bersaudara itu bertengkar Karna penghianatan ku ." gumam ana,
Tanpa ana sadari ,ana tengah tertidur di sofa itu ,Erland yang tengah ke luar dari kamar mandi melihat ana yang sudah terlelap ,dia berjalan dan membopong ana ke atas ranjang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun tiba...
Di sisi lain ,Bryan tengah sibuk membuat sarapan untuk mereka termasuk dua pasutri yang mereka kerjain itu, kini dia berjalan ke arah Stevan yang tengah membuat kopi , Bryan menyuruh Stevan untuk memanggil irsan ,tak butuh waktu lama Irsan pun datang .
"Bryan ? apa kau tidak salah memberikan satu piring ini ke sana ,? apa kau tidak memberikan sarapan untuk Erland ." tanya Irsan .
"jangan Banyak bicara ,? cepat antarkan sarapan itu ,? biar lebih romantis mereka makan satu piring berdua , ? kau lihat ,bahkan gadis itu belum bangun Sama sekali ,kau taruh saja di atas nakas ,cepat mumpung si batu tumpul itu lagi mandi ." ucap Bryan tanpa melihat Irsan .
"Hahaha.. baiklah ,? aku akan mengerjai dua insan itu ,Bryan ini adalah pekerjaan ku , hahaha."
****
Di sisi lain ana tengah bangun dari tidur nya , di saat dia membuka mata nya dia terkejut kenapa tiba-tiba ada di ranjang .
"Tunggu ,? bukankah aku tidur di sofa ..ahh pria tembok itu tidak melakukan apapun kan padaku ."
Di saat ana melihat ke arah pakaian nya dia melihat Erland dari arah kamar mandi ,dia ternganga melihat pria itu yang selesai mandi dengan rambut basah .
"Uhh ... bagaimana bisa dia setampan itu ,sialan ."
Ana langsung memalingkan wajah nya ke arah lain ,tanpa sadar perut ana berbunyi yang jelas kedengaran oleh Erland .
"Uh aku lapar sekali , ? di_dia kenapa masih berdiri di situ ,semalam dia memberikan aku masalah ,dan sekarang dia memberikan wajah musam ,"
Erland melihat ana dengan tatapan sinis nya ,ana yang di tatap seperti itu pun dia memalingkan wajah nya kembali ke arah lain, di saat dia memalingkan wajah nya dia melihat satu piring makanan di atas nakas ..
__ADS_1
"Penculik itu bahkan membuat sarapan ,tapi kenapa hanya satu piring ."
Ana yang memegang perut nya menatap Erland ,dia ingin sekali memakan itu ,tapi dia cukup canggung dengan keadaan saat ini ,karna sarapan nya hanya satu piring.
Kryuuukkkk ...
"E_erlan ,bole...
"Makan saja jika kau lapar ? setelah kau selesai makan pergi lah ke kamar mandi ," ucap Erland yang di angguki ana .
Tanpa mereka sadari Irsan memantau mereka dari monitor itu ,Stevan yang melihat Irsan di hadapan monitor itu dengan mata yang sedikit sayup .
"Heyy ,apa kau baik-baik saja ?kau begitu penasaran akan hal mereka ,sampai tidak tidur semalaman ," ucap Stevan yang tengah meminum kopi nya .
"Stevan kau tahu ,?aku begitu sangat marah sama dua manusia itu ,bahkan mereka tidak ada kemajuan sama sekali."ucap nya dengan mengebrak meja di hadapan nya itu
"Hehe ,tapi sebentar lagi kemajuan akan datang ,obat yang aku tuangkan pada makanan itu , .? aku yakin mereka akan melakukan nya ,dan memiliki Erland junior ..hehehe ..." ucap Irsan lagi dengan tersenyum jahil nya .
"Irsan ,obat apa yang telah kau masukan pada makanan itu ." ucap Bryan yang terkejut setelah mendengar ucapan dari Irsan .
"Obat tradisional yang sangat efektif, dan sangat mudah bergairah ," ucap Irsan dengan enteng .
"Suasana hati Erland mudah berubah,? jangan menyeret ku dalam hal masalah ini ." ucap Bryan yang di angguki Stevan .
"Kalian tak perlu khawatir ,aku akan tanggung jawab dengan sepenuh nya ." ucap Irsan yang menepuk pundak Bryan.
Irsan kini duduk kembali melihat monitor dan akan melihat pertunjukan dua pasutri itu ,sementara di sana erland sudah sangat marah dengan kelakuan para sahabat nya itu .
"Ini pasti ulah Irsan sialan itu ,seperti nya dia melakukan nya dengan sepenuh hati ,hingga gadis ini kepanasan ..."
"Anatasya lari cepat ke kamar mandi ,dan cuci muka mu itu ." ucap Erland yang menepuk-nepuk pipi ana .
"Sial , kaya nya wanita ini berhalusinasi ."
"Erland cepat kita keluar dari sini ,di sini sangat panas ,? a_ku tidak kuat dan tidak nyaman " ucap ana dengan stengah Sadar nya dan tangan nya bergelayut ke leher Erland .
"Tahan Saja sedikit ,kita akan keluar dari sini ." ucap Erland yang tengah melepaskan tangan ana dari leher nya .
"A_aku tidak kuat Erland ."ucap ana yang tengah menempel pada dada bidang Erland .
"Ana jangan bergelayut padaku , meskipun kau adalah istri ku ,aku tidak ingin melakukan itu pada mu dengan keadaan tidak sadar ." ucap Erland yang memegang kedua tangan ana .
"Anatasya apa kau sudah mengenal ku dengan jelas ,siapa aku ." ucap nya lagi .
Kini ana melihat Erland dengan mata sayu dengan wajah nya yang sudah memerah ,dia menatap Erland dengan bergelayut pada dada bidang Erland .
"Ka_kamu ,kamu Erland , iya kau Erland Anggara aku ingat itu ." ucap ana yang kini telah mencium bibir Erland .
Erland terkejut dengan apa yang di lakukan ana ,dia tahu gadis itu tidak sadar karna pengaruh obat , kini dia melepaskan ana .
"Ana ,apa kau tahu apa yang kau lakukan itu pada ku ."ucap Erland yang menatap ana .
"E_erland ,a_ku ingin menjadi wanita mu sekarang ,? bolehkah ak.....
"Yah ,? aku adalah Erland Anggara ? aku adalah suami mu ,aku akan memberikan mu segala nya , datanglah dan ambilah sendiri ." ucap Erland yang tengah menarik tangan ana hingga ke ranjang ...
Para penghuni penonton yang di ruangan lain terkejut dan langsung mematikan monitor itu ,Irsan yang kegirangan membuat nya bersorak gembira dengan cara dia yang berhasil dengan sukses.
"Datang lah dan ambilah sendiri .??.wawww....jiwa jomblo ku meronta ,,gila romansa itu membuat gigi ku masam dan sangat ngilu ." ucap Irsan yang tengah tertawa itu .
__ADS_1
"Pelajari itu ,begitu cara nya kalau kau bermain dengan istri mu di level tertinggi ." ucap Stevan yang sedang melahap makanan .
"Tidak hanya dengan Erland ,? tunggu di saat aku sudah punya istri ,aku akan menggoda nya dengan seperti itu ." ucap Irsan dengan bersemangat ,kini Irsan berjalan untuk mengambil remot kerangka jeruji besi yang akan dia buka .
Ana yang tengah sadar kini membuka mata nya ,dia memegang kepalanya yang sedikit pusing , dia melihat keadaan nya yang tidak memakai sehelai pakaian pun ,ana melihat sekeliling kamar itu ,dia tidak melihat Erland ,di saat dia akan turun Erland keluar dari kamar mandi .
Ana menundukan kepala nya ,dia ingat di mana dia memakan makanan yang telah dia makan tadi .
"Aku tidak bisa menyalahkan nya , karna itu memang salah ku ,? tapi kenapa dia melakukan itu padaku ,kenapa tidak menghindar dari ku ,"
Ana menangis dan meremas selimut yang tengah membaluti tubuh nya itu ,Erland yang melihat ana menangis menghampiri nya ,di saat Erland melangkah ,ana mundur dari atas ranjang dan menjauh dari Erland .
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuh mu lagi ." ucap Erland menatap ana.
"Bisakah kita pergi sekarang, ." ucap ana yang masih menundukan kepala nya
kini ana melangkah ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Erland ,Erland tidak perduli dengan kejadian yang beberapa jam yang lalu , karna menurut dirinya itu adalah hak nya sebagai suami, dengan begitu nanti akan dia jelas kan dengan kenyataan yang sesungguh nya, tak butuh waktu lama kini ana ada di kamar mandi .
"Shhhhh"
"Perih sekali ."
Di dalam kamar mandi ana mengingat kejadian beberapa jam yang lalu , dia samar-samar mengingat perkataan Erland .
"Yah ? aku Erland Anggara ? aku adalah suami mu , aku akan memberikan mu segalanya ,datanglah dan ambilah sendiri ."
Ana mengingat itu dengan memegang kepala nya , begitu mudah nya diri nya terperangkap dalam masalah ini , apalagi setelah apa yang di katakan pria itu apa benar bahwa pria itu adalah suami nya , ana menggelengkan kepalanya , tanpa pikir panjang ana cepat-cepat mandi dan menyelesaikan nya , tak butuh waktu lama ana pun sudah selesai ,.
Erland tahu apa yang di pikirkan istri nya itu ,Erland berpikir kenapa gadis itu tidak memaki nya setelah dia sadar ,kini dia tahu ,dia tidak harus berkata apa-apa dulu pada gadis itu, kini mereka berdua tengah naik ke mobil dan meninggal kan halaman tempat nya Bryan .
Dalam perjalanan ana hanya melihat ke arah jendela dan memenjam kan mata nya ,pikiran nya sudah kalut dan memikir kan Dimas yang telah dia anggap suami itu , dia sekarang bukan lah istri yang baik dan juga tidak setia ,bahkan dia melakukan itu dengan pria lain , di saat ana membuka mata nya dia melihat apotik yang dia lewati ,dia tertegun dan mengingat sesuatu .
"Berhenti ...berhenti ...cepat hentikan mobil nya ." ucap ana yang melihat ke arah luar .
Erland memberhentikan mobil nya ,dan terkejut melihat ana yang langsung keluar .
"Heii ... apa yang akan kau lakukan ,kau mau kemana ." ucap nya dengan terkejut .
kini ana berlari dengan cepat ke apotek itu dan bertanya pada pelayan penjaga apotek .
"mba ada alat kontrasepsi , kalo ada saya beli satu dus ,dan ini uang nya ." ucap ana yang tergesa-gesa .
Kedua pelayan itu saling pandang ,mereka melihat ana dari bawah hingga atas , salah satu pelayan mengambil kontrasepsi itu dan memberikan nya ke ana , di saat ana berbalik pergi kedua pelayanan itu membicarakan ana .
"Kaya nya dia gadis yang suka main-main dengan om-om, kalau enggak dia suka tidur dengan pria-pria kaya ,lihat dari paras nya saja masih muda ....CKckckck anak muda jaman sekarang. "ucap sang pelayan yang melihat punggung ana .
Ana mendengar perkataan yang di lontarkan para pelayan apotek itu ,dia berjalan dan tak menghiraukan nya , dia masuk kedalam mobil dengan mata berkaca-kaca .
.
.
.
.
.
Mohon maaf ,,, masih dalam proses nihh ... buat kalian yang gak sabar ,,, silahkan di lewat tak perlu membaca ☺️🙏🏻
__ADS_1
yang baik jangan lupa tinggal kan jejak nya ..