
Setelah selesai makan ,kini mereka berdua keluar, Bryan berjalan terlebih dahulu dengan di ikuti Nabila ,Nabila yang melihat keramaian di sebrang sana berhenti dari langkah nya .
"Tuan ,bolehkah kita kesana dulu ." ucap Nabila menunjuk ke arah taman .
"Hemmm ... " jawab Bryan berdehem saja .
Kini Nabila melangkah mendahului Bryan , Bryan hanya geleng kepala melihat gadis yang begitu senang melangkah ke arah taman .
"Apa dia itu belum pernah main ke taman ,kenapa sebahagia itu ."
Bryan hanya melihat gadis yang tengah tersenyum itu melihat bunga-bunga yang di lihat Nabila ,kini Bryan duduk di kursi panjang ,tanpa sadar tangannya merogoh ponsel yang ada di sakunya untuk memotret gadis itu .
Cekrek ...
Cekrek ....
Bryan memotret Nabila yang tengah memegang bunga di tangannya dengan tersenyum .
"Gadis ini ,mulutnya jika berbicara berisik dan agak sedikit bar-bar, tidak di sangka dia memiliki senyum yang manis ,?! ahh sial ,apa yang sudah aku lakukan ,kenapa aku harus foto gadis ceroboh itu ."
Tangan Bryan melihat foto yang sudah tadi dia potret ,tangannya sudah siap untuk menghapus foto Nabila ,di saat dia akan menghapusnya ,dia berpikir kembali dan tak jadi di hapusnya .
"Ya sudahlah ,hanya foto saja ," gumam Bryan mengurungkan niatnya untuk hapus .
Tiga puluh menit kemudian ,Nabila Kembali melangkah ke arah Bryan yang kini tengah duduk di kursi taman .
"Tuan !! maaf sudah membuat mu menunggu lama." ucap Nabila .
Bryan tidak menghiraukan perkataan gadis itu ,dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Nabila yang ada di belakangnya , Nabila berdecak kesal dengan pria yang ada di depannya itu .
"Pria itu kenapa sih ,gak ada senyum-senyum nya sama sekali ."
Nabila berjalan mengikuti Bryan ,Nabila di buat heran kenapa pria itu tiba-tiba berhenti dari langkahnya. ,di saat Nabila jalan mendahului Bryan,ternyata pria itu sedang memainkan ponselnya .
Nabila melewati Bryan dan berjalan mendahului pria itu ,Bryan yang sudah membalas pesan dari Steven melihat langkah Nabila yang sedikit pincang .
"Gadis ceroboh ,kakimu mu terluka ." ucap Bryan .
Seketika Nabila berhenti dari langkahnya dan mengangkat satu kakinya .
"Ahh ... pantas saja agak sedikit sakit ternyata lecet ,sepatu baru sih ." gumam Nabila yang kini melihat kaki belakangnya .
"Gapapa sih , aku bisa tahan kok ,lagian parkiran tidak jauh dari sini ,toh ada plester di tasku ." ucap Nabila mengusap kakinya yang lecet itu .
Bryan menghela nafasnya panjang ,gadis yang ada di depannya itu melanjutkan jalannya dengan sedikit kaki pincang ,kini Bryan melangkah dengan cepat ke hadapan Nabila dan berjongkok .
"Naik ." ucap Bryan yang kini jongkok .
Nabila terkejut melihat pria itu tengah berjongkok di hadapannya .
"Dia !! apa dia mau menggendongku ."
"Tuan , aku gapapa kok ." ucap Nabila dengan menampilkan senyum nya .
"Jelas-jelas kamu kesakitan ," jawab Bryan yang kini berdiri kembali .
"Aaaaaaaa......
Dengan cepat Bryan menggendong Nabila ,Nabila terkejut saat Bryan menggendong di tempat umum , yang kini membuat wajahnya merah merona
"Ehh apa ini ,kenapa dia menggendong ku ,padahal aku bisa menahannya ,hanya lecet sedikit doang ,di_dia menggendongku di tempat umum ."
"Tu_tuan ,bisakah anda turunkan a...
"Diam !! .." ucap pria itu .
Nabila sudah menahan malu , Karana dia di lihatin sama orang yang melihat mereka berdua .
"Wahh romantis banget " bisik-bisik yang melihat ke arah Bryan dan juga Nabila...( Anggap saja bahasa Jerman ))
"Hei .. hei... lihat di sana ,ganteng banget ,yang dia Gendong siapa ya , adiknya apa kekasihnya ." ucap wanita yang kini melihat ke arah Nabila dan Bryan .
Nabila hanya diam saja ,dan tak mengerti dengan perkataan wanita-wanita yang tengah melihatnya ,Nabila mengerti tatapan wanita itu beralih ke arah Bryan, tapi Bryan cuek dan tak perduli dengan para wanita itu .
Bryan masih saja menggendong Nabila ke arah tempat parkiran ,Nabila melihat wajah pria itu dengan terheran .
"Dia ini kenapa sih ... Jelas-jelas dua wanita itu cantik banget ,tapi dia ini gak ada reaksi apapun ,?! malahan kesannya gak peduli ,, Pria ini apa tidak berselera dengan wanita ,"
"Dia menggendongku saja alami banget ,orang ini gak malu apa ya , gak berdebar-debar gitu ,apa dia ini jomblo abadi ya .."
Kini Bryan sampai di parkiran ,dia menurunkan Nabila ke tembok datar agar bisa duduk ,sedangkan Nabila ,kini dia membuka plester yang ada di tasnya ,di saat dia akan melepaskannya ,plester itu sulit sekali untuk di buka ,Karna kuku Nabila baru saja di potong ,dengan kekesalannya dia memaki-maki plester tersebut.
"Aduh .... jangan bikin aku susah dong ." ucap Nabila dengan nada kesalnya .
"Gadis ceroboh !! kamu itu cuman hanya dengan plester saja sampai begitu ,jangan bergelut dengan plester ,sini berikan padaku plester nya ." ucap Bryan mengambil plester yang ada di tangan Nabila .
Di saat Bryan akan melepaskan plester itu , tiba-tiba ada seorang yang memanggilnya .
"Bryan ..."
Bryan dan Nabila mengalihkan pandangannya ke arah asal suara , wanita itu berjalan mengahmpiri Bryan .
"Iya kau benar , Bryan kan ,..ya ampun Bryan aku merindukanmu ." ucap wanita itu dengan memeluk Bryan .
"Tania " jawab Bryan
Nabila yang melihat Bryan di peluk seseorang wanita hanya bisa menundukan kepala nya .
"Bryan ,kau kesini sama siapa ,apa sama si kunyuk-kunyuk itu ,dimana Steven dan yang lainnya ," ucap wanita itu dengan melepaskan pelukannya .
Kini pandangannya pada gadis yang tengah duduk ,wanita itu melihat ke arah Bryan untuk meminta penjelasan .
"Ehh Bryan , dia siapa ."ucap wanita itu melihat ke arah Nabila .
"Dia ....
"Ayo ikut aku ,kau kesini bersama siapa , huh Bryan ,aku kira salah penglihatan , ternyata benar kau si datar ,kembaran Erland ," ucap wanita itu menarik tangan Bryan ke arah mobil wanita itu .
__ADS_1
Tanpa sadar ,mereka tidak merasa ada Nabila yang mereka tinggalkan sendiri ,,Nabila tidak ingin melihat ke arah mereka yang kini pindah tempat , kini dia perlahan berdiri dan melangkah ,Nabila tidak ingin melihat Bryan dan wanita itu .
"Sudah dua kali aku melihat dia di peluk oleh wanita cantik , !! tak heran jika dia di peluk tanpa ijin dari pria itu ,karna dia tampan ,jadi setiap wanita berani melakukannya ."
"Aku kenapa sedih begini sih , ... Nabila kau kenapa menangisi pria itu sih , bukannya dia itu pria menyebalkan kenapa harus di pikirkan , tapi ... tapi aku sakit banget ."
Nabila berjalan pergi dari parkiran itu ,dia tidak tahu sekarang harus melangkah ke mana ,yang jelas dia ingin jauh dari kedua orang itu.
Sementara di parkiran sana , kedua orang tersebut tengah tertawa ,mengobrol masa lalu di masa-masa sekolah .
"Ternyata kau masih saja mencintai Steven ya , " cibir bryan .
"Ya jelas dong ,dia cinta pertamaku ,sampai saat ini ," ucapnya dengan terkekeh.
"Ehh. .. Bryan apa yang kau pegang ." ucap wanita itu melihat ke arah tangan Bryan .
Bryan langsung melihat plester yang ada di tangannya ,dia ingat ,tadi dia mau memasangkan luka lecet pada kaki Nabila ,kini pandangan nya ke arah tembok yang tadi Nabila duduki ,Bryan melihat-lihat sekitar parkiran ,tapi matanya tidak menemukan Nabila .
"Sial , kemana gadis itu ." decak Bryan .
"Bryan .!! jangan-jangan dia salah paham ,tadi pas aku memeluk mu dia langsung tertunduk loh ,cepat cari dia , gimana jika dia nyasar , ini di negri orang ." ucap Tania dengan kuatir.
Bryan tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu ,pria itu lari dan meninggalkan Tania di parkiran , Tania hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum , tapi tiba-tiba senyumannya pudar..
"Akh ini semua salahku , tadi aku refleks memeluk Bryan , pasti gadis itu cemburu ,?! tapi kan pelukan itu sudah terbiasa aku di waktu SMA ... ehh tapi tunggu , apa gadis itu pacarnya Bryan , jika itu benar pacarnya , aku akan senang sekali ,akhirnya si datar itu bisa memiliki kekasih lagi setelah Mona ." ucap nya tersenyum dan masuk kedalam mobilnya .
Tania tidak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya itu setelah kepergian Mona ,dan dia juga tidak menyangka bahwa sahabatnya sudah menikah yang tak lain adalah Erland ,tapi tiba-tiba kini dia tersenyum saat Bryan mengatakan ,bahwa Steven masih jomblo saat ini .
Sementara disisi lain ,Bryan sudah stengah jam mencari Nabila ,Bryan khawatir jika Nabila nyasar di negri orang ,karna gadis itu baru pertama kali keluar negri
"Gadis ceroboh ,kau selalu saja merepotkan ku ." decak Bryan .
Bryan sudah mencari ke seluruh jalan yang dia lewati ,tapi nihil pria itu tidak menemukan Nabila ,Bryan sudah gusar dia benar-benar khawatir akan hal gadis itu
"Telpon-telpon.... ,akhh sial , aku tidak memliki kontak dia ." decak Bryan .
"Erland ... iya benar Erland ,aku bisa minta nomor gadis itu ke nyonya ana lewat Erland ." gumam Bryan yang kini mencari kontak Erland .
Seketika Bryan diam dan hanya melihat kontak itu ,jika dia meminta nomor gadis itu , bisa-bisa ana mengamuk dengan atas apa yang telah terjadi ,kini dia urungkan niatnya untuk menelpon Erland , kini berjalan dan melanjutkan mencari Nabila.
Di sisi lain ,Nabila di buat pusing sendiri , sudah satu jam dia pergi meninggalkan tempat parkiran tadi , tapi dia bingung dengan cara kembali lagi ke tempat parkiran itu .
"Aku dimana , dari tadi aku puter-puter arah ,tapi aku tidak menemukan jalan menuju ke arah parkir ." gumam Nabila dengan takut.
"Bryan ... pria menyebalkan itu ,bahkan dia tidak mengingatku dan melupakan aku pergi begitu saja dengan wanita itu , dasar tuan plizzer sialan , hiks ... hiks .. hiks .. " ucap Nabila dengan Isaknya.
Di saat Nabila melangkah dia melihat kedua pasangan itu yang berada tak jauh darinya , di saat kedua pasutri itu akan berciuman ,sontak mata Nabila di tutupi oleh tangan pria .
"Gadis seperti mu tidak cocok untuk melihat seperti itu ." ucap Bryan yang kini berada di belakang Nabila dengan menghalangi mata Nabila dengan kedua tangannya .
Nabila berbalik dan melihat ke arah pria itu ,hatinya masih sakit dan kesal pada pria yang ada di depannya itu .
"Ayo kembali ke vila ,ini sudah jam 11 siang ,sebelum ke vila kita belanja bahan-bahan untuk makan malam , karna kita besok sudah harus kembali ke Indo." ucap Bryan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Nabila .
Nabila lagi-lagi harus mengikuti pria itu dari belakang ,dia berjalan dengan rasa yang masih kesal pada pria itu , di saat Nabila berjalan ,dia menginjak batu hingga membuat kakinya terkilir .
"Aaaaahhhh ..upz .."
"Kenapa .' tanya Bryan berbalik badan dan melihat ke arah Nabila .
Sontak Nabila langsung mendongkakan kepalanya melihat pria itu .
"Ah . haha ... tidak apa-apa ,kau lanjutkan saja jalannya ,aku akan mengikutimu ." ucap Nabila berdiri tegak dengan di angguki Bryan .
kini Nabila berjongkok dan memijat kaki nya perlahan ,Bryan lagi-lagi berhenti dari langkahnya dan berbalik ke arah belakang .
"Ck ..." decak Bryan dengan melangkahkan kakinya menghampiri Nabila .
Bryan menarik pundak Nabila dan langsung menggendongnya ,sontak Nabila terkejut dengan Bryan yang lagi-lagi menggendongnya .
"Tuan ...
"Jika kamu ingin pulang dengan kaki terpincang seperti ini , maka kau tidak akan sampai juga ke parkiran ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Nabila .
"Hey .. turunkan saya tuan ,sepatu saya ..
"Biarkan saja ,jika kau masih memakai sepatu yang membuatmu terluka itu ,maka akan lebih parah lagi luka lecet di kaki mu ,kau tak perlu pedulikan sepatu itu ?! yang penting orangnya baik-baik sekarang ." ucap Bryan
"Kau jangan seperti ini padaku ,aku makin merasa aku ini di perduli kan ,tapi setelah itu ujung-ujungnya tersakiti dan menyakitkan ."
Nabila melihat wajah pria itu ,perasaan beberapa jam yang lalu masih berbekas di hatinya ,kini mereka sampai dimana motor itu berada ,dengan hati-hati Bryan menaikan Nabila ke motornya ,dengan memakaikan helm , setelah itu dia pun mulai naik dan menyalakan motornya dengan laju kecepatan sedang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain ,tepatnya di sebuah mall besar , bi Ani telah menunggu ana ke toilet yang belum kunjung keluar juga , dia merasa khawatir akan hal ana yang belum juga keluar itu, kini dia melangkah ke arah toilet wanita untuk memastikan ana .
Di area toilet sana , bi Ani mendorong pelan pintu kamar mandi yang terkunci satu persatu , kini dia pun menunggunya di luar pintu toilet itu ,tapi yang keluar orang lain ,beberapa menit kemudian dia juga berpindah ke pintu toilet yang lainnya ,tapi tetap aja yang keluar bukan ana.
Pintu toilet yang dia tunggu sedari tadi lagi-lagi bukanlah nyonya besarnya ,bi Ani terkejut stengah jam dia menunggu di area toilet alhasil tidak melihat ana keluar dari toilet itu .
"Nyonya .." gumam bi Ani dengan khawatir akan hal kehilangan ana .
Kini dia cepat-cepat menelpon nomor ana ,tapi tak kunjung di angkat , satu jam sudah bi Ani di mal itu ,dia sudah ketar ketir menelpon ana ,tapi alhasil tidak di angkat juga .
"Ya Tuhan !! nyonya anda di mana ,ini tidak beres , aku harus segera telpon tuan muda Erland." gumam bi Ani dengan gusar .
Kini dirinya pun menelpon Erland ,tapi telpon tuannya itupun tidak di angkat juga ,kini dia pun mengulang telpon kembali ,tapi lagi-lagi tidak di angkat, Kini dia terpaksa harus telpon Steven .
Selang beberapa menit Steven pun menerima panggilan dari bi Ani ,Steven yang mendengarnya pun terkejut ,dan lari ke ruangan Erland dengan cepat .
"Erland ... ada masalah ." ucap Steven dengan nafas yang memburu .
"Terjadi masalah pada istrimu ." ucapnya kembali .
Erland yang tadinya ceuk dengan kedatangan Steven ,langsung terkejut saat sahabatnya itu mengatakan tentang hal istrinya .
"Bi Ani meneleponku ,Anatasya hilang di mall itu di saat pergi ke toilet , lebih baik kau cepat pergi sekarang ." ucap Steven
__ADS_1
Erland langsung berdiri dan melangkah keluar setelah mendengar istrinya menghilang ,kini dia cepat-cepat menekan tombol lift untuk segera ke bawah ,
Sesampainya di bawah Erland segera membawa mobilnya dan pergi meninggalkan perusahaan ,dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya , dan kini dia menelpon istrinya itu ,tapi tidak ana angkat .
🌹
Sementara disisi lain ,ana bangun dari tidurnya ,dia membuka matanya dengan pelan dengan memegang kepalanya yang sedikit pusing .
Ana terkejut saat ini dia berada di ruangan yang kumuh dan juga kotor ,ana celingak celinguk melihat ke arah sekitar ,kini dia berjalan ke arah pintu yang tidak terpasang pintu itu .
"Bos .. saya sudah mendapatkan wanita itu ,apa yang harus saya lakukan dengan selanjutnya ." ucap pria yang tengah menelpon itu
Ana yang ada di ambang pintu terkejut ,dengan pria yang tengah berbicara dengan seseorang di balik telpon ,kini dia mundur ,di saat dia mundur dia tak sengaja menengkas kayu di belakangnya .
Pria itu pun terkejut dengan suara itu , pria itu pun seketika berteriak dan berlari ke arah dimana ana berada , ana segera berlari ke arah ruangan kosong lainnya ,dia takut ,dia takut terjadi apa-apa dengan bayi yang ada di kandungannya.
"Bayiku,,,, mommy akan menjaga mu ,mommy dan kamu tidak akan terluka ,?! siapa yang melakukan ini ,
Ana tidak bisa berlari cepat Karna saat ini dia tengah hamil ,dia tidak tahu harus bersembunyi dimana ,di saat ana melangkah untuk bersembunyi di balik kerangka kayu, tiba-tiba telponnya berbunyi ,dengan cepat ana melihat telpon itu dia bahagia saat Erland yang menelponnya .
"Mas ... mass ...." ucap ana dengan menahan tangisnya .
"Ana kamu di mana ?! apakah aman " ucap Erland di balik telpon dengan kuatir .
"Sayang ?! cepat kirim lokasimu ,aku akan segera menjemputmu ." ucap Erland dengan penuh khawatir .
Ana pun langsung dengan cepat mengirim lokasinya pada Erland dengan tangan bergetar dan takut .
"Mas .. aku sungguh takut , aku tidak tahu dimana aku mas ." ucap ana dengan tangisnya .
"Sayang jangan takut ?! aku sudah menerima lokasimu ,aku akan tiba dengan sepuluh menit , tunggu aku ..Kamu cepat cari tempat untuk bersembunyi " ucap Erland khawatir yang kini menginjak gas mobilnya dengan sangat kencang .
"Ana ... aku datang !! aku pasti datang ." ucap Erland kembali
"Iya ma ....
"Ternyata kau disini wanita cantik, " ucap pria itu yang mengagetkan ana .
"Aaaaaaaa...
Ana berlari kecil dan menjauh dari pria tersebut ,saking kagetnya ponsel pun jatuh dari tangannya ,dia tidak tahu harus bersembunyi kemana lagi ,tidak ada jalan luar lagi selain jalan depan .
"Ana ... ana ., sayang. ... apa kau mendengar ku .." ucap Erland di balik telpon.
Dengan cepat Erland menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi ,rahangnya sudah mengeras sedari tadi setelah dia mendengar ana menghilang, sementara ana dia kini berusaha lagi bersembunyi di balik tembok sempit yang terhalangi tumpukan dus .
Sementara pria itu tengah berteriak memanggil ana dengan berjalan di ruang kumuh luas itu ,dengan tersenyum jahilnya dia melangkah ke arah tumpukan dus itu .
"Wanita sialan ! jangan lari , dan Kembali ." ucapnya dengan mencari-cari ana .
"Haha ... kau tidak akan bisa lari ,keluarlah ." ucapnya dengan tersenyum jahat .
"Keluar !! ...
Pria itu masih saja mencari keberadaan ana dengan melihat-lihat, ana yang sudah melihat tubuh pria itu membuat tubuhnya bergetar, ana kini memegang perutnya untu melindungi anak yang ada di kandungannya itu , ana menutup mulutnya dengan sebelah tangan agar suara isakannya tidak terdengar.
"Keluarlah ,!! kau tak akan bisa lari di tempat ini ,keluar dan aku sebentar lagi akan menemukanmu ." ucap nya dengan melangkah satu langkah .
Ana semakin takut dan mengeluarkan nada tangisnya ,dengan cepat dia langsung menutupkan mulutnya dengan kedua tangannya .
Ana semakin kuat menutup mulutnya dengan menggelengkan kepala ,pria itu bahkan sudah menurunkan dus yang menghalanginya .
"Aku sudah mendengar suara mu ,keluarlah ." ucap pria itu .
Kini pria itu sudah menurunkan dus dan melihat ana di balik tembok .
"Ternyata kau di sini ." ucapnya kembali .
Ana terkejut dan semakin terkejut saat pria itu menghampiri nya ,di saat akan menghampiri ana ,entah datangnya dari mana lampu di dalam tempat kumuh itu menyala seketika yang membuat pria itu mengarah pandangannya ke arah lampu tersebut .
Erland berjalan menghampiri pria yang kini tengah berdiri tepat di tumpukan dus itu .
"Hentikan ,!! jika kau berani melangkah sekali lagi ,aku akan membuatmu di penjara seumur hidupmu ," ucap Erland menatap tajam pada pria tersebut .
Pria tersebut terkejut siapa yang datang itu ,dia tidak percaya bahwa pria yang datang untuk menyelamatkan wanita yang dia culik adalah pemilik perusahaan HW'group.
"Aku ... aku hanya ....
"Kalian .." teriak Erland yang memanggil anak buahnya
Pria itupun berlari ,ke arah samping untuk kabur ,dengan segera cepat anak buah Erland mengejarnya .
Erland langsung berlari ke arah tumpukan itu ,dia sudah pasti tahu bahwa ana tengah bersembunyi di balik tumpukan dus itu , kini Erland menendang tumpukan dus itu dengan kakinya , dia melihat ana yang menundukan kepalanya dengan Isak tangisnya .
Dengan segera Erland memeluk istrinya itu dengan erat , ana yang masih takut langsung membalas pelukan dari suaminya itu .
"M_mas ... akhirnya kau datang , a_ku takut mas ." ucap ana dengan tangisnya .
"Tenang sayang !! jangan takut , aku disini ." ucap Erland memeluk istrinya dengan erat ..
Di saat Erland melepaskan pelukannya, tumpukan dus yang ada di samping ana akan terjatuh ,dengan cepat Erland melindungi istrinya itu dengan punggungnya .
Brugghh..
"Ahhkkk ..." pekik Erland pelan .
Kini Erland melihat ana dengan menahan sakit pundaknya yang tertimpa dus itu , ana yang melihat suaminya menahan rasa sakit membuatnya khawatir,
"Mas ... apa kau baik-baik saja ." ucap Ana
Erland hanya menggelengkan kepalanya ,dia melihat istrinya yang masih merasakan takut ,Erland menatap istrinya dengan menangkup wajah ana .
"Sudah ku bilang , aku akan datang .?! jangan takut .. ada aku di sini ." ucapnya dengan menahan rasa sakit di punggungnya .
Kini Erland kembali memeluk ana ,setelah beberapa menit Erland melepaskan pelukannya dan menggendong ana untuk pergi keluar dari tempat itu ,
*
__ADS_1
*
*