Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Kenyataan Hidup Ana.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam , ana bangun dari tidur nya ,dia terkejut saat dirinya bangun tiba-tiba ada di sebuah kamar luas .


"bukan nya tadi aku ada di ruangan , kenapa aku ada disini , apa aku udah pulang ,dan ini kamar tamu baru ku ."


Ana masih saja celingak-celinguk , di saat dia akan melangkah ke kamar mandi suara Erland mengagetkan nya .


"Kau sudah bangun, ayok pulang ." ucap Erland dingin .


Ana mengerutkan kening nya ,dia melihat Erland dan berpikir kenapa pria itu meminta nya untuk pulang ,bukan nya sudah pulang dan dia tinggal di kamar baru .


"Tunggu .? apa ini di hotel ..ahh tidak ?apa pria brengsek itu membawa ku ke hotel ."


"Anatasya, kenapa kau selalu kebanyakan bengong hah , jika kau mau ke kamar mandi cepatlah ,aku akan tunggu di ruangan ku ."


"Ruangan ? tunggu ini _ ini masih di kantor nya dia ."


Ana melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka nya yang sedikit riksek ,tak butuh waktu lama ana keluar dan membuka kamar yang arah keluar ,dia terkejut di saat dia melihat Erland memutarkan sebuah rak buku menjadi pintu .


"Dia memang kaya , bahkan membuat pintu ajaib seperti ini , berapa yang dia bayar untuk menggaji nya yang membuat pintu ini ."


Ana masih diam dan mematung , kini dia melangkah mengikuti Erland ke luar ,dia celingak celinguk melihat ke adaan ruangan , dia tidak melihat Niken di tempat yang tak jauh dari meja kerja Erland .


"Erland ,dimana Niken ." ucap ana .


"Dia sudah pulang , " ucap Erland ,dan ana hanya berohh saja .


Kini mereka melangkah ke arah lift untuk menuju ke bawah , para karyawan yang keluaran menyapa sang bos yang akan lewat itu .


"Selamat malam tuan ." ucap salah satu karyawan yang tengah bersiap akan pulang .


"hmmmm..."


Ana melihat ke arah samping Erland ,pria itu memasang ekspresi dingin dan datar nya ,tak butuh waktu lama mereka sampai di parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil , mobil yang di kenakan itu sudah pergi dari area halaman perusahaan nya Erland ,di dalam perjalan tidak ada satu kata pun yang mereka katakan ,hening dan hanya suara decitan mobil yang bersuara .


Ana memalingkan wajah nya melihat pemandangan di luaran sana , beberapa menit ana kembali mengarah ke depan , di saat ana memalingkan wajah nya lagi ,dia melihat seseorang yang dia kenali tengah lewat .


"Itu Nabila ."


"Erland berhenti , itu ada teman ku ." ucap ana .


Erland terkejut dengan suara ana , Erland melihat pandangan nya ke arah gadis yang tengah berjalan di sisi jalan itu .


"Aku ingat ? dia adalah gadis yang ada di permainan panti asuhan itu kan ,hemm !? dan dia yang mengajak istri ku keluyuran di tempat sialan itu ."


"Erland berhenti ,kaki nya Nabila masih di perban juga dan mengeluarkan darah ,tolong tumpangi dia ya, aku mohon ." ucap ana dengan memohon .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,kini dia memberhentikan mobil nya untuk berhenti di hadapan Nabila, Nabila yang kaget ada mobil berhenti di samping nya terkejut ,siapa yang turun dari mobil itu .


"Tu_tuan Anggara .. ehh tuan Erland ." ucap Nabila .


"Nabila ,kenapa kau berjalan .? ayok naik ini sudah larut ,aku takut terjadi apa-apa sama kamu ," ucap ana dengan kuatir nya yang tengah turun dari mobil.


"Tapi an ...

__ADS_1


"Naiklah , jangan banyak bicara ,? ucap Erland dengan dingin nya .


Nabila dan ana kaget ,meski hanya tiga kata dari pria itu bicara begitu sangat pedas terdengar dari telinga ana dan Nabila, Nabila menutupi kaki nya dengan switer nya ,dia tidak ingin menodai darah di mobil Erland .


"Ini mobil mewah , aku tidak ingin mengotori nya ."


"Kau tak perlu melakukan itu untuk menutupi luka mu ,ini hanya sebuah mobil itu tidaklah penting dari pada hidup manusia ." ucap Erland dengan dingin nya .


Nabila terkejut dengan perkataan Erland ,dia melihat ke arah ana ,bahkan dirinya duduk di belakang ,bagaimana bisa Erland tahu bahwa Nabila menutupi luka nya karna takut mengotori mobil mewah itu .


"Tuan e_erland terima kasih sudah mengijinkan saya numpang di mobil anda ." ucap Nabila gelagapan .


"Nabila ,ikutlah dengan ku ,kita obati lagi luka mu ya ,di mansion Anggara ada banyak dokter ? bukan kah kamu bilang sudah di obati luka nya ,tapi kenapa masih mengeluarkan darah ."


"Baiklah , haha ? aku tidak apa-apa ana kau tak perlu khawatir., sebenarnya dokter menyarankan ku untuk tidak bergerak dulu , tapi ? ya kau tahu sendiri aku orang nya bandel ,? " ucap Nabila dengan senyum kikuk.


"Astaga Nabila , kamu sudah kerja di resto lagi ." ucap ana yang di angguki Nabila .


Erland hanya mendengarkan percakapan dua gadis itu , dalam pikiran Erland ,kedua nya memang sama-sama nakal .


"Sama-sama bandel nya? ,yang satu ceroboh ,dan yang satu ngeyel ."


Kini mereka sampai di halaman mansion Anggara , Nabila terkejut melihat gerbang yang menjulang tinggi itu ,apalagi luas halaman nya, tak butuh waktu lama kini Nabila dan ana masuk ke dalam mansion , Nabila lebih-lebih terkejut lagi , ruangan itu layak nya istana megah .


"Buset deh ,ini istana kali ya ."


"Nabila duduk dulu di sini , aku akan menyuruh bi ani panggilkan dokter Leon untuk menggantikan perban di kaki mu ." ucap ana yang di angguki Nabila


"Perban nya sudah beres di ganti , nih minumlah Susu hangat ." ucap ana


"Makasih ana .? ana habis ini kita pulang ya ,gak enak kan tinggal di sini lama-lama," ucap Nabila pada ada .


Ana menundukan kepala nya, dia belum menceritakan hidup baru nya pada Nabila , Nabila yang melihat ana menundukan kepala nya mengerut kan kening nya .


"Ana kau kenapa " ucap Nabila sembari meminum susu .


"Nabila sebenar nya aku sudah menikah ,tiga bulan yang lalu ,dan maaf aku tidak memberi tahu mu ." ucap ana dengan masih menundukan kepala nya .


"Uhuk ...uhukk...."


Nabila yang sedang minum susu itu kaget dan keselek setelah apa yang di katakan ana , ana yang melihat Nabila keselek menepuk-nepuk punggung bagian atas nya .


"Nabila pelan-pelan minum nya ,kau ini kenapa bisa keselek begitu ." ucap ana yang tengah menepuk punggung nya .


"Kenapa kata mu ?, ana kau mengagetkan ku di saat aku minum susu ini ,kau bilang bahwa kau sudah menikah ,? dan bahkan kamu menikah dengan Erland secepat itu , gimana aku tidak keselek begini hah ..." ucap Nabila yang masih sedikit dengan batuk nya .


"Bukan Nabila , bukan dengan Erland ,? tapi dengan kakak nya ,Dimas ? kamu harus nya pernah dengar berita kebakaran yang terjadi beberapa bulan lalu kan ." ucap ana yang tengah menundukan kepalanya .


Nabila terkejut lagi setelah apa yang barusan dia dengar dari sahabat nya itu ,apa yang telah terjadi pada sahabat nya itu tiba-tiba sudah menikah.


"Bukankah dia yang tak terselamat kan oleh api itu ,bahkan dia yang terlalu parah dan tak bisa di kenali dengan yang sebelum nya ,? ana bagaimana bisa kau menikah dengan nya ." ucap Nabila yang tengah memegang tangan ana.


"apa yang sebenarnya telah terjadi ,keluarga Pratama ........tidak mungkin kan paman nya itu menikahkan ana dengan tuan Dimas Anggara ."

__ADS_1


"ana katakan padaku ,apa keluarga Pratama yang memaksa mu menikah ." ucap Nabila dengan menggepalkan tangan nya .


"Aku rela menerima kenyataan ini Nabila ,dan untuk membantu paman ,? itung-itung aku balas Budi padanya karna sudah merawat ku dua puluh tahun lamanya ." ucap ana yang menundukan kepalanya .


"Ana ,kenpa harus kamu ,? bukan kah paman mu mempunyai tiga putri ,kenapa tidak mereka saja ,kau bodoh ana ,? cih ,hanya bisa mendorong keponakan nya saja ." ucap Nabila dengan kekesalan nya .


"Jangan berkata seperti itu Nabila ,aku tidak menyesal telah menikah dengan Dimas ." ucap ana yang masih menundukan kepala nya .


Nabila langsung memeluk sahabat nya itu ,dia ikut sedih dengan penderitaan yang telah di alami ana .


"Kau gadis bodoh ana ,kau sudah banyak menderita di keluarga Pratama ,? dengan semacam ini pun kau tak pernah cerita padaku , Anatasya apa kau ini masih menganggap aku ini sahabat terbaik mu " ucap Nabila yang tengah memeluk ana.


Ana membalas pelukan Nabila ,dia ingat di mana dia ikut pergi ke perusahaan di mana dia ikut rapat bersama suami nya itu .


"Meskipun aku menikah dengan nya ,aku sama sekali tidak menyesali nya Nabila ,walau pun keadaan nya buruk ,tapi otak nya masih cerdas dan cemerlang penuh kecerdasan ,? jadi lain kali kau jangan mengolok-olok aku dan juga Dimas ." ucap ana dengan menutup mata nya yang masih memeluk Nabila .


"Maafkan aku Nabila ."


"Nabila ,aku mohon sama kamu ,? kau jangan ceritakan soal ini pada Bu Ratih ,tolong jaga rahasia ini ." ucap ana yang di angguki Nabila .


Nabila menatap nanar sahabat nya itu ,ada rasa kesedihan dalam hati nya ,bahkan dirinya selalu menganggap ana jauh beda dengan hidup nya .


"Ana kau sungguh kuat ,jika itu aku ? aku pasti sudah gila..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di sisi lain ,Erland tengah berada di ruangan Dimas ,dia melihat kondisi kakak nya itu ,dia harus segera membawa Sahara ,agar Dimas bisa semangat untuk hidup lagi , dan berniat untuk operasi, di saat Erland memegang tangan Dimas ,Dimas membuka mata nya .


"Erland ."


"Kakak kau harus segera di oprasi ,kau harus sembuh." lirih Erland .


"Erland ,? jangan terus memaksa ku untuk itu ,apa kau tidak bosan mengatakan itu terus ." ucap Dimas dengan menahan amarah nya.


"Apa Karna Sahara, wanita itu ." ucap Erland dengan dingin nya .


"Tidak !? bukan karna dia .? dia sudah meninggal Erland ,apa kau masih menyelidiki Sahara , ? Erland berhenti menyelediki apapun ." ucap Dimas


"Itu mustahil bagiku untuk tidak menyelediki nya ,aku tahu wanita itu begitu berharga bagaikan emas di dalam hidup mu itu." ucap Erland dingin .


Dimas tertegun dengan ucapan Erland ,Dimas tidak menyangka Erland telah menyelediki semua tentang Sahara dan dirinya, kehidupan yang dia alami sekarang benar-benar membuat nya putus asa ,apalagi setelah menyebut nama Sahara yang telah pergi untuk selama nya , bahkan Erland sendiri pun tidak akan menjelaskan nya bahwa Sahara masih hidup ,dia akan bawa Sahara ke hadapan Dimas tanpa harus mengatakan bahwa wanita itu masih hidup.


.


.


.


.


.


Jangan tekan like ,komen dan vote nya ☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2