Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Bertemu lagi .


__ADS_3

*


*


*


Dimas Adelard Anggara atau biasa di sapa dengan Dimas ,berwajah tampan dan juga memliki sifat dingin ,karna dengan perubahan sifatnya itu dia mempunyai kenangan yang menyakitkan dalam hidupnya hingga membuat pria itu menjadi berubah .


Dari umurnya yang kini menginjak 31 tahun , pria itu masih di katakan belum mempunyai pendamping setelah di permainkan oleh wanita di masa lalunya ,kehidupan yang dia lalui sampai saat ini benar-benar tidak ingin mengenal sosok wanita lagi dalam kehidupannya .


Apalagi saat ini dia selalu di paksa oleh sang omah untuk membawa sang kekasih ke hadapannya ,beberapa bulan lalu pun dia di paksa di jodohkan oleh wanita paruh baya itu , jangankan untuk membawa kekasih ,di hati Dimas memang tidak berniat ingin mengenal dengan wanita lagi .


Tapi wanita paruh baya itu tidak ada bosennya mendesak Dimas yang masih sendiri ,wanita paruh baya itu khawatir akan hal cucunya itu , bahkan wanita paruh baya itu harus memanggil Bryan untuk membantu Dimas mencarikan seseorang wanita untuknya.


Bryan yang di perintahkan seperti itu membuat dirinya terkejut , wanita paruh baya itu menyuruh Bryan untuk mencari beberapa wanita untuk membawanya ke perusahaan dan memilihkan salah satu dari mereka untuk Dimas.


Bahkan wanita paruh baya itu mengundang wanita-wanita dari anak cucu para sahabat wanita paruh baya itu ke mansion ,tapi nihil Dimas tetap saja menolak dengan wanita-wanita tersebut .


Pada akhirnya wanita paruh baya itu harus menghela napasnya berat ,dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan lagi untuk mendapatkan seorang pendamping untuk cucunya .


Wanita paruh baya itu mengingat dimana Dimas besok pagi harus kembali ke perusahaan DA'GROUP ,wanita itu masih memikirkan gimana caranya agar cucu yang keras kepala itu mendapatkan seorang kekasih , kini pandangannya beralih pada bi Ani yang tengah berjalan ke arahnya .


"Bi Ani ,, apa kau tahu perdebatan antara aku dan cucuku ." ucap wanita paruh baya itu .


"Tentu nyonya ." jawab bi Ani .


"Haaahh ... aku sudah lelah ?! bocah sialan itu sungguh keras kepala ,tidak ingin mengenal dengan wanita lagi ,aku sudah kehabisan cara .." ucap wanita paruh baya itu menghela napasnya berat .


"Bi Ani ,, apa kau punya ide. " ucap wanita paruh baya lagi.


Bi Ani hanya geleng kepala ,soal menyangkut tuan muda pertamanya itu dia tidak ingin ikut campur dalam hal lain ,tapi jika dengan nyonya besarnya itu ,Mau tak mau dia juga ikut andil membantu ,wanita paruh baya itu tengah berpikir sedemikan .


"ahhhhh .... aku ada ide ." ucap wanita paruh baya itu .


Bi Ani hanya cengo melihat wanita paruh baya itu tengah senyam-senyum sendiri ,wanita paruh baya itu melihat ke arah bi Ani yang tengah berdiri ,dengan semangat nya kini dia membisikan sesuatu pada kepala pelayan itu , bi Ani seketika terkejut dengan apa yang akan di rencanakan oleh nyonya besarnya .


Bi Ani hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti apa yang akan di rencanakan wanita paruh baya itu ,kini kedua wanita paruh baya berbeda usia itu meninggalkan ruang tamu dengan melangkah berbeda arah .


.


.


.


Di sisi lain , tepatnya di keluarga Abraham seorang pria paruh baya kini tengah duduk di ruang tamu dengan putranya yaitu Abian kaif abraham , dimana penolakan perjodohan antara cucu sahabatnya dan juga cucu dirinya di batalkan ,karna perselisihan dua cucu mereka itu yang menolak tanpa bertemu terlebih dahulu .


Dita Adista Abraham ,yang kerap di panggil Dista ,gadis cantik yang beberapa bulan lalu kabur dari rumah Karna hal perjodohan dari orang tuanya tepatnya dari sang kakek yang akan menjodohkannya itu .


Di saat perjodohan itu di batalkan dari antara keduanya ,Dista pun Kembali Karna sang papi menghubunginya ,Dista yang tahu kabar gembira itu pun dia akhirnya senang dan tidak harus lari-lari dan di kejar oleh pengawal Abian yang tak lain adalah sang papinya .


Kini gadis cantik itu tengah bersiap untuk pergi ke suatu tempat ,


Dengan kakinya yang mungil itu ,Dista melangkah ke bawah dan menuruni anak tangga ,sesampainya di bawah dia melihat sang papi dan juga kakek tengah bercengkrama ,dia tidak ingin tahu apa yang tengah di bicarakan oleh kedua paruh baya berbeda usia itu .


Di saat dia akan melangkah Kaisam sang kakek memberhentikan langkahnya di ambang pintu .


"Dista ... mau kemana." ucap pria paruh baya itu .


"Aku mau cuci foto kek .."jawab Dista cepat .


"Nak ... sini kemari dulu ." ucap sang papi .


"Abian ... kau jangan terlalu memanjakan putri mu ,dia akan mengelak jika kau memanjakannya ." ucap pria paruh baya .


"Kakekku tersayang ... Dista gak pergi jauh-jauh kok ,Dista hanya untuk cuci foto doang ." ucap Dista dengan mengahmpiri kakaknya itu .


Pria paruh baya itu mengerutkan keningnya di saat mendengar cuci foto , kini dia melihat cucu kesayangannya itu yang kini tengah bergelayut di tangannya.


"Cuci foto untuk ...


"Kakek . !! dengarkan aku , semasa aku lulus kuliah ,aku hanya membantu mami di butik dan bahkan semenjak kakek akan menjodohkan ku aku berani kabur dari rumah dan tidak melakukan apap..


"Lalu .." jawab pria paruh baya itu dengan memotong ucapan Dista .


"Aku lagi mempersiapkan untuk melamar kerja , aku bosen di rumah terus ,, jika kakek khawatir akan hal aku ,kakek boleh membiarkan pengawal mengawal ku ." ucap Dista .


"Dista kenapa kamu melamar kerja ,kerja apa yang akan kamu tujui ." ucap sang papi.


"Kerja kantor ." jawab Dista enteng .


Kedua pria paruh baya itu langsung melihat mimik wajah gadis itu ,mereka berdua terkejut setelah mendengar kata "Kerja kantor " .


"Dista ... kenapa kau tidak ke kantor papi saja ,dan gak perlu melamar pekerjaan ,kau tinggal urus saja kantor....


"Tapi Pi ... Dista ingin ngerasain kerja kantor di perusahaan orang lai ...


"Dista ,apa kata orang lain jika nanti ada yang tahu bahwa kau adalah putri sulung dari keluarga Abrah....


"Abian ...." ucap pria paruh baya memotong ucapan putranya itu .


"Dista perkataan papi mu ada benarnya ,kamu tidak perlu melamar kerja di perusahaan orang ,?! memangnya kamu mau berniat melamar kerja di mana ." tanya pria paruh baya lagi .


"Aku berniat melamar di perusahaan DA'GROUP ,sahabat kuliah ku juga ada yang magang di sana , katanya perusahaan itu sedang merancang produk baru yang sudah terkenal di seluruh dunia , aku tertarik akan hal itu , produk yang baru itu adalah produk kosmetik dan juga seni ." ucap Dista menjelaskan .


Kedua paruh baya itu mendengarkan penjelasan Dista , mereka tidak menjawab melainkan terkejut saat gadis itu mengatakan perusahaan DA'GROUP , pria paruh baya itu seketika ingat dimana dirinya di beri tahu oleh Key sahabatnya ,bahwa cucunya akan kembali ke perusahaan besok .


"Lalu , k_kau mau melamar kapan ." ucap pria paruh baya itu dengan sedikit terbata .


"Dan apa kau tahu siapa CEO Anggara group ." ucapnya kembali .


"Jelas dong kek !! aku tahu siapa CEO di perusahaan itu , dia adalah suami sahabatku ,Erland Anggara ." ucap Dista .


"Dan aku mau melamar besok ., oh iya kakek.. papi ... ijinkan aku untuk keluar , aku mau bertemu dengan sahabat ku untuk mengatakan soal pekerjaan di perusahaan itu ... bye ...bye kakek ..papi ." ucap Dista beranjak dari duduknya dan berlalu pergi .


Sebenarnya itu adalah alasan Dista untuk keluar dari rumah ,soal lamaran kerja dia sudah siapkan satu Minggu lalu ,dengan alasan mencuci foto itu hanya alasan dia untuk bisa lolos dari rumah yang selalu di penuhi dengan pengawal itu , tapi Dista terheran kenapa papi dan kakaknya tidak memberhentikan nya di saat dia lari saat ini .


Sementara di dalam sana ,Kedua paruh baya itu lagi-lagi terkejut ,saat mendengar perkataan gadis itu ,Yah ! Dista memang belum tahu menahu tentang rumor perusahaan itu ,Karna dia bukan tipe gadis suka mendengarkan berita ,dia hanya tahu di beberapa bulan lalu ,bahwa CEO di perusahaan itu adalah Erland Anggara dia pun tahu dari sahabatnya yang tak lain adalah Nabila .


Pria paruh baya itu kini tengah tersenyum senang , jika cucunya berada di perusahaan itu ,itu tandanya Dista akan bertemu dengan Dimas ,meski Dista belum tahu siapa sebenarnya CEO dari perusahaan itu ,tapi yang jelas mereka akan bertemu , perjodohan itu mungkin bukan perjodohan tapi jodoh takdir mereka untuk bertemu di satu tempat yang sama .


.


.


Di sisi lain .


Gadis cantik yang tengah menunggu seseorang sudah kian berdecak berapa kali ,bahkan dirinya pun harus melihat jam yang ada di pergelangan tangannya lebih dari lima kali , Bahkan minuman berupa kopi itu sudah mau hampir habis olehnya , beberapa menit kemudian kini dia melihat orang yang dia tunggu itu.


"Ck .... aku hampir satu jam disini .." jawab Nabila dengan kesal.


"Iya sorry ... aku tadi drama dulu di ruma..


"Tunggu !! selama lulus kuliah kau kemana saja hah ... bahkan aku hubungi nomormu tidak aktif ." desak Nabila .

__ADS_1


Dista hanya menghela nafasnya panjang dan bersandar di kursi cafe, dia pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di bulan-bulan lalu ,Nabila yang mendengarkannya langsung tersedak oleh kopi yang dia minum .


"Uhuk .... apa?! di jodohkan ..!! terus gimana sekarang ,calon suamimu tampan gak ..kaya gak , " tanya Nabila


"kamu bentar lagi mau nikah ,,aku tinggal sendiri dong ,gak ada teman lagi ."ucap Nabila kembali dengan raut wajah sedih .


"Aduhh bila ... kamu itu berharap aku nikah sama bapak-bapak gendut dan tua itu ya." ucap Dista dengan kesal .


"Uhuk ....uhuk ....apa?! kamu di jodohkan dengan bapak-bapak gendut ,?! Dista yang benar saja !! aku tidak percaya om Abian menjodohkan mu dengan seumuran papimu ." jawab Nabila dengan tak percaya .


"Aku juga gak tau sih ,,, yang mau di jodohkan sama aku tuh entah bapak-bapak atau bocah ,atau pun yang sudah berumur ,?! secara kan kalau yang namanya di jodohkan itu pria gak laku ,terus perut berbuncit ...huh bahkan aku mengira orang yang akan di jodohkan bersama ku itu adalah seumur dengan kakek." ucap Dista menggeleng kepalanya dan tidak ingin membayangkan jika itu terjadi .


"Hahaha ... aduh ?! jika benar dia seumuran dengan kakek mu ,aku udah berkhayal di malam pertama mu ... emm bagaimana ya ." ucap Nabila dengan menggoda Dista .


"Nabila ...........!! kamu tuh yaa .... kayanya kamu tuh mendukung banget ya aku di jodohin sama keluarga ku ,,," jawab Dista kesal .


"Ulu....ulu... kalau di jodohin sama kakek-kakek aku gak setuju dong ,, secara kan sahabat ku ini cantik ,, tapi aku senang deh kalau perjodohan itu di batalkan ." ucap Nabila memeluk sahabatnya itu .


"Sudah-sudah ,jangan di tekuk gitu dong ,aku kan bercanda ..." ucap Nabila mencolek pipi Dista .


"Hemm ... gimana kerja kamu di HW'group .." ucap Dista .


"Lumayan !! kau tau tidak , bos aku siapa ." ucap Nabila .


"Aku gak ingin tahu !! ohh iya ... bukannya kamu ingin bertemu denganku untuk mengatakan sesuatu ." ucap Dista .


"Dista .. akhirnya kau mengingat itu ,aku hampir lupa , ?! dista bantu aku ..." ucap Nabila memohon .


"Bantu apaan ." jawab Dista .


"Gantiin aku di bar, malam ini saja ...pliss..." ucap Nabila memohon .


"Nabila .... ?! kamu masih kerja di bar , ya ampun ... kerja kantormu gimana jika kerja di bar ... " jawab Dista .


"Itu bisa di atasi ,Nabila gitu loh .... kerja apapun itu tidak akan ada kata lelah ,Dista pliss bantu aku ." mohon Nabila .


"Tidak !! aku tidak mau , aku bisa di kurung kalau papi tahu aku ada di bar ." ucap Dista


"Dista pliss ... tolong bantuin aku untuk gantiin di bar malam ini saja ..aku harus ngerjain pekerjaan kantor di rumah malam ini ,pliisss ..."


"Nabila ini hari Minggu .. masa kam...


"Distaa .. ahh .. ayo dong .?! sekarang hanya kamu teman aku ,dulu cuma ana yang bisa bantu aku ,tapi tidak dengan sekarang, " ucap Nabila memohon


"Kau tenang saja !! jika om Abian memarahi mu atau mengurung mu , aku akan tanggung jawab dengan itu semua ."ucapnya kembali .


"Nabila emang mesti harus ya kerja di bar , sampai-sampai aku gantiin kamu ," jawab Dista .


"Enggak juga sihh ... ?! cuman malam ini ada tamu spesial yang akan datang ,dan menyewa bar itu .. pliss bantu aku ..untuk gantiin aku malam ini oke ... oke ...oke dong .." ucap Nabila dengan penuh harap .


"Benar ya ?! kalau sampai papi ku tahu , Kau harus tanggung jawab Nabila .. aku tidak mau itu ." ketus Dista


"Siap... itu pasti ." jawab Nabila


Dista menghela nafasnya berat dengan memberi anggukan kecil pada sahabatnya itu untuk siap membantu , kini mereka menghabiskan waktu di cafe tersebut dengan kembali bercengkrama .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Anggara ,wanita paruh baya kedatangan tamu sebayanya ,wanita yang sudah berumur dan masih terlihat cantik itu kini tengah tersenyum saat melihat wanita cantik yang tak lain adalah cucu sahabatnya itu .


"Jeng... Dimas nya ada ." tanya tamu tersebut .


"Ada !! sebentar ya ..."


"Iya omah ... ada apa ." jawab Dimas .


"Ada apa ,ada apa ..lihat dong siapa yang datang ." ucap sang omah menarik tangan Dimas


Dimas di tarik oleh wanita paruh baya itu ke arah ruang tamu ,seketika Dimas menghela nafas lagi , kini dia melihat ke arah sang omah yang tengah tersenyum .


"Maaf ... aku masih ada urusan !! omah ngobrol aja dengan tamu omah ,mereka bukan tamu ku ." ucap Dimas yang kini menatap tamu itu dan berlalu pergi


Ketiga tamu itu terkejut dengan perkataan pria yang kini tengah berlalu dari ruang tamu itu ,ketiganya pun saling pandang dan melihat ke arah wanita paruh baya itu , bukan hanya tamu itu yang terkejut ,ana dan juga omah pun terkejut dengan sikap Dimas pada tamu .


"Tidak menyangka !! cucu mu yang di katakan berwibawa itu sungguh ketus sekali ,wajah boleh tampan ,keadaan pun kaya boleh ,tapi dengan sikapnya yang begitu ,gimana dengan cucuku nanti ,yang akan menjadi istrinya ,dapat tatapan seperti itu ." ucap tamu itu berdiri dari duduknya .


"Ayo kita pulang !! masih ada pria lain yang cocok denganmu Sherly ." ucap wanita paruh baya yang masih terlihat muda.


"Tapi mah ,,, ...pria itu ... aku .. aku tertarik sama dia ,aku suka sama aura gelap seper ...


"Sudah ... nenek mu benar !! ayo kita pulang ?! kau tak pantas dengan pria ketus seperti tuan muda Anggara ." ucap wanita itu dengan menarik tangan putrinya .


Kini mereka pun pergi dari mansion itu dengan perasaan jengkel ,belum beberapa menit mereka bertamu ,tapi dengan cepat tidak di hargai oleh tuan muda Anggara tersebut.


Key wanita paruh baya yang tak lain adalah omah benar-benar geram dengan sikap Dimas ,kini dia melangkah ke arah ruang kerja Dimas dengan menahan kecewa .


"Dimas ... kamu benar-benar keterlaluan , setidaknya kamu hargai mereka dulu ,belum apa-apa kau sudah memasang muka seperti itu , lihat dengan dirimu ,bahkan kau tadi memberikan ekspresi yang sudah menakuti mereka ," ucapnya dengan menahan kesal .


"Omah .. sudah aku bilang !! omah jangan memaksa aku untuk mendapatkan seorang istri,aku bisa cari sendiri ."jawab Dimas .


"Mau sampai kapan Dimas ,umur mu sudah tua ,kau mau mencari seorang wanita sendiri ,omah tidak percaya dengan mu bisa mencari wanita send.


"Akh ... uh ...uhuk..uhuk..


Dimas terkejut saat melihat omahnya kini tengah terbatuk dengan menahan dadanya .


"Omah !! omah ... omah kenapa ," tanya Dimas khawatir .


"Omah ..." ucap Dimas kembali khawatir dan menggendong sang omah .


Kini dia keluar dan membawa ke kamar omah nya ,ana yang baru keluar menggendong Kenzie terkejut melihat Dimas membawa omah dengan tergesa-gesa .


"Kak ... apa yang terjadi ." ucap ana .


"Erland ... Erland ....!! ana panggil Erland untuk menghubungi dokter leon , cepat ." teriak Dimas melanjutkan langkahnya ke arah kamar omah .


Erland yang mendengar Dimas teriak ,langsung ke luar dari ruang kerjanya , ana sudah khawatir ,dengan omah yang tengah di gendong oleh Dimas tadi .


"Sayang !! tenang ya ,,, kau jangan takut !! sekarang masuk kamar ,Kenzie ketakutan saat mendengar teriakan kak Dimas tadi ," ucap Erland yang melihat putranya menangis .


"Tapi mas ...?! om...


"Omah akan baik-baik saja, tenangkan dulu Kenzie ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Kini Erland menelpon dokter wil dengan sambil melangkah ke kamar sang omah , selang beberapa menit , Erland pun sudah menghubungi dokter Leon .


"Kak apa yang terjadi ." ucap Erland gusar


Dimas tidak menjawab pertanyaan Erland ,dia merasa bersalah terhadap omahnya ,dengan berusaha apapun omah nya mencarikan wanita untuknya ,Dimas tahu omah begitu khawatir akan hal dirinya yang masih lajang .


Tak butuh waktu lama, dokter Leon pun sudah datang ,dimas menyuruh memeriksa sang omah dengan raut wajah khawatir ,kini dia dan Erland melangkah keluar untuk menunggunya .


Di saat dokter Leon akan memeriksanya , tiba-tiba wanita paruh baya itu bangun dari tidurnya ,dan menahan dokter Leon ,dokter itu pun terkejut setelah apa yang dia lihat .

__ADS_1


"Jangan beri tahu Dimas , sebenarnya aku tidak apa-apa ,aku akan pura-pura sakit di depan anak sialan itu ,dengan begitu dia pasti akan menuruti kemauan ku , jika aku tidak memaksanya dia akan menjadi bujang tak laku-laku," ucap wanita paruh baya itu .


Wanita paruh baya itu mendesak dokter itu dengan ucapannya ,mau tak mau dokter itupun menganggukkan kepalanya dan langsung mengerti.


"Bagus..?! haaaaaahhhh .,semoga rencana ku berhasil ." ucap wanita paruh baya itu dengan berbaring kembali dengan menggeliatkan tubuhnya dan pura-pura kembali tertidur .


Dokter Leon pun hanya menghela nafasnya panjang ,dia sudah tau perihal perjodohan tuan muda Anggara itu ,kini dia melangkah keluar dan memberi tahu kondisi nyonya besarnya itu pada Dimas ,dimas terkejut setelah apa yang dia tahu , kini dia dan Erland langsung masuk ke kamar sang omah untuk melihatnya .


Dimas melihat wanita paruh baya itu ,dia menggenggam tangannya erat ,Dimas mengingat perkataan dirinya tadi yang sedikit meninggi , selang beberapa menit ,wanita paruh baya itu membuka matanya .


"Omah .."


"Dimas ." lirih omah


"Tubuh omah sudah tidak kuat lagi," ucap sang omah dengan nada dramanya .


"Omah !! omah jangan terlalu banyak berfikir , dokter sudah bilang padaku ,omah harus perlu banyak istirahat ." ucap Dimas dengan tatapan sendu.


"Omah sudah tua ,takutnya tidak bisa menemani mu dan Erland lebih lama lagi ,!! yang membuat omah khawatir adalah kamu , kamu keras kepala sejak kecil ,bahkan selalu menyusahkan diri sendiri , ada masalah pun kamu tidak pernah memberi tahu orang-orang terdekatmu , omah berharap kamu mencari istri yang baik dan lembut ,dan bisa mendampingi mu , dan berumah tangga dengan baik ."


"Jika omah nanti pergi , omah akan bisa tenang di saat kamu sudah memiliki pendamping ." ucapnya dengan menutup matanya .


"Omah ,omah jangan berkata sepeti itu ." jawab Dimas lirih.


"Dimas ... dengarkan omah ,?! jika sungguh ada wanita yang kamu sukai ,bawalah untuk menemui omah dan segera menikah , uhuk ... uhuk ...


"Omah ...omah ..." ucap Dimas khawatir .


"Omah tidak apa-apa , tidak apa-apa ..." ucapnya dengan menutup matanya kembali .


Dimas menggenggam erat tangan wanita paruh baya itu , matanya berkaca-kaca setelah melihat omahnya tak berdaya , tidak ada salahnya jika Dimas menuruti sang omah ,karna dirinya dan erland sejak kecil hanya di rawat oleh sang omah .


Kini dimas membiarkan sang omah untuk istirahat dan pergi meninggalkan omahnya di kamar ,dia melangkah dengan perasaan yang berkecamuk , Kini Dimas bersiap untuk pergi ke suatu tempat yang sudah dia janjikan ,kali ini dia memberanikan menampilkan wajahnya .tanpa harus memakai masker .


Sebenarnya bukan hobi Dimas untuk bersenang-senang di bar ,hanya saja dia ingin merilekskan pikirannya .


Tak butuh waktu lama ,Dimas pun tengah bersiap dan melangkah ke arah luar ,Erland yang melihat Dimas hanya menghela napasnya ,percuma dia bertanya pun tidak akan di jawab .


Dimas pun sudah pergi dengan mobilnya meninggalkan mansion ,dia membawa mobil kecepatan tinggi dengan pikiran kalut .


.


.


.


Sementara di bar sana ,manajer bar sudah menyuruh para pelayan untuk bersiap di ambang pintu untuk menyambut sahabat dari pemilik bar tersebut ,


"Cepat ... cepat ... kalian berbaris di depan dengan benar orangnya sebentar lagi datang. " ucap manajer bar.


Mereka pun berdiri dengan benar untuk menyambut tamu yang menyewa bar tersebut ,Dista benar-benar tidak habis pikir dengan Nabila yang kerja di bar .


"Apa seperti ini kerja di bar ,melayani orang yang menyewa harus menyambutnya berdiri seperti ini , kaya raja aja."


Selang beberapa menit ,mobil sport biru tengah sampai di depan mereka ,manajer bar yang sudah berdiri pun menghampiri mobil itu untuk menyambut pria yang kini tengah turun dari mobil .


Dimas turun dengan membenarkan Jaz yang dia kenakan ,seperti biasa ,pria itu masih saja memasang muka datarnya dan juga dengan ekspresi dingin .


Kini Dimas berbalik melihat ke arah pintu ,pandangannya tak sengaja melihat ke arah pelayan bar ,dia melihat gadis yang pernah dia temui dua kali ,tapi dimas tak memperdulikan itu ,dia kini berjalan ke arah dalam bar tanpa melihat para Pelayan itu .


Dimas berjalan masuk dengan di ikuti manajer bar itu di belakangnya ,dengan cepat manajer bar itu menyuruh para pelayan bar untuk segera masuk .


Dista yang tak mengerti tidak tahu harus melakukan apalagi ,kini dia pun mengikuti yang lainnya masuk ,Di saat dia melangkah ,manajer tersebut memanggil Dista .


"Hey kamu !! cepat masuk ke ruang pribadi ," ucap manajer .


"Aku orang baru dan sekaligus pengganti ,tidak tahu harus melakukan apa ." jawab Dista .


" Saya tahu ,kau pengganti Nabila , tapi kau harus bertanggung jawab menerima tamu ," ucap manajer .


"Tapi aku ..


"Cepat layani !! dia baru saja memesan minuman ,cepat dan berikan padanya ,cepat ..cepat ." ucap manajer .


Terpaksa Dista pun melangkah untuk mengambil satu botol minuman untuk tamu yang baru saja datang itu , dengan bertanya-tanya pada yang lain dimana ruangan tamu tadi ,kini dia pun melihat orang tersebut dan melangkah membawa botol minuman .


Dimas sudah menunggu minuman itu di ruang pribadi , dalam pikirannya dia masih memikirkan ucapan sang omah untuk segera membawa calon istri .


Dista melangkah menghampiri Dimas yang kini tengah duduk dengan tatapan yang sulit di artikan ,kini Dista menaruh botol dan gelas kecil di meja tersebut ,tak butuh waktu lama Dista pun kembali melangkah .


"Tunggu." ucap Dimas pada Dista .


Dista yang di panggil membalikan tubuhnya dan melihat ke pria itu .


"Kemarilah ." ucapnya .


"Iya .. ada apa tua ..


Plak ..


Dista terkejut saat pria itu melemparkan amplop di meja ,Dista tidak mengerti ,pria itu memanggilnya tapi tak berkata apapun lagi dan hanya melempar amplop saja .


"Kenapa kau berdiri saja , ambil itu .." ucap Dimas dingin .


Dista mengerti ,mungkin itu bayaran untuknya dari pria itu .


"Terima kasih ." ucap Dista mengambil amplop itu dan berlalu pergi .


"Huh !! tampan sih ,, sayang sekali kaya tembok "


Dimas melihat punggung gadis itu ,dia tahu gadis itu tidak akan mengenalinya ,karna baru kali ini Dimas melihatkan wajahnya apalagi mengeluarkan suara.


Dista yang tengah berjalan , membolak-balik gepokan amplop itu ,kini dia pun melihat isi amplop itu di ruang sepi .


"waaahhh .... ini banyak sekali , ini Rizki Nabila ,pria itu sungguh kaya ,si bila pasti sangat menerima uang ini ." ucap Dista kaget setelah melihat uang gepokan itu .


Sementara di ruangan lain ,Dimas melambaikan tangannya pada manajer tersebut ,manajer bar pun menghampiri Dimas yang tengah duduk itu .


"Tuan Anggara , ada apa ." ujarnya .


"Gadis yang mengantar minuman tadi,apa dia sudah lama kerja di sini ." jawab Dimas .


"Ohh dia !! dia adalah pengganti yang kerja cuti malam ini ,namanya Dista ,dia menggantikan temannya malam ini ,maaf tadi sedikit aga lambat ,karna ini baru pertama kalinya dia ." ucap manajer.


"Dista ..." ucap Dimas tersenyum dengan di angguki manajer .


"Apa tuan mengenal gadis itu ,apa kau perlu di temani olehnya ." ucap manajer .


"Tidak perlu !! hanya saja aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis itu di tempat ini ," ucap Dimas .


"Sepertinya anda dan gadis itu mempunyai takdir tuan ,apa kau yakin tidak ingin memanggilnya untuk menemani anda minum ." ucap manajer .


Dimas hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pria itu ,kini Dimas menyuruh pria itu untuk kembali ke tempat asal ,Dimas menghela napasnya berat sembari menuangkan minuman ,pikirannya kini kembali dengan sang omah untuk membawa seorang gadis ke hadapannya .

__ADS_1


__ADS_2