Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Mengerjai Sahara.


__ADS_3

Erland mengelus perut ana yang masih rata itu dengan tersenyum ,lalu dirinya membuang nafas nya panjang .


"Hai baby ,.. kau mengganggu Daddy mu ini , padahal Daddy mu ini mau nengokin dirimu , apa kau tidak merindukan Daddy mu ini ."


"Baiklah ,aku akan menyuruh bi Ani untuk membeli tahu sebanyak mungkin dan akan menyuruh bi Ani yang membuat nya ." ucap Erland mengucup pipi ana .


"Aku gak mau ...?! aku ingin tahu pedas yang sudah jadi dan gak mau repot-repot bi Ani yang bikin ." ucap ana mengerucutkan bibir nya.


"Sayang ?! tahu pedas yang sudah jadi di mana ada , hmmm ..." ucap nya dengan mencubit hidung ana .


"Pokonya aku pengen tahu pedas yang ada di kota B. " ucap ana merajuk.


"Hah ...?! sayang permintaan nya jangan aneh-aneh ya... kota B sangat jauh , kita cari di kota ini saja ya .." Jawab Erland yang tersenyum ke arah ana


"Gak mau , pokonya aku pingin tahu pedas yang di kota B ,kau sudah janji padaku akan melakukan apapun itu ."ucap ana dengan tangis nya .


Erland terkejut saat melihat ana menangis ,dia tahu ini hormon kehamilan istri nya itu .


"iya .. iya .. kita ke kota B sekarang ya , ?! jangan nangis ,maafin aku ..maafkan aku yang lagi-lagi membuat mu nangis , ya udah kau mandi dulu ya ,habis itu siap-siap , aku mau ke ruang bawah dulu ,setelah kau siap aku juga akan mandi terlebih dahulu dan bersiap ." ucap nya yang di angguki ana .


Kini ana pun turun dari ranjang nya dan berjalan ke arah kamar mandi ,sementara Erland dia melangkah ke bawah untuk menemui Roy ,di saat dia mencari Roy di ruang kerja nya dia tidak menemukan nya ,kini dirinya pun melangkah kan kaki nya ke ruang kerja dirinya .


Tak butuh waktu lama Erland kini berjalan ke arah lift untuk Kemabli ke kamar nya ,setelah sampai kamar nya dia berjalan ke arah nakas untuk mengambil ponsel dan mencari makan makanan untuk seseorang wanita hamil, dua puluh menit kemudian ana telah selesai dengan ritual mandi nya dan melihat ke arah Erland yang tengah serius dengan ponsel nya .


Kini ana berjalan ke arah ruang ganti ,setelah itu dia berjalan ke arah meja rias dan akan mengeringkan rambut nya ,Erland yang melihat ana memegang hairdryer melangkah menghampiri nya .


"Sini biar aku yang mengeringkan nya ." ucap Erland yang mengambil hairdryer tersebut .


"Mas biar aku sendiri .. kau mandilah .." ucap ana menahan tangan Erland .


Erland menghela napas nya panjang dan memberikan hairdryer itu kembali pada ana .


"Baiklah ,bersiaplah kita akan berangkat ke kota B hanya untuk membeli tahu pedas itu ." ucap Erland mengecup kening ana dan berlalu pergi ke arah kamar mandi .


Kini ana pun bersiap dan memakai make-up tipis tanpa harus tebal ,kini dirinya tengah bersyukur , sebisa apapun dirinya berdandan cantik untuk suami nya itu ,kini dia telah tersenyum di depan cermin ,setelah selesai ana melangkah ke arah lemari untuk menyiapkan pakaian untuk suami nya .


"Ehh ... aku bingung baju apa yang harus aku siapkan .. tidak mungkin pakaian kantor kan ,dia kan bukan mau ngantor ...emmm ... aku pilih kemeja putih ajah dan ehh .. tapi ini sudah termasuk kan ... ahh aku tidak perduli ,dia terlihat sangat tampan jika memakai kemeja ," ucap ana yang kini menyiapkan pakaian suami nya di atas ranjang .


Kini ana melangkah untuk pergi ke bawah ,dia ingin membuat jus lemon terlebih dahulu sebelum berangkat ,di saat dia melangkah ke arah dapur ,omah melangkah menghampiri ana dengan tersenyum .


"Ana ,kau sudah cantik aja .. ?! apa kau sekarang jauh lebih baik ,gimana apa Sekarang kau merasakan mual lagi ." ucap omah dengan mengelus-elus punggung ana .


"Hehe ... omah juga cantik ..Tidak omah ,?! aku sekarang jauh lebih baik ." ucap nya tersenyum .


"Hihi syukur lah ,ehh kau jangan memakan makanan sembarangan sayang ,?! nanti omah akan bilang pada Erland untuk memberi tahu nya tentang makanan wanita hamil, ayo duduk ..kau jangan berdiam diri di situ ,kasian cicit omah jika kau berdiri seperti itu ." ucap nya yang kini menggandeng ana ke ruang tamu .


"O_omah dari..


"Haih kau ini .?! omah pernah muda dan pernah ngalamin hal nya seperti dirimu ,omah sudah yakin kau tengah hamil sayang ." ucap nya dengan tawa bahagia .


"Bi Ani buat kan susu kedelai untuk cucu menantu ku ,dia harus meminum susu itu ." ucap omah yang tengah memberhentikan langkah bi Ani dan di angguki bi Ani .


"O_omah aku ... aku tidak ingin susu kede..


"Sayang ...." ucap Erland tersenyum ke arah ana .


"Haih ... kalian berdua ini manis sekali .?! mau berkencan kah ... haha .. baiklah pergi lah berbahagia lah di masa-masa muda kalian ," ucap dengan gelak tawa nya .

__ADS_1


"Kenapa ..." ucap Erland yang melihat ana .


Ana hanya menggelengkan kepalanya ,Niat ana tadi hanya ingin membuat jus lemon yang dia ingin buat ,Karana kedatangan omah yang membuat nya tidak jadi membuat jus lemon itu .


"Omah ... aku pergi dulu ,jaga diri baik-baik omah ,ingat omah jangan terlalu memakan makanan terlalu manis ." ucap Erland yang mengelus tangan omah nya itu .


"Kau tak perlu mengkhawatirkan omah , sudah-sudah haha sekarang kau pergi kencan sana ,haha ,,,jangan lupa berbahagia .." ucap omah dengan gelak tawa nya .


"Ayo sayang kita berangkat ." ucap Erland menarik tangan ana dengan lembut


"Ehh cucu menantu tunggu dulu sebentar ,kau belum minum susu nya ,?! bi Ani cepatlah sedikit cucu dan cucu menantu ku akan segera meluncur ,kau ini kenapa sungguh lama sekali ." ucap nya dengan berjalan ke arah dapur .


Ana yang melihat omah nya berjalan ke arah dapur membuat ana dan Erland saling pandang .


"Mas ...." gumam ana .


"Gapapa sayang .?! kita tunggu omah aja ..." ucap Erland mengusap kepala ana.


"Mas tapi aku pingin nya ...


"Ah ana ... minum lah dulu susu ini ayo ..ini baik untuk kandungan mu hehe..ayo nak di minum ." ucap omah yang di angguki ana ...


Ana menghabiskan segelas susu kedelai itu , dan tersenyum ke arah omah yang tengah tersenyum pada nya .


"Makasih omah ." ucap ana dengan memeluk omah , ana bersyukur ternyata wanita paruh baya itu menerima nya dan sungguh perhatian akan hal dirinya .


"Haha .. ini sudah sepantas nya , sudah-sudah berangkatlah , hati-hati di jalan nya ya ." ucap omah yang di angguki Erland dan ana.


Kini kedua nya tengah pergi meninggalkan wanita paruh baya itu ,ana dan Erland pun telah pergi meninggalkan halaman mansion itu , omah yang melihat mobil Erland sudah tak terlihat kini kembali ke dalam .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sialan ,?! aku tinggal disini harus berhadapan dengan nenek tua itu ,tidak ada kesempatan lain lagi untuk aku memaksa Roy meminta kunci mobil ,jika ada nenek tua itu di sini ,dia pasti akan mengoceh lagi ." ucap Sahara dengan berdecak .


Kini Sahara bersiap dengan pakaian yang tadi siang dia beli ,dia memakai make-up nya di depan cermin ,dia mengingat perkataan nenek tua itu yang telah menyuruh nya bercermin .


"Cihh ... aku ya aku ... ngapain harus ngaca diri ,dasar nenek tua ." ucap nya dengan kesal .


Kini Sahara berjalan melangkah untuk keluar ,dia melangkah ke arah meja makan mengambil salah satu buah ,kini Sahara melangkah ke arah dapur untuk mencuci buah itu.


"Pelayan ... tolong kupas kan buah untukku ." ucap Sahara yang di angguki pelayan tersebut .


Kini Sahara berjalan ke arah ruang tamu dan duduk santai dengan membaca majalah , tanpa dia sadari ada seseorang yang tengah memperhatikan nya di balik pintu ruang pribadi .


"Layak nya nyonya besar sekali wanita ular itu ,baik ...? kita lihat saja nanti ,kau sampai kapan akan bertahan tinggal di sini ."


Kini omah melangkah ke arah dapur mengahmpiri pelayan yang tadi di suruh Sahara ,tak butuh waktu lama pelayan itu berjalan ke arah Sahara yang tengah duduk di ruang tamu


"Silahkan di nikmati nyonya buah nya ." ucap pelayan itu dan berlalu pergi .


Sahara melihat buah itu tidak di kupas hanya di jadikan potongan saja ,kini dia berdiri dan melangkah membawa piring yang berisi potongan buah itu .


"Pelayan ... aku menyuruh mu mengupas kulit apel ini kenapa tidak di buang kulit apel nya ,sekarang kau buang kulit apel itu sekarang juga ," ucap Sahara menyuruh nya Kemabli.


"Heii kalian semua ... kesini .?! tolong siap kan bahan-bahan yang ada di ruang bahan ya ,aku akan membuatkan sapu tangan bayi untuk cicit ku nanti ." ucap nya pada para pelayan tersebut dengan melihat ke arah Sahara .


"Ahh ... bi Ani kau yang sebagai kepala pelayan di sini kau juga harus membantu mereka semua ke ruang bahan ." ucap nya yang kini menatap bi Ani .

__ADS_1


Mereka mengangguk dengan mengerti dan berjalan melewati Sahara untuk pergi ke ruang bahan dan tak memperdulikan sahara , kini omah berjalan ke arah meja makan mengambil buah dengan tersenyum menghampiri Sahara .


"Ohh iya Sahara , bukan kah kau tadi menyuruh pelayan untuk mengupas buah , kebetulan sekali , karna pelayan sudah omah suruh ,jadi tolong kupasin kulit apel ini untuk omah sekalian dengan punya mu .", ucap nya dengan memberikan buah apel itu ke tangan Sahara dan melangkah ke arah kursi untuk duduk .


Para pelayan itu cekikikan melihat nyonya besar nya mengerjai Sahara , begitu pula dengan wanita paru baya itu ,dia menahan tawa nya yang telah mengerjai Sahara ,Sahara yang di perlakukan oleh nya mencengkram Piring yang ada di tangan nya itu ..


"Nenek tua aku tahu kau mengerjai ku ,sialan ."


Kini Sahara mengupas buah itu dengan menahan amarah nya ,tak butuh waktu lama Sahara pun telah mengupas buah itu dan memberikan nya pada wanita paru baya yang sedang duduk .


"Omah ,aku sudah selesai mengupas nya ." ucap Sahara memberikan buah yang sudah di kupas nya itu dan berlalu pergi ke arah kamar nya .


"Oh Sahara , omah lupa ..?! bisakah kau ambilkan ponsel omah yang ada di nakas kamar omah ,tolong ambilkan yah ... " ucap nya dengan melahap potongan buah apel tersebut.


Sahara di buat geram dengan apa yang di lakukan wanita paruh baya itu ,kini dia terpaksa harus melangkah ke kamar wanita paruh baya itu , tak butuh waktu lama Sahara kini tengah berada di kamar wanita paruh baya itu .


"Sabar Sahara ...sabar ... ?!lihat saja nanti nenek tua aku akan membalas mu ." gumam Sahara dengan kesal.


Sahara terkejut setelah apa yang dia lihat , dia melihat sebuah kalung yang berliontin bunga mawar itu ,Sahara menelan ludah nya dengan kasar ,dia tergiur saat melihat kalung itu yang tak jauh dengan ponsel wanita paruh baya itu .


"Kalung yang begitu indah ,?! pasti harga nya ratusan juta ,kenapa nenek tua itu sembarangan sekali menaruh kalung ini ,haha ..pasti nenek tua itu lupa dengan kalung nya ini ."


Sahara mengambil kalung itu dan menaruh nya di saku celana yang dia pakai ,kini dia mengambil ponsel itu dan berlalu pergi dari kamar dan melangkah ke arah ruang tamu untuk memberikan ponsel nya .


"Omah ,ini ponsel nya ,?! omah tidak akan menyuruh ku lagi kan ,kalau gitu aku pamit undur ke kamar ." ucap nya dengan tersenyum .


"Hemmm ... " ucap omah dengan hanya deheman saja kini dia melihat punggung wanita itu dengan tersenyum .


"Kena kau Sahara ,?! baiklah aku akan pergi ke kamar ku untuk mengecek kalung yang aku sengaja taruh untuk menjebak mu ."


Kini omah pun berjalan ke arah kamar nya ,di saat dia sampai dia benar-benar terkejut ,kalung yang dia sengaja di taruh di atas nakas benar-benar sudah tidak ada .


"Cihh ... bahkan kau berani mengambil barang milik orang lain, meski itu sengaja untuk menjebak mu ,?! lihat saja nanti Sahara ,kau akan bertahan sampai kapan untuk tinggal di sini ,aku akan tunjukan keburukan mu pada cucuku ." ucap nya dengan melihat ke arah cctv yang ada di kamar nya .


Sementara di kamar lain ,Sahara kini telah memegang kalung itu ,dan memasukan nya ke dalam tas ,kini dia berniat pergi untuk menjual kalung tersebut , kini dia melangkah ke luar di saat dia melangkah dia melihat Roy yang baru saja datang yang melangkah ke arah ruang kerja nya .


"Ahh .. Roy tunggu .." ucap Sahara memberhentikan Roy .


"Ada apa nona ." ucap nya dengan membungkukkan kepala nya .


"Kemarin aku gagal untuk meminta kunci mobil pada mu ,dan sekarang berikan salah satu kunci mobil pada ku ,aku akan ke luar ,aku tidak ingin di antar oleh pak Urip yang kemana-mana harus menunggu ku ," ucap Sahara yang dengan tangan bergerak untuk meminta kunci mobil tersebut .


"Maaf nona Sahara ,saya tidak bisa mem...


"Roy berikan saja apa yang dia mau ,kau tinggal pilih mobil mana yang akan kau pakai Sahara ," ucap sang omah yang memotong ucapan roy ..


"Aku ingin memakai mobil yang berwarna merah itu tepat nya dekat mobil Dimas ,?! Roy omah sudah mengijinkan nya ,Dimas pun tidak mungkin menolak nya dengan apa yang aku mau ,lalu kenapa kau melarang ku untuk membawa mobil ." ucap Sahara cetus.


"Maaf nona ... itu mobil baru tuan Erland dan tidak mungkin tuan Erland memberikan nya ." ucap Roy dengan membungkukkan kepalanya .


"Roy kasih saja apa yang dia mau ." ucap omah menimpali lagi .


"Mohon maaf nyonya besar , jika mobil itu di pakai ,tuan Erland akan tahu Karna mobil itu beda dengan yang lain nya ,jika pun kunci nya ada di tangan saya ,kemungkinan tuan Erland akan tahu Karna kunci mobil itu mengandu.....


"Saya paham Roy ... ?! Sahara kau pakai mobil yang lain saja ,kau kan tahu gimana sikap Erland ,sudah syukur kau memakai mobil ..?! Roy berikan salah satu kunci mobil padanya , jika dia tetap menolak kau tak usah memberikan nya ." ucap omah enteng melihat ke arah Sahara.


Kini Roy pun melangkah untuk mengambil kunci tersebut , tak butuh waktu lama roy memberikan kunci mobil itu pada Sahara ,dengan kesal nya Sahara terpaksa mengambil kunci mobil tersebut .

__ADS_1


"Sialan ,?! berapa harga mobil sialan itu hingga mendapat kan magnet tertentu , dimas kau sungguh memanjakan adik mu dengan membelikan mobil secanggih itu ."


Sahara berpikir bahwa mobil tersebut di belikan oleh Dimas untuk Erland ,Sahara tidak tahu kekayaan Erland terpaut jauh dari Dimas ,hanya saja wanita itu belum mengetahui siapa Erland sebenarnya .


__ADS_2