
Stevan berjalan ke arah pintu ruangan di mana Dimas di rawat ,dia membuka pintu dan melihat Dimas yang tak berdaya ,dia menghampiri Dimas yang tak sadarkan itu , di saat Stevan menarik kursi untuk duduk, Dimas membuka mata nya .
"Stevan " ucap nya yang tidak begitu jelas ,tapi Stevan mengerti dengan akan hal itu .
"Dim tidak ... kau jangan bergerak ." ucap stev dengan nada khawatir .
Dimas hanya bisa mengikuti perkataan Stevan, dan melihat raut wajah nya yang sulit di artikan .
"Dim andaikan di waktu itu aku tidak pergi ke luar negri ,mungkin aku bisa menolong mu , bahkan kenapa kondisimu semakin memburuk ? padahal kau selalu menjalani perawatan khusus." ucap nya lagi .
"Aku baik-baik saja ,kau tak perlu khawatir , ? stev ,aku minta maaf untuk Erland ,Karna temperamen Erland yang begitu buruk ."
Stevan menghela napas nya panjang ,di saat kondisi seperti itu pun Dimas masih saja meminta maaf untuk Erland .
"Dim ,jika kau ingin menunjukan perhatianmu itu, lakukan saja perawatan intensif ." ucap nya dengan lirih .
"Stev ,berhenti untuk berkata yang nama nya perawatan ,aku sudah lelah , apa arti nya hidup ku sekarang ini , jika nanti aku mati ?tolong jaga Erland dan gantikan aku ." ucap nya dengan berkata tak jelas .
" Dim ... kau jangan berkata seperti itu ,? kau tahu sendiri Erland bagaimana ,apa kau tidak takut dia akan balas dendam kepada keluarga Anggara yang lain nya, termasuk paman mu ." sercah stev yang menahan emosi nya .
Stevan tidak mengerti kenapa jalan pikiran Dimas begitu mudah untuk berharap mati ,hanya karna satu wanita yang ingin di ikuti nya .
"Jadi kalian semua hanya ingin melihat ku seperti ini ,melihat ku hidup dan hanya berbaring seperti ini ,seperti sampah yang tak berguna ,aku punya hak untuk pilihan ku sendiri ,aku ingin mati pun itu ke keinginan ku , kau tak akan pernah tahu perasaan ku stev." ucap Dimas dengan menutup mata nya .
"Satu-satunya jalan untuk mu hanyalah untuk tetap hidup , ucap Stevan yang tengah menekan Dimas.
Dimas membuka mata nya kembali setelah apa yang dia dengar dari perkataan Stevan .
"Stev ,di setiap detik itu , selalu menyiksa ku , mungkin dengan cara nya mati ,aku tidak akan merasakan sakit lagi ."ucap nya dan kembali menutup mata nya .
"Dim ,berhenti untuk berbicara omong kosong ,? tunggu untuk beberapa hari lagi ,aku percaya dengan Erland dia akan memberikan sesuatu padamu untuk kau agar tetap hidup ." ucap Stevan melangkah meninggalkan Dimas .
Steven berhenti dari langkah nya dan berbalik melihat Dimas .
"Bertahanlah untuk hidup ." ucap nya lagi
Steven menghela napas nya panjang setelah dia keluar dari ruangan Dimas ,dia begitu tidak menyangka melihat keadaan Dimas ,bahkan pria itu ingin berniat mati .
"Mungkin kematian yang dia inginkan akan membantu Dimas untuk keluar dari situasi yang dia alami ,tapi gimana dengan Erland ,si beruang kutub itu tidak akan pernah menyerah untuk menyembuhkan Dimas ." gumam stevan kecil
"Bi Ani saya harus segera pergi " ucap Stevan pada bi Ani .
Di saat dia akan melangkah dia melihat gadis yang tengah tertidur di sofa ruang tamu ,Steven menatap ana dengan teliti .
__ADS_1
"Mungkin dia memang yang terbaik untuk Erland ,tapi aku ingin tahu apa kah dia bisa mencairkan es itu"
********
Seminggu kemudian , ana masih saja rutin untuk memasak makanan sehat untuk dimas ,dia tidak akan menyerah untuk bisa menemui Dimas ,meski terus di tolak oleh para dokter dan juga Roy .
"Sudah satu Minggu ,sudah biasa ? aku tidak di terima dan di tolak di depan pintu , tapi aku percaya ,suatu hari dia akan mengijinkan ku ."
Di saat ana akan melangkah ke kamar nya ,suara pelayan telah memanggil nya .
"Nyonya ana ,nona jenika datang berkunjung ." ucap pelayan.
Kini ana berjalan ke arah bawah untuk melihat jenika , pasal nya ana telah mengabari jenika untuk berkunjung .
"Ana aku datang ,lihat aku bawa apa ,.? aku membawakan kue kacang untuk mu ." ucap jenika yang tengah memberikan paper bag berisi kue kacang .
"Terima kasih Jen , kau jauh-jauh membawakan cemilan kesukaan ku ,"
" Haha iya sama-sama ,ana kau mengabari ku tepat waktu ." ucap nya sambil duduk
" maksud mu ,"
"Huh aku sengaja pergi dari rumah ,aku slalu di buat jengkel oleh ibu , dikit-dikit marah ,terus berteriak ,huh sungguh membosan kan." ucap jenika
"Benarkah ana? baiklah kalau begitu ,tadi nya aku bermaksud akan menginap di hotel .." ..
"Haha..tentu Jen." ucap nya yang tengah berpelukan itu .
Bi Ani dan Roy yang tengah melihat nyonya muda nya tertawa tersenyum bahagia, tapi tidak dengan Roy ,pria itu menunjukan wajah tidak kesukaan nya pada putri Pratama itu .
"Lihat lah ,aku baru pertama kali melihat nyonya ana tertawa senang , semenjak tinggal di keluarga Anggara ."ucap bi Ani ikut tersenyum
"Tidak ,gadis itu pasti merencanakan sesuatu dan berlaga sok polos di hadapan kita ,apalagi di depan nyonya ana, aku tahu gimana sifat putri-putrinya tuan Erik Pratama, aku lihat di mana mereka menolak pembahasan pernikahan di waktu itu ." ucap Roy dengan tatapan tidak suka dengan kehadiran Jen .
Ana dan jenika naik ke atas di mana mereka akan pergi ke kamar ana .
"Ana ,kenapa Dimas selalu ingin di rumah kenapa tidak di rumah sakit aja ." ucap jenika yang tengah duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang di mana ana duduk.
"Dia cuma hanya ingin di rawat di rumah Jen." ucap ana dengan nada sedih.
"Ana ,apa kamu pernah melihat nya semenjak menikah ,dan lalu kenapa mereka menolak mu untuk masuk dan melihat Dimas." ucap jenika penasaran.
"Aku sudah beberapa kali bertemu dengan nya ,awal nya aku memang takut dengan rupa nya ,tapi setelah terbiasa ,aku jadi biasa-biasa aja ,kau tahu Jen.? di saat pertama aku melihat nya sungguh menakutkan ." ucap ana yang tengah berbaring .
__ADS_1
Jenika hanya mendengarkan perkataan ana ,dia tidak menjawab ana menikah dengan Dimas karna penolakan mereka ,ada rasa bersalah pada gadis itu Karna sudah menolak pernikahan dan di gantikan oleh ana .
"Ana .. maafkan aku , waktu di mana kamu akan menikah ,aku sudah begitu jahat dan menghina suami mu ."
"Ana maafkan aku ,"
" Jen.? apa yang kau pikirkan ,aku tidak menyalahkan mu bahkan dengan Vika dan juga Dila ,aku tidak menyalahkan kalian , ? lebih baik kita tidur ini sudah malam ." ucap ana yang di angguki jenika .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat jam pukul dua belas malam ,Erland kembali ke mansion Anggara ,bahkan pria itu tidak memberitahu kan pada semua orang yang ada di mansion termasuk ana.
Erland berjalan dan Menenteng jas yang ada di tangan nya ,dan tangan satu nya membuka dasi yang tengah ia longgarkan , kini Erland berjalan ke arah kamar dirinya dan juga ana ,lampu kamar gelap ?hanya lampu yang ada di bagian sudut yang menyala
Pria itu tidak memperdulikan lampu gelap itu , dia lebih memilih berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah selesai membersihkan diri ,Erland berjalan keluar dengan hanya memakai kaos dalaman saja, Erland duduk di sofa dan memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
"Pusing sekali ,? bahkan gadis itu tidur begitu nyenyak .",gumam Erland pelan .
Erland berdiri dan naik ke atas ranjang , dia mendekatkan tubuh nya untuk memeluk ana .
"Aku tidak mungkin hanya untuk tidur saja ,lagi pula aku adalah suami nya ,tidak mungkin sekali jika aku tidak menyentuh nya ,? toh aku adalah pria normal yang lurus-lurus amat ."
"Dan gadis ini tidak pergi setelah aku tinggal kan seminggu ini ,aku tidak tahu dengan gadis ini , dia itu polos atau bagaimana, tapi hingga kini dia penurut .
Kini Erland meraba punggung ana ,tapi dia terkejut setelah apa yang dia sentuh ,dari tubuh yang di miliki ana tidak seperti itu ,istri nya itu kecil dan lembut , dia penasaran setelah seminggu di tinggal kan.. ana benar-benar berubah dan badan nya telah berisi ,kini Erland meraba kedua gundukan wanita yang ada di samping nya itu ,erland lebih-lebih terkejut lagi, dengan yang sedang dia pegang .
"Dada nya membesar , apa berat badan nya bertambah setelah aku tinggal kan satu Minggu ,tapi aku berharap badan mu berisi Anatasya."
Di saat Erland meremas dada wanita itu, Erland melihat rambut wanita itu pendek ,bukan kah rambut ana panjang .
"Tunggu .? rambut ana panjang dan lurus ,kenapa ini pendek dan bergelombang ."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like ,komen ,dan vote nya ya 🙈🙈