Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Pergi ke kampus .


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu , Pagi-pagi sekali ana bangun ,dia melihat jam yang ada di atas nakas menunjukan pukul 05:00 pagi ,ana merasakan perutnya terasa lapar ,dia melihat ke arah suaminya tengah tidur dengan nyenyak .


Kini ana turun dan mengelus-elus perut nya ,ana melangkah ke arah arah sofa dan duduk ,dia berfikir dan ingin makan sesuatu ,lidahnya benar-benar serasa ingin makan nasi uduk yang sering di beli oleh Nabila di warung nasi langganannya .


Dengan tersenyum tipis ana melangkah ke arah nakas untuk mengambil ponselnya ,kini dia pun mencari kontak Nabila untuk mengirimkan pesan .


Karna rasa tak sabar ingin makan nasi uduk ,ana tanpa di pikir dan melihat jam terlebih dahulu ,dan mungkin sekarang ini Nabila masih nyenyak dalam tidurnya ,dia langsung mengirimkan pesan itu pada sahabatnya .


"Dengan begitu ,Nabila membelikannya di saat dia akan berangkat kuliah ." gumam ana .


Kini ana menaruh Kembali ponselnya di atas nakas ,ana melihat tangan Erland meraba-raba tempat tidur ana yang di sampingnya ,dengan cepat ana langsung menaruh guling dimana dirinya tidur .


Erland yang mendapatkan guling langsung diam ,dia mengira bahwa guling itu adalah ana, ana yang melihat suaminya diam hanya geleng kepala dengan tersenyum tipis .


Kini dirinya melangkah ke arah luar dan akan berniat membuat sarapan pagi, tidak seperti biasanya ,para pelayan pun belum ada yang masuk ke area dapur ,kemungkinan mereka juga masih di dalam kamar nya ,dengan cepat ana mengeluarkan bahan-bahan sayuran yang akan dia masak untuk sarapan pagi .


Ana mengikat rambutnya dengan asal dan langsung berkutat dengan acara masak nya , kedua pelayan yang khusus bagian masak baru keluar dan masuk ke dapur , di saat mereka masuk ,mereka terkejut saat melihat ana sudah berkutat dengan masak nya ,bahkan hampir selesai .


"Nyo_ nyonya !! kenapa anda melakukan itu , itu se...


"Tidak apa-apa , kalian gak perlu khawatir akan hal kerjaan kalian jadi aku kerjakan ,lagian aku baru pertama kali ini kok lebih awal bangun dari kalian ." ucap ana tersenyum .


"Bi .. ayo bantu saya bawakan makanan nya ke meja makan ." ucap ana .


Kedua pelayan itu pun langsung tersadar dan menganggukkan kepalanya , kini mereka pun membawa makanan yang sudah di masak oleh nyonyanya itu .


"Terima kasih .", ucap ana tersenyum .


Kedua pelayan itu saling pandang , bahkan mereka tidak menjawab pertanyaan ana , mereka mendengar majikannya mengatakan terima kasih pada mereka yang seorang pelayan .


Ana melangkah ke arah kamarnya untuk membangunkan Erland , di saat dia sudah buka pintu , dia tidak melihat suaminya di ranjang , bahkan ranjang pun sudah rapi ,kini dia melangkah ke arah pintu kamar mandi , dan benar saja Erland berada di kamar mandi .


Ana melangkah ke arah lemari , di saat dia baru melangkah satu langkah , pakaian suaminya sudah di siapkan oleh Erland , ana menghela nafasnya panjang , kini ana melangkah ke arah ranjang untuk melihat ponselnya dan ada pesan dari Nabila ,ana tersenyum senang saat Nabila mengatakan "Iya" .


"Sayang ." ucap Erland memeluk ana dari belakang .


"Mas kamu sudah selesai ?! ,maaf aku tidak membangunkan mu ." ucap ana berbalik menghadap suami nya .


"Hemm .. kasih aku ciuman ,Karna kau tidak membangunkan ku ." jawab Erland dengan menggoda ana .


"Enggak !! kamu harus segera pakai pakaian mu mas .." ucap ana .


"Enggak .. " jawab Erland .


Cup ...


Cup ..


Cup...


Cup ...


Ana langsung mencium wajah suaminya itu dengan empat kali ciuman di seluruh wajahnya ,dia tidak ingin menunggu dan melihat wajah suaminya itu di tekuk .


Dengan tersenyum senang ,erland langsung melangkah mengambil bajunya yang di sofa ,sementara ana ,ana kini melangkah ke arah kamar mandi untuk mandi .


"Sayang hati-hati jalannya ." ucap Erland dengan sedikit berteriak .


Ana memberhentikan langkahnya di ambang pintu melihat suaminya ,dia hanya menganggukkan kepala nya saja .


Beberapa menit kemudian Erland tengah selesai memakai pakaian nya ,kini dia melangkah ke arah ranjang untuk mengambil ponselnya , untuk mengirimkan pesan pada Bryan .


20 menit kemudian Erland duduk di ranjang melihat pesan yang di kirim oleh Niken , ana yang baru keluar dari kamar mandi melihat suami nya yang belum memasangkan dasi .


Kini dia melangkah ke arah sofa mengambil dasi untuk memasangkannya , Erland yang melihat ana berada di depan nya tersenyum .


"Berdirilah mas , aku akan memasangkan dasi untuk mu ."Ucap ana .


Erland berdiri dengan tangan masih memegang ponsel , setelah membalas pesan dari Niken ,dia menaruh ponselnya dengan di lempar ke ranjang .


Kini pandangannya ke arah ana sang istri tercinta .


"Kenapa dia semakin cantik saja , apalagi kalau rambut nya di Cepol begitu dengan memakai kimono dengan perut buncit ."


"Selesai dehh .." ucap ana yang merapi kan kemeja Erland .


Erland mencium pipi ana dengan singkat .


"Aku keluar duluan ya sayang ,mau ke ruang kerja ,cepat pakai baju mu ." ucap Erland dengan di angguki ana .


Erland melangkah ke luar dengan menenteng Jaznya ,sementara ana melangkah ke ruang ganti untuk memakai baju .


Selang beberapa menit ana pun selesai memakai baju ,kini dirinya melangkah ke arah cermin ,di saat dia akan duduk ,dia melihat alat make-up yang bersejajar di meja rias .


"Ini .....


"Mas Erland kapan membeli ini ,perasaan semalam aku tidak melihat nya , tapi kan make up ku masih ada dan....


Dreett ...


Dreett ....


Suara ponsel ana bergetar ,dan dia langsung berdiri dari kursinya untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan , ana tersenyum senang saat Nabila mengrimkan foto nasi uduk dan akan segera otw ke mansion .


Dengan cepat ana merias wajahnya dengan make tipis senatural mungkin , kini dia pun melangkah ke arah luar , di saat dia melangkah , Erland pun keluar dari ruang kerjanya .


"Ana !! apa kau bahagia hari ini ." ucap wanita paruh baya yang kini melangkah ke arah meja makan .


"Omah " ucap ana melangkah ke arah sang omah dengan merangkul tangan wanita paruh baya itu .


"Tentu !! pagi ini aku bahagia karna akan makan nasi uduk ." ucap ana dengan berbinar .


Erland yang melangkah memberhentikan langkah nya melihat ke arah ana dan juga wanita paruh baya , kini pandangan nya beralih pada hidangan makanan yang sudah tersaji di meja makan .


"Sayang !! kamu membuat nasi uduk ." tanya Erland yang kini menarik kursi


"Tidak !! aku memesan pada Nabila untuk membelikan nasi uduk di warung nasi langganannya ." ucap ana dengan tersenyum .


Erland yang mendengar perkataan ana barusan terkejut .


"Sayang !! kenapa harus beli nasi uduk ,hmm ... ini kami loh yang siapin sarapan pagi-pagi tapi kamu beli ." ucap Erland .


"Erland sudahlah , ana mungkin menginginkannya , kau jangan terlalu posesif akan hal istrimu , biarkanlah ?! itu mungkin keinginan cicit omah , iya kan sayang ." ucap sang omah mengelus perut ana .


"Tau ,selalu saja mengerem ku untuk makanan yang aku ingin kan ." ucap ana mengerucutkan bibirnya .


Erland hanya menghela nafasnya berat ,semenjak ana hamil dirinya memang sedikit tertekan jika ana memakan makanan yang membuat nya khawatir .


"Iya-iya sayang !? terserah kau mau makan apa ," ucap Erland menghela nafasnya .


"Makasih sayang ." ucap ana dengan tersenyum .


"Emmm ..." jawab Erland.


Ana menyiapkan sarapan suaminya itu dengan lihai ,omah yang melihat dua pasutri itu lagi-lagi hanya bisa geleng kepala .


Ana hanya duduk dan melihat ponsel di tangannya ,Erland tahu istrinya itu pasti sibuk chatingan bersama Nabila , kini dia hanya melanjutkan makannya dengan di dampingi istri di sampingnya .


Selang beberapa menit, makan pun tengah selesai , Erland melihat ke arah istrinya dengan masih serius melihat ponsel .


"Sayang !! ayo pindah tempat duduknya ,?! di sofa ya ,, " ucap Erland dengan di angguki ana .


"Apa Nabila masih lama ,kenapa dia membuatmu menunggu lama sayang .' ucap Erland kembali .


"Sebentar lagi mas .?! apa kau mau berangkat , ayo aku akan antar ke depan ." ucap ana


"Aku menunggu Bryan ,aku akan berangkat bareng ,aku mau menyiapkan berkas dulu di ruang kerja ." jawab Erland melangkah ke arah dimana ruang kerja berada .


Ana hanya menganggukkan kepalanya dan langsung duduk di sofa ,dia sedang menuggu Nabila dengan melihat artikel kehamilan di ponsel


"Pagi nyonya Anatasya Anggara ." ucap Nabila yang kini berada di ambang pintu masuk .


Baru beberapa detik ana duduk ,dia langsung teralihkan pandangannya ke arah suara cempreng nabila.

__ADS_1


"Nih ... nasi uduk mu ." ucap Nabila yang kini duduk di samping ana dengan manaruh tas laptop di meja ruang tamu .


"Pagi omah .. " ucap Nabila kembali yang kini melihat omah berjalan ke arah sofa .


"Pagi Nabila ,?! apa ana merepotkan mu ," jawab wanita paruh baya itu .


"Tidak sama sekali omah .. sangat ... sangat ... sangat tidak .he." ucap Nabila cengengesan .


Omah hanya tersenyum ,ana langsung berdiri membawa nasi uduk yang di bawakan oleh Nabila barusan tanpa berbicara apapun , kini dia melangkah ke dapur untuk mengambil piring ,setelahnya dia pun langsung memakan nasi uduk itu .


Nabila melangkah ke arah bi Ani yang kini berada di dapur dengan berbisik .


"Bi Ani ?! bolehkan aku ikut numpang ke kamar mandi ,aku kebelet Pi...


"Silahkan nona ,mari saya antar ." jawab langsung bi Ani ..


"Ah haha ..oke ." jawab Nabila dengan tersenyum kikuk dan menaruh tasnya di meja kecil yang berada di dapur .


Tiga menit kemudian ,ana memanggil salah satu pelayan ..


"Bi .. tolong siapkan kotak bekal buat sahabat ku ya ,dia suka makanan di mansion ." ucap ana yang kini tengah mengunyah dengan di angguki pelayan .


Dengan cepat pelayan pun bersiap untuk menyiapkan kotak bekal untuk sahabat nyonya muda nya .


Tak butuh waktu lama ,kotak bekal pun sudah di siapkan ,begitu siap Nabila pun ke luar dari kamar Bi Ani dan melangkah ke arah dapur untuk mengambil tas .


Pandangan nya melihat ke arah ana yang berada di meja makan yang masih asyik memakan nasi uduk ,Nabila hanya geleng kepala dengan tingkah ibu hamil itu .


"Non Nabila , ini bekal dari noyonya ana ,untuk anda ." ucap pelayan memberikan kotak makan .


"Ah ...


"Makanan di mansion sungguh enak-enak ,gak ada salah nya aku terima ,oke ?! gak baik nolak Rizki ."


"Terima kasih ." ucap Nabila melangkah ke arah meja kecil untuk mengambil tasnya .


Kini dia melangkah ke arah ana yang sedang makan dengan memeluknya dari samping .


"Terima kasih Putri keong atas bekal mu ." ucap Nabila merangkul pundak ana


"Ana aku berangkat dulu ya ,nanti kotak bekalnya akan ku kembalikan. bye ." ucap Nabila lagi dan berlari kecil menuju ke luar .


Ana yang mendengar Nabila memanggil nya putri keong teringat akan hal Dista , tapi ana tidak berpikir lebih panjang lagi ,dia langsung melanjutkan makannya yang tinggal dua suap lagi ,kini pandangannya melihat ke arah pintu ruang kerja suaminya yang belum keluar juga .


Beberapa menit kepergian Nabila , Bryan pun datang sampai halaman mansion ,Bryan turun dari mobilnya dan melangkah ke arah pintu masuk ,di saat dia masuk dia melihat ana yang kini melangkah ke arah ruang tamu .


"Pagi nyonya ." ucap Bryan membungkukkan kepalanya .


"Pagi ." ucap ana dengan nada kesal nya .


"Bisa tidak ,?! situ tak perlu memanggil ku nyo...


"Bryan !! tuan Erland sudah menunggu di ruang kerja ." ucap Roy yang tiba-tiba datang .


Ana yang mendengar suara Roy ,memutar bola matanya jengah , orang-orang yang dekat dengan suaminya benar-benar punya sipat tak jauh dengan kata dingin ,datar ,dan seenaknya bicara .


"Pria-pria group salju "


Bryan pun melangkah ke arah ruangan kerja dengan di ikuti Roy ,ana benar-benar malas melihat kedua pria yang menunjukan wajah dingin nya itu , di saat dia akan menikmati teh manis ,matanya tertuju pada tas laptop berwarna pink .


"Ini punya Nabila ,?! kenapa dia bisa meninggalkannya begitu saja sih ." gumam ana .


"Sayang ?! aku berangkat dulu ya ." ucap Erland yang kini berjalan ke arah ana .


"Iya mas " jawab ana berdiri dari duduk nya .


"Mas .. aku boleh minta ijin padamu ." ucap ana


"Ijin ... " jawab Erland berhenti dari langkah nya .


"Aku mau ke kampus ,laptop Nabila ketinggalan ,dia pasti memaka..


"Tidak..tidak .. aku tidak ijinkan kau keluar dengan hamil yang sudah buncit sayang ." jawab Erland langsung .


"Tidak ." ucap ana memotong ucapan Erland .


"Say..


"Kalau kamu tidak ijinin aku untuk mengantarkan laptopnya nabila ,kau tidak usah berangkat dengan Bryan ." ucap ana dengan kesal .


"Sayang !! Bryan udah di sini ,kan aku sudah janji sam...


"Pokonya tidak ..ya tidak mas ..?! kalau begitu laptop ini biar Bryan yang antarkan , kamu berangkat sama pak Urip gak perlu berangkat sama Bryan ." desak ana .


Bryan terkejut saat ana bilang untuk mengantarkan laptop gadis ceroboh itu ,Erland dan Bryan saling pandang ,dan mengalihkan pandangannya ke arah ana yang merentangkan tangan yang tengah menenteng tas laptop itu ke hadapan Bryan .


Erland seketika setuju dengan apa yang di katakan istrinya itu , dengan cepat Erland ngasih kode pada Bryan agar secepatnya mengantarkan laptop itu .


"Baiklah ,aku akan berangkat dengan pak Urip ,?! Bryan itu tanggung jawab mu , aku takut istriku akan mengamuk jika tidak di laksanakan ." ucap Erland dengan menatap Bryan .


"Tidak ?! aku akan berangkat ke kantor , kau bahkan ...


"Kalau istriku berkata gitu , aku juga harus gitu ,lakukanlah , aku akan berangkat dengan pak Urip saja , kau terlambat sedikit ke kantor tidak apa-apa , akan aku tambah gajih ke rekening mu ." ucap Erland tanpa melihat ke arah Bryan .


"Sayang ,aku berangkat dulu ya ." ucap Erlang mencium kening ana dan beralih pada perut buncit ana .


"Bryan .. nih ?! Nabila pasti membutuhkan ini ,dia tadi kelupaan ." ucap ana .


Bryan pun terpaksa harus mengantarkan laptop itu


"Kampus universitas xxxxxx...ya ..." ucap ana kembali .


Bryan berjalan tanpa menghiraukan teriakan istri dari sahabatnya itu ,Erland yang sudah berangkat duluan tengah cekikikan ,dia yang berniat akan mengerjai Bryan ,akhirnya tersampaikan juga oleh istrinya itu .


"Ehh .. ini hanya kebetulan bukan !! haha .. apa si jomblo itu jodoh nya Nabila , terserahlah yang jelas biarkan dia PDKT dulu ."


Erland cekikikan di dalam mobil menertawakan Bryan yang di suruh oleh istrinya untuk ke kampus Nabila .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain ,Nabila kini tengah sampai di kampus ,dia sudah di tunggu oleh Dista beberapa menit yang lalu ,tanpa malu Nabila menenteng bekal dari ana ,Dista yang melihat Nabila menenteng kotak bekal mengerutkan keningnya .


"Nabila .. tumben kau membawa makan ,buat makan siang nanti ." tanya Dista .


"Tidak, bukan kok .!! temani aku makan ayo ke kantin ,kebetulan nih belum sarapan , kita makan dengan bekal yang aku bawa. jawab Nabila .


"Oke ..!! eh .. eh.. tunggu semenjak kapan kau bisa masak , jangan bilang tuh masakan asin .. ogah aku makannya jika asin ." ucap Dista .


"Banyak omong !! ayo .. ini makanan paling terenak ,aku dapat gratis dari seseorang ."jawab Nabila menarik tangan Dista .


Dista hanya memutar bola matanya jengah , dia hanya mengikuti Nabila saja ke kantin ,dia pun kebetulan belum sarapan .


Kini mereka pun berada di kantin ,dan akan memulai menikmati makanannya , Dista dan Nabila pun tengah menikmati sarapan nya di kantin , mereka nyempatin makan terlebih dahulu sebelum masuk .


Di luar sana para wanita-wanita kampus tengah berteriak histeris setelah kedatangan pria yang kini tengah berjalan di area halaman kampus , pria itu celingak celinguk dengan menarik dasi yang terpasang di lehernya .


"Sial , dimana gadis ceroboh itu." gumam Bryan yang kini celingak celinguk .


Orang-orang di kampus itu melihat Bryan tanpa berkedip , kini Bryan melihat ke arah wanita yang kini tengah melihatnya .


"wahh pria itu mengahmpiri kita ,dia menghampiri kita ."


"Permisi .. kalian kenal dengan gadis yang namanya Nabila ." ucap Bryan .


"Kalau kenal , saya mau nitip ini ?! bisakah kalian memberikan in...


"Oh .. Nabila .. aku lihat ... aku lihat .. dia sedang di kantin ,ayo kakak tampan ?! akan aku antarkan ke kantin ," ucap wanita yang kini tengah menarik lengan Bryan .


Bryan terkejut saat tangannya di tarik ,kini Bryan berhenti dari langkahnya begitu juga dengan wanita yang tengah menarik tangannya.


"Saya bisa sendiri ,dan akan mengikuti mu ." ucap Bryan seraya melepaskan tangan wanita tersebut .


Wanita-wanita yang ada di kantin mengalihkan pandangannya ke arah Bryan .

__ADS_1


"Wow pria yang seksi ."


"Dia bersinar dengan uang ,lihat dari cara berpakaian nya ."


"Pria yang tampan ."


"Apa dia anak baru ."


"Ah bukan-bukan ,penampilan seperti itu ,kayanya dia dosen baru kita deh ."


Wanita-wanita itu tengah berbisik dan melihat ke arah Bryan ,tapi pria itu acuh dan tak perduli ,Kini Bryan pun mengikuti langkah wanita itu dengan menahan kekesalan nya , Dista yang mendengar gemuruh di kantin membuat pandangannya melihat ke arah depan .


"Ada apa sih berisik banget ." ucap Nabila


Dista terkejut saat pria yang di belakang Nabila menghampiri meja mereka .


"Na ... Nabila .. di sampingmu ." ucap dista melihat Bryan .


"Samping apa "jawab Nabila dengan serius makan .


Wanita-wanita tadi berbondong-bondong memberikan makanan kantin ke arah Bryan , Bryan terkejut dan refleks menerima nampan tersebut , Nabila terkejut saat melihat di sampingnya ada Bryan yang tengah berdiri di gerumuti ciwi-ciwi .


Bryan pun terpaksa duduk di samping Nabila dengan menaruh nampan .


"Oh kebetulan sekali , mari makan bersama ." ucap Bryan


Nabila diam tak berkutik ,Dista hanya melirik kedua manusia itu di depannya ,sementara ciwi-ciwi yang lain kecewa pada pria yang memilih duduk dengan Nabila , Dista hanya melanjutkan makan dengan menatap keduanya .


"Tu_tuan ,anda sedang apa di sini ." ucap Nabila .


Bryan tidak menjawab pertanyaan Nabila ,dia memberikan tas berisi laptop pada Nabila di meja tersebut .


"Ohh tidak !! kenapa bisa ada di pria ini, ahk sial ,tadi aku lupa membawanya di mansion ,!! tunggu .. apa pria ini tadi ada di mansion ."


Bryan melihat ke arah Dista , kini pandangannya ke arah makanan di depannya .


"Permisi nona !! maaf merepotkan mu , bisakah anda memesankan daging untukku , aku tidak suka dengan sayuran ." ucap Bryan menatap Dista .


"Hah .. !!!!!!!!!!!!!!!!! ." Nabila dan Dista kaget .


Dista masih duduk dari kursinya ,Bryan yang melihat gadis di depannya masih diam , menghembuskan nafasnya ,kini Bryan menatap Nabila di sampingnya ,dan merebut sendok yang ada di tangan gadis itu .


"Apa yang anda lakukan tuan ." kaget Nabila .


Bryan memakan ,makanan yang punya Nabila ,Nabila terkejut saat pria itu makan dengan memakai pakai sendoknya sekaligus dengan makanan dia .


"Ohh tidak itu sendok Ku, makanan ku ."


"Mmmmmmmm."


"Ekspresi macam apa itu ?! jika tuan tidak suka makanan ini pulang aja sanah , dan terima kasih sudah mengantarkan laptopnya ." ucap Nabila ketus


Bryan tidak mendengarkan perkataan gadis yang ada di sampingnya , kini dia memberikan sendok itu kembali pada Nabila dengan kotak makan yang tadi dia rebut dari gadis itu , Bryan mengambil sumpit untuk memakan mie yang ada di depannya , Nabila terkejut melihat Bryan di arah samping tengah memakan mie dengan cepat .


"Aku ingin segera menyelinap pergi dari sini ,?! kenapa pria ini begitu tidak tahu malunya ,datang langsung makan."


"Uhhh .....


Nabila terkejut saat Bryan berhenti dari makannya yang kini tengah memegang perutnya .


"Tu_tuan , apa yang terjadi ,apa anda tidak apa-apa ." ucap Nabila kuatir .


"Tidak apa ?! makan terlalu cepat perut jadi agak sedikit sakit ," ucap Bryan yang kini melanjutkan makannya lagi .


"Apa dia ini tidak makan dengan baik , hingga makan seperti orang kelaparan ,"


Nabila melihat pria yang ada di sampingnya itu melanjutkan makannya lagi ,Nabila langsung mengalihkan pandangannya ke arah kotak makanan yang bekas pria di sampingnya .


Dista melihat Nabila yang hanya diam saja ,dia penasaran dengan pria yang berada di samping Nabila .


"Tuan , apa anda benar tidak apa-apa ,jika masih terasa sakit ,di kampus ada klinik ,Nabila cepat antarkan tuan ini ." ucap Dista .


"Tidak !! aku tidak apa-apa ,tidak akan mati ." jawab Bryan yang kini tengah mengunyah .


Nabila tidak menghiraukan pria yang ada di sampingnya itu ,Nabila pun mendengar perkataan pria barusan ,


"Kau bodoh Nabila , kenapa kau mengkhawatirkan pria ini ,apa yang di katakan dia benar ,dia tidak akan mati cuman hanya sakit perut ,tapi kenapa sikapmu berlebihan sekali barusan .. bodoh ."


Bryan melirik Nabila dari ujung matanya ,dia melihat gadis yang tengah makan itu dengan menunduk .


Drreettt....


Drreettt....


Ponsel Bryan berdering di Karna kan ada yang telpon , kini dia pun menerima telpon itu .


"..... !! ...


"Baik .. aku akan segera pergi ." ucap Bryan berdiri dari kursi dan berlalu pergi meninggalkan kantin .


Nabila merasa lega saat pria itu sudah pergi dari sampingnya , beberapa menit kemudian tiba-tiba Nabila mengingat pria itu yang merasakan sakit perutnya ,Nabila berdiri dari duduknya dan mengambil tas .


"Dista ,tolong bantu aku untuk membereskan ini , aku ijin pergi sebentar ." ucap Nabila berlalu pergi meninggalkan Dista .


"Nabila , sebentar lagi kita masuk ,kau mau kemana ." teriak Dista .


Nabila tidak menghiraukan Dista dia berlari tergesa-gesa mengejar Bryan ,di saat dia sampai gerbang kampus mobil Bryan sudah melaju ,nabila pun mengejar mobil Bryan , Bryan yang kini tengah memegang perut dengan tangan sebelahnya ,tak sengaja melihat kaca spion luar ,Bryan terkejut saat dia melihat Nabila tengah mengejar mobilnya ,


"Gadis ceroboh !! kenapa dia mengejar mobilku .", gumam Bryan langsung mengerem dan berhenti .


Huft ....huft ...


"Ada apa !! aku sibuk ,jika ada yang ingin di katakan nanti saja ." ucap Bryan yang membuka kaca mobilnya stengah .


"Buka ." ucap Nabila dengan nada tersegel .


Bryan pun membuka kaca mobil tersebut dan melihat Nabila penuh dengan keringat .


"Ada ap...


Nabila memasukan obat pada mulut Bryan ,Bryan terkejut di saat lidahnya terasa pahit .


Wlee.....


"Apa .. apa yang sudah di masukan pada mulutku oleh gadis ini ,pahit sekali ."


Bryan tidak kuat dengan rasa pahit di lidahnya ,kini dia akan memuntahkan nya.


"Jangan di keluarin ,?! tahan sebentar." ucap Nabila


" Jangan di muntahkan ,ini adalah obat sakit perut yang bisa meredakan sakit perut akutmu." ucap Nabila yang kini menahan mulut Bryan .


"Aku lupa membawa air ,dia pasti akan kuat kan dengan pahit sebentar ."


Bryan terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Nabila ,gadis itu berlari mengejarnya hanya untuk memberikan obat .


"Dia terburu-buru mengejar mobilku ,hanya untuk memberikan obat sakit perut ."


Bryan yang di tahan oleh Nabila dengan menatap mata gadis itu , dan saat ini jantungnya tak bisa terkontrol kan di saat dia bertemu dengan mata manik Nabila .


Deg .. deg .. deg.. deg ...


"Di sini ada beberapa obat lagi ,jika tuan masih sakit ,tuan bisa meminumnya kembali ." ucap Nabila yang kini memberikan kotak kecil berisi obat .


Nabila yang di tatap oleh pria itu langsung memalingkan wajahnya ,dan memberikan obat itu pada Bryan .


"A_aku .. aku ... pergi kembali ke kampus .." ucap Nabila berlari pergi meninggalkan Bryan .


Bryan masih terpaku dengan kejadian barusan ,dia benar-benar tidak bisa mengontrol kan dirinya Karna kejadian beberapa menit yang lalu, kini dirinya pun menyalakan mobilnya kembali dengan perasaan tak menentu .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2