
Dua bulan telah berlalu ...
Seorang pria tampan yang kini tengah selesai melakukan terapi jalan menghampiri sahabat nya yang setia menemani dirinya dua bulan penuh ini, kehidupan di negri orang membuat dirinya ingat akan hal tanah air kelahiran nya .
Dimas Anggara , pria itu kini tengah menyelesaikan terapi jalan untuk terakhir kali nya , satu bulan penuh dia harus menerima kondisi baru nya dengan penyembuhan oprasi kulit ,sahabat yang menemani nya itu memaksa nya untuk terapi jalan untuk waktu dua Minggu , pria itu melihat sahabat nya yang hanya memperhatikan dirinya dari bawah hingga atas sampai menjentikan jari nya .
"Yes ...?! akhir nya kau hidup kembali dan bisa berjalan seperti sedia kala ." ucap Steven yang melihat sahabat nya .
Dimas hanya menghela napas nya panjang setelah apa yang di katakan sahabat nya itu .
"Dengan kau berkata seperti itu ?! kau seperti menghina ku dimana aku dengan keadaan buruk ." ucap Dimas yang kini memakai topi dan masker nya .
"Heyy ... kenapa sikap mu sekarang seperti adik mu si beruang kutub itu ." ucap Steven yang kini tengah berdiri dari kursi nya .
Dimas tidak menghiraukan perkataan sahabat nya itu , dia kini telah memakai blezer dan sarung tangan ,Steven yang melihat nya hanya bisa menghela napas nya berat .
"Kenapa dia menjadi dingin , apa karna oprasi yang di jalani sebulan penuh ini ,?! hais ... tidak masuk akal sekali ,?? uhh ... dokter bedah itu tidak mungkin menggantikan organ-organ tubuh Dimas juga kan ,hingga dia berubah 90%
"Stev ,kau jangan kabari siapapun aku akan kembali ke tanah kelahiran ku , kau harus ingatkan untuk persiapan untuk kemba..
"Kau tenang saja ,semenjak aku menculik mu ke sini aku belum pernah mengabari orang-orang mansion ,termasuk Erland ." ucap stev yang kini mengikuti Dimas dari belakang .
Dimas tercengang saat Steven mengucapkan dengan apa yang barusan pria itu katakan , kini Dimas berhenti berjalan dan berbalik ke hadapan Steven .
"Apa ?! ... kau tidak memberi tahu Erland bahwa aku di bawa ke Amerika .?! steven gimana jika Erland mulai tempra...
"Dim ..?! kau tak perlu khawatir , ?! Erland tidak mungkin marah dan gak mungkin membuat ulah ,bukankah niat dia untuk membawa mu ke Amerika untuk oprasi ." ucap stev yang kini berjalan meninggalkan Dimas yang masih berdiri .
Yang di katakan sahabat nya itu benar, Erland yang dari awal ngotot membawa nya ke Amerika untuk oprasi ,tapi hal yang saat dia khawatir kan ,dia takut adik nya marah dan membuat ulah .
" Tunggu ?! ini sudah dua bulan lebih ,sebelum aku ke sini Anatasya sudah hamil ,itu berarti tanda nya sekarang dia kandungan nya tiga bulan ."
Dimas tersenyum dan berbalik melanjutkan langkah nya mengikuti sahabat nya itu ,dia tidak menyangka akan hidup Kembali dan dimana dia menikahkan Erland dengan memaksa adik nya itu untuk menikah , Awal dimana dirinya putus asa hanya karna wanita ,mungkin waktu dimana dirinya bunuh diri dengan cara melukai tangan nya ,kehidupan nya lagi-lagi membuat dia bertahan karna orang-orang di sekitar nya .
Dimas tersenyum kecut ,mengingat dimana dirinya harus menerima kenyataan begitu pahit di saat wanita yang dia cintai nya penuh dengan sandiwara , Dimas mengingat Sahara dimana dia melihat nya terakhir kali menangis di depan nya dengan air mata palsu .
"Sahara.?! aku akan kembali ... akan kembali dengan penuh sandiwara ,seperti kau melakukan sandiwara padaku selama lima tahun ini ."
Kini mereka berdua tengah sampai di hotel yang Steven tempati dua bulan ini semenjak menemani Dimas , kini kedua nya tengah beberes untuk kembali ke Indonesia ,Steven melihat Dimas yang berjalan ke arah dinding kaca melihat keramaian di bawah menghampiri nya .
"Apa kau sudah siap " ucap Steven menepuk pundak sahabat nya itu dengan di angguki Dimas .
"Kau yakin , kau tidak ingin memberi tahu orang mansion ," ucap nya Steven kembali.
"Tidak !! Aku akan membuat kejutan pada mereka , ayo kita harus segera pergi ke bandara , jam waktu penerbangan satu jam lagi ." ucap Dimas melangkah
Steven menatap punggung sahabat nya itu dengan sendu ,akhir dari kehidupan Dimas kembali melalui Sahara yang pria itu cintai .
"Benar-benar keajaiban cinta , ?! hanya saja Dimas belum tahu ,cinta yang di miliki Sahara begitu palsu !! aku harap kau akan secepat nya tahu "
Satu jam menempuh perjalan , kini mereka sampai di bandara Gorge bush internasional airport di Amerika, Stevan turun dari mobil untuk menurunkan koper dengan di bantu oleh Dimas ,kini Dimas membuka topi dan juga masker nya saat tiba di bandara ,di saat Dimas dan seteven naik pesawat para pramugari melihat kedua pria itu dengan minat , tapi mereka berdua tidak menghiraukan para pramugari dan memasang wajah cuek , penerbangan pun akan segera landas untuk meninggalkan bandara itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain ,Nabila kini tengah melihat switer yang tengah dia simpan itu ,dia belum ketemu ana lagi untuk menitipkan switer bryan pada ana untuk di berikan nya pada pria itu .
"Aku belum sempat main ke mansion lagi ,dan Sudah seminggu ini aku tidak kontekan bersama ana , aku coba hubungi saja deh ." gumam Nabila yang kini tengah mencari nama kontak ana .
Tutttttt ..... tuuuttttt .....
"Hallo ." ucap seseorang di sebrang telpon .
Nabila terkejut saat telpon nya di terima oleh seseorang pria yang tak lain adalah Erland .
"Sayang ... teman mu nabila telpon " ucap Erland memanggil istrinya itu , tanpa menunggu Nabila menjawab nya .
"Hallo .." ucap ana yang kini sudah teralihkan ponsel nya di tangan Erland .
"Ana ... ?! itu ... aku ... " ucap Nabila di balik telpon dengan menggigit bibir bawah nya
"Kenapa bila ..tumben sekali telpon ." ucap ana yang kini tengah cekikikan .
"Kenapa kau ketawa ... ada yang bisa di bikin ketawa dari suara ku ." jawab Nabila dengan memutar bola mata nya jengah .
"Habisan kau bicara gelagapan begitu , katakan sekarang ada gerangan apa kau telpon ." jawab ana di sebrang telpon.
"Aku .... itu tuan Bryan apa suka datang ke mansion ," ucap Nabila dengan menggigit bibir bawah nya .
Yang di sebrang sana mengerutkan kening nya setelah mendengar ucapan sahabat nya itu ,untuk apa menanyakan Bryan suka datang apa enggak nya ke mansion .
"Nabila kenapa kau menanyakan pria datar itu ,?! ohh jangan bilang kau sudah mulai tertarik pada nya ."ucap ana di sebrang telpon dengan cekikikan .
"Anatasya, omong kosong apa yang kau katakan itu ... aku hanya ingin mengembalikan switer nya dan menitipkan nya padamu untuk tolong berikan pada dia ." ucap Nabila dengan sedikit kesal pada sahabat nya itu
"Apa?! switer ,,, hey Nabila Putri semenjak kapan kau dekat dengan si pria datar itu ,?! ahh tunggu apa Bryan pernahhhhhh ......
"Anatasya jangan berpikir berlebihan ,waktu itu dia hanya menolong ku untuk menutupi paha ku aja dengan switer nya ihhh kalau ngomong tuh jangan main asal slebewww aja ya." ucap Nabila dengan kesal nya ..
Ana hanya cekikikan mendengar ocehan dari sahabat nya itu ,dalam pikiran nya ana, Nabila akan lebih baik jika bersama Bryan bahkan dia pun sudah tahu kisah cinta Bryan dari suami nya itu .
"Haha .. lalu apa hubungan nya dengan switer itu ." ucap ana di balik telpon
"Aku mau nitip switer nya sama kamu ,nanti tolong berikan pada nya ?! kemungkinan dia pasti suka ke mansion." ucap Nabila .
"Lalu .." ucap ana di sebrang telpon .
"Huh kau ini kenapa mesti berkata lalu lagi sihh ,, ya aku mau nitipin switer nya ke kamu Anatasya bodoh ." ucap Nabila dengan kesal .
"Ya.... ya .. aku paham .. aku ngerti ,baiklah kau datang saja ke mansion ," ucap ana di sebrang telpon .
"Oke .. nanti sehabis pulang di bar aku langsu.....
"Apa ,bar !? Nabila apa kau masih kerja di bar ,Nabila apa gajih uang restoran tidak cukup bagimu ." ucap ana di sebrang telpon dengan kaget nya .
__ADS_1
"Gajih uang restoran aku donasikan pada panti , sementara kerja di bar uang nya buat kehidupan aku sendiri , yahh kan kau tahu sendiri aku ini masih punya cicilan panci terus bayar kontrakan ," ucap Nabila dengan menghela napas nya berat .
Ana tertegun saat Nabila mengatakan uang gajih restoran hanya untuk panti ,tapi dirinya kini mencukupi kehidupan nya dengan bekerja sampingan di bar .
"Perasaan dari dulu kau tuh panci Mulu yang di cicil , gak ada yang lain apa ... lalu kuliah mu bagaimana ." ucap ana di sebrang telpon dengan menahan kesedihan nya .
"Ana kau tahu sendiri ,sudah berpuluh panci semua nya bolong Karna ke bodohan ku ,!? sudahlah kau tak perlu membahas soal kuliah ku ,bye bye ... nanti aku malam ke mansion ." ucap Nabila mematikan telpon nya .
Sementara ana yang saat ini masih menempelkan ponsel di telinga nya membuat dia termenung setelah telpon nya di matikan oleh Nabila ,kehidupan sahabat nya itu membuat nya sedih , Erland yang kini masuk kamar melihat istrinya hanya diam saja menghampiri nya .
"Sayang, aku mau berangkat ?! jangan lupa minum susu nya ya ." ucap Erland yang kini tengah memakai dasi .
Ana melihat ke arah suami nya yang kini tengah memasang dasi menghampiri nya .
"Sini biar aku bantu .", ucap ana yang akan memasang kan dasi yang Erland pakai .
Erland melihat wajah ana tidak dengan biasa nya , wanita itu terlihat murung bahkan satu jam yang lalu dia masih menampilkan senyuman nya ,tapi tidak dengan saat ini .
"Sayang kenapa ," ucap Erland memegang kedua pipi ana .
"Gapapa mas , " ucap nya lemas dengan masih memasang dasi suami nya itu .
"Sudah mas .." ucap ana yang kini berjalan mengambil jaz di atas ranjang dan membawa nya ke arah Erland .
"Kau tampan sekali ." gumam ana yang kini memasangkan Jaz pada suami nya .
Erland tidak menghiraukan perkataan istrinya, dia melihat istri nya yang tiba-tiba dingin dan tidak menampilkan senyuman nya .
"Sayang ada apa ,apa terjadi sesuatu ?! apa ada yang sakit ." ucap Erland yang di gelengi kepala oleh ana ..
"Mas. . ini udah siang ?! apa kau tidak akan berangkat. " ucap ana yang kini berjalan ke arah ranjang untuk mengambil baju bekas suami nya itu ,
Erland melangkah ke arah ana dan memeluk nya dari belakang.
"Jika keadaan mu seperti ini, aku tidak ingin berangkat ke kantor ,?! kau kenapa sayang jangan membuatku khawatir ." ucap nya dengan memeluk ana .
"Aku gapapa mas ,aku cuma hanya lelah dan sedikit pusing ," ucap ana membalikan tubuh nya ke hadapan erland .
"Itu tanda nya kau kenapa-napa sayang ?! kita ke dokter ya untuk periksa lagi kandungan, mungkin ini pengaruh nya kau Hamil." ucap Erland khawatir .
"Mas .. tidak .?! baru aja tiga hari yang lalu ke dokter ,aku gapapa kok ?! mungkin ini pengaruh hormon kehamilan ku , nanti juga akan hilang. ", ucap nya tersenyum .
Erland tersenyum saat istrinya tersenyum ,meski dia sudah melihat istrinya tersenyum kembali tapi rasa kekhawatiran nya masih ada .
"Ayo ke bawah ,kau akan terlambat ." ucap ana menarik tangan suami nya .
"Aku tidak akan terlambat mau jam berapapun datang ." ucap Erland dengan memegang tangan ana .
"Ya ..ya... kau memang bos nya ." ucap ana kini yang tengah masuk ke lift .
Tak butuh waktu lama ,kini kedua nya sampai di bawah dimana mereka sampai di ambang pintu .
"Aku berangkat dulu ya dan susu nya jangan lupa minum ." ucap Erland mencium kening ana .
Kini Erland pandangan nya beralih pada perut ana yang sedikit membuncit Erland tersenyum dan berjongkok .
Ana hanya memutar bola mata nya malas ,pria itu selalu mengatakan bayi yang ada di kandungan nya itu adalah laki-laki ,semenjak pemeriksaan kandungan dokter bilang belum bisa terlihat dari jenis kelamin nya ,tapi Erland kekeh bahwa bayi yang di kandung ana itu adalah laki-laki .
"Mas .. udah sana berangkat ..malu di lihat orang ." ucap ana yang melihat ke arah omah dan bi Ani yang tengah senyam senyum melihat nya .
Kini Erland pun melihat kedua paruh baya yang tengah berada di ruang tamu itu dengan tertawa kecil ,Erland tidak menghiraukan nya ,kini dia melangkah dan menaiki mobil nya hingga meninggalkan mansion .
Kini ana berjalan melangkah masuk dengan tersenyum kikuk melihat kedua paruh baya itu yang tak lain omah dan bi Ani , omah melihat perut ana sedikit kelihatan membuncit membuat nya terdiam ,wanita paruh baya itu menunggu kehadiran cucunya yang kini belum juga kembali .
"Kandungan ana semakin hari mungkin akan semakin tumbuh ?! Erland bersikeras untuk menunggu kakak nya kembali untuk merayakan resepsi pernikahan nya ."
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang kini memperhatikan nya dengan tatapan tak suka ,Sahara melihat wanita paruh baya yang tak lain adalah omah tersenyum hangat pada ana membuat nya menggepalkan tangan nya ..
"Dulu ,dimana aku pertama kesini dengan Dimas nenek tua itu sudah tidak suka dengan ku ,kenapa dengan ana dia tersenyum hangat ?!
Sahara mencengkram gelas yang dia pegang dengan melangkah ke arah meja makan untuk mengambil air minum ,di saat dirinya tengah minum ,Sahara melihat ana yang melangkah ke arah dapur dengan membuka kitchen ,kini Sahara pun mengikuti ana ke arah dapur dan menghampiri nya .
"Ana ..." panggil Sahara dari belakang .
"Sahara ." gumam ana kecil .
"Kau membuat apa ." ucap nya menghampiri ana
"Ahh ...ohh .. ini aku lagi bikin susu .." ucap ana dengan tersenyum .
Sahara melihat dus susu itu dengan menatap nya lama tanpa menjawab ucapan ana ,kini dirinya melihat ana yang tengah membuat susu , Sahara melihat ana dengan tersenyum kecut .
"Dengan susu itu aku bisa punya cara untuk menyingkirkan ana dan juga bayi nya ."
Ana yang sedang membuat susu pun melihat Sahara yang di samping nya terheran ,kenapa Sahara hanya diam tanpa menjawab pertanyaan nya , ana mengingat dimana Erland mengingatkan nya untuk hati-hati dengan Sahara , namun ana tidak mengerti dengan perkataan suami nya itu dan hanya mengabaikan nya .
"Eu ,,, Sahara ?! apa kau akan membuat sesuatu ." ucap ana membuka suara nya melihat ke arah Sahara .
"Ahh .. tidak kok ,aku kesini hanya penasaran saja dengan apa yang kau buat ," ucap nya jutek dan berlalu pergi .
Ana yang melihat Sahara pergi mengerutkan kening nya .
"Dia kenapa sih , waktu pertama datang ke sini bicara nya cetus banget ,kadang dia bicara so akrab dan melihatkan senyuman nya , dan sekarang barusan dia itu kenapa ,apa dia itu sedang PMS ."
Kini ana pun menyimpan kotak susu itu kembali ,setelah nya dia pergi ke taman untuk mencari kenyamanan di pagi hari, ana merindukan keluarga yang merawat nya sejak kecil itu .
"Apa mereka juga merindukan ku ,terakhir aku ke rumah paman bersama mas erland."
Ana berpikir ,setelah dirinya netap di keluarga Anggara ,paman nya tak pernah menghubungi nya ,bahkan untuk melihat dirinya ke mansion pun tidak , ana menghela napas nya panjang ,dia tidak ingin berpikir terlalu lama dengan kondisi nya yang tengah hamil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi telah terganti siang ,siang telah terganti sore menjelang malam ,jam menunjukkan pukul 6 sore , ana menunggu suami nya yang belum pulang membuat nya bolak balik gak jelas ,Karna tidak biasa nya suami nya itu pulang telat .
__ADS_1
"Kemana mas Erland ??,kenapa jam segini belum pulang ,biasa nya jam lima sore udah ada di rumah ,bahkan nomor nya pun gak aktiv ." gumam ana yang kini tengah menunggu suami nya di ruang tamu .
Omah yang melihat ana mondar mandir menghampiri nya .
"Ana ... apa Erland belum pulang ." ucap omah yang di angguki ana .
"Duduklah dulu kau ini sedang hamil , mungkin Erland banyak kerjaan di kantor , biar omah temani kamu di sini ." ucap omah dengan membawa ana untuk duduk .
"Tapi omah ini suda.....
Tiidd .... Tidd....Tiidd....
Suara klakson di luar membuat ana berdiri dan berlari kecil meninggalkan omah ,omah yang melihat ana melangkah cepat membuat nya tersenyum dan geleng kepala ,kini dirinya melangkah pergi dari ruang tamu itu , Erland yang melihat ana berjalan ke arah nya membuat nya terkejut ,wanita itu berlari kecil dengan telanjang kaki .
"Anatasya ,kenapa kau berlari dengan telanjang kaki ,dimana sandal mu ." ucap Erland yang kini menghampiri ana yang tengah menghampiri nya .
Ana tidak menjawab pertanyaan suami nya itu dia memeluk suami nya di halaman mansion ,Erland mengerutkan kening nya melihat istrinya berubah lagi
"Ada apa dengan nya ?! apa karna hormon kehamilan nya ."
"Kenapa berlari keluar dengan telanjang kaki ." ucap Erland yang kini menggendong ana .
Ana lagi-lagi tidak menjawab suami nya itu ,ana menyandarkan kepala nya di dada bidang suami nya itu ,Erland tahu perubahan ana saat hamil berubah-ubah di setiap hari nya ,Erland hanya tersenyum dan melangkah ke dalam dengan menggendong ana .
"Lusa kemarin dia marah-marah gak jelas ,hari esoknya lagi nangis gak jelas juga hanya karna nonton drakor ,tadi pagi pun begitu dengan sikap dingin ,sekarang dia berubah lagi dengan manja seperti ini .?? Tapi aku suka ."
Kini mereka tengah sampai di lantai atas ,Erland membaringkan tubuh ana di atas ranjang menatap nya dengan tersenyum .
"Kenapa .hmmmm. ." ucap Erland menyelimuti istrinya itu .
"Kenapa kau baru pulang ,kau mengkhawatirkan ku .", ucap ana dengan mengerucutkan bibir nya .
"Tadi di jalan sedikit macet sayang ,jadi aku telat pulang ." ucap Erland dengan membelai pipi ana dengan sayang .
"Mas" .
"Hemmm .. kenapa ." gumam Erland .
"Aku ingin ice krim.." ucap ana dengan mata berkaca-kaca.
Erland di buat cengo ,kenapa wanita hamil itu sekarang sudah berganti lagi dengan perubahan nya ..
"Gak boleh .." ucap erland dengan melepaskan tangan nya dari pipi ana. .
"Daddy ." ucap ana melihat ke arah Erland dengan mata berkaca-kaca ...
"Ana belajar dari mana itu ,mengatakan Daddy dan memberikan muka seperti anak kecil ." ucap nya yang kini tengah tersenyum .
"Orang jaman sekarang bilang ,pria jika di panggil papa atau pun Daddy dengan kata itu tidak akan ada perlawanan ." ucap ana memegang tangan Erland .
"Lain kali jangan belajar seperti itu lagi ." ucap Erland berjalan pergi .
"Mas kamu mau kemana ,aku ngomong kaya gitu emang gak boleh ." ucap ana bangun dari tidur nya .
"Jangan bangun ,tetap di tempat ,?! aku akan pergi belikan kamu ice krim ." ucap Erland berlalu pergi .
Ana cekikikan dengan berbinar ,setelah apa yang dia mau ,suami nya itu langsung sigap pergi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, Bryan tengah menyelesaikan berkas untuk persiapan rapat besok dan melangkah ke ruangan Erland untuk menyimpan nya ,kini dia berjalan ke arah meja Erland untuk menaruh berkas itu , di saat dia sampai meja Erland dia melihat ponsel Erland di meja tersebut .
"Si batu tumpul itu meninggalkan ponsel nya ,?! apa aku antarkan ke mansion aja ya ." gumam Bryan yang kini mengambil ponsel nya .
Kini Bryan melangkah ke arah lift untuk segera ke bawah, sebelum mengantarkan ponsel Erland dia pulang terlebih dahulu ke apartemen nya , dua puluh menit berlalu dirinya tengah sampai di apartemen nya ,Bryan membuka pakaian kantor nya dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama ,Bryan pun tengah selesai dengan ritual mandi nya ,kini berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian dan mengambil switer , di saat dia melemparkan switer ke tempat tidur , tiba-tiba dia mengingat switer nya yang kini ada di Nabila , Bryan mengingat Nabila si gadis ceroboh itu waktu mengatakan maaf dimana dirinya tengah di dapur bersamanya di mansion Anggara , Bryan menyentuh bibir nya dimana dia berciuman tanpa sengaja di waktu itu ,bryan tersenyum tipis saat mengingat kejadian itu ,dengan cepat Bryan menggeleng kan kepala nya .
"Siall .... kenapa aku mengingat gadis ceroboh bodoh itu ." gumam nya yang kini mengacak-ngacak rambut nya .
Bryan berdiri dan dan bersiap untuk pergi ke mansion dengan memakai motor nya,dia mengambil ponsel Erland di atas nakas tersebut dan berlalu pergi meninggalkan apartemen nya .
Tak butuh waktu lama Bryan sampai di mansion Anggara dengan di sambut oleh pak Jarwo yang tengah membuka pintu gerbang, kini Bryan berjalan ke arah pintu masuk dengan memainkan ponsel nya .
Sahara yang akan melangkah ke arah kolam renang terkejut melihat pria yang dia cintai nya tengah berjalan dengan memainkan ponsel nya .
"Bryan "
Sahara berhenti dari langkah nya ,tubuh nya ingin menghampiri pria yang tengah berjalan itu ,dengan hati nya yang sudah tidak karuan membuat dirinya melangkah dengan berlari kecil menghampiri Bryan.
"Bryan ." panggil Sahara dengan memeluk pria itu dari belakang .
Bryan terkejut setelah mendengar suara itu ,apalagi sekarang wanita itu tengah memeluk nya dari belakang .
"Sahara ,apa yang kau lakukan ?! lepaskan aku " ucap Bryan menepis tangan Sahara dengan kuat ..
"Bryan ...maaf .. maafkan aku ?! aku hanya ingin memeluk mu ,aku merindukan mu ." ucap nya yang kini menghampiri Bryan lagi dengan menangis Karna merindukan pria itu .
Bryan membalikan tubuh nya mengarah ke Sahara dengan amarah nya .
"Menjijikan ." ucap Bryan mendorong kembali Sahara .
Sahara tidak putus asa dia kembali berdiri dengan menahan tubuh Bryan dengan memeluk nya Kemabli dengan erat .
Di luar gerbang mansion ,seorang gadis turun dari gojek online nya , kini dirinya tengah tersenyum ke penjaga pintu gerbang dengan di sapa oleh pak jarwo ,kini dirinya melangkah dengan membawa paper bag yang berisi switer ,
Dengan tersenyum manis ,Nabila melangkah ke arah pintu masuk dengan mengayun paper bag yang ada di tangan nya , ketika dia di ambang pintu dia di kejutkan dengan pria yang dia kenali tengah berpelukan dengan seorang wanita yang tidak di kenali oleh Nabila .
Nabila menggenggam tali paper bag itu dengan erat ,tubuh nya seketika berdesir panas ,dengan tubuh yang bergetar .
"Kenapa dengan ku ,?! kenapa seketika tubuhku panas dan ..... hatiku sakit ,perasaan apa ini .."
Nabila melangkah mundur ke belakang untuk kembali keluar ,bahkan Bryan pun tidak sadar bahwa di ambang pintu ada Nabila ,Karana saat ini Bryan mengarah ke arah pintu masuk tepat berhadapan dengan Nabila ,tapi posisi Bryan kini menundukan kepalanya dengan tatapan kosong dengan menggepalkan tangan nya .
__ADS_1
"Nabila ka.......u su..da...hh data...ng...." ucap ana terbata yang kini melihat Nabila di lantai atas ,tapi dia terkejut melihat Sahara yang tengah berpelukan dengan pria yang tak lain adalah Bryan .
Sahara melihat ke lantai atas ke arah dimana ana berada ,Bryan mendorong Sahara kuat saat tangan Sahara melonggarkan nya , kini Sahara melihat ke arah pintu masuk ,dia melihat gadis yang seminggu lalu bersama Bryan ,Bryan membuka switer yang dia pakai , mengibas-ngibaskan kan nya dengan jijik karna ada jejak tangan Sahara , kini mata nya melihat ke arah pintu dimana Nabila berdiri , tapi Bryan tidak menghiraukan nya dan berlalu pergi masuk ke ruang kerja Roy untuk ikut numpang ke kamar mandi .