Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Menolak menjadi istri.


__ADS_3

"Bi Arum di mana orang rumah ." ucap Erik .


"Mungkin di kamar nya masing-masing tuan ..",


"Apa mereka sudah makan malam .," ucap Erik dengan memijat pelipisnya


"Sudah tuan , apa tuan mau makan malam , biar saya hangat kan .",


"Iya silahkan bi , saya mau ke atas dulu untuk bersih-bersih.." ucap Erik yang di angguki Arum


Di setiap langkah Erik dia memikir kan kontrak kerja sama nya dengan perusahaan DA'Group dengan syarat menyerahkan salah satu putri nya ,hanya untuk menyelamat kan perusahaan nya .


...****************...


" Selamat pagi tuan muda ,di bawah ada tuan bryan sedang menunggu anda ."


"Hemm...., " dehem Erland


Hari ini dia harus ikut miteeng dengan pengusaha luar negri ,Erland berdecak dia tidak bisa apa -apa , tapi ini demi kakak nya , dia harus melakukan itu,


tanpa lama-lama Erland sudah siap dengan perlengkapan nya


pria itu memakai kemeja putih yang di baluti jas berwarna biru navy senada dengan dasi yang dia pakai, setelah dia keluar dari kamar nya ,dia menuruni anak tangga ..semua pelayan terkejut melihat tuan muda kedua nya begitu tampan, dengan setelan berjas , mau di pandang dari sisi mana pun pria itu memang tampan .


"Ayo berangkat .."


"Uhuk uhuk ...,"


Bryan yang melahap roti tawar , terkejut dengan suara erlan ,


"Heyy bisa tidak kau tidak mengagetkan ku ,kau ingin membunuh ku ya .."ucap Bryan kesal.


"Hanya dua kata itu , kau begitu terkejut , "


"Bagaimana aku tidak terkejut ,kau menepuk pundak ku dari arah belakang ,sedangkan mulut ku ini sedang mangap untuk melahap roti ini ." ucap Bryan jengkel...


"Ayo jalan , bukan kah hari ini ada miteeng penting ."ucap Erland meninggal kan Bryan yang masih melahap roti itu.


"Dasar besi , mau di tendang sekuat tenaga pun besi seperti kau gak akan pernah belok atau pun benyok .." batin Bryan ..

__ADS_1


Di perjalanan hanya ada keheningan antara erlan dan juga bryan ,tapi beberapa menit Erland mengeluarkan suara.


" Ingat ,apa yang aku lakukan kemarin jangan sampai ada yang tahu apa yang aku rencanakan , kau pasti bisa mengatur semua nya di saat aku menikahi putri dari tuan Erik,


" Dan jangan lupa benda kulit palsu itu harus sudah ada di saat acara pernikahan ku,"


" Aku menikah akan menggunakan nama kakak ku , tapi tidak dengan isi surat nikah itu , nama itu harus nama ku , aku tidak ingin mengecewakan kan kakak ku , mungkin dia dengan melihat nya aku menikah akan bahagia." ucap Erland panjang lebar


"Apa-apaan si batu tumpul ini , aku yang ingin bicara sama sekali gak ada tempat ruang, untuk menjawab pertanyaan itu ."


"Cihh ... rencana yang begitu licik ,untung masih punya hati ," batin Bryan


"Heyy apa kau mendengar perkataan ku tadi. "


"Tanpa kau tanya juga, aku sudah tahu Erland ,kau tak perlu berbicara keras seperti itu , aku ini gak budek ."


"Lalu kau kenapa gak menjawab pertanyaan ku , hah.."


" Aku sedang nyetir ,dan ingin pokus ke depan , aku punya dua telinga dan aku juga mendengar apa yang kau ucap kan itu ." ucap Bryan


" hemmm.."


"Bukan nya kau ingin pokus menyetir , lalu kenapa kau melihat ku dari balik kaca itu ." ucap Erland yang masih memejamkan mata nya ..


Bryan terkejut dengan perkataan Erland , kenpa erland tahu kalau dia memperhatikan erland di balik kaca ..


"Cih .. manusia apaan dia ., apa-apa harus tahu gejala kehidupan orang ,huh apa dia itu punya mata banyak yang tak terlihat ,." batin bryan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dari kemarin Erik belum menjelaskan tengtang kontrak kerja sama kepada istri nya termasuk anak-anak nya..


Dia berniat bercerita , di mana hari Minggu hari libur pada kumpul di rumah semua ,


dan hari Minggu pun tiba , di mana dia harus menceritakan itu semua .


"Jen panggil Dila untuk sarapan bersama sana ." ucap Sintia yang di angguki jenika


"Sekalian panggil ana Jen..dia juga harus ikut sarapan bareng kita ." ucap Erik

__ADS_1


Sintia hanya memutar bola mata nya dengan jengah , apa-apa harus anak numpang itu yang di utamakan suami nya .


tanpa menunggu lama , mereka sarapan pagi bersama .


"Cepat habis kan sarapan kalian , setelah itu ada yang akan ayah sampai kan pada kalian semua , dan saat ini jangan ada yang sampai berbicara di saat makan ." ucap Erik menyudahi ucapan nya .


Tak lama sarapan pun selesai, kini Erik menyuruh istri dan anak-anaknya untuk berkumpul di ruang tamu .


sementara ana ,dia memberes kan piring dan membantu Bi Arum cuci piring .


" Ayah apa yang akan ayah sampai kan pada kami ." ucap Vika sang anak pertama


Erik membuang nafas nya berat , dia masih belum siap untuk jelas kan ini semua kepada sang istri dan juga anak.


"Vika ,jeni , dan juga Dilla, dengar kan Ayah baik-baik, perusahaan ayah hampir bangkrut dan proyek ayah juga sama hal nya dengan perusahaan , Minggu kemarin Ayah membuat perjanjian kontrak kerja sama dengan perusahaan DA'Group , agar perusahaan ayah baik-baik saja ,dan ayah tidak ada cara lain ,mereka menerima perjanjian itu dengan syarat ...


"Syarat , mas syrat apa yang di maksud perusahaan terkenal itu ."ucap Sintia yang menimpali .


" Tuan Dimas meminta dari salah satu putri kita untuk di jadikan istri nya ," ucap Erik tegas..


"Apaaaa ... " ucap ke empat wanita yang ada di depan Erik.


"Tidak..aku tidak mau ayah ,aku tidak mau menikah dengan pria cacat itu ,tak berupa lagi wajah tuan Dimas Anggara itu, dan aku juga udah punya kekasih ." ucap Vika.


" Aku juga gak mau ayah ,aku gak mau menikah dengan pria yang tubuh nya habis kebakar api ,aku tidak ingin memiliki suami seperti itu , aku menolak .." ..ucap jeni


" Maaf ayah Dila masih sekolah, Dila belum bisa untuk menikah di usia yang masih sekolah ," ucap Dila takut.


" Mas apa kau gilaa, gak ada syarat yang lain gitu dari pria cacat itu ,"ucap Sintia


" Cukup Sintia, cuman satu kata yang kau lontarkan untuk tuan muda Anggara ,bisa habis hidup mu , bukan nya kamu tidak ingin hidup susah, dengan ke adaan aku yang sudah bangkrut ,apa kau mau haahh ..


" Aku juga tidak ingi diam saja membiarkan perusahaan ku dan kakak ku landas begitu saja.."


" Mas apa yang kau katakan , Yudha itu sudah meninggal , kau jangan bawa-bawa orang yang sudah mati , dan perusahaan itu sudah menjadi milik mu bukan dia lagi ..


" Cukup Sintia , itu perusahaan milik kakak ku ,bukan milik ku aku hanya menjaga nya , camkan itu ."


" Pokonya di antara kalian harus ada yang mau menikah dengan tuan Dimas." ucap Erik

__ADS_1


__ADS_2