Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Soto kuning


__ADS_3

Hari ini hari hari dimana Dimas tidak berangkat ke kantor di karnakan sang istri meminta untuk menemaninya di rumah ,dengan helaan napasnya Dimas pun menganggukkan kepalanya dengan menyetujui kemauan istrinya .


Siang ini pria itu tengah berada di taman belakang ,tepatnya di kebun kecil bersama Dista ,yah permintaan istrinya itu sekarang meminta suaminya untuk menanam biji mangga ,apapun yang di minta istrinya Dimas pun melakukannya ,dengan tersenyum senang ,Dista langsung mencium suaminya itu yang tengah berjongkok .


Pria itu hanya tersenyum tipis tanpa melihat ke arah istrinya ,setelah menyelesaikan menanam ,Dimas langsung berdiri dan mencuci tangannya di keran yang berada di belakang kebun kecil itu .


"Ayo masuk !! ini cuacanya panas " ucap Dimas dengan di angguki dista .


Mereka pun melangkah ke arah dimana pintu belakang yang menuju ke arah dapur ,mata Dista kini melihat ke arah Roy yang tengah berjalan ke arah pintu luar ,kini pandangan matanya melihat ke arah Dimas sang suami .


"Kak .... aku ingin makan soto kuning ." rengek dista .


"Soto kuning ," ucap Dimas mengulang perkataan Dista .


Dista mengangguk dengan penuh harap di hadapan suaminya itu , Dimas yang melihat istrinya menginginkan soto tersenyum dan membelai wajah istrinya itu .


"Iya ...aku akan belikan .?! tunggu di rumah ya ." ucap Dimas .


"Gak mau , aku gak mau beli di luar , " ucap Dista .


"Di bikinin sama aku ." ucap Dimas .


Dista menggelengkan kepalanya hingga membuat Dimas mengerutkan keningnya .


"Ya udah ?! aku panggil Bi Ani untuk membuat soto kuningnya ya. " ucap Dimas


"Gak mau !! aku ingin soto buatan kak Roy. .." rengek dista yang membuat Dimas membola matanya .


"Sayang !! Roy gak bisa masak ?! biar aku yang bikin soto kuning itu ya ." ucap Dimas


"Gak mau ... pokonya aku pingin soto kuning buatan kak Roy dan juga papi ." ucap Dista ...


Dimas terbelalak saat Dista mengatakan sang papi mertuanya untuk membuatkan soto kuning ,dia tidak mungkin memanggil mertuanya yang sekarang mungkin tengah berada di kantor.


"Sayang !! papi pasti ada di kantor ,kita gak mungkin menyuruh papi untuk membuat soto ,biar Roy saja yang membuatnya ya ." ucap Dimas .


"Gak mau ?! pokonya kamu harus telpon papi dan panggil kak Roy untuk membuatkan soto untukku ." ucap Dista dengan mengerucutkan bibirnya .


Dengan sabarnya Dimas ,dia pun melangkah ke arah meja yang ada di ruang tamu untuk mengambil ponsel dan menelpon mertuanya , Abian yang kini sedang di kantor mendapatkan telpon dari menantunya membuatnya heran ,dengan cepat dia pun menerima telponnya


Abian pun yang kini menerima telpon dari menantunya pun terbelalak dengan apa yang di minta anak dan cucu-cucu nya itu ,dengan cepat dia pun bersiap untuk meluncur ke mansion .


"Dre... tolong handle pekerjaan ku ,aku harus pergi ., cucu-cucu ku ingin memakan soto buatan ku ." ucap Abian dengan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Andre sang sekertaris.


Abian pun langsung pergi meninggalkan kantornya ,demi cucu-cucu nya dia pun rela melakukan apapun yang di mintanya .


Sementara di mansion sana ,wanita paruh baya itu di buat cengengesan di saat Dista menyuruh Roy untuk meminta membuatkan soto oleh Dista ,wanita paruh baya itu hanya bisa ikut menyuruh Roy juga dengan apa yang telah di inginkan oleh cicit-cicitnya itu .


"Tapi tuan ... saya tidak bisa membuat soto ,apalagi untuk memasaknya ." ucap Roy .


"Kamu bisa lihat di ponsel Roy ,caranya gimana ,jika kamu tidak memasak nanti istriku marah,dan aku gak mau nanti anak-anak ku lahir ileran Karna tidak memakan Soto buatan mu ." ucap Dimas .


"Baiklah tuan !! saya akan melakukannya dengan ...


"Papi ..... " ucap Dista cempreng saat melihat papinya di ambang pintu bersama omah .


"Sayang !! jangan lari-lari ya ampun Dista ." ucap Dimas khawatir .


Abian menahan tangan Dista yang kini akan memeluknya ,sang papi hanya geleng kepala dengan tingkah ibu hamil itu ,bahkan Dista lebih aktif di saat dia sudah hamil .


"Dista !! kamu jangan membuat suami mu kewalahan ," ucap Abian dengan dimana saat ini Dista mengerucutkan bibirnya .


"Enggak kok Pi ... Dista gak pernah membuat aku kewalahan ,dengan begitu aku siap apapun yang di inginkan calon anak ku ." ucap Dimas dengan di angguki Abian.


"Baiklah ,sekarang papi ...


"Papi buatkan aku Soto kuning ,dan papi sudah di tunggu oleh kak Roy di dapur ," ucap Dista dengan menarik tangan sang papi .


Dimas menghela napasnya panjang saat Dista mendorong sang papi yang baru saja datang ,omah yang melihat Dimas memijat pelipisnya menepuk pundaknya .


"Kehamilan Dista persis mirip dengan mama mu di saat dia mengidam mu ,mungkin anak mu dendam padamu Dimas ,omah harap bersabar lah beberapa bulan ini ,nanti setelah kehamilannya 4 bulan dia tidak akan seperti itu lagi ." ucap sang omah .


Dimas hanya mengangguk dan tersenyum tipis ,matanya melihat ke arah wanita yang kini tengah melangkah ke arah nya .


"Kenapa hmm... " ucap Dimas yang kini menghampiri istrinya yang melangkah ke arah nya .


"Gapapa hehe.." jawab Dista


"Apa kau senang hari ini ." ucap Dimas menangkup wajah istrinya .


"Sangat senang !! akhirnya aku akan memakan soto kuning buatan kak Roy dan juga papi ." jawab Dista .

__ADS_1


"Emm ... ya udah kamu tungguin di sini ,jangan kebanyakan berdiri gak baik untuk hamil muda sepertimu ." ucap Dimas yang kini membawa Dista Duduk di sofa .


Dista pun menganggukkan kepalanya dan duduk di sofa dengan suaminya ,Dista mengerutkan keningnya melihat ke arah Dimas .


"Kak ... kakak gak ke kantor ." ucap Dista .


Dimas ternganga saat istrinya bilang tidak ke kantor ,bukannya istrinya itu yang melarangnya untuk tidak pergi ke kantor .


"Kak .. kakak kok ada di rumah ,kakak kenapa masih stay ,ini udah siang loh udah jam 1 lewat. " ucap Dista melihat ke arah jam dinding. ..


Dimas membolakan matanya dengan jelas ,lalu kini dia memijat pelipisnya heran dengan tingkah hamil istrinya itu .


"Sayang !! tadi kamu yang menyuruh ku untuk tidak ke kantor ,apa kamu lupa ." ucap Dimas menatap Dista sendu


"Tidak !! aku tidak menyuruh kakak untuk tidak ke kantor ?! kakak .. bukannya kakak banyak kerjaan di kantor ,lalu kenapa tidak ke kantor , cepat sekarang kakak ke kantor ,dan selesai kan pekerjaan kakak ,kakak ini CEO di perusahaan ,ngapain santai-santai di rumah .


Dimas semakin di buat tercengang dengan perkataan istrinya itu ,Dimas menghela napasnya dengan menyandarkan punggungnya di sofa , kini dirinya berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah kamarnya untuk mengganti pakaian kantornya .


"Sabar ! tingkah ibu hamil memang luar biasa. "


Tak butuh waktu lama ,Dimas pun kini sudah rapi dan akan berangkat ke kantor , ana yang baru keluar dari kamarnya melihat Dimas dengan pakaian kantor .


"Loh ... kak .. kena...


"Istriku kumat lagi Anatasya ,dia menyuruhku untuk pergi ke kantor , " ucap Dimas melangkah ke arah luar dengan meninggalkan ana yang masih mematung di ambang pintu kamar nya .


Dimas melangkah ke arah pintu luar ,sebelum dia keluar dia melihat istrinya yang tengah menikmati Soto kuning permintaannya , mertua dan Roy hanya melihat Dista dengan memakan soto kuning yang gagal itu .


"Sayang ! aku berangkat !! ingat jangan mencegah ku untuk tidak pergi ke kantor lagi ." ucap Dimas mencium kening Dista .


"Eumm ... mmmm ... Kak Dimas .. aku lagi makan soto ,kenapa gak di tunda dulu ciumnya , udah sanah kakak ke kantor saja ,gak boleh jadi pria pemalas ." decak Dista .


Abian dan Roy seketika saling pandang dan melihat ke arah Dimas yang kini memakai setelan kantor ,sementara Dimas tidak menghiraukan perkataan istrinya itu , dia hanya melanjutkan jalan nya menuju mobilnya untuk pergi ke kantor ,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berlalu begitu cepat .


Di sisi lain .


Bryan yang baru pulang kantor ,tidak melihat istrinya ,biasanya istrinya itu selalu menunggunya pulang ,tapi kali ini dia tidak melihat istrinya .


Bryan kini melangkah ke arah pintu kamarnya ,tapi dia tidak melihat istrinya ,Bryan masuk dan membuka jaz di tubuhnya ,setelah itu dia keluar kembali untuk mencari Nabila ,Bryan melihat Art yang keluar dari kamarnya kini memanggil art tersebut .


"Tadi saya liat non Nabila masuk ke ruang kerja anda tuan ,dan sampai saat ini saya juga belum melihatnya ke luar ." ucap art tersebut .


Bryan hanya mengangguk dan melangkah ke arah ruang kerjanya ,sudah dua hari ini Nabila tidak menunggunya pulang kerja ,setelah kepindahannya ke rumah baru ,Nabila tidak menunggu dirinya yang membuat bryan takut akan hal pada istrinya bosen menunggu nya .


Bryan masuk ke ruang kerjanya ,dia tersenyum tipis dan melangkah ke arah Nabila yang tidur di sofa , kini dia pun menghampiri istrinya itu .


"Sayang !! kenapa tidur di sini .. ini akan sakit jika posisi mu meringkuk seperti ini di sofa " ucap Bryan menggendong Nabila untuk membawanya ke kamar .


Nabila menggeliatkan tubuhnya dan mengendus-endus kan kemeja sang suami di dada bidangnya ,Bryan yang melihat istrinya mengendus-endus kemeja tersenyum smirk .


Bryan masuk ke kamarnya dan menidurkan Nabila pelan ,Bryan menyelimuti istrinya dan akan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri , di saat dia melangkah satu langkah ,tangannya di tahan oleh Nabila .


"Mas temani tidur " ucap Nabila manja .


"Iya sayang nanti di temani ,aku mandi dulu ya ." jawab Bryan


"Gak mau !! pokonya aku mau kamu temani aku tidur ,gak boleh mandi " ucap Nabila lirih


"Sayang tapi aku bau .." jawab Bryan .


"Enggak mas ! kamu gak bau ." rengek Nabila .


"Sini ." rengek Nabila meraih tangan Bryan .


Bryan tersenyum dan menaiki ranjang dengan masih memakai kemeja kantornya, Bryan terkejut saat Nabila membuka dua kancing kemeja Bryan .


"Sayang .. kamu sudah menggoda ku ." bisik bryan


Nabila tidak mendengarkan Bryan ,dia terus saja membuka kancing kemeja suaminya ,Bryan hanya diam dan merasakan sentuhan istrinya itu ,Nabila menelusup kan kepalanya ke dada bidang Bryan dengan tangan nya yang kini meraba punggung Bryan tepatnya memeluk suaminya itu dengan mengendus-endus dada bidang suaminya ,Bryan di buat heran saat istrinya sudah dua hari ini bertingkah aneh .


"Sayang " gumam Bryan .


Tidak ada jawaban dari Nabila di saat Bryan memanggilnya ,Bryan mendengar deru napas Nabila yang mungkin sekarang istrinya itu tertidur ,Bryan menarik selimut nya dan membenarkan posisi tidur nabila ,Bryan membiarkan Nabila tidur dengan mengahadap dada bidang nya .


Kini dia pun memejamkan matanya dan ikut tidur menyusul istrinya ,Bryan yang tadinya akan mandi dia urungkan Karna istrinya menahan nya ,tapi dengan begitu dia membiarkan istrinya yang kini telah memeluk dirinya .


.

__ADS_1


.


.


Hingga akhirnya pagi pun menyapa ,pagi ini Bryan bangun terlebih dahulu ,biasanya Nabila yang bangun terlebih dahulu dan membangunkan dirinya ,tapi kali ini istrinya masih tidur nyenyak .


Bryan telah rapi dengan pakaian nya ,dia melangkah ke arah ranjang yang melihat istrinya masih tertidur nyenyak ,Bryan merasa heran dengan istrinya yang tak biasanya di jam segini masih tidur ,dia duduk di ranjang dan sebuah ciuman mendarat di kening sang istri dengan lembut .


"Selamat pagi sayang " ucap Bryan dengan mengecup bibir istrinya yang masih terpejam.


Nabila merasakan sentuhan bibir dari Bryan yang lembut dan dimana membuat dirinya menggeliatkan tubuhnya ,perlahan Nabila membuka kedua matanya dan samar-samar dia melihat wajah tampan suaminya tengah berada di dekat nya .


"Mas " gumam Nabila .


"Bangun sayang ?! udah siang " ucap Bryan mengelus kepala istrinya .


"Aku masih ngantuk mas ." ucap Nabila


"Maafkan aku mas ,!! aku gak nyiapin keperluan mu ." gumam Nabila lagi dengan sambil meletakan kepalanya ke bantal .


" iya gapapa sayang , bangun yuk udah siang ,terus kamu mandi dulu , bibi sudah menyiapkan sarapan di meja makan ." ucap Bryan .


"Apa !? bibi sudah menyiapkan sarapan ?! mas tunggu aku ?! aku akan menyiapkan makannya untukmu ,bentar aku akan ke kamar mandi untuk cuci mandi dulu ." ucap Nabila yang kini turun dari ranjang .


"Sayang !! udah gapapa , aku bisa sendiri ,aku akan menunggumu di sini , pelan-pelan ,jangan buru-buru ,kamu baru bangun ." ucap Bryan .


"Hemm .. iya mas !! tapi aku mau ke kamar mandi mau mandi " ucap Nabila melepaskan tangan bryan ,Bryan pun hanya menganggukkan kepalanya .


Nabila melangkah ke arah kamar mandi ,di saat dia melangkah ,langkahnya terhenti ,Nabila memegang kepalanya dengan tangan sebelah ,dia melihat seisi ruangan kamarnya serasa ada dua bayangan ,Bryan yang melihat istrinya diam mengerutkan keningnya


Nabila yang kini hampir jatuh langsung di tahan oleh Bryan dari belakangnya .


"Sayang !! kenapa " ucap bryan kuatir .


"Kepalaku pusing mas " jawab Nabila .


"Istirahat aja ya.. berbaring " ucap Bryan langsung menggendong Nabila .


"Tapi aku ingin ke kamar mandi ,aku kebelet dan mau mandi ." ucap nabila .


"Ya udah !! biar aku bantu .." ucap Bryan .


"Enggak mass ... aku bisa sendiri ,...


"Tidak Nabila ,aku takut kamu terpleset di kamar mandi ,dengan keadaanmu yang sekarang lagi pusing ." ucap Bryan membawa Nabila ke kamar mandi.


Nabila menatap wajah Bryan sembari mengalungkan tangannya pada leher bryan ,sedangkan Bryan kini tengah membawa Nabila masuk ke kamar mandi .


"Mas .!! sudah turunkan aku ." ucap Nabila .


Bryan menurunkan Nabila tepat di bawah shower ,bryan berbalik dan melangkah ke arah ambang pintu untuk menunggu sang istrinya mandi ,dia tidak mungkin membantu istri nya itu mandi .


Nabila kini tengah membersihkan tubuhnya ,di bawah guyuran air shower ,Nabila berbalik ke arah dimana pintu ke luar itu berada ,Nabila terkejut suaminya itu masih di dalam kamar mandi .


"Mas .. kenapa masih ada di sini ." ucap Nabila melihat Bryan yang ada di ambang pintu .


"Aku menunggu kamu ,aku takut kamu seperti tadi ." ucap Bryan .


"Mas tadi aku hanya pusing biasa ,dan sekarang gak lagi ,buktinya sekarang aku sudah gapapa kok ." ucap Nabila yang kini tengah membilas tubuhnya


Bryan tidak menjawab istrinya itu ,dia malah melihat Nabila yang kini tengah membilas busa yang ada di tubuh nya ,bahkan dia benar-benar menyaksikan tubuh istrinya itu di depan matanya di bawah guyuran air shower .


Nabila berbalik ,dia melihat suaminya yang berdiri tengah menyunggingkan senyumannya , Nabila mematikan air shower itu dan berjalan ke arah dimana handuk nya berada .


"Mas .. aku sudah selesai ,ayo keluar ." ucap Nabila yang kini tengah melilitkan handuknya .


Tiba-tiba Bryan menahan tangan Nabila agar tidak memasang handuk pada tubuhnya , Nabila terkejut saat melihat mata Bryan yang menatapnya dengan serius .


"Mas kenapa ."


"Aku tidak ingin kau memakai handuk ," Ucap Bryan dengan menarik handuk yang sudah Nabila pakai .


"Mas Bryan , !!! .


Bryan membawa Nabila dan menggendong istrinya itu ke arah shower ,Bryan menahan tangan Nabila dengan tangan masih memegang handuk yang di kenakan Nabila tadi ,Bryan membuang handuk itu sembarang ,pria itu benar-benar tidak bisa menahan sesuatu yang ada dalam dirinya di bawah sana .


Nabila yang paham dengan keadaan suaminya itu sekarang mengerti dia pun melayani suaminya di bawah guyuran air shower itu ,dan melakukan ritual suami istri di kamar mandi .


.


.

__ADS_1


Setelah beberapa lama mereka di dalam kamar mandi ,akhirnya mereka keluar dengan melempar senyum bahagia ,Nabila melangkah ke arah meja rias dan mengeringkan rambutnya ,sementara Bryan ,dia tengah mencari pakaian nya di lemari ,karna bajunya tadi sudah basah oleh aktivitas mereka tadi di kamar mandi .


__ADS_2